Sindikasi: Subscribe to Blogger SUMUTBeritaSubscribe to Blogger SUMUTKomentar

Terbeban Menulis Tentang Batak

September 10, 2008 oleh  
Tersimpan pada Warna Warni

Guys… Sudah lama sebenarnya aku ingin mencoba menindaklanjuti saran yang disampaikan oleh Bg Zalukhu dalam rangkaian Event 100 Review dalam waktu 200 Jam yang lalu. Kebetulan Blog yang dikelola oleh Newbie dimana domain dan hostingnya merupakan hadiah dari hyperwebenable ini juga mendapatkan kehormatan untuk direview pada posisi ke 46. Salah satu saran atau kritik atau apapun namanya yang Bg Zalukhu sampaikan yang bagiku sangat menarik untuk ditindaklanjuti adalah seperti yang tertuang dalam kutipan tulisannya berikut ini:

Namun entah mengapa, beberapa postingan terakhir justru yang banyak diangkat adalah masalah blogging dan bisnis online. Kategori budaya Batak yang bisa dijadikan ciri khas justru semakin mendapat porsi yang tipis.

Salah satu komentator, yaitu Bg Eko Nurhuda kemudian menanggapi:

Iya, seharusnya kalau Adieska konsisten mengangkat budaya Batak dalam blognya, maka akan lebih mudah baginya untuk menyeruak dari kerumunan dan dikenal secara lebih spesifik. Boleh dibilang, itulah ciri khasnya. Tapi harus diakui, kalau dia hanya menuliskan melulu tentang budaya Batak rasanya koq hanya sedikit yang suka. Sudah begitu, duitnya bisa jadi gak ada. nah lho!

Terus terang saran yang disampaikan Bg Zalukhu dan dikomentari oleh Bg Ecko itu sering kali kupikirkan. Bukan karena apa-apa, tapi karena memang bangsa kita, bangsa Indonesia mulai menjauh atau mungkin melupakan yang namanya Bhineka Tunggal Ika. Menurutku pribadi, selama ini rasa toleransi kita terhadap yang namanya perbedaan, baik itu perbedaan suku, agama, maupun ras sejak reformasi bergulir bukannya semakin tumbuh, malahan semakin memudar nggak karuan. Banyak orang dan kelompok bukannya berlomba-lomba mempersatukan diri malahan menceraikan diri.

Contoh paling gawat dan fundamental coba kuambil dalam suku atau etnisku sendiri, Batak yang terbagi dari 5 sub etnis, yaitu Batak Toba, Batak Karo, Batak Simalungun, Batak PakPak dan Batak Angkola. Kebetulan saat ini aku berdomisili di daerah Padang Bulan, nama sebuah wilayah di Medan yang ditengahnya terdapat kampusku tercinta, Universitas Salah Urus Universitas Sumatera Utara yang mayoritas penduduknya merupakan sub etnis Batak Karo. Telinga yang tidak caplang ini sering kali mendengar perkataan “Kami orang Karo, bukan orang Batak”. Loh kog…?!?

Bahkan Sobat terdekatku di kampus yang sekarang telah menjadi Program Manager di salah satu “LSM Orangutan” tempat kami dulu sama-sama berkreasi pun sering menyatakan hal ini. Saat mendengarkan perkataan2 seperti itu, kadang hati kecilku bersedih. Ya, kenapa kalian malu dibilang orang batak atau kalau mungkin bukan malu, kenapa kalian nggak mau dibilang orang batak dan mau mencoba melarikan diri dari takdir kalian yang sangat jelas merupakan keturunan dari si Raja Batak??? Pernah kami berargumen tentang ini agak panjang. Tapi demi menjaga perasaan kawan, akhirnya aku hanya bisa mengiyakan setiap perkataanya. Toh aku nggak bisa memaksakan kehendakku kepadanya tentang status yang diinginkan olehnya sendiri.

Menurutku salah satu hal yang menyebabkan kondisi ini terjadi mungkin dikarenakan tidak adanya infromasi berupa fakta sejarah yang tertulis dan mudah dipahami oleh orang-orang muda jaman sekarang. Atau kalaupun ada, bahasanya merupakan bahasa daerah atau bahasa yang sulit dimengerti. Keterangan yang ada di Wikipedia tentang Batak pun menurutku sudah agak sesat. Kondisi ini ditambah atau mungkin lebih cocok jika kupakai kata diperparah lagi dengan ketidakpedulian orangtua untuk menjelaskan tentang berbagai hal yang berhubungan dengan adat istiadat dan budaya yang seharusnya menjadi tanggung jawab orangtua untuk diturunkan kepada anak-anaknya.

Beberapa hari yang lalu aku juga mendapatkan komentar dari seorang anak SMP yang bernama Reinhard dan semarga denganku di account FSku. Dia bersama orangtuanya berdomisili di Jakarta. Komentar darinya juga membuatku kembali memikirkan tentang erosi kebudayaan, dalam hal ini budaya batak yang membuat bangsa ini semakin kehilangan ciri khas dimata dunia. Pantas Saja Danau Toba nggak laku lagi untuk dijual. Hehehehe… OOT ya… p Isi komentar dari Si Reinhard ini adalah:

hy, horass…
heheh!
aku gag tau neh panggil apa sama abang soalna kita sama” pasaribu neyh… heheh!

aku tw fs abang dri mamaku yg liat blog abang… heheh! ktnya lucu”…

app yah bang…

Senang juga dapat komentar darinya, tapi arrrghhh… Masak dia nggak tau harus manggil apa dengan orang yang semarga dengannya??? Ini orang Batak apa orang Batak sih??? Buat Mama dan Papanya si Reinhard, pliss dong ah… Sesibuk atau setidakpeduli itukah Kakak dan Abang untuk menerangkan hal-hal yang paling mendasar tentang adat istiadat dan budaya Batak kepada si Reinhard???

Lalu aku membalas komentar dari reinhard dan menyapanya dengan sebutan Ampara/Appara (Sebutan untuk laki-laki yang semarga dan atau seketurunan marga dan memiliki umur yang tidak jauh berbeda dengan kita). Si Reinhard ini pun membalas:

apa itu ‘apara’?
aku maw bljr adat batak tapi gag ngerti”.

Hm… Mendapatkan komentar seperti itu membuatku makin terbeban untuk sedikit membagi waktu untuk membuat tulisan yang secara khusus ditujukan kepada orang-orang muda batak, terutama yang berdomisili di luar Sumatera Utara dan teman-teman blogger lainnya yang ingin tahu sedikit banyaknya tentang adat istiadat dan budaya Batak. Walaupun aku lahir dan menghabisakan masa remaja sampai dengan kelas 2 STM di Jakarta, syukurlah aku bisa memiliki pengetahun yang kurasa cukup dasar namun sangat berharga jika disampaikan kepada orang-orang yang belum tau.

Mudah-mudahan teman-teman tetap berkenan untuk stay tune berkunjung ke blog ini. Sebagai tahap awal, mungkin hanya ini dulu yang bisa aku sampaikan. Kedepannya porsi tentang batak akan coba kutambahkan perlahan-lahan. Kalau ada teman-teman yang lebih tau dan melihat ada yang salah atau kurang tepat dalam tulisanku ini, aku minta maaf karena masih belajar dan mohon dikoreksi. I hope it useful and thanks for read it guys…

Untung Ada Google Reader

September 9, 2008 oleh  
Tersimpan pada Teknologi Informasi

Guys… Sejak pagi hari, 8 september 2008 sampai dengan dini hari sekitar pukul 00.15 blog ini tidak bisa diakses karena pihak penyedia domain dan hosting gratisan blog ini, yaitu hyperwebenable katanya sedang melakukan maintenance di servernya untuk mengupgrade segala sesuatu sehingga para pengguna service mereka, blognya bisa lebih mudah diakses. Ternyata semua teman yang kutau mendapatkan domain dan hosting gratisan dari hyperwebenable, yaitu om ki2m, om abi dan bro deny juga mengalami hal yang sama. Bedanya blog om ki2m lebih dulu bernafas dibanding blog2 yang lain. Mungkin karena emang blognya itu sekarang menjual banget, makanya diprioritaskan ya om ki2m… D

Dampak dari maintenance yang dilakukan pihak hyperwebenable terhadap blog ini adalah hilangnya 5 postingan beserta komen-komennya, dimana 1 merupakan postingan review. Broker reviewnya udah dua kali ngasih alert karena postingannya nggak ditemukan. Ck…ck…ck… Slow lah geng… Ane juga nggak mau kejadian kayak begini. Tapi apa daye, ane kan cuma dapet yang gratisan. Mana mungkin ane mencak2 sama pihak hyperwebenable p

Buat teman-teman yang sempat komen di postingan ask2link rocks, satu diantara 100: an introduction, satu diantara 100: mulai ngeblog dan satu diantara 100: I’m blogging again, mohon maaf ya… Sok atuh, dikomentarin lagi D Mohon maaf juga buat yang langganan artikel blog ini via email maupun via readers karena ada postingan yang terulang lagi. Iya, postingan2 yang ilang itu emang aku repost lagi. Untung aja ada Google Readers. Kalo nggak, aku bakalan kehilangan arsip2 untuk melengkapi tulisanku yang akan kukontribusikan untuk 100 Blogger Bicara. Maaf ya Kak Indah, karena aku terlambat ngirim tulisannya beberapa jam. Harap maklum… D

Mas Yudhis SolidaritasKEBERSAMAAN juga sempat kasih komentar di salah satu postingan yang hilang tersebut. Thanks ya mas… Mohon maaf dan segala kewajibanku akan secepatnya deh aku pertanggungjawabkan. Hatur nuhun alias mauliate godang kepada semua buat pengertiannya D

Selain kehilangan 5 postingan beserta komen-koemnnya, ada satu yang sangat terasa tidak menyenangkan setelah maintenance dilakukan oleh pihak hyperwebenable. Aku nggak bisa lagi mengupload gambar. Bahkan untuk mengakses beberapa fitur juga sudah nggak bisa lagi. Berbeda 180 derajat deh sebelum maintenance yang membuat blog ini tidak bisa diakses selama satu harian. Ada apa hyperwebenable??? Aku dah kontak mereka dan menunggu balasannya. Mudah2an mereka bisa mengembalikan “kebebasanku berkreasi” dengan blogku ini. Jadi inget lagu balikinnya SLANK )

Udah deh, itu dulu… Stress nih… Kayaknya harus ganti themes lagi nih… Dah gitu 1 review yang payoutnya lumayan jadi expired

Satu Diantara 100: Ayo Kita NgeBlog

September 9, 2008 oleh  
Tersimpan pada Kontribusi

Guys… Berdasarkan pengalaman yang telah aku dapatkan selama menjadi blogger, aku menyarankan kamu yang belum punya blog untuk mulailah ngeblog sekarang juga… Kita tidak harus punya motivasi awal untuk ngeblog… Biarkan semua mengalir apa adanya seiring berjalannya waktu. Manfaatkan layanan blogging gratisan sebagai tahap awal untuk ngeblog. Layanan blogging gratisan ini bisa kita gunakan sebagai media untuk mempelajari berbagai hal tentang blogging dan bahasa yang digunakan untuk ngeblog. Misalnya Blogger yang menggunakan bahasa XML dan WordPress, Blogsome, Blogdetik, dll yang menggunakan bahasa PHP.

Kenapa aku menyarankan kamu untuk ngeblog? Karena perkembangan dunia Blogger Indonesia semakin hari semakin menggembirakan. Aku masih ingat pada waktu awal mulai ngeblog dulu, masih sangat jarang orang yang menanyakan tentang alamat blog melainkan alamat friendster jika kita berkenalan di dunia online maupun offline. Tapi seiring berjalannya waktu, sekarang orang sudah mulai banyak yang menanyakan tentang alamat blog kita juga loh D

Sangking menggembirakannya dunia blogger di Indonesia, sekarang sudah muncul berbagai komunitas blog dan kebanyakan mengatasnamakan suatu wilayah dimana para blogger-blogger tersebut berdomisili. Sebut saja seperti anginmamiri yang merupakan komunitas blogger yang ada di Makassar. Ada juga Batagor di Bandung, Loenpia di Semarang, Bali Blogger Community (BBC) di Bali, TuguPahlawan di Surabaya, BloggerSumut di Medan, Sumatera Utara dan Sekitarnya dan yang termuda setauku adalah Blogor di Bogor.

Apalagi sih yang bisa kita dapatkan dari ngeblog? Banyak banget guys… Sumpeh… Kita ambil contoh kecil saja jika kamu ikutan aktif di salah satu komunitas blogger seperti aku yang ikut di Blogger Sumut dan baru beberapa waktu yang lalu ditunjuk sebagai Sekretaris II tapi belum bias melakukan apa-apa D So far, sudah lebih dari 20 orang yang kukenal sejak bergabung dengan bloggersumut. Background mereka sangat beragam. Ada yang bekerja di Sekolah Penerbang, ada yang berprofesi sebagai pengusaha, ada yang bekerja sebagai Sekretaris, ada yang menjadi Supplier Pulsa, ada juga yang backgroundnya PNS, dsb. Networking kita semakin luas dan pergaulan kita pun semakin luas.

Manfaatnya??? Rasakan sendiri pada waktu-waktu yang akan datang karena aku nggak bias menggeneralkan manfaat ngeblog dan ikutan komunitas ngeblog secara general. So, buat kamu-kamu yang udah jadi blogger dan tau ada komunitas blogger di daerah kamu, usahakan ngikut deh… Nggak ada ruginya loh… Malahan banyak banget untungnya. Tambah kawan, tambah saudara…

Oiya… Dengan ngeblog juga membuat kamu bisa berkenalan dan berkomunikasi dengan siapa saja. So far, aku sudah punya banyak teman yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Satu lagi neh guys… Kita bisa berkenalan dengan artis melalui blog loh… Walaupun masih hanya sebatas berkenalan dengan artis batak, namun senang juga loh punya pengalaman seperti ini.

Blogger Indonesia sekarang juga banyak yang menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri seiring semakin berkembangnya Internet Marketing. Bahkan banyak juga yang berpenghasilan sangat besar dengan menjadi Blogger. Ini merupakan potensi yang sangat baik untuk dimaksimalkan. Karena aku sudah tau sistemnya, mungkin tidak terlalu berlebihan jika kedepannya aku akan mengusahakan untuk mendirikan sebuah sekolah atau tempat kursus yang mengajarkan tentang bagaimana menjadi blogger dan menghasilkan sejumlah income dari blog tersebut. Ya… Aku punya harapan besar seperti ini kedepannya. Aku akan mengajarkan kepada siapa saja yang mau untuk belajar tentang hal ini secara gratis D

Satu Diantara 100: I’m Blogging Again

September 8, 2008 oleh  
Tersimpan pada Kontribusi

Guys… Menyambung postingan sebelumnya, kali ini aku menceritakan tentang bagaimana kembalinya aku untuk ngeblog setelah vakum ngeblog selama beberapa waktu lamanya.

Berawal dari keinginan untuk menyenangkan sang kekasih tercinta, aku memutuskan untuk kembali ngeblog pada bulan November 2007 dengan menggunakan gabungan nama kami berdua sebagai subdomain. Masih menggunakan layanan blogger (blogspot) akhirnya subdomian yang kupilih adalah Adiska (Adi, my nick name and Ciska, my girl name). Tujuanku membuat blog itu adalah supaya si doi bisa ikutan ngeblog juga, dimana account login untuk ke dashboard blogger ada dua, yaitu satu untukku dan  satu untuk bayiku untuk si doi. Tapi aku gagal karena emang dia nggak interest dengan blogging2an p

Tujuan awal membangun blog itu untuk semakin mendekatkan kami gagal, karena emang tanpa ngeblog pun kami udah dekat. Huehehehehe… ) Karena tujuan awal ngeblog tidak tercapai, maka aku bingung mau diisi apa blog yang sudah dibuat tersebut. No concept at all sehingga postingan awal yang ada di blog tersebut pun asal-asalan. Hingga akhirnya nyasar ke blognya om Isnaini untuk mencari template blogger. Di blog beliaulah aku mengetahui banyak tentang making money from blog. Setiap kesempatan ke warnet, aku pasti menyempatkan untuk membaca satu atau dua postingan om Is hingga akhirnya aku paham betul tentang adsense dan beberapa program making money from blogging lainnya.

So, sejak saat itu, tepatnya bulan Desember 2007 aku makin serius untuk membangun blog yang bisa menghasilkan income. Motivasi ini berlangsung pasang surut. Kadang menggebu-gebu, kadang lemes dan nggak peduli sama sekali dengan blog tersebut karena ternyata making money with blog nggak semudah yang dibayangkan. Lagipula kala itu belum jaga warnet, so mikir2 deh kalo harus tiap hari ke warnet. Saat menggebu-gebu, postingan kuarahkan untuk menghasilkan income dengan postingan berbahasa inggris dan berharap ada yang mengklik iklan adsenseku p Saat lagi lemes karena nggak ada yang ngeklik iklan adsense selama ber hari-hari, akhirnya aku memutuskan untuk mempelajari hal-hal lainnya yang ternyata sangat berguna untuk mengoptimasi blog kita, yaitu belajar tentang SEO atau Search Engine Optimization.

Setelah mengetahui tentang SEO inilah aku mulai membangun hubungan dengan cara berkenalan dan bertukaran link dengan blogger-blogger lainnya. Sayangnya aku nggak ingat lagi dengan siapa-siapa saja aku pertama kali bertukaran link dan sering saling kunjung-mengunjungi dengan blogger-blogger lainnya itu. Dari sini aku mendapatkan banyak teman baru baik yang berasal dari Indonesia maupun dari Luar Negeri dalam dunia blogsophere

Ketika sedang jenuh mempelajari SEO, aku lebih sering blogwalking kesana-kemari untuk mendapatkan berbagai informasi. Blognya om Isnaini masih menjadi blog utama yang paling sering kukunjungi. Selain itu aku banyak belajar dari blognya om Cosa dan om Pogung. Yah, blogwalkingnya masih berhubungan dengan usaha untuk membuat blog kita bisa menghasilkan dollar D

Setelah mengetahui lebih banyak hal tentang peluang menghasilkan income dari blog, aku pun semakin semangat untuk mengoptimasi blog tersebut sehingga hanya dalam waktu 3 bulan sejak blog itu dibangun, atau pada bulan Januari 2008 PageRank4 bisa langsung kuraih ketika google melakukan update PageRank. Wah… Kondisi ini mebuatku semakin semangat untuk ngeblog. Minimal 3 kali dalam seminggu, aku mengambil paket begadang dari satu warnet ke warnet lainnya. Main mulai jam 12 malam sampai dengan jam 7 pagi dengan hanya membayar sepuluh ribu rupiah ;) Hasilnya??? Kuliah yang kala itu masih banyak harus mengulang mata kuliah yang gagal jadi keteteran plus income dari blog yang kuharapkan ternyata hasilnya sangat mengecewakan. Ck…ck…ck…

Namun pertanyaan “Kenapa mereka bisa???” membuatku terus maju untuk belajar lebih banyak lagi. Selain belajar lebih banyak untuk mengoptimalkan adsense, aku juga belajar tentang program-program lainnya yang memungkinkan untuk mendapatkan income dari ngeblog hingga akhirnya setelah berkunjung ke blognya salah satu guru bloggerku yaitu om Asep yang postingan-postingannya sangat enak untuk dibaca, aku tiba-tiba nyasar ke blognya om Hakim dan mengetahui ada program affiliasi yang menawarkan kita untuk mendapatkan domain name dan hosting gratisan, yaitu Hyperwebenable.

Pada waktu yang berdekatan aku mendapatkan tawaran untuk menjaga warnet dan tawaran yang tidak disangka-sangka itu dengan senang hati kuambil. Singkat cerita, aku semakin mampu memanage blog karena tiap hari memiliki akses untuk online dan ternyata beberapa waktu kemudian aku berhasil mendapatkan domain dan hosting gratisan dari hyperwebenable tersebut. Adiska blog yang berbasis blogger pun bermigrasi ke Adieska blog yang berbasis wordpress. Mulai 17 April 2008 Adieska dot net pun mencoba untuk eksis di Blogosphere… Senangnya…

Tapi guys… Aku masih buta dengan WordPress namun berkat tips dari seorang sahabat blogger yaitu blogstudi,  wawasanku tentang Wordpres mulai terbuka dan aku mulai mencari tau tentang wordpress kesana-kemari hingga akhirnya sekarang jadi lumayan paham seluk beluk wordpress walaupun masih sebatas kulit-kulitnya saja ;)

To be continue… D

Satu Diantara 100: Mulai NgeBlog

September 7, 2008 oleh  
Tersimpan pada Kontribusi

Guys… Sejak kapan kamu mulai ngeblog? Kalo ada orang yang mempertanyakan ini kepadaku, maka kalau diingat-ingat awal aku ngeblog adalah tahun 2004 menggunakan blogspot dengan subdomain rimbaraya. Kala itu aku hanya fokus mempublikasikan tulisan-tulisan yang bertemakan lingkungan dan kehutanan, sesuai dengan bidang studi yang kupelajari di kampus.

Selain memposting tulisan-tulisan yang bertemakan lingkungan, aku juga menggunakan blog tersebut sebagai media untuk mempublikasikan jurnal-jurnal praktikum bidang kehutanan dan artikel-artikel inspiratif yang harus jujur kuakui, sebagian besar merupakan tulisan yang kuketik ulang dari publikasi cetak dan ada juga yang copas dari internet tanpa menyebutkan sumbernya. Yah… Waktu itu memang masih sebatas itu penghargaanku terhadap tulisan orang lain D

Rimbaraya juga kupakai untuk mempublikasikan pengalaman dalam kegiatanku sehari-hari yang kala itu ikut aktif di beberapa organ intra dan ekstra kampus. Seingatku aku sempat aktif di Himpunan Mahasiswa Sylva (HIMAS) Kehutanan USU, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Komisariat Fakultas Pertanian USU dan GMKI Cabang Medan, juga sempat aktif di Sylva Indonesia (Ikatan Mahasiswa Kehutanan Indonesia).

Selain mempublikasikan kegiatanku yang berbau organisasi, blog tersebut juga kupakai untuk mempublikasikan pengalamanku yang pernah menjadi volunteer di suatu LSM yang concern terhadap pelestarian Orangutan Sumatera dan Pendidikan Lingkungan Hidup untuk Pelajar dan Masyarakat yang hidup di sekitar kawasan habitat Orangutan Sumatera berada. Aku sempat juga ikutan membantu Tunas Cendekia (SolidaritasKEBERSAMAAN) dan mempublikasikan kegiatanku menjual gelang SolidaritasKEBERSAMAAN menggunakan blog tersebut. Sampai sekarang aku masih ingat bahwa ada hutang yang belum kulunasi kepada Mas Yudhis (Founder SolidaritasKEBERSAMAAN) dan pada kesempatan ini, aku mau minta maaf karena belum bisa juga melunasi hutang tersebut. Mudah2an hasil online earnings segera cair supaya aku bisa melunasi hutang tersebut ) Duh… Kog malah jadi curhat ya??? p

Setelah terjadinya Musibah Tsunami di Aceh, dimana aku sempat dua kali menjadi relawan di kota Banda Aceh, aku mulai mengurangi intensitasku ngeblog hingga akhirnya vakum total untuk ngeblog. Pengalaman selama di Aceh kayaknya sempat juga kuposting di blog tersebut. Sebenarnya aku tidak hanya vakum ngeblog, tapi juga vakum ngenet selama lebih dari satu tahun karena sempat membentuk sebuah Tim Riset Partisipatif dari GMKI Medan dan sering melakukan kunjungan ke sebuah Desa di Sibolangit yang berjarak tidak terlalu jauh dari Kota Medan namun belum menikmati yang namanya aliran listrik. Karena intensnya kunjungan ke desa tersebut, akhirnya aku lupa account blog rimbaraya dan emailku expired karena tidak pernah login selama beberapa waktu.

Aku nggak tau pasti dan nggak ingat lagi bagaimana ceritanya sehingga aku bisa terinspirasi untuk ngeblog pada waktu itu dan siapa yang memberikan inspirasi tersebut. Namun yang jelas dengan ngeblog aku telah memiliki sebuah dunia baru yang sangat menyenangkan. Dunia dimana aku bisa menyalurkan bakat alam yang memang dimiliki oleh semua manusia untuk menulis.

To be continue… D

Satu Diantara 100: an Introduction

September 7, 2008 oleh  
Tersimpan pada Gaya Hidup

Guys… Tiga hari yang lalu, tepatnya hari kamis, 4 September 2008 aku mendapatkan sebuah email yang terus terang agak membuatku shock sekaligus bangga. Email tersebut kudapat dari Kak Indah Juli. Inti dari email tersebut adalah memintaku menjadi salah satu dari seratus orang kontributor untuk sebuah buku yang berjudul “100 Blogger Bicara”. Biar lebih jelas, berikut ini adalah sedikit kutipan dari email yang dikirimkan oleh Kak Indah Juli tersebut:

To the point saja yah )

Penerbit Gradien Mediatama dan komunitas Blogfam (www.forum.blogfam.com) berencana untuk membuat buku bertajuk “100 Blogger Bicara”.

Yang rencananya akan terbit pada momen Pesta Blogger 2008 dan juga Hari Blogger Nasional kedua tanggal 27 Oktober 2008.

Untuk itu dibutuhkan narasumber 100 orang blogger, salah satu diantaranya adalah Adieska.net. Kira-kira berkenankah Mulya menjadi narasumber untuk buku tersebut ?

Terus terang aku harus bolak-balik membaca email tersebut sampai 3 kali hingga akhirnya sadar dan paham betul akan apa yang Kak Indah Juli atau yang biasa menyebut dirinya dengan singkatan InJul itu mau coba sampaikan melalui email tersebut. Sumpeh… Setelah nyadar, aku kaget sekaget-kagetnya bercampur juga dengan perasaan senang dan bangga. Ya iyalah, masa ya iya dong… Durian aja dibelah, bukan di bedong… Gimana nggak senang dan bangga kalo seorang Mulyadi Pasaribu dengan blognya yang gado-gado nggak karuan gini diminta jadi kontributor untuk sebuah buku yang bertajuk “100 Blogger Bicara”! Tapi kemudian perasaan senang dan bangga itu berubah menjadi perasaan takut dan khawatir. Kenapa emangnya???

Guys… Seumur-umur belum pernah ada tulisanku yang terpublikasi dalam sebuah buku. Prestasi menulisku pun sangat jauh dari kata biasa atau bisa dibilang nggak ada apa-apanya. Prestasiku dalam bidang tulis menulis antara lain pernah membuat opini yang terbit di kolom Opini sepanjang setengah halaman di harian Sinar Indonesia Baru terbitan Medan. Aku sudah lupa waktunya namun yang jelas koran edisi tersebut masih terarsip dengan rapi di document folder yang ada di kamar kostku. Kala itu menyambut hari jadi kota Medan dan aku membuat opini tentang harapanku sebagai penghuni kota Medan. Judul tulisanku adalah “Medan Metropolis, Antara Harapan dan Kenyataan”. Tulisan tersebut kemudian aku ikutsertakan untuk mendapatkan Beasiswa dari Ikatan Alumni Magister Manajemen Universitas Sumatera Utara (IKA-MM USU) dan puji Tuhan, aku berhasil mendapatkan beasiswa sebesar satu juta rupiah plus tambahan sebesar lima ratus ribu rupiah karena aku mau mempresentasikannya didepan pengurus IKA-MM USU. Itu saja…

Ya, hanya itulah prestasiku. Memang dulu ketika masih aktif di beberapa organ intra maupun ekstra kampus, aku sempat mengikuti berbagai jenis lomba karya tulis, baik ilmiah maupun populer, tapi tak pernah ada satupun diantara sekian banyaknya yang bisa membawaku menjadi pemenang. Artinya apa sih??? Artinya aku kog seperti nggak yakin bahwa kualitas tulisan yang akan aku kirimkan sebagai kontribusi untuk pembuatan buku tersebut layak untuk ditampilkan.

Selain itu, aku juga merasa satu diantara seratus orang yang akan menjadi kontributor pembuatan buku yang bertajuk “100 Blogger Bicara” itu merupakan beban yang sangat berat. Di Republik Indonesia ini menurutku sudah ada lebih dari satu juta blogger dan jika blogger-blogger tersebut diminta untuk menjadi kontributor, aku yakin banyak yang bersedia. Lagipula menurutku masih banyak blog2 lain yang mungkin lebih layak dijadikan sumber inspirasi daripada adieska.net. Aku tidak habis pikir dengan kenyataan ini sehingga setiap hari sejak aku mendapatkan email dari Kak Indah Juli tersebut, pertanyaan “Kenapa ya aku bisa masuk kira??? Siapakah yang merekomendasikan dan memutuskan list 100 orang blogger yang akan menjadi kontributor buku “100 Blogger Bicara” tersebut???” selalu menari-nari dalam pikiranku.

Ditengah kondisi sedang menyusun Skripsi yang belum beranjak maju alias masih jalan ditempat dan kehadiran job-job review yang masih setia menghampiriku untuk mendulang dollar dari dunia per-blogger-an ini, aku jadi rindu serindu-rindunya bingung sebingung-bingungnya membagi waktuku yang sangat terbatas untuk membuat tulisan sebagai kontribusiku dalam pembuatan buku “100 Blogger Bicara”. Bukan apa-apa guys… Besok, hari senin 8 September 2008 adalah deadline untuk menyerahkan tulisanku via email kepada Kak Indah Juli. So, mulai dari postingan ini, aku akan relly panjang untuk membuat postingan-postingan selanjutnya dimana intisari dari setiap postingan-postingan yang kuberi judul “Satu Diantara 100: …” merupakan tulisan yang akan kukirimkan sebagai kontribusi untukbuku “100 Blogger Bicara” tersebut. Mudah-mudahan aku sanggup membuatnya dengan maksimal dan tepat waktu.

Melalui postingan ini, aku meminta maaf jika belum membalas setiap komentar yang masuk dan berkunjung balas kepada setiap teman-teman blogger yang meninggalkan jejaknya di blog ini. Secepatnya aku akan membalas setiap kunjungan kalian jika sesuatu yang mendesak ini telah selesai kukerjakan. Wish me luck and happy sunday guys…

Habis Gelap Terbitlah Terang

September 5, 2008 oleh  
Tersimpan pada Warna Warni

Guys… Hehehehe… Kira2 satu abad jam yang lalu aku dapet sial karena tiba2 review yang mau kusubmit di BV sudah expired tanpa ada pemberitahuan sama sekali. Ini adalah kali kedua aku diperlakukan seperti ini oleh BV. Yang pertama saat aku posting tentang Street Fighter Never Dies dan yang baru terjadi adalah saat aku posting Halloween Costumes and Money Spend for It. Inilah yang membuatku agak malas bermain di BV. Tidak ada konfirmasi saat iklan expired atau saat review di approve. Ada tuh review yang belum di approve juga padahal reviewnya udah kubuat beberapa hari yang lalu.  Tepatnya di postingan Best Direct Satellite TV: Huge Selections, Cheap, Save.

So, jangan pernah teman2 berpikir bahwa main review2an itu gampang. Main review itu susah tapi bisa dipelajari. Jika telah terbiasa akan semakin gampang. Sama aja kan sama kegiatan apapun yang kita lakukan, semakin sering kita menggelutinya, maka mudah2an kita akan semakin bertambah baik dan syukur2 bisa menjadi expert D Tapi syukurlah baru sebulan main review2an, aku bisa mendapatkan earnings yang lumayan. Dalam bermain review, kadang kita harus siap menghadapi resiko iklannya expired atau review kita di reject atau unapproved oleh si pengiklan. So far aku dah 2 kali kecele karena iklannya expired dan 1 kali direject tanpa ada kesempatan kedua untuk memperbaikinya di BV. Di RM, sudah dua kali direject tapi akhirnya diterima juga setelah reviewnya aku perbaiki. Di BBR, ada review yang belum diapprove juga padahal reviewnya dah kubuat lebih dari seminggu yang lalu, yaitu di postingan My Dream House in The Future.

Selain resiko dari pihak Broker PR dan pengiklan, ada lagi resiko yang paling parah yaitu dimusuhi oleh Mbak Google. Kalo Mbak Alexa sih pengertian banget, tapi kalo Mbak Google, wuih… “Tiada ampun bagi kalian kalo ketahuan main review2an tanpa dukungan backlink yang kuat”. Liat aja pengalamanku beberapa waktu yang lalu saat tiba-tiba salah satu tambang emasku di perkosa di drop secara semena-mena, tanpa calling-calling atau sms-sms dulu. Dia mengkhianatiku. Sakit hati tau nggak… Padahal kami itu udah kompak banget, kemana-mana sama. Udah kayak soulmate gitu deh… (Lah ini kog jadi OOT gini ya???) p

Tapi syukurlah lagi… Beberapa saat kemudian atau sekitar 5 menit yang lalu ada pengobat rasa kesalku kepada BV, yaitu masuknya pembayaran dari Freebies4Webmasters. Akhirnya… Setelah ditunggu-tunggu sekitar dua minggu sejak aku join dan memasang kode html yang mereka minta dimana kode tersebut kupasang di About Page, Contact Page dan Easy Money Page, pembayarannya via paypal bisa aku terima juga. Thanks yo freebies4webmasters. Keep the good work guys… D Ini screenshoot bukti pembayarannya:

Nah guys, kalo kalian mau ikutan juga, syaratnya gampang kog… Kalian hanya perlu punya 3 page di blog untuk dipasangi kode sesuai yang mereka minta untuk kita pasang di ketiga page tersebut. Sebenarnya dia bukan banner tapi ukurannya iklan yang akan ditampilkan hampir sama dengan banner ukuran 468×60. Nggak terlalu mengganggulah guys… Dan hasil yang didapat juga lumayan banget… Sebagai signup bonus kita dapet GBP10 atau kalo diconvert menjadi $17 sekian-sekian. Trus tiap bulan kita dikasih GBP5 atau kalo diconvert sekitar… $ sekian-sekian. Itung sendiri ah… Emoh aku ngitungnya… Soalnya mo buru2 jalan-jalan ama yayang p

So, what are you waiting for??? Join freebies4webmaster now. I hope it useful and thanks for read it guys…

« Halaman SebelumnyaHalaman Selanjutnya »