Sindikasi: Subscribe to Blogger SUMUTBeritaSubscribe to Blogger SUMUTKomentar

Wisata Penangkaran Buaya Asam Kumbang Medan

November 10, 2012 oleh  
Tersimpan pada Potensi dan Pariwisata

Buaya Merupakan Reptil Sempurna

Selain Panjang Umur ( hingga 130 tahun), buaya merupakan hewan yang memiliki rahang terkuat. Jauh lebih kuat dari seekor anjing bahkan hiu putih sekalipun. Rahangnya yang memiliki kekuatan 5000 Ppi (Pound Per Inch) menjadikan binatang ini sebagai hewan berbahaya bagi komunitas manusia.

Buaya Yang Sedang Bermalas-malasan

Anda bisa saja di cincang seperti daging sapi di pasar jika sudah masuk ke rahangnya yang melebar dihiasi gigi-gigi setajam belati. Namun Di Kota Medan, Bapak Lho Than Muk  membuat terobosan setengah “gendeng” , Di atas tanah Seluas 2 hektar, sekitar  3000 ekor buaya hidup damai diantara keluarganya. Para buaya itu berkumpul  sebuah penangkaran yang termasuk unik dan langka. Lokasi penangkaran itu  disebut dengan “ASAM KUMBANG CROCODILE PARK”  (Penangkaran Buaya Asam Kumbang).

Reptil Sempurna

Penangkaran Buaya Asam Kumbang terletak kurang lebih 10 Km. dari jantung Kota Medan. Berada di Kelurahan Medan Sunggal, tepat di Jl. Bunga Raya, Medan. Sebelum masuk kedalam anda di sambut gapura bercorak buaya yang menandakan Anda telah memasuki Penangkaran Reptil Buaya Terbesar di Indonesia. Penangkaran ini telah menghasilkan ribuan ekor buaya, dengan 1200 Ekor yang siap reproduksi. Tak tanggung-tanggung, untuk makanan para reptil ini tidak kurang dari  satu ton daging di sediakan sebagai konsumsi harian para buaya ini.

Kolam Kecil Yang Berisi Belasan Buaya

Untuk masuk ke dalam Anda setidaknya harus merogoh kocek sebesar 5000 rupiah. Dan sesampainya anda di dalam seekor buaya Muara (Crocodilus porosus) berukuran 6 Meter yang telah berumur 42 Tahun menjadi Gapura Pertama di antara para buaya-buaya yang lain. Buaya tersebut bersikap lesu dan bertingkah malas dengan kolam sempit yang membuatnya susah untuk bergerak. Pada Sejarah awalnya, Lho Than Muk mendirikan penangkaran buaya kecil pada tahun 1959 dengan Jumlah Awal 12 ekor buaya, dan seiring berkembangya waktu buaya tersebut berkembang menjadi 3000 ekor pada tahun 2012. Pria berdarah Tionghoa ini menularkan hobinya yang tergolong langka kepada kedua anaknya Robert dan Robin.

Buaya Muara

Para Buaya dikelompokan seperti ornament diatas kavling kolam-kolam kecil yang dapat diintip oleh orang dewasa. Dari sekian banyak kwantitas buaya. Ada 2 Jenis buaya yang menjadi penghuni Taman Buaya Asam Kumbang, yaitu Buaya Muara (Crocodylus porosus) dan Buaya Sinyulung.

Huge Size

Di dominasi oleh Buaya Muara, 78 Kolam Eksebisi menjadi tontonan menarik bagi para pelancong lokal bahkan mancanegara yang masih di balut penasaran melihat reptil ini secara langsung.  Di dalam penangkaran terdapat kolam seluas ½ hektar di isi oleh ratusan buaya yang berenang kesana kemari. Tak ketinggalan pula view  burung2 bangau yang menarik perhatian para predator. Anda Bisa membeli itik seharga 30.000 rupiah untuk melihat atraksi buaya yang berebut memakan mangsa yang di lempar. Selain ribuan ekor buaya, beberapa hewan langka lainya juga menjadi penghuni tetap taman penangkaran Buaya Asam Kumbang, seperti Monyet, Ular Phyton dan Cobra, Kura-kura dan juga Penyu yang menambah semarak Penangkaran Tersebut.Ada 2 rute yang saya sarankan bagi anda , untuk menuju Taman Buaya Asam Kumbang Medan.

Kolam Di Penangkaran

Pertama  jika anda dari arah  Lubuk Pakam : Anda bisa menembus Jl. Sisingamangaraja -AH. Nasution kemudian Setelah tiba disimpang Pos melaju lurus dijalan Ngumban Surbakti lalu masuk ke Simp. Melati , dan berbelok kanan menuju JL. Bunga Raya  dan anda pun tiba dikelurahan asam kumbang , Sebelum Sampai di batu prasasti selamat datang di Medan Sunggal anda akan menemukan Sebuah gapura disebelah kanan Jalan , yang bercorak buaya dan lambang pemko medan ditengah tulisan  selamat datang. Kedua Jika anda melaju dari Arah Langkat Anda masuk dari terminal pinang baris atau Jl. TB Simatupang , tetap lurus hingga melewati simp. Jalan Sunggal sampai Anda menemukan Gedung PDAM Tirtanadi Sunggal  anda tetap fokus hingga 2 km kedepan,hingga menemukan gapura disebelah kiri anda.Tepatnya JL. Asam Kumbang Setelah anda membelok  kemudi kearah gapura , kita akan menempuh kurang lebih  1 Km Lagi Kedalam hingga diujung Jalan Bunga Raya II ada sebuah Spanduk sederhana disebelah kanan yang menyambut para pengunjung yang hendak  melirik para buaya.

Tentang karimabdul91

Blog: http://diarykarim.blogspot.com/

Komentar

2 Komentar untuk tulisan "Wisata Penangkaran Buaya Asam Kumbang Medan"

  1. HeruLS pada Mon, 10th Dec 2012 22:36 

    Hai Karim, terima kasih mau berbagi di bloggersumut.
    Aku juga baru dari sana pada 28 Agustus lalu. Belum jadi2 mau buat postingannya.
    Salam kenal.

  2. retzah pada Sun, 12th May 2013 7:59 

    Nanti mau kesana nih

Sampaikan pikiran anda...
dan jika anda ingin menampilkan gambar diri anda, silahkan gunakan gravatar!