Sindikasi: Subscribe to Blogger SUMUTBeritaSubscribe to Blogger SUMUTKomentar

Taman Wisata Simalem Resort, Indah tapi Mengancam

August 26, 2008 oleh  
Tersimpan pada Kontribusi

Panorama Taman Wisata Resort yang berlokasi di Perbukitan Danau Toba, hanya 45 menit dari Kota Berastagi atau 2,5 – 3 jam dari Kota Medan, Ibu Kota Propinsi Sumatera Utara. Terdiri dari 200 hektar dan berada di ketinggian 1.500 meter dpl, kawasan ini terlihat indah, berawan sejuk dan memiliki view yang bagus ke Danau Toba. 

Di balik keindahannya, terselip ketakutan warga desa Sikodon-kodon, yang pernah menyaksikan longsoran ketika pekerjaan pembuatan lapangan golf dikerjakan. Longsoran menimbun sebagian sawah dan ladang bawang di desa tetangga, Tongging, sehingga 235 keluarga di desa itu menuntut jaminan keamanan mereka. Permasalahan lain, diduga kawasan ini termasuk kawasan hutan lindung register 3/K di Gorat Ni Padang.

Tentang Poltak Simanjuntak

Blog: http://poltak.simanjuntak.or.id

Komentar

30 Komentar untuk tulisan "Taman Wisata Simalem Resort, Indah tapi Mengancam"

  1. ridu pada Fri, 17th Apr 2009 11:43 

    Taman Simalem hanya proyek penguasaan lahan,PMA tak jelas dan proyek tersebut bukti keserakahan pengusaha yang mau menguasai lahan hutan.

  2. ridu pada Fri, 17th Apr 2009 11:52 

    Penghancuran lahan jelas terlihat mulai dari atas ke bawah desa banyak longsoran besar yang menganga ke bawah,pembuktiannya ada beberapa yang terlihat jelas dari lokasi mereka yang disebut amphiteater (menurut Brosur illegal mereka),dikhwatirkan akan terjadi longsor besar melebihi Situ Gintung membawa ratusan ton tanah maupun batu ke Kampung Sikodon-Kodong dan Tongging.Coba buat penelian yang independent dan bebas sogok untuk melihatnya.

  3. magdalenastgg pada Wed, 27th May 2009 2:01 

    saat hutan terakhir habis di babat, burung terakhir habis diburu, air terakhir habis diteguk, apa kita bisa makan uang? penghancuran besar-besaran!!!

  4. JOHAN pada Fri, 29th May 2009 16:52 

    Siapakah yang bertanggung JAWAB!!!

  5. JOHAN pada Fri, 29th May 2009 16:56 

    Kalau memang benar maka BAPAK SBY yang harus menangkapi semua pejabat pejabat SUMUT,kalau bisa langsung dimasukkan ke dalam sel,biar tau mereka,ntar kalau masyarakat yang rusuh,bisa-bisa lebih parah lagi.ayo pejabat-pejabat kampung jangan hanya makan duit aja taumu.

  6. albert pada Fri, 29th May 2009 17:35 

    Sebaiknya diselidiki aja,maklum banyak yang bingung tentang taman simalem resort atau PT.MIL,mana yang benar???

  7. alusia pada Sun, 31st May 2009 21:51 

    Yang penting semua diluruskan.

  8. yuyun pada Sun, 31st May 2009 22:07 

    Keserakahan dan kebodohan masyarakat yang mau diperdaya manusia serakah.

  9. Rita pada Mon, 1st Jun 2009 10:57 

    tak perlu menangis,semua karena memang masyarakat desa Pangambatan,Tongging maupun kodonkodom manusia masih kolot dan bodoh ,tokoh tokoh kampung menipu desanya sendiri dan menjual adat leluhur nenek moyang mereka dengan uang mata sipit,kalau kampung mereka hancur ya sudah biarin aja.pemkab Karo juga tidak perduli,emangnya gua pikirin kata pejabat Karo yang perutnya seperti orang cacingan.Mau berjuang,ha ha orang orang kampung ngomongnya besar,seperti wartawan-wartwan yang sok pahlawan,kalau sudah dapat duit dari pengusaha mereka bilang wah kita perlu insvestor untuk mengangkat danau toba,apalagi sipengusaha bilang danau toba sudah hancur saya mau mengembalikan citranya,emangnya kau aja yang punya?saya dengar pak gubsu kita juga mengaguminya,wajarlah dia khan dapat hepeng juga,maklum ajalah,mtar kalau sudah meletus,rasain deh kamu semua.ha ha.Tuhan itu adil dengan caranya DIA pasti tahu siapa manusia licik yang hanya nau cari keuntungan,ntar disumpahin lu,baru tau,kenapa anakku hancur,korban narkoba,wajarlah emangnya kamu siapa,jelasnya kamu penipu,pencuri,untung masyarakat bodoh disana bisa-bisa kamu digonikan masyarakat yang bodoh dan pengecut itu.ha ha.Bertobatlah,itu hanya himbauan aja.Selamat semoga perjuangan Indonesia reformasi hukum,hak tanah rakyat kembali,tapi untuk daerah sana mungkin hanya mimpi.

  10. Bang IL pada Tue, 2nd Jun 2009 12:44 

    Ha ha membaca tulisan diatas,banyak yang sudah tahu apa itu PT MIL dan apa itu taman simalem resok.Mungkin banyak yang tidak tahu di dalam juga rusak semua.Wah tobat,ampun kerja dengan manusia-manusia serakah.Wak aye juga mantan pekerja serabutan di didalam,he he.ntar kalau mau ngelamar kerja,batalin aja deh!!Boro-boro ijin atau IMB,amdal aja tak ada,sakit deh kerja sama manusia serakah.Pediksi saya ke depan tempat tersebut akan membuat pertikaian sosial,baik mengenai status tanah,bangunan yang di bangun tepat di lahan yang notabene milik negara,sombong kali kau sebagai pengusaha,mentang-mentang kau punya duit,seenaknya mengambil tanah.Pengusaha seperti itu perlu dibasmi dari bumi Indonesia,tunggu saat ekonomi kerakyatan muncul,mau berak pun kau susah di negaraku ini.

  11. joni pada Tue, 23rd Jun 2009 15:48 

    membaca tulisan diatas,pemerintah harus tegas dan jelas ada apa sebenarnya yang terjadi.kalau memang tidak ada ketegasan dari pemerintah,ini dapat menimbulkan sesuatu ibarat api dalam sekam yang nantinya gejolak yang dapat memakan korban.

  12. leo pada Wed, 22nd Jul 2009 15:18 

    Sebagai seorang putra daerah,SAYA TIDAK PERLU MENGOMENTARI YANG TERJADI.TETAPI SEBAGAI WARGANEGARA INDONESIA SAYA MAU MELIHAT APAKAH BAPAK SBY MAU MENUNTASKAN MASALAH INI??????BAPAK SUDAH TERPILIH JADI TUNJUKKAN KEBERANIAN BAPAK.

  13. rio pada Fri, 9th Oct 2009 0:33 

    Hidup si pitu huta!!!!

  14. rio pada Fri, 9th Oct 2009 19:24 

    apapun katanya Taman simalem tuh dah terbentukkk!!!!!
    jadi kta mo gi mana lagi!!!!!!!
    jangan lah kita saling menyalahkan!!!saya rasa menghasut orang banyak untuk tidak kerja di taman simalem tuh tidak baik!!!saya sebagai putra daerah merasa prihatin atas banyaknya kabar angin TSM yang mengatakan tidak baik!!!apakah Taman raya Bogor tuh tidak punya ancaman?? apakah Gren hill yang di Sibolangit deli serdang itu tidak mengancam juga???
    di mana mana bisa terjadi bencana,karena tanah yang kita huni adalah pertemuan lempeng asia dan Pasifik serta lempengan australia,, ditambah lagi curah hujn yang tinggi.so wajarnya terjadi longsor,
    masih banyak yang perlu disorot ketimbang hanya menyorot TSM,,,
    yang penting bagai mana kita membangu,dan mengusahakan Taman simalem tersebut dapat memberi keuntungan yang sepadan bagi masyarakat sekitarnya!!!!bila perlu Pemerintah Segera mengambil alih TAman si malem tersebut!!!karena itu adalah Tanah Milik Kita Masyarakat sipitu Huta……

  15. calika pada Sat, 5th Dec 2009 12:16 

    menurut saya taman simalem itu indah,tapi yang sangat saya sayangkan kenapa tuh taman menampilkan bangunan berarsitekkan negeri cina sana inikan indonesia tampilkan dong arsitektur bangunan tradisional kita.kan banyak suku asli diindonesia ini,dan lebih khusus lagi inikan bertepatan disumatera utara tampilkan dong arsitektur bangunan tradisional suku asli yg ada disumut ini.ini suatu bukti nilai budaya kt mulai dikaburkan kalau gak mau dikatakan dihilangkan.tapi pejabat kt tidak melihatnya,karena matanya sudah tertutup duit,mereka lebih jelas melihat duit.

  16. Shintya pada Mon, 5th Apr 2010 19:53 

    Smw pihak bersalah.
    Qta sbg org indo sharuzny bangga krn tnah qta bsa d’olah menjadi sdmikian rupa indahnya.
    Sekaligus malu, karena menjual tanah qta sendiri dmi uang.
    Kalo soal tnah longsor,
    Tu mah biasa, dtaran tnggi kan sring longsor, knapa dpermsalahkan? Apa krna pengolahny pihak luar?
    Konsisten dunk, jgn mau uangny aja,
    Qta yg hruz tanggung jawab soal tu!!

  17. begu pada Tue, 13th Apr 2010 11:47 

    Mau hancur atau tidak,pokoknya sudah dibangun,jadi mau apa lagi,biar aja hancur semua

  18. bona pada Fri, 14th May 2010 15:11 

    Mejuah Juah rekan semuanya,

    Setelah sekian lama di luar daerah, saya sempatkan singgah desa pada kerja tahunan. Ada yang berubah dengan desa saya sendiri. Waktu kecil saya menghabiskan waktu di daerah hutan yg sekarang Taman Simalem. Keindahan kampung kami tak ada duanya. Ada keinginan akan membuat bali ke 2.

    Saya maklum dengan keluh kesah rekan semuanya dan terima k asih telah mengingatkan. Sekali lagi, tanggapilah dengan positif. Visi taman Simalem saya lihat adalah menjadi Agro wisata No.1 di Dunia dan misinya adalah Pelestarian alam hutan dan penyediaan pelayanan kepada pengunjung.

    Apabila Anda rekan saudari saya semua memahami dengan pengalaman yang ada, kita akan tetap ketinggalan. Kepada rekan yang mengatakan warga lokal sipitu huta masih kolot, sebaiknya Saudara kembali menata kata kata. Tidak perlu menghujat warga saya. Justru dimata saya Saudaralah yang kolot dari yang terkolot secara hati dan perkataan. Mengenai korupsi dsb. yang ditunjukan ke pemkab karo dan jajaran pemerintah, Sudahkah Saudara bertanya ke mereka. Azas praduga sangat luar biasa tidak terdidik. tanyakan langsung dan Anda akan dapat jawabannya.

    Bila Anda rekan punya waktu dan uang, sisakan waktu ke Lagoi, Bintan dan Bali. Disana akan Anda lihat hotel/resort berstandar internasional.

    Mungkin ada rekan yang sakit hati atau apalah namanya, dan bila buukan Anda penduduk kami, bertanyalah kepada kami. jangan menghujat. Kami mau kampung kami maju seperti sekarang yang mulai menjadi tatapan dunia.

    Seberapa besarkah sudah Andil saudara kepada kampung kami? Satu saat, Saudara akan mengagumi dan menyesal telah membuat kata kata yang tidak etis seolah Anda tidak pernah belajar agama dan tata krama.

    Mejuah Juah…Tuhan Memberkati

    Bona Ginting
    110-Silimbong Dong- Kwanak Gu
    Seoul-South Korea

  19. gta lascha pada Fri, 1st Oct 2010 14:59 

    1 yg pasti, ad seorang/beberapa orang yg memiliki ide cemerlang untuk ngebangun tempat yg seindah itu.
    ramai’y TSr di akhir pekan + hari besar, menjadi kl TSr bs menciptakan salah satu lokasi hiburan yg banyak diincar masyarakat. masyarakat biasa, abdi negara, selebritis.
    pengambilan latar TSr untuk membuat sebuah film pun, membuktikan bahwa TSr mampu bahkan berhasil mengundang minat + menghibur masyarakat.

    dan untuk masalah yg berhubungan dengan hukum, mereka yg terkait didalam’y …. bukanlah orang” yg buta hukum.

  20. romero pada Wed, 19th Jan 2011 11:13 

    TSR sangat mempesona dan tak dapat melupakan mu.

  21. irwan saputra pada Wed, 6th Apr 2011 21:17 

    kapan proyek tsb slesai ?

  22. aswin pada Sun, 10th Apr 2011 7:35 

    Horas…janganlah kita selalu berfikir negatif tentang TSR.
    TSR telah menciptakan lapangan krj,yg tanpa kt sadari Tsr sdh menghidupkan ekonomi ratusan bahkan ribuan pekerja nntinya.
    Zaman skrg low krj susah,jd jgn pandai bicara aja.
    Apakah kt di sekolahkan tinggi2 utk pandai bicara?
    Ngapain sekolah,duduk manis di warung smbil minum kopi sdh pasti pandai bicara.
    Hiduplah seperti lilin,hbs demi kegelapan.jgn hdp sprt rokok,hbs demi kepuasan.tq

  23. Catatan Hery pada Fri, 3rd Jun 2011 10:22 

    Dari yang aku lihat setelah sempat berlibur di Simalem Resort, tampaknya semua fasilitas dikelola dengan baik dan rapi. Kebersihan juga dijaga dengan baik. Sayang sekali jalan menuju ke TSR yang masih kurang mendukung. Semoga kedepan ada perubahan, ini PR besar bagi pemerintah.

    Aku pikir sepatutnya masyarakat disekitarnya bersyukur dengan adanya objek wisata yang dipoles oleh tangan-tangan profesional. Mau tidak mau masyarakat sekitar juga harus berbenah agar bisa ikut menikmati rejeki dari arus pengunjung yang makin naik. Mungkin tidak harus jadi karyawan di TSR, tetapi bisa buka usaha sendiri, seperti usaha makanan/jajanan misalnya. Harga makanan di dalam TSR kan mahal2 tuh, kenapa nggak itu yang dimanfaatin oleh penduduk sekitar. Mungkin juga dengan membuka usaha jualan bunga2 hias.

    Jadi daripada mengeluh dan membuat kampanye negatif, sebaiknya berusaha demi kesejahteraan bersama

  24. hadi winata pada Wed, 8th Jun 2011 16:02 

    aq ampat trhanyut mlhat pmandangan yg ada d tsr..
    stlah aq bkerja dstu ada kekecewaan yg berat masalah gaji..tlong lah bpak direksi yg trhormat keluarkan gaji saya yg 1 bulan kmrin saya sagt butuh sekali..tanah ini tanah pribumi..kalian mncari harta d tanah kami..jgn kalin jajah kmi dgn harta kalian

  25. ardy sinaga pada Wed, 15th Feb 2012 8:45 

    salam buat saudara saya yang bermukim disekitar taman simalem resort, sebelum saya memberi komentar tentang simalem dan pembangunan disana, hanya ada satu kata yang ingin saya ucapkan, BETAPA BESAR ANUGRAH TUHANKEPADA SAUDARA YANG MENJADIKAN ANDA LAHIR DITANAH YANG INDAH SUBUR DENGAN PANORAMA BAGAIKAN SURGA DIATAS BUMI, TERPUJILAH TUHAN.
    saya ini warga batak toba yg kebetulan sudah lama bermukin dan bekerja diluar negeri khususnya singapura,seminggu yang lalu saya sempatkan berwisata ke taman simalem resort tepatnya tanggal 09-02-2012, keindahan panorama ini sudah lama sampai ditelinga saya sehingga saya penasaran seperti apakah gerangan keindahan sorga di atas bumi itu, sungguh saya terkagum-kagum dengan keindahan bukit simalem dengan view danau toba yg terlihat bagaikan permadani dengan hamparan berlian bermata biru diatasnya.
    saya mengerti dengan ke kawatiran sebagian warga sekitar dalam tanda kutip, namun melihat bukit simalem di tangani oleh tangan-tangan profesional, saya rasa saudara-saudaraku tidak perlu kwatir tentang keamanan khususnya perusakan hutan atau lingkungan, justru yang saya lihat taman ini malah mengandalkan hutan sebagai satu andalan panorama yang mau disuguhkan kepada para wisatawan yang datang untuk menikmati kawasan wisata ini. secara pribadi saya katakan bersyukurlah saudaraku semua yang ada disekitar dengan adanya investor yang mau menngelontorkan uangnya untuk membangun taman ini,hanya saja mulai sekarang saudara-saudara harus mulai jeli melihat peluang yang dapat anda raih dengan adanya taman wisata ini, contohnya dengan menjual oleh-oleh yang bertemakan daerah sekitarnya, seperti kaos, kerajinan tangan, buah-buahan tapi dikemas dengan kemasan yng menarik, dan ada banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, yang ahirnya akan mengangkat perekonomian rakyat sekitar.
    Akan sangat disayangkan apabila tanah seindah itu hanya kawasan hutan semata, kalau tidak ada investor yang datang membangun, semuanya keindahan itu hanyalah sebuah kawasan indah tapi bagaikan BIDADARI yang tertidur.

  26. Surya Darma pada Fri, 17th Feb 2012 15:15 

    Jadi atau tidaknya keinginan pengusaha apapun untuk membuat jenis usaha apapun bentuknya itu tergantung pejabat/pemerintah setempat atau pusat mau menyetujuinya atau tidak. Menurut hati nurani saya siapapun orangnya ataupun darimana pun orangnya pejabat/pemerintah setempat atau pusat, kalau dia/mereka benar-benar bagus orangnya apalagi hatinya bahkan niatnya setelah dia dipercaya untuk memimpin rakyat apapun/siapapun pasti dia/mereka benar-benar duduk betul dia/mereka bisa menempatkan mana yang benar memang harus dibenarkan untuk benar-benar ditegakkan dan mana yang salah memang harus disalahkan disalahkan untuk juga benar-benar ditegakkan. Tapi yang terjadi di indonesia justru malah banyak sekali yang telah terjadi terus sebaliknya apalagi orang-orang batak karo di sekitar merek tanah karo memang dasar pejabat/pemerintahnya setempat adalah pemerintah yang super tamak dan super rakus karena mereka lebih jauh memilih rakyatnya lebih baik menderita bila perlu mati yang penting semua yang diinginkannya tercapai begitu juga sebagian golongan masyarakat disana apalagi preman-preman busuk disana. Orang yang awalnya baik saja sangat mudah sekali untuk berbuat busuk kotor demi menerima uang haram dari pejabat/pemerintah dan pengusaha apalagi preman-preman busuk disana walaupun ujung-ujungnya alam disana hancur jadi rusak total. Polisi disana pun juga super tamak rakus dan tolol goblok apalagi masyarakatnya, mereka sebenarnya mengetahui tapi tidak pernah mau menelusuri apalagi menangkapnya karena mereka sudah dapat bagi-bagi uang masukan antara polisi dengan kepala preman setempat dan beberapa karyawan juga ikut bermain seperti kepala security disana bernama Damanik ciri-ciri orangnya tinggi besar perut gendut besar badannya macam induk babi bahwa karyawan-karyawan/buruh kasar disana seperti tukang cleaning service, tukang-tukangnya tiap malam apalagi habis terima gajian malamnya langsung berjudi mabuk-mabukkan dikantin baraknya, memakai narkoba, ada juga transaksi narkoba ganja bahkan ada beberapa tempat ladang ganja yang sengaja mereka menanam ganja tersebut untuk dipakainya sehari-hari bahkan dijualnya sesama karyawan yang rusak apalagi bermoral rusak berat. Bagi polisi mabes yang benar-benar bersih pasti senang sekali untuk memberantasnya dengan cepat. Selamat berjuang semoga dapat orang-orang pengedar dan pemakai narkoba dan penjudi-penjudi disana serta semoga masyarakat disana cepat-cepat ditimpa musibah dikampungnya sendiri akibat ketamakan dan kerakusan serta ketololan mereka mau bekerja sama dengan para pengusaha dan pejabat/pemerintah super rakus tamak demi mendapatkan uang haram untuk mengenyangkan perut mereka.(Dibuat oleh Surya Darma Supervisor Winstar Multi Service).

  27. Manalu pada Fri, 24th Feb 2012 1:54 

    Mendengar bbrp komentar yg menyatakan TSR itu bagaikan surga di dunia, jadi pengen kesana nih… Permasalahan hukum, kerusakan lahan, pemanfaatan hutan yang tidak sesuai, sepertinya bukan kapasitas saya untuk mengomentarinya karena saya tidak tahu permasalahan yang sebenar benarnya. Buat teman2 yang punya bukti pelanggaran hukum terkait mulai dari pembebasan lahan TSR, pengelolaannya dan sampai ke peredaran narkoba di dalamnya, sebagai warga negara yg baik, silahkan lapor ke pihak yg berwenang, menurut saya itu baru mantap….!

  28. yakin pada Wed, 3rd Oct 2012 22:08 

    Seharusnya kita sebagai warga.. mendukung, mencintai dan menjungjung tinggi parawisata yang ada sekarang ini di daerah kita. ayo semangat saudaraku.. kembangkan wisata Taman Wisata Simalem…

  29. sirpangsigodang pada Wed, 14th Nov 2012 15:15 

    komersialisasi kawasan hutan,jika pengusaha yang rebut lahan tidak apa-apa tetapi jika rakyat yang berbuat langsung kriminalisasi……semua sudah disogok kecuali saya,hehehehehe…..sudahlah semoga hancur karena alam atau revolusi

  30. Adven Ardi Egel Wandri Albert GINTING TARIGAN pada Tue, 28th Jan 2014 18:32 

    Taman simalem Resort
    Kami sudah lama bekerja di perusahaan ini
    dan kami juga ikut serta merasakan surga dunia yg memang ada di TSR ini.
    Sungguh indah memang surga itu.
    Kami sangat bangga , bisa ikut merasakan keindahan TSR yg sangat eksotik.
    tidak hanya View yang membuat Taman simalem menjadi surga dunia , Tapi juga Fasilitas dan keramahan karyawan terhadap tamu maupun terhadap rekan kerja.
    Kepada masyarakat yang mau merasakan indahnya surga dunia silahkan datang ke TSR , supaya anda nanti tidak kaget untuk masuk ke surga yang sesungguhnya.
    Menginap lah di kamar yang mahal di TSR ini
    TREE HOUSE 7 juta
    PINE / CINNAMON 5 juta
    EUCALYPTUS 4 Juta
    TAXUS 2juta – 2,5 juta
    WILLOW/ CASUARINA 2-3,5 Juta
    HOTEL DELUX 3juta-3,5 juta
    HOTEL SUPERIOR 2,5 JUTA
    HOTEL j.SUITE 4 juta
    LODGE 2,4 juta

    KAK SITY!!!!!!!!!!!!

Sampaikan pikiran anda...
dan jika anda ingin menampilkan gambar diri anda, silahkan gunakan gravatar!