Sindikasi: Subscribe to Blogger SUMUTBeritaSubscribe to Blogger SUMUTKomentar

Bakau-bakau Kecil Di Ufuk Putra Deli

November 24, 2012 oleh  
Tersimpan pada Potensi dan Pariwisata

Tuhan memang Pemurah, Potensi Wisata di Deli Serdang Menjadi saksi utama butiran –butiran nikmat yang tertuang dalam wisata bahari dan hutan yang asri. Salah satu wisata bahari yang sedang alam tahap multiplying adalah Pantai Putra Deli, sebuah pantai eksotis di bibir timur kabupaten Deli Serdang. Namanya mungkin tidak setenar pantai Cermin atau pantai Gudang Garam, namun pesona yang ditampilkan tidak kalah menarik. Berbagai kegiatan seperti swimming dan fishing menjadi aura tersendiri bagi para pengunjung.

Terletak di desa Bandar Kuala, Kecamatan Pantai Labu, pantai ini memberikan sambutan yang terkesan hangat bagi para pengunjung. Sebelum anda tiba di lokasi pantai, anda akan di sambut hutan bakau yang menyapa dari kiri dan kanan jalan. Sebagaimana yang kita ketahui Bakau (Rhizophora spp) merupakan tumbuhan khas tropis dan hidup di rawa-rawa yang berair payau di garis pantai, dan jika bakau-bakau tersebut sudah membentuk sebuah populasi. Nama yang lebih populer kita dengar adalah Hutan Mangrove, kayunya sering digunakan sebagai bahan kayu bakar dan arang. Hutan mangrove merupakan istilah yang dipakai untuk menggambarkan suatu varietas komunitas pantai tropik yang didominasi oleh beberapa spesies pohon-pohon yang khas atau semak-semak yang mempunyai kemampuan untuk tumbuh dalam perairan asin.

Manfaat Hutan Mangrove

Secara fisik hutan mangrove menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindungi pantai dan tebing sungai, mencegah terjadinya erosi laut serta sebagai penyerap limbah , melindungi daerah di belakang mangrove dari hempasan dan gelombang serta angin kencang, mencegah intrusi garam (salt intrution) ke arah darat dan sebagainya. Hutan mangrove mampu meredam energi arus gelombang laut, keberadaan hutan mangrove juga dapat memperkecil gelombang tsunami yang menyerang daerah pantai. Vegetasi mangrove juga dapat menyerap dan mengurangi pencemaran (polutan). Jaringan anatomi tumbuhan mangrove mampu menyerap bahan polutan, misalnya seperti jenis Rhizophora mucronata dapat menyerap 300 ppm Mn, 20 ppm Zn, 15 ppm Cu, dan pada daun Avicennia marina terdapat akumulasi Pb ³ 15 ppm, Cd ³ 0,5 ppm, Ni ³ 2,4 ppm. Secara biologi hutan mangrove mempunyai fungsi sebagai daerah berkembang biak dan mencari makanan untuk berbagai organisme yang bernilai ekonomis khususnya ikan dan udang. Habitat berbagai satwa liar antara lain, reptilia, mamalia, hurting dan lain-lain. Selain itu, hutan mangrove juga merupakan sumber plasma nutfah.

Setelah selesai melihat pemandangan hutan mangrove maka muncul gapura pantai, akan tampak pesisir indah dan pasir putih pantai yang sudah siap melayani dengan gubuk –gubuk kecil dan semi permanen menghadap kearah Selat Malaka. Pasir putih dan Cemara Laut akan banyak singgah pada pandangan pesisir sepanjang 4000 meter, rasa rindang dan asri terus menyelimuti pengunjung .

Jika anda beruntung anda akan tercengang dengan salah satu spesies burung belibis yang menyempurnakan view di pantai ini.

Setelah tiba di pantai ini akan ada pengutipan retribusi sebesar Rp5.000 per orang belum termasuk kamar mandi dan pondok, setelah berkeliaran mencari gazibo yang pas..anda akan di sapa oleh pemilik pondok untuk tarif sewa pondok, biasanya dimulai dari Rp20.000 – Rp60.000 rupiah, tergantung ukuran dan tipe pondok. Setelah saling melempar senyum tawar menawar untuk mencapai harga yang di sepakati kini tiba untuk kegiatan inti.

Kelelahan perjalanan terobati, kini tiba saatnya melampiaskan rasa kekesalan setelah penat melewati jalan –jalan perdesaan Denai Kuala. Para pengunjung biasanya lebih sering menikmati pantai pada moment weekend atau akhir pekan, untuk itu saya sarankan; jika anda ingin menikmati pantai leluasa anda dapat mendatangi pantai ini pada hari-hari office hours .

Untuk akomodasi, sampai saat ini belum tersedia penginapan tepat disekitar bibir pantai, namun untuk rumah makan dan warung sudah banyak memamerkan ciri khas masing masing. Pantai ini menjadi tanggung jawab moral bagi masyarakat Deli Serdang , karena saya yakin pengelolaan yang tepat menjadikan daya tarik dan pelekat bagi wisatawan .

Tak jauh dari pantai di pasang bambu –bambu yang dicanangkan sebagai penanda batas berenang, karena bagaimanapun keselamatan pengunjung menjadi hal utama yang harus di perhatikan. Pengerukan pasir pantai yang besar –besaran telah mengikikis kedalaman yang membuat banyak korban di sini.

Jika anda penggemar memancing tidak ada salahnya mencoba di sini , di sebelah barat pantai ada tempat yang tepat untuk menyepi dan melempar umpan. Merayu ikan –ikan laut untuk menempel bibir nya ke kail. Sungguh menjadi kesenangan tersendiri .

Untuk menuju kesana dibutuhkan waktu kurang lebih 2 jam dari kota Medan.

Ada 2 Alternatif menuju Pantai Putra Deli

Via Angkutan Umum:

Untuk Menuju Jalan ke Pantai anda dapat mengendarai angkot Nitra 03 ( Jurusan Tanjung Anom-Simpang Pos-Lubuk Pakam dan Pantai Labu ) anda akan sampai di Kota Pantai Labu dari sini anda dapat menaiki RBT ( Ojek ) menuju langsung ke Pantai Putra Deli ( Untuk Tarif RBT Variatif dan biasa Paling Mahal Rp15.000 )

Via Kendaraan Pribadi :

Anda langsung saja menuju simp. Besar Galang –Lubuk Pakam dan berbelok masuk ke kiri, ketika tiba di Lapangan Segitiga Lubuk Pakam anda dihalangi sebuah simpang lagi dan kali ini anda berbelok kekanan menuju rel kereta api Jl. Besar Pantai Labu Lubuk Pakam, disini kita masuk ke Kecamatan Beringin melewati Hutan Sawit yang berdiri masuk kedalam pinggiran jalan. Setelah itu anda melewati Polsek Beringin dan ketika tepat di sisi kiri anda ada lapangan sepak bola Sinar Harapan, saya sarankan anda berbelok kekanan menuju Jl. Kecil yang Mulus, (Sebenarnya Anda Bisa memakai Jalur Jl Pantai Labu Langsung , namun kondisi fisik jalan masih belum begitu mulus ) setelah mengikuti jalan yang panjang akan ada simpang empat di ujung jalan, silahkan belok kekiri menuju desa Ramunia, jalan yang mulus mempercepat sampai ketujuan dan ketika tiba di simpang besar kecamatan Pantai Labu silahkan berbelok kekanan, dan anda akan menemukan simp. Pematang Pasir Akses Jalan Menuju Pantai Putra Deli. Dari sini anda bisa mengikuti pamplet yang tersedia kurang lebih 4 km untuk menuju Pantai Putra Deli.

PONDOK UNTUK PARA  PENGUNJUNG

PONDOK UNTUK PARA PENGUNJUNG

SUNSET PUTRA DELI

SUNSET PUTRA DELI

HUTAN CEMARA DI DEKAT PANTAI

HUTAN CEMARA DI DEKAT PANTAI

PASIR PUTIH PANTAI

PASIR PUTIH PANTAI

BERPOSE DI DEKAT TAMBAK

BERPOSE DI DEKAT TAMBAK

HUTAN BAKAU SAAT MENUJU PANTAI

HUTAN BAKAU SAAT MENUJU PANTAI

SILUET KECIL PUTRA DELI

SILUET KECIL PUTRA DELI

KECERIAAN PARA PENGUNJUNG PANTAI

KECERIAAN PARA PENGUNJUNG PANTAI

Tentang karimabdul91

Blog: http://diarykarim.blogspot.com/

Komentar

6 Komentar untuk tulisan "Bakau-bakau Kecil Di Ufuk Putra Deli"

  1. HeruLS pada Sun, 25th Nov 2012 1:59 

    Pasir putih!
    Yang specialnya itu pantainya
    Kuharap selalu terawat.
    Beruntung juga punya hutan bakau, di beberapa daerah lain krisis.

  2. dinneno pada Mon, 26th Nov 2012 14:38 

    Ada kesamaan dengan Panati Cermin, Pantai Gudang Garam dan pantai-pantai yang sejajar adalah pasir putihnya yang menghiasi bibir pantai.

  3. foziah pada Mon, 3rd Dec 2012 11:23 

    kalau dari airport yg mana paling hampir, brapa kilometer & masa perjalanan

  4. Nizal Fahri pada Wed, 19th Jun 2013 18:33 

    subhanallah….
    pantainya bagus ni.
    saya sudah sering main ke pantai ini, soalnya dekat kampung saya…
    B-)

  5. annisa pada Tue, 9th Jul 2013 8:27 

    mantab pantainya,pohon cemara menambah keasrian dan keindahan mohon di jaga kelestariannya.

  6. annisa pada Tue, 9th Jul 2013 8:32 

    @foziah,tanggal 25 juli soft opening bandara kuala namu internasional,kira2 15 km dari airport waktu lebih kurang 45 minit.

Sampaikan pikiran anda...
dan jika anda ingin menampilkan gambar diri anda, silahkan gunakan gravatar!