Sindikasi: Subscribe to Blogger SUMUTBeritaSubscribe to Blogger SUMUTKomentar

Akibat Ketiduran

June 25, 2008 oleh Ecko Manalu  
Tersimpan pada Kontribusi

Kotanya Balige, memang jadi tempat idaman dan menjadi dambaan bagi tiap orang. Tiap orang yang udah merasa sumpek terkungkung di bangunan-bangunan konstruksi baja bercorak batak-bali-jawa yang tertata rapi, dan banyak jumlahnya, yang menjadi trade mark nya Politeknik Informatika Del, apalagi bagi Homo Sapiens yang ada di dalam kantor dosen :) Coba saja perhatikan kasus ini :

“Pak… Ada mobil ya ke Balige ? ”
“yups.. ada. ”
“Wesss.. Mantap. Okeh.. aku pesan satu bangku ya … ”
(setelah itu lari menghambur ntah kemana2 dengan senangnya tanpa tujuan dan arah lari mau kemana, seperti kalu dulu waktu kecil diizinkan ikut belanja ke petisah sama ortu :D )

“Bro.. boleh pinjam speda motor k balige ? ”
“Boleh. Mau ngapain laek ? ”
“Mau jalan-jalan”
(sambil senyum2… membayangkan makanan2 di pertokoan sepanjang jalan S.M Raja Balige)

Nah…. intinya, kota dari Kabupaten Tobasa yang baru dimekarkan dari Kabupaten Taput sekitar 8 tahun lalu (CMIIW) ini sampai saat ini adalah seumpama SURGA terdekat yang bisa digapai, karena satu2nya tempat terbaik disini yang bisa dicapai dalam waktu 15-20 menit dari kampus. Setelahnya adalah Tarutung, sekitar 1 Jam dari Kampus, dan setelah itu ada Jakarta(Kota Biadab kata si Okta) , Siantar yang terkenal dengan Surga Pangsit dan Roti Ganda nya, bisa dicapai dalam waktu 2 jam, klu mau plus doa khusyuk selama naik mobil yang kencangnya setengah ampun, bisalah dicapai dalam waktu 1,5 Jam. Nah, kemudian itu adalah Medan, sekitar 4.5 – 5 jam lamanya dari Kampus. Yah itu dia Medan dengan Sun Plaza-nya, MF Plaza-nya (MF = Medan Fair Plaza, bukan Moth?r F?cker plaza yah.. ;) ), kemudian ditambah lagi Grand Paladium-nya, plus gedung2 pencakar langit-nya yang lebih tinggi dari layang-layangan yang pernah bisa aku terbangkan semasa kecil dulu, dan tidak lupa dengan preman-preman nya :D .

Nah, Satu hal yang aku tahu, mendapatkan sesuatu hal yang sebenarnya baik namun tidak pada tempatnya dan tidak pada waktunya, sama saja ga berguna. Misalnya waktu kita lagi Ngantuk, tapi diajak ke Sun Plaza, kan ga guna juga tuh. atau misalnya nih, semua orang tahu bahwa minum banyak air itu baik untuk kesehatan, tapi kalau lagi kebelet di pipis saat semua toilet jauh, minum banyak air Slanjutnya …

Membuat Paid Review Lebih Aman di Mata Google

June 24, 2008 oleh suraja  
Tersimpan pada Kontribusi

Lagi-lagi bahasan tentang Paid Review yang saat ini marak sekali dikupas dan dikejar dimana-mana. Berikut adalah plugin Wordpress yang akan membuat postingan Paid review anda lebih nyaman tanpa harus khawatir bakal kena bogem mentah dari Google.

Seperti yang sudah sering dibahas bahwa Paid Post/ Paid Review adalah sesuatu yang diharamkan oleh Google. Dan untuk mengindarinya, anda dapat berusaha mengakalinya and make your Paid Review safe for Google.

Langsung ke inti permasalahan, hampir semua Paid review company menetapkan bahwa link yang ada dalam postingan harus mengikuti aturan rel=follow. Sementara kita maunya link tersebut rel=nofollow. (more…)

Belanda, Belum Waktunya!

June 22, 2008 oleh roded  
Tersimpan pada Kontribusi

Dimulai dengan pertandingan yang cukup meyakinkan di babak satu, akhirnya Belanda dipaksa untuk mengikuti gaya permainan Total Football ala Rusia. Hasilnya, Rusia cukup mendominasi serangan-serangan ke gawang Belanda dan akhirnya menang dengan skor 3-1 atas Belanda. Pupuslah harapan timnas Belanda untuk memenangkan piala EURO 2008. Mereka terhenti di babak perdelapan final. (more…)

Pemberangkatan Kerja Praktek angkatan 2005

June 21, 2008 oleh Jontriphan  
Tersimpan pada Kontribusi

Ah…tak terasa waktu ini cepat bergulir. Ini dibuktikan dengan pemberangktan dari abang dan kakak kelas angkatan 2005 Politeknik Informatika Del yang berangkat Kerja Praktek selama kurang lebih dua bulan ke depan.

Yah…mereka tadi diberangkatkan pukul empat pagi dengan menggunakan dua buah bus pariwisata dan mereka berjumlah enam puluh lima orang yang KP. Suasana haru dan sedih dan gimanalah dibilang suasananya ibarat kita mau memberangkatkan peranglah. Pada saat semua mahasiswa hadir dalam acara pemeberangkatan tersebut, termasuk Ibu Direktur, Ibu Inggriani, para dosen dan staff.

Suasana ramai ibarat sebuah terminal pemberangkatanlah pagi tadi di Entrance Hall. Mereka semua akan diantarkan ke Medan yang diikuti oleh dosen Panitia KP sebagai tanda kepedulian Pidel terhadap mahasiswanya. Mereka yang KP ada di Batam, Medan, dan di Pulau Jawa. Kebanyakan dari mereka ada di pulau Jawa.

Semangatlah buat para abang dan kakak kelas yang melaksanakan KPnya dan berikan yang terbaik dan suskes buat semuanya.

Saya juga secara khusus mau ngucapin selamat KP buat Ito dan para Apara, yaitu to Yunita, pra Alisyah, pra Bonar, pra Eka, dan pra Ferdinan, sukses buat kalian semuanya.

Berarti dengan itu, waktu pun akan berjalan cepat nantinya dan kami yang tinggal pun akan melangkah ke jenjang yang selanjutnya dan pasti akan menghadapi hal yang serupa.

Selamat jalan buat semunya, selamat berKP ria, sukses semuanya, dan Tuhan memberkati. Sampai ketemulah lagi nanti buat semuanya untuk kurang lebih dua bulan ke depan dalam acara wisudanya.

Ok…best regards for me.

Bergeming …

June 19, 2008 oleh Ecko Manalu  
Tersimpan pada Kontribusi

Haha.. I am nearly … fall .. in this Fall.
Just like this picture on the left, The Falling leaves in a Fall Season, forming a shape that everyone can recognize well :)
Tadi, sebuah testimonial nyasar secara sengaja dan penuh intimidasi langsung ke pusat permasalahan di Home FS-ku.

Kira2 begini bunyinya :D

“Ko.. ud berhasilkah kau membuatnya bergeming ? “

Maka kujawab demikian:

Iya, aku ud berhasil membuatnya bergeming.
Kemarin, Matanya melotot menahan marah, itu bergeming juga kan ?
Trus, kakinya menghentak2 ke tanah karena kesal dikerjain kayak kuda lagi sesak pipis :D
Tapi pagi ini sekitar 30 menit, Semakin banyak yang bergeming
Rambutnya pasti bergeming,
Sepasang bibirnya pasti bergeming komat-kamit ngomong di telepon,
Giginya dan rahang2nya pasti bergeser sekitar 0.000000000001 nanometer karena setengah jam lebih capek berbantah, dan berbahak dengan aku.
Tapi, kalau hatinya ?

gak berani aku buat bergeming hatinya.
Loh.. Knapa ?
Karena klu nanti hatinya bergeming dan jatuh ke satu tempat, karena terlalu sering aku geming-kan, kan bahaya nanti tuh ?
Kenapa bahaya ?
Ya iyalah, aku belum siap untuk menjadi landasan empuk kalau nanti hatinya yang rapuh itu jatuh karena kubuat bergeming. Coba saja bayangkan kalu nanti hati rapuhnya itu jatuh karena terlalu banyak kubuat bergeming, trus jatuh di bantalan yang ga empuk, pasti sakit kan ? :)

So, intinya ???

I’m not ready …. (yet)

Smoga gemingan-gemingan sumringah yang tercipta dari setiap lelucon dan segala cakap-cakap konyolku sudah cukup membuatnya …..

Runtuhnya Idealisme Si Violis dalam 1 menit

June 18, 2008 oleh Ecko Manalu  
Tersimpan pada Kontribusi

Bandung,
perempatan Dipati Ukur, tak tau hari kapan, tapi sepertinya bukan terang hari, tapi malam hari. Hanya sekitar 1 menit menunggu lampu merah berubah hijau, namun dampaknya berlangsung hingga saat ini.

Dalam perjalanan pulang ke kosan habis selesai latihan musik di sebuah gereja di Bandung. Dari atas angkot yang kutumpangi, di perempatan sambil menunggu lampu jalan menunjukkan hijau, mataku terpaku ke seorang anak jalanan mungkin masih berumur 9 atau 10 tahun, yang lagi asik bermain musik dengan temannya sambil berteduh dari gerimis di bawah atap sebuah mini market, mungkin Circle K namanya. Dari jarak sekitar 20 meter dari tempat dudukku ini, meski di luar masih diliputi suara gerimis saat itu, aku masih bisa mendengar lagu apa yang mereka mainkan.

Eh, tapi tunggu dulu, bukankah alat musik yang dimainkan anak kecil itu sama seperti yang ada dalam wadah petak mirip peti yang sedang aku usung-usung sekarang ini ? Iya ! Itu Biola kan ? Pertanyaan itu terjadi tak lama, hanya sepersejuta detik, dan sangat sesuai fakta yang mengatakan bahwa ada jutaan operasi logika terjadi di otak dalam setiap detiknya, maka di detik berikutnya aku pun dibawa secara liar ke penilaian sombongku akan nilai klasik dari Biola,The Queen of Music itu.

Aku yang selama ini membawa2 kemanapun aku pergi suatu idealisme mengenai nilai dari sebuah biola yang harusnya dijunjung tinggi, hanya buat kalangan atas, hingga seharusnya ga dimainkan di sembarang tempat, dan gak dimainkan oleh orang2 jalanan, hanya dalam waktu kurang dari semenit, menyadari bahwa betapa congkaknya aku selama ini dengan pandangan salah yang aku bawa-bawa kemanapun mengenai biola.

Dalam waktu kurang semenit itu pula aku meruntuhkan idealisme salah ini, dan membangun kembali dasar pemikiran yang lebih humble mengenai biola serta alat musik klasik lainnya. Aku membangun dalam ruang pikirku bahwa aku dan anak kecil itu sama aja. Kami sama-sama violis. Kami sama-sama senang dan mencintai Ratu Musik itu, biola. Kami sama dengan pebiola yang mungkin saat ini sedang ngamen di jalanan Groningen, atau di jalanan New York sana, dan juga ga jauh beda dengan seorang peniup trombon yang kali ini lagi mangkal di bawah Menara Eiffel, atau di samping Manequin Piss, atau di samping Patung Romeo n Juliet untuk ngedapetin dana buat backpack travelling, seperti yang dilakukan Arai dan Ikal dalam cerita EDENSOR (Tetralogi Laskar Pelangi), yang meski mengharapkan sedikit duit tapi tetap tidak mengorbankan apresiasinya terhadap seni, tidak kehilangan kecintaan, penghayatan dan nikmat dari seni yang mereka usung.

Sayangnya, lampu jalan menunjukkan warna hijau, angkot kami melaju lagi, tapi aku sangat bersyukur atas perenungan singkat ini, yang hanya kurang semenit telah mengubah cara pandangku tentang nilai aristokratik yang terkandung dalam setiap alat musik yang termasuk pada anggota orkestrasi klasik. Selain itu satu yang paling aku sadari dari perenungan tak sampai semenit itu adalah :
Mengamen ya tetap mengamen, ga peduli dimanapun itu. Mengamen di sudut kota Paris, Itali, Venezia, Medan, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, di Perempatan Dipati Ukur, Harrison Street, Amplas, Pinang Baris, Padang Bulan, yah sama saja…

What A Colorful World I Think :)

Seminar Proyek Akhir Dua (SYP) Pidel 2008

June 18, 2008 oleh Jontriphan  
Tersimpan pada Kontribusi

“Ok thank you for the chance that give to present our presentation……….”

Begitulah kalimat pertama pada pembukaan presentasi seminar untu  proyek akhir dua untuk semester ini. Setelah diobok-obok oleh dosen penguji selama kurang lebih 45 menit ditambah dengan presentasi dan demo produk 30 menit, yah..akhirnya terlewati juga…..

Tak terbayangkan gimana keadaan diri ini sebelum seminar dimulai….beberapa jam sebelum acara dimulai sudah terasa rasa-rasa dag-dig dug dan stress ringan pun makin menjadi-jadi. Apalagi jika ditemukan pada saat itu beberapa kesalahan dan perbedaan pendapat pun mulai terjadi.

Suasana paling tegang saya rasa adalah setengah jam sebelum acara dimulai, dimana acara seminar dimulai jam 3 sore, atau 15.00 WIB. Yah…keringat mulai melepuh dari badan ini dicampur dengan rasa yang mulai wah lah dibilang dan ditambah lagi peralatan yang digunakan belum beres. Tidak bisa nyambung ke LAN dan Laptop yang dipakai untuk demo dan presentasi susah connectnya ke proyektor. Wah…gimana ini..bagaimana caranya…usahakan dulu oi….gitulah muka-muka dan ekspresi dari SYP-08 pada saat itu…..

Dan ternyata semuanya pas…, pada saat dosen penguji dan user representative sudah datang dan peralatan pun sesuai dengan yang diharapkan.

Acarapun berlanjut dengan pembukaan oleh user representative, dilanjutakan dengan presentasi dari SYP-08, demo produk, tanya jawab, seminar tertutup, dan revisi-revisi dari dokumen dan produk yang harus dilakukan.

Arghhhhhhhhhh………ternyata lewat juga ini seminar bah..setelah tertunda satu hari. Oh ya… topik proyek kami yaitu “Modle Installation and Maintenance”.

Yah, satu minggu kedepan kami akan melakukan perbaikan terhadap segala sesuatunya yang perlu diperbahatui. Regards man…and success…..

Besok kamis dan jumat adalah masa perjuangan bagi anak tingkat satu untuk seminar proyek akhir satu mereka dan beberapa kelompok untuk SYP dilaksanakan hari senin, selamat berjuang bagi kalian semua saudaraku and…keep fighting…!!!!!!!!!

Mari kita nikmati hidangan yang ada didepan mata kita…he….he…..

« Halaman SebelumnyaHalaman Selanjutnya »