Pemuda Membangun Opini
“Pemuda, tonggak sejarah, tonggak masa depan”
Pemuda adalah cadangan masa depan. Hal ini lah yang menjadi dasar pemikiran mereka yang memenuhi kriteria pemuda. Cenderung bersemangat, orientasi masa depan, bergerak tanpa pikir panjang, atau bahkan terkadang mudah tersulut emosi. Itu lah pemuda, kaum intelektual.
Tapi apa benar semua pemuda sesuai kriteria? Belum tentu (mungkin termasuk diri kita sendiri). Mereka selayaknya bisa menjadi penggerak di dalam masyarakat, tetapi faktanya justru sebagian pemuda hanya menjadi ’sampah’ masyarakat. Kasar? Tentu tidak. Apa nama yang lebih tepat bagi pemuda yang selalu berfoya-foya, nge-drug, nongkrong sana sini tak tentu arah, bergaya funky tanpa dasar dan tak menghasilkan karya nyata. Bukan, bukan pemuda seperti ini yang dibutuhkan negeri ini.
Zamrud khatulistiwa ini membutuhkan pemuda yang matang, visioner, berkarakter kuat. Sudah saatnya kita membangun opini dalam panggung kemeriahan sorak-soray manusia. Pemuda membangun opini lewat tangannya, lewat lisannya, lewat sikapnya. Tentu saja opini yang positif, bukan negatif. Sampai akhirnya masyarakat memandang pemuda dengan dua mata terbuka, tidak dengan sebelah mata.
Pemuda, engkau pemuda? Mari kita tanyakan diri kita
Malu dan Harap
January 8, 2009 oleh evytaar
Tersimpan pada Warna Warni
“Jangan Kau tinggalkan malu jika kau tak punya harap”
(Evyta Ar)
Menapak tilasi episode kehidupan yang melintas di hadapan kita memang bukan hal yang sepenuhnya membahagiakan. Betapa tidak, di saat sebagian besar penduduk dunia merayakan tahun baru dengan gemerlap kembang api, ternyata ada sebuah bangsa di mana langitnya bertabur api roket dan peluru. Di saat anak-anak lain bergembira dengan aneka permainan di wahana hiburan, anak-anaknya tengah menangis meratapi nasib keberadaan orangtua. Tanah itu bersimbah luka dan darah. Tanah yang terluka, Palestina.
Baca selengkapnya








