Sindikasi: Subscribe to Blogger SUMUTBeritaSubscribe to Blogger SUMUTKomentar

Terhangat Dari Para Blogger “Ngerjain PR”

September 30, 2008 oleh parlin sinaga  
Tersimpan pada Warna Warni

Opini khusus perblogan negeri ini (negeri yah, bukan ngeri..!) akhir-akhir ini akhirnya mampir juga ke blogku. Saling memberikan PR kepada sesama teman blogger adalah opini paling terdengar kencang saat ini. Baru-baru ini lae junjungpurba ngasih PR sama ku .

Ya, dengan hati yang senang, ya dikerjain dong, ya gak ? Soalnya ini kan bukan seperti PR-PR dari dari guru atau dosen. Kalau biasanya PR yang saya dapat dari kampus (dolo sih), hampir smuanya aku kerjain di kampus bareng-bareng teman (alias nyontek). PR ini pun rencanaya di contek aja (huh dasar), tapi sepertinya, gak bisa yah (hahhah…..hahha….).

Oke deh, langsung kerjakan aja..!!
Baca selengkapnya

Soal Kode Bandara Kuala Namu

September 29, 2008 oleh senjaungu  
Tersimpan pada Opini

Sebentar lagi atau kira-kira tahun 2010, paling lama, Sumatera Utara akan punya bandara baru. Namanya Bandara Internasional Kuala Namu. Bandara ini akan menggantikan Bandara Polonia Medan yang saat ini dinilai tidak strategis lagi dan telah berusia lebih dari 70 tahun. Bandara Kuala Namu berlokasi di bekas areal perkebunan PT. Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa dan terletak Desa Beringin, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang. Bandara Kuala Namu diharapkan dapat menjadi bandara pangkalan transit internasional untuk kawasan Sumatra dan sekitarnya dan akan menjadi bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta.

Pemindahan bandara ke Kuala Namu sebenarnya telah direncanakan sejak tahun 1991. Dalam kunjungan kerja ke Medan, Azwar Anas, Menteri Perhubungan saat itu, berkata bahwa demi keselamatan penerbangan, bandara akan dipindah ke luar kota.Persiapan demi pembangunan bandara ini diawali pada tahun 1997, namun krisis moneter yang dimulai pada tahun yang sama kemudian memaksa rencana pembangunan ditunda. Sejak saat itu kabar mengenai bandara ini jarang terdengar lagi, hingga muncul momentum baru saat terjadi kecelakaan pesawat Mandala Airlines pada September 2005 yang jatuh sesaat setelah lepas landas dari Polonia.

Kecelakaan yang merenggut nyawa Gubernur Sumatra Utara Tengku Rizal Nurdin tersebut juga menyebabkan beberapa warga yang tinggal di sekitar wilayah bandara meninggal dunia akibat letak bandara yang terlalu dekat dengan pemukiman. Hal ini menyebabkan munculnya kembali seruan agar bandara udara di Medan segera dipindahkan ke tempat yang lebih sesuai.Selain itu, kapasitas Polonia yang telah lebih batasnya juga merupakan faktor direncanakannya pemindahan bandara.

Recana pembangunan yang tertunda selama bertahun-tahun ditambahi dengan masalah pembebasan lahan yang belum terselesaikan. Hingga Juni 2006, baru 1.650 hektar lahan yang telah tidak bermasalah (telah diselesaikan sejak 1994), sementara lahan yang dihuni 71 kepala keluarga lainnya masih sedang dinegosiasikan, namun pada November 2006 dilaporkan bahwa Angkasa Pura II telah menyelesaikan seluruh pembebasan lahan.

Pembangunannya direncanakan akan dilaksanakan sepanjang tiga tahap. Tahap I dimulai pada 29 Juni 2006 dan selesai pada tahun 2009 atau paling lambat 2010. Tahap ini dibangun sendiri oleh pemerintah dengan PT. Angkasa Pura II, dengan pembagian berupa sisi darat (misalnya terminal, areal parkir) dibangun Angkasa Pura sementara sisi udara dibangun Direktorat Jenderal Udara dari Departemen Perhubungan. Dana untuk pembangunan Tahap I terdiri dari Rp. 1,3 triliun dari Angkasa Pura dan dana pinjaman sebesar Rp. 2,3 triliun sehingga jumlahnya adalah Rp. 3,6 triliun.

Prasarana awal berupa pemagaran panel beton, rehabilitasi jalan, dan pembuatan pos jaga senilai Rp 6 miliar dilakukan dari November 2006 hingga Februari 2007. Pada akhir November 2006 juga diumumkan pemenang tender untuk tim perancang bandara. Dari 18 peserta, tujuh telah melewati proses prakualifikasi dan akan bersaing hingga dipilih tiga peserta terbaik, yang jumlahnya selanjutnya diciutkan lagi menjadi satu. PT. Wiratman & Associates kemudian terpilih sebagai pemenang tender perancangan bandara pada Januari 2007.[6] Setelah itu, pemenang diberi waktu delapan bulan untuk merancang bandara (hingga Agustus 2007). Setelah proses ini selesai, tender pembangunan bandara yang diperkirakan akan berlangsung selama dua bulan akan dilaksanakan. Jika sesuai jadwal, maka pembangunan sisi darat akan dimulai pada November 2007 dan diselesaikan dalam dua tahun. Tahap II yang direncanakan dibangun bersama oleh pemerintah dan investor, akan dimulai tahun 2010.

Menyaksikan sudah semakin dekatnya proses selesainya Bandara Kuala Namu ini, perlu juga dipikirkan masalah kode bandara atau airport code yang dimiliki oleh setiap bandara. Hasil penulusuran dari World Airport Code (http://www.world-airport-codes.com) terlihat bahwa kode bandara dengan singkatan Kuala Namu yakni KNM sudah dimiliki oleh Bandara Kaniama, Zaire. Ini akan menjadi masalah, walau kecil, karena mempersiapkan kode bandara ini sangat penting bagi dunia penerbangan.

Kebingungan pernah terjadi ketika Bandara Internasional Minangkabau, Kabupaten Pariaman, Sumatera Barat selesai dibangun. Pihak pengelola bandara terpaksa memindahkan kode airport Tabing yang mempunyai kode PDG ke Bandara Internasional Minangkabau. Padahal, bandara ini lebih cocok jika diberi kode MNG. Namun, karena kode MNG sudah dipakai oleh Bandara Maningrida di Australia, terpaksa kode bandara PDG dipertahankan. Walaupun, kini, Bandara Internasional Minangkabau tidak berlokasi di Kota Padang.

Hal yang sama tentu akan terjadi dengan Bandara Kuala Namu. Kode Bandara Polonia Medan yang selama ini digunakan yakni MES, kemungkinan terpaksa dipindahkan ke Bandara Kuala Namu. Beberapa alternatif kode bandara yang bisa dilihat di World Airport Code seperti KUA telah dimiliki oleh Bandara Kuantan di Malaysia. Begitu juga dengan kode KLN telah dimiliki oleh Bandara Larsen SPB di Amerika Serikat. Kode lainnya yang mungkin cocok adalah KLU namun juga sudah dimiliki oleh Bandara Alpe Adria di Austria.

Persoalan kode bandara ini memang, seperti yang telah disebut diatas, bukanlah masalah besar. Namun, ini lebih pada persoalan menghargai sebuah wilayah atau entitas yang dijadikan sebagai tempat berlabuhnya maskapai-maskapai penerbangan. Nanti, mungkin saja suatu saat akan muncul “gugatan” mengapa Bandara Internasional Kuala Namu yang berada di Deli Serdang tetap dinamai dengan kode MES. Siapa tahu?

Aulia Andri: pengajar; blogger; new media specialist

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Buat Blog

September 29, 2008 oleh senjaungu  
Tersimpan pada Teknologi Informasi

Sebuah studi dari Smashing Magazine (www.smashingmagazine.com) mengungkapkan beberapa hal penting yang kadang sering terlupakan oleh para blogger ketika membuat sebuah blog. Padahal, hal-hal seperti navigasi blog, berapa banyak posting di halaman depan blog, apa artikel yang perlu ditampilkan di footer. Nah, ini dia hasil kajiannya.

Navigasi Menu: Di Atas, Kiri atau Tengah

Penelitian yang dilakukan oleh Smashing Magazine menyebutkan 58% orang menyukai navigasi disebelah kanan (vertikal). Ini bisa dilihat dari blog seperti Scobleizer, TPM, CrunchGear, Neatorama, Google Blog, DailyKos, Engadget. Sementara itu 52% menggunakan navigasi horizontal diatas tetapi selalu tetap mengkombinasikan dengan menggunakan navigasi menu disebelah kanan (vertikal) sebagai menu kedua. Beberapa blog yang bisa dikategorikan dalam kelompok ini adalah Google Blogoscoped, Dooce, GigaOM, TreeHugger, Smashing Magazine, Mashable, ReadWriteWeb, Ars Technica, TechCrunch, Huffington Post. Sedangkan 12% menggunakan navigasi disebelah kiri (vertikal).

Sebenarnya, pengunjung blog tidaklah peduli dengan letak menu navogasi ini. Selama blog Anda bisa diidentifikasi dengan mudah oleh pengunjung. Tetapi, faktanya saat ini ada sekitar 70%-95% orang yang menggunakan tangan kanan. Ini, paling tidak harus menjadi perhatian. Ditambah lagi dengan penempatan scroll bar yang berada di sebelah kanan. Maka itu, jika pengunjung ingin melihat kebawah, mau tak mau dia harus mengarahkan mouse ke sebelah kanan. Adalah sangat jarang, ada pengunjung yang memaksimalkan fungsi keybord untuk menurunkan halaman blog.

Berapa Banyak Posting di Halaman Awal?

Dari perspektif pengunjung, tentulah sangat berat jika ketika memasuki sebuah blog, lantas kemudian dijejali berbagai informasi. Akan terjadi overload informasi yang tentunya membuat blog menjadi sangat tidak enak dikunjungi. “When too much information is presented to the users, they try to escape the cognitive load — they bookmark the page for future visits (and never visit it again) or simply close the browser window, because they can’t cope with the information presented to them.”

Hasilnya sekitar 28% menyarankan 14-18 posting di halaman awal sebuah blog. 26% menyarankan 10-12 posting, 14% meminta 20-26 posting, 10% menyarankan 2- 6 posting, 10% menyarankan 27-35 posting, 8% menyatakan perlu hanya sekitar 7-9 posting dan sisanya 2% menyatakan bisa menerima diatas 36 posting di halaman sebuah blog.

Informasi Apa yang Perlu Ditempatkan di Footer

Banyak blog meletakkan footer sebagai bagian yang tidak terpisahkan. Mereka mengisi footer dengan berbagai hal seperti link, copyright, legal dan lain-lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa copyright, legal, privacy, terms of service, terms of use, seharusnya diletakkan di footer (90%), link to the “about us”-page (40%), link to advertising-page (38%), link to the contact information (30%), links to RSS-feeds (22%), link to FAQ or Help (22%), search box (14%), link to the top of the page (10%), link to the start page (10%), dan link to the site map (8%).

Aulia Andri; pengajar, blogger, new media specialist

Selamat Datang Koran Digital

September 29, 2008 oleh senjaungu  
Tersimpan pada Berita

Beberapa bulan terakhir ini, saya disibukkan dengan kehadiran e-paper atau koran elektronik. Saya bersorak-sorak girang ketika menemukan terobosan ini. Adalah e-paper milik Koran Tempo yang pertama kali saya temukan. Setelah itu, saya juga menemukan e-paper milik Harian Kompas. Setelah itu saya juga menemukan e-paper milik Kontan yang mengklaim sebagai pelopor e-paper di Indonesia. Revolusi e-paper ini tentu merupakan “lompatan” baru.

Berbeda dengan media online semisal kompas dot com, Kompas e-paper ini memberikan visual sama seperti kita membaca koran Kompas edisi cetak lengkap dengan kolom dan iklannya. Kadang untuk koran kompas, bukan hanya artikelnya yang penting, tetapi juga iklan-iklannya sehingga e-paper sangat-sangat baik sekali.

Saya kemudian menelusuri beberapa kata terkait e-paper. Akhirnya, voila, saya menemukan FeedJournal yang menyediakan fasilitas gratis bagi siapapun untuk membuat e-paper. Menyenangkan sekali. Yang mengherankan saya, saat ini Harian Waspada (www.waspada.co.id) sedang galak-galaknya mengusung tren media online. Lucu juga, ketika orang-orang sudah bergerak ke e-paper Waspada Online masih sibuk dengan online journalism. Hehehe…..

Memang, Waspada Online juga membuat versi pdf untuk halaman satu. Tapi tidak keseluruhan. Kalau saja, Waspada Online bisa lebih arif melihat perkembangan jaman. Mereka tentu akan segera membuat e-paper. Ini saya kutipkan berita dari Koran Tempo.
Suplemen Koran Tempo
Jum’at, 18 Juli 2008

Era Koran Digital
Lima koran nasional sudah mendigitalisasi korannya.

Naskah koran diterbitkan di Internet adalah hal yang sudah biasa pada saat ini. Namun, menyaksikan koran dalam tampilan cetaknya di dunia maya secara utuh halaman per halaman adalah hal baru. Inilah yang
disebut koran digital. Paling tidak, empat koran nasional sudah mendigitalisasi koran cetak mereka, yakni Koran Tempo, Kompas, Republika, dan Kontan.

Koran Tempo digital, misalnya, sudah mulai online sejak pekan lalu. Ia bisa diakses di alamat http://epaper.korantempo.com. Penyalin-rupaan dari bentuk keras ke digital ini dikerjakan oleh Pressmart.

Manajer IT Kelompok Tempo Media Handy Darmawan mengatakan e-paper adalah koran digital yang sangat memanjakan pembaca dan pemasang iklan. Tampilannya sama persis dengan versi cetak, minus noise yang
dapat ditimbulkan oleh mesin cetak.

Pada edisi digital Koran Tempo, pembaca bisa menikmati halaman demi halaman koran itu. Dengan satu klik, artikel–dengan naskah yang terlalu kecil ukuran font-nya–bisa dibaca dengan mudah di jendela
pop-up, lengkap dengan foto ataupun infografis yang menjadi ciri utamanya.

Pada saat yang sama, pembaca, yang mesti mendaftar secara online, bisa menggunakan fitur Add Clipping untuk menyimpan. Artikel pun bisa dicetak semudah mengklik tombol Print tanpa perlu mencetak semua halaman.

E-paper Koran Tempo juga menyediakan fitur pengunduhan berkas PDF per halaman, navigasi untuk “meloncat” ke halaman yang diinginkan, galer foto, iklan, most view article, teks bergerak yang membuatnya
terhubung ke situs berita Tempo Interaktif, sampai fasilitas mesin pencari.

Pemasang iklan akan dimanjakan lantaran iklan bisa diklik dan ditampilkan pada halaman tersendiri. “Ini membuat pembaca iklan lebih berfokus,” kata Wawan, panggilan akrab Handy. “Pemasang iklan juga
dapat memasang iklan berbentuk video, audio, dan animasi.”

Koran Tempo juga menyediakan iklan ekstra di halaman tersendiri bagi pemasang iklan yang tak muncul di versi cetak. Selain itu, iklan banner terlepas dari versi cetak.

El Fajri Hanif, Media Director Mindshare, salah satu biro iklan papan atas, mengatakan perkembangan koran digital memang belum bisa diprediksi. Namun, ia mengakui di luar negeri iklan di Internet justru
mengalahkan iklan televisi.

Menurut Fajri, mereka akan mengikuti ke mana pergerakan pembaca. “Setelah pembaca koran digital bertambah banyak, ini akan lebih memudahkan kita,” ujarnya.

Sementara itu Kompas mulai tampil dalam bentuk digital pada 3 Juli lalu. Dua hari sebelumnya, “saudara” harian itu, Kontan, juga sudah online. Sejumlah penerbitan grup Kompas Gramedia juga akan hadir dalam
bentuk digital.

Kompas digital bisa diakses di http://epaper.kompas.com atau http://www.kompascetak.com. Dari segi fisik, isi kedua situs ini berbeda dengan Kompas.com. Digitalisasi harian itu ditangani oleh
Softpress. Kompas digital mengadopsi segala bentuk media baru, seperti berita-berita online, blog, podcast, streaming video, dan jejaring sosial. Content Kompas.com, seperti televisi (KompasTV dan SelebTV),
radio (K-Radio), dan video (VideokuTV), tampaknya juga akan diintegrasikan ke koran digital itu.

ERWIN PRIMA

Nge-Blog Itu Asyik

September 29, 2008 oleh senjaungu  
Tersimpan pada Kontribusi

Ngeblog atau memelihara blog itu sangat mengasikkan. Tak heran sejak muncul pada tahun 2002, blog menjadi “sesuatu” yang favorit dimata para user internet. Ngeblog (istilah bahasa Indonesia untuk blogging) harus dilakukan hampir setiap waktu untuk mengetahui eksistensi dari pemilik blog. Juga untuk mengetahui sejauh mana blog dirawat (mengganti template) atau menambah artikel. Sekarang paling tidak ada lebih 10 juta blog yang bisa ditemukan di Internet. Dan ini masih terus berkembang lagi, karena saat ini ada banyak sekali software, tool, dan aplikasi Internet lain yang mempermudah para blogger (sebutan pemilik blog) untuk merawat blognya.

Media blog pertama kali dipopulerkan oleh Blogger.com, yang dimiliki oleh PyraLab sebelum akhirnya PyraLab diakuisi oleh Google.Com pada akhir tahun 2002 yang lalu. Semenjak itu, banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang bersifat sumber terbuka yang diperuntukkan kepada perkembangan para penulis blog tersebut.

Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam, dari sebuah catatan harian, media publikasi dalam sebuah kampanye politik, sampai dengan program-program media dan perusahaan-perusahaan. Sebagian blog dipelihara oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis. Banyak juga weblog yang memiliki fasilitas interaksi dengan para pengunjungnya, yang dapat memperkenankan para pengunjungnya untuk meninggalkan komentar atas isi dari tulisan yang dipublikasikan, namun demikian ada juga yang yang sebaliknya atau yang bersifat non-interaktif.

Situs-situs web yang saling berkaitan berkat weblog, atau secara total merupakan kumpulan weblog sering disebut sebagai blogosphere. Bilamana sebuah kumpulan gelombang aktivitas, informasi dan opini yang sangat besar berulang kali muncul untuk beberapa subyek atau sangat kontroversial terjadi dalam blogosphere, maka hal itu sering disebut sebagai blogstorm atau badai blog.

Komunitas Blogger

Komunitas blogger adalah sebuah ikatan yang terbentuk dari para blogger berdasarkan kesamaan-kesamaan tertentu, seperti kesamaan asal daerah, kesamaan kampus, kesamaan hobi, dan sebagainya. Para blogger yang tergabung dalam komunitas-komunitas blogger tersebut biasanya sering mengadakan kegiatan-kegiatan bersama-sama seperti kopi darat.

Untuk bisa bergabung di komunitas blogger, biasanya ada semacam syarat atau aturan yang harus dipenuhi untuk bisa masuk di komunitas tersebut, misalkan berasal dari daerah tertentu.

Beberapa jenis komunitas blogger adalah Komunitas Blogger Daerah, yaitu Komunitas Blogger berdasarkan kedaerahan atau wilayah tertentu, Komunitas Blogger Non-Daerah, yang biasanya terbentuk karena kesamaan hobi atau yang lainnya, dan Komunitas Blogger Kampus.

Jenis-jenis blog

* Blog politik: Tentang berita, politik, aktivis, dan semua persoalan berbasis blog (Seperti kampanye).

* Blog pribadi: Disebut juga buku harian online yang berisikan tentang pengalaman keseharian seseorang, keluhan, puisi atau syair, gagasan jahat, dan perbincangan teman.

* Blog bertopik: Blog yang membahas tentang sesuatu, dan fokus pada bahasan tertentu

* Blog kesehatan: Lebih spesifik tentang kesehatan. Blog kesehatan kebanyakan berisi tentang keluhan pasien, berita kesehatan terbaru, keterangan-ketarangan tentang kesehatan, dll.

* Blog sastra: Lebih dikenal sebagai litblog (Literary blog).

* Blog perjalanan: Fokus pada bahasan cerita perjalanan yang menceritakan keterangan-keterangan tentang perjalanan/traveling.

* Blog riset: Persoalan tentang akademis seperti berita riset terbaru.

* Blog hukum: Persoalan tentang hukum atau urusan hukum; disebut juga dengan blawgs (Blog Laws).

* Blog media: Berfokus pada bahasan kebohongan atau ketidakkonsistensi media massa; biasanya hanya untuk koran atau jaringan televisi

* Blog agama: Membahas tentang agama

* Blog pendidikan: Biasanya ditulis oleh pelajar atau guru.

* Blog kebersamaan: Topik lebih spesifik ditulis oleh kelompok tertentu.

* Blog petunjuk (directory): Berisi ratusan link halaman website.

* Blog bisnis: Digunakan oleh pegawai atau wirausahawan untuk kegiatan promosi bisnis mereka

* Blog pengejawantahan: Fokus tentang objek diluar manusia; seperti anjing

* Blog pengganggu (spam): Digunakan untuk promosi bisnis affiliate; juga dikenal sebagai splogs (Spam Blog)

Sumber: Wikipedia

Aulia Andri: pengajar; blogger; new media specialist

Kenapa Tidak Jadi Blogger?

September 29, 2008 oleh senjaungu  
Tersimpan pada Gaya Hidup

Saya sejak lama yakin bahwa blogger merupakan pilihan tepat bagi anak-anak muda untuk berkarir. Bahkan suatu saat saya yakin akan muncul profesi baru bernama “blogger”. Blogger yang selama ini dipandang sebagai “pekerjaan” sebelah mata, menghabiskan waktu, uang dan tenaga, ternyata mempunyai prospek yang cukup bagus. Blogging (sebutan untuk pekerjaan yang dilakukan blogger) bukanlah sebuah kesia-siaan jika ditekuni secara serius. Banyak kisah sukses yang bisa di-goggling jika ingin tahu berbagai kisah sukses para blogger. Tapi, tentunya sukses itu tidak bisa terukir secara cepat. Ada proses dan waktu yang akan membuat sukses menghampiri para blogger.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika seseorang memutuskan untuk menjadi blogger:
1. Tabahlah…
2. Tabahlah…
3. Tabahlah…

Menjadi blogger memang membutuhkan ketabahan. Tak ada yang lain. Di dunia maya yang menyediakan semua hal, dibutuhkan lebih dari sekedar kecerdasan, kepintaran bahkan nasib baik. Saya mendapati banyak blog yang bermutu, tapi juga banyak menemukan banyak blog sampah. Saya berkenalan dengan orang-orang yang punya dedikasi besar dan keinginan untuk maju, tapi juga saya menemukan orang-orang iseng yang bermental kotor disini. Maka itu, tak berlebihan jika saya bilang diatas, bahwa ketabahan menjadi modal utama untuk menjadi blogger.

Menjadi blogger memang sebuah pilihan. Seperti juga ketika Anda memilih untuk menjadi dosen, PNS, atau polisi. Sebagai blogger yang baik, Anda harus memahami seluruh aspek yang bisa mendatangkan manfaat baik itu benefit maupun profit bagi Anda. Yang dimaksud dengan benefit adalah Anda harus memaksimalkan jaringan pertemanan sehingga sebagai blogger Anda dikenal banyak orang. Ini menjadi keuntungan moral bagi Anda. Sedangkan memanfaatkan keuntungan profit adalah dimana Anda akan bisa mendapatkan uang secara langsung dari pekerjaan Anda sebagai blogger. Manfaatkan berbagai macam fasilitas seperti Paypal, Google Adsense dan lain sebagainya yang banyak menawarkan program keuntungan finansial bagi Anda.

Jika mau kreatif sedikit, Anda juga bisa memanfaatkan program offline dengan melatih orang-orang yang ingin membuat blog secara langsung dengan membuat pelatihan reguler. Atau, bisa juga dengan membuka sharing akses internet di wilayah perumahan Anda, sehingga, Anda bisa puas nge-blog, akses internet Anda gratis, dan Anda dapat uang. Oke, selamat, nge-blog, semoga sukses.

Aulia Andri: pengajar; blogger; new media specialist

THR

September 29, 2008 oleh senjaungu  
Tersimpan pada Opini

Apakah kita tak bisa berlebaran tanpa THR? Pertanyaan ini sering mengganggu saya, setiap usai Ramadhan dan menghadapi Syawal. Banyak kenalan saya yang kemudian sibuk mempersiapkan lebaran dan mengaitkannya dengan THR. Jadinya ya itu, seolah tak akan jadi lebaran jika tak ada THR.

THR atau lazimnya juga disebut Tunjangan Hari Raya saat ini bisa dikatakan adalah “kewajiban” dari sebuah perusahaan atau institusi untuk memberikan gaji ke-13 bagi kaum pekerjanya. Saya kadang berfikir, untung saja ada “kewajiban”  memberi THR ini, maka ada harapan bagi karyawan untuk menerima gaji ke-13. Bayangkan saja jika tidak ada “kewajiban” ini maka bisa dipastikan hampir tak akan ada perusahaan yang mau memberikan gaji ke-13 dengan cuma-cuma. Bahkan pembantu rumah tangga di rumah saya pun sudah sibuk menanyakan THR-nya pada awal-awal Ramadhan.

Dulu sewaktu masih bekerja sebagai wartawan, saya tak pernah merasakan persoalan dengan THR. Sebagai wartawan sekaligus karyawan di institusi pers, saya mendapatkan THR yang layak. Ini belum lagi ditambah THR tak resmi dari kawan-kawan saya yang selama ini saya akrabi sebagai nara sumber. Soal THR ini saya memang tak ngotot, artinya kalau diberi ya saya terima. Kalau tak diberi juga tak apa-apa. Buat saya, ada atau pun tidak THR, kan kita tetap harus merayakan Idul Fitri dengan suka cita.
Namun karena sikap ikhlas ini pula, saya malah sering “kebanjiran” THR. Allah memang telah member jalan bagi rezeki hambanya tanpa diduga-duga. Pernah, suatu kali menjelang lebaran, kira-kira H -2, seorang rekan yang lama tak saya jumpai mengirimkan SMS. Isinya singkat. Dia ingin berjumpa dan mau memberikan THR bagi saya. Allahu Akbar….

Di Idul Fitri 1429 H ini, saya tak lagi “kebanjiran” THR seperti ketika menjadi wartawan. Saya tidak sedih karena tidak mendapat THR, tetapi yang mengganjal pikiran saya adalah bagaimana orang-orang yang lebih kekurangan dibanding saya. Pada Idul Fitri kali ini, saya hanya bisa memberikan tak lebih dari 2 lusin kain sarung bagi orang-orang tak mampu. Uang untuk membeli sarung itu pun terpaksa saya pinjam dari isteri. Saya tak tega, sama sekali tak tega, melihat banyak sekali orang-orang di luar sana yang merasakan kepedihan hidup karena nasib mereka yang kurang beruntung. Malam-malam di akhir Ramadhan saya selalu memanjatkan doa agar Allah membuka pintu rezeki saya selebar-lebarnya. Agar saya bisa berbuat lebih banyak untuk membantu orang-orang yang tak mampu. Tentunya, saya juga berdoa agar tak menjadi seperti Sa’labah yang lupa ketika menjadi kaya.

AULIA ANDRI

Blogger dan New Media Specialist

www.mentiko.com

Halaman Selanjutnya »