Bahasa Indonesia kuh
August 5, 2008 oleh Manik
Tersimpan pada Kontribusi
Menuurt sbeauh penilitean di Cmabrigde Uinervtisy, tdaik mejnadi maslaah bgaimanaa urtaun huurf-huurf di dlaam sebauh ktaa, ynag palngi pnteing adlaah leatk hruuf partema dan terkhair itu bnaer. Ssianya dpaat brantaaken smaa skelai dan kmau maish dpaat mebmacanya tnpaa msaalah. Hal ini kerana oatk masunia tdaik mambeca seitap huurf msaing-msaing, tatepi kaat kesuleruhan.
Manejkubakn naggk?
Tulisan di atas dikirim kenalanku hari ini. Sesaat setelah membacanya, spontan aku setuju karena memang mengerti arti kata demi kata yang dikirimnya. Tetapi sedetik kemudian, pikiranku berubah lagi. Apa iya? Kenapa di seluruh dunia ada pelajaran tata bahasa, ya ![]()

Sekilas hasil penelitian yang katanya dilakukan oleh Cmabrigde Uinervtisy itu benar.
Tapi coba saja tulis namamu dengan urutan huruf seenaknya di antara huruf pertama dan terakhir? Masih kamu kah itu? ![]()
Soalnya “oatk masunia tdaik mambeca seitap huurf msaing-msaing, tatepi kaat kesuleruhan”
Mungkin saja ada benarnya. Tetapi sayang, tidak semua kata dimengerti otak manusia ![]()
Gitu Aja Koq Repot
August 4, 2008 oleh Manik
Tersimpan pada Kontribusi
Hampir tidak bisa dipercaya kalau mereka, para pemilik blog, adalah orang-orang yang sebelumnya tidak mengenal sama sekali dunia teknologi informasi yang bergelut dengan bahasa-bahasa html yang rumit dan sulit untuk dimengerti.
Apa sih yang tidak bisa dipelajari? Rasa iri dan keinginan untuk membangun dan mendesain tampilan blog agar terlihat menarik (seperti blog-blog lainnya) memaksa mereka untuk mempelajari dan meraba-raba cara mengotak-atik desain template blog mereka. Sulit? Bisa jadi. Mudah? Buktinya para blogger sudah bisa mempermak blog mereka menjadi sangat indah. Bukankah itu artinya semua bisa dipelajari kalau kita mau?
PEMBAHASAN DIMULAI.!!! ![]()
Shoutbox adalah salah satu ornamen atau asesoris penting dalam sebuah desain blog. Selain tampilan jam penunjuk waktu, banner komunitas online yang diikuti, hit counter (penghitung kunjungan dari blogger lain), shoutbox adalah asesoris yang cukup populer dan banyak dijumpai di sejumlah blog. Shoutbox adalah sebuah fasilitas sejenis buku tamu yang memungkinkan seorang blogger menitipkan pesan di blog yang dikunjunginya. Pesannya apa saja? Bebaaaaas…

Tapi, penting nggak sih adanya shoutbox di blog kita… ![]()
Apakah Shoutbox bikin orang nggak baca post-post kita?
“huhuhu.., tujuan utama gw nulis adalah pengen bisa berbagi pengetahuan buat sodara-sodara yang lain. Dulu gw berpikiran buat gak naro shoutbox biar orang-orang pada baca artikel gw, dan bukan sekedar stopby dan promosi blog mereka. Entah kenapa akhirnya gw naro shoutbox, dan pengunjung yang nulis comment di artikelnya langsung jadi dikit”
“Bisa jadi bahwa dengan adanya shoutbox orang jadi cuma nyapa dan nggak komen sama tulisan kita. Tapi dari sisi lain, coba deh dipikirin juga bahwa untuk beberapa blog comment-nya susah banget dibuka, jadi kan tanpa shoutbox malah mempersulit”
Apakah benar pendapat tersebut…?? ![]()
Pendapat lain yg tidak bisa dipungkiri dalam pengisian comment, memang ada prosedurnya tersendiri, nggak asal klak-klik begitu saja. Emang kalo mo di comment sebisa mungkin kemudahan dalam proses ngisi komen harus diperhatikan kalo bisa nggak usah login, immoderation, or kode-kode anti bot-nya juga dimatiin yah tapi semua ada konsekwensinya he..he..” Betul banget!
Masih bagus dia at least visit our blog biarpun cuma numpang ngiklan hehehe..daripada sama sekali nggak. Kalo visit blog orang sedikitnya aku baca-baca and sekedar cari-cari ilham layout gitu hehehe.. dan aku juga jarang banget leave comment di postingan blognya.. gak mesti komen kan?”
Yup, ngunjungin blog gratis kok. Sepertinya ngasih comment bukan suatu kewajiban juga saat kita blogwalking. Kalau memang postingannya menarik, pasti ada kan keinginan untuk memberikan komentar? Kalau nggak, ya nerusin blogwalkingnya. Hehehe….
“Kalo content blog-nya buat didiskusiin dan sharing emang sih shoutbox bikin orang males baca. Jadi kaya tempat absen doank malah. Tapi kalo yang penting di-hit, shoutbox tu ideal juga. Terutama buat yang mau promo ke mana-mana.. hahahaha. Paling sering komentar yang muncul di shoutbox adalah: Hello, salam kenal. Blogwalking nih!’ Hahaha… kalimat yang sangat familiar ya?
“Apa benar komentar yang ada selalu nyambung dengan postingan? Enggak tuh! “Kalo menurut saya, nggak ada Shoutbox itu belum tentu orang baca postingan kita. Saya sering merhatiin isi comment orang, seringkali isinya nggak nyambung dengan tulisan.
Misalnya: cuma sekedar hai atau salam kenal aja. atau yang lebih parah, kasih komentar yang menandakan kalo dia benar-benar nggak baca isi tulisan.”
Apakah keempat ini bisa dijadikan alasan yg masuk akal..?? ![]()
Nah…untuk membikin sebuah tulisan yang menarik… kira kira begini *Mudah2 tidak ikuti* ![]()
Satu. kamu sebagai seorang blogger atau pengguna fasilitas dunia maya harus mempunyai nickname. atau id yang sangat menarik. misalnya menggunakan id ndoro kakung, ndobos, venus, atau teman saya yang gila menggunakan id black_claw ( walau sebenarnya saya masih bertanya tanya, kenapa kok tidak menggunakan chicken_claw kan lebih afdol ). dengan demikian pasti akan membuat rasa penasaran orang yang melihat. siapa sih ??? tapi diantara mereka, juga banyak yang menggunakan nama aslinya. terserah saja. asalkan enak dilihat dan disapa ![]()
Dua. pemilihan judul postingan yang harus menarik. misalkan saja “JANDA TUA DIPERKOSA, 300 JUTA LEYAP” atau “SAPI BERKEPALA ENAM” atau “SEMALAM DIKELUHARAN” atau apapun juga yang judul itu mengundang perhatian pembaca. hingga tulisan itu memberikan daya pikat. tapi jangan lupa, isi postingan juga harus nyambung dengan judul. kalau judul sudah menarik tapi isinya ngga menarik ya sama saja ![]()
Tiga. yang pasti adalah isi kandungan dari tulisan itu sendiri. tulislah apa adanya. konsepnya harus jelas. dan jangan lupa tujuannya. tulisan itu seperti halnya sulap. pertama pledge, kedua turn, dan ketiga prestige. itulah sisi magisnya. asalkan nyambung, gaya tulisan itu bebas. boleh bernarasi dengan segala imaginasi dan perumpamaannya yang indah. boleh bloko suto apa adanya. juga boleh bersurealis sadis yang mengiris iris. yang penting ya harus jelas ![]()
Komentar..!!
“ngga perlu tiga hal seperti itu kaleee, yang pasti kamu sering blogwalking, ngga perlu baca postingan tapi sering comment ( ngga nyambung juga ngga apa apa ), tinggalin pesen di shoutbox dan bilang -ehhh aku dah update lho, mampir dan jangan lupa komennya ya ? beres deh
“
gitu aja kok repot ![]()
NB: Aku pinjam ShoutBox nya yah teman-temin
![]()
Save Our Forest
August 3, 2008 oleh Manik
Tersimpan pada Kontribusi
Sebelum menyaksikan video ini sebaiknya baca dulu artikel terdahulu di
Partungkoan, The Hidden Beauty of Samosir.
Pada bulan 4 Maret 2008, satu hari setelah seremoni penanaman pohon TobaDream Conservation Program (TCP) di huta Martoba, aku mengunjungi lagi huta Partungkoan bersama teman-teman dari komunitas TobaDream (Bismark Sianipar, Marudut Pasaribu, Charlie Sianipar, Tongam Sirait, Limantina Sihaloho, dan Andree Widyanto).
Kami berangkat dari Tabo Cottage jam 11 pagi dengan sepeda motor sewaan menuju Partungkoan melalui Ambarita, Simanindo, Buhit, belok kiri ke arah pedalaman. Sesampainya disana, kami disambut oleh keluarga Sitanggang br. Manik yang sudah meghidangkan masakan Ayam Padar dan Nanas Segar. Kami semua terharu melihatnya karena setauku mereka itu notabene keluarga yang tidak terlalu mampu yang setiap harinya makan nasi dan secuil ikan asin.
Ketika kami hendak pulang, hujan turun. Alhasil perjalanan kami pulang harus ditempuh dengan berjalan kaki dalam gelapnya hutan dan padang rumput Samosir sejauh 14 km sampai ke jalan utama, karena jalan tanah yang kami lalui sewaktu pergi sudah menjadi lumpur.
Tujuan kami ke sana adalah memberitahu rencana Lembaga TobaDream yang hendak mengadakan bantuan berupa pompa air dan genset pada mereka. Di dalam video ini anda dapat menyaksikan sendiri bagaimana sulitnya penduduk di desa tersebut mengambil air. Mereka harus berjalan keluar masuk semak-semak sejauh 1-2 kilometer hanya untuk mengambil air untuk minum dan masak.
Pada bulan 4 Maret 2008, satu hari setelah seremoni penanaman pohon TobaDream Conservation Program (TCP) di huta Martoba, aku mengunjungi lagi huta Partungkoan bersama teman-teman dari komunitas TobaDream (Bismark Sianipar, Marudut Pasaribu, Charlie Sianipar, Tongam Sirait, Limantina Sihaloho, dan Andree Widyanto).
Kami berangkat dari Tabo Cottage jam 11 pagi dengan sepeda motor sewaan menuju Partungkoan melalui Ambarita, Simanindo, Buhit, belok kiri ke arah pedalaman. Sesampainya disana, kami disambut oleh keluarga Sitanggang br. Manik yang sudah meghidangkan masakan Ayam Padar dan Nanas Segar. Kami semua terharu melihatnya karena setauku mereka itu notabene keluarga yang tidak terlalu mampu yang setiap harinya makan nasi dan secuil ikan asin.
Ketika kami hendak pulang, hujan turun. Alhasil perjalanan kami pulang harus ditempuh dengan berjalan kaki dalam gelapnya hutan dan padang rumput Samosir sejauh 14 km sampai ke jalan utama, karena jalan tanah yang kami lalui sewaktu pergi sudah menjadi lumpur.
Tujuan kami ke sana adalah memberitahu rencana Lembaga TobaDream yang hendak mengadakan bantuan berupa pompa air dan genset pada mereka. Di dalam video ini anda dapat menyaksikan sendiri bagaimana sulitnya penduduk di desa tersebut mengambil air. Mereka harus berjalan keluar masuk semak-semak sejauh 1-2 kilometer hanya untuk mengambil air untuk minum dan masak.
Part 1
Part 2
Setelah sibuk mencari donatur dan membentuk tim lapangan, akhirnya kami siap untuk menjalankan program air bersih di huta Partungkoan. Tim lapangan program ini dikordinatori oleh Rommy Martondang yang menjalankan project design dari Charles Simorangkir. Mereka adalah para sukarelawan berhati emas yang rela bolak-balik, menginap, bekerja tanpa mengenal lelah demi mengalirnya kembali air di huta nauli i.
Setelah beberapa kali rapat, akhirnya ditentukanlah skedul pengerjaan pompa di Partungkoan yang dimulai tanggal 9 April 2008. Untuk itu, aku kembali pergi ke Partungkoan untuk mengkordinasikan dengan penduduk setempat supaya program ini dapat berjalan dengan baik. Tidak lupa juga “kulonuwon” pada penguasa setempat seperti pihak Bupati, camat, dan pemuka adat.
Kali ini aku pergi bersama teman-teman TobaDream SiBorong-borong (Lambas Pasaribu, Andy Sianturi, Rico Tambunan) dan TobaDreamer par Aek nauli (Alfonso Harianja, Hendry Simamora).
Karena masih sedikit trauma dengan perjalanan sebelumnya, yang kali ini aku siap dengan ‘peralatan perang’ seperti GPS, sepau bot, kacamata motor, kompas, makanan kecil dan lain sebagainya. Aku juga tak henti-hentinya berdoa supaya sepanjang perjalanan tidak hujan, tanpa mengurangi rasa hormat. Bukan apa-apa, Memang dalam budaya Batak kalau seseorang datang dan turun hujan, itu berarti berkat. Tapi tetap saja hujan didalam perjalanan ke Partungkoan adalah “nightmare” buatku, seperti yang terjadi di episode pertama, dan juga saat penanaman pohon di Martoba, Simanindo.
Ternyata Tuhan itu memang maha baik. Doaku didengar. Selama perjalanan (jam 6:00 sampai 13:00) langit Samosir cerah luar biasa. Matahari menghangati perjalanan kami. Gumpalan-gumpalan awan putih bersih menghiasi langit biru indah di atas kami. Tetapi ketika kami sampai dan pada saat sedang berbincang-bincang dengan penduduk setempat, hujan deras turun walau hanya 10 menit. (Teteeeuup..!! mungkin sarat aja kali ya hehehe)
Pulangnya, kami mencoba rute baru, yaitu menerobos hutan ekaliptus ke arah timur, melewati Hamonangan dan sampai di Tomok. Ternyata rute ini lebih cepat, walaupun harus “bete” dengan pemandangan tanaman bikinan Indorayon yang berpuluh-puluh hektar itu.
Part3
Part4
Part5
Konstribusi
http://tongginghill.com
DONASI
http://tobadream.org/donation
Kami sangat membutuhkan uluran tangan anda untuk mensukseskan program-program ini. Dengan anda membantu kegiatan sosial TobaDream ini, berarti anda telah berpartisipasi dalam penyelamatan Bona Pasogit demi anak cucu kita kelak.
Asia Carera vs SBY
July 31, 2008 oleh Manik
Tersimpan pada Kontribusi
Saya membandingkan popularitas Asia Carera dan SBY di Google. Dengan menggunakan Google Trends kita memang bisa membandingkan popularitas sebuah tokoh (atau topik) berdasar seberapa sering dia dicari dengan Google.

Ternyata keyword ‘SBY’ kalah telak dengan ‘Asia Carera’. Memang sih, sesekali ‘SBY’ unggul, tetapi nama bintang film porno terkenal itu menunjukkan trend yang stabil dan tinggi.
Lantas apa artinya ini?
Apakah berarti bangsa ini sedemikian negatif sehingga pemerintah harus turun tangan? Saya coba bandingkan pencarian ‘Maria Ozawa’ dan ‘Shinzo Abe‘ di Jepang, dan ternyata kedua tokoh itu bersaing ketat di pencarian Google. Kalau begini, apa lantas orang Jepang lebih bermoral? ![]()
Atau mungkin, demand Maria Ozawa yang tinggi di Indonesia bukan karena kita bejat, tapi karena dilarang pemerintah. Mungkin. Kurang tahu juga. Tidak ada yang paling benar di dunia ini ![]()
Tanggung Jawab Blogger??
July 30, 2008 oleh Manik
Tersimpan pada Kontribusi
Kalau saya boleh bingung, sebetulnya apa sih blog itu? Kalau anda menjawab blog adalah the new media, wadah bagi orang-orang yang sebelumnya cuma penonton untuk turut menyatakan opini dan memberitakan kabar-kabar; saya akan manggut-manggut setuju.
Anda juga boleh jawab kalau blog adalah medium opini dan kritik yang sangat subyektif; tetapi kesubyektifan itu justru ciri khas yang membuatnya begitu menarik. Toh, adanya fasilitas komen justru menghadirkan diskusi yang membuat tuturan subyektif menjadi berimbang. Apakah jawaban anda seperti itu?
Kalau iya, saya juga akan manggut-manggut setuju kok ![]()
Atau mungkin menurut anda, blog adalah media generasi baru yang akan menggeser, atau setidaknya menandingi, mainstream media? Tentu saya akan manggut-manggut senang ![]()
Akan tetapi, menyandingkan blogging dengan jurnalisme-pada-umumnya, apa itu tidak terlalu berat?
Benar, banyak blogger yang tulisannya bagus-bagus, dan obyektif, tetapi kebanyakan dari mereka memblogging di saat senggang (atau di saat atasan tidak di ruangan). Orang-orang ini tidak mungkin memiliki waktu dan sumberdaya yang cukup untuk mengecek tiap fakta dan mericek tiap kata seperti layaknya pabrik koran dan majalah, sehingga tulisan mereka lebih rentan berkesalahan. Lantas, kalau disomasi gimana dunks…?? ![]()

Atau… dengan keterbatasan itu, mungkin blogger cukup menulis hal-hal yang ‘aman’ saja? Seperti betapa hebatnya piknik mereka di puncak? ![]()
Tapi bukankah itu sedikit mengingkari semangat menjadi the new media?
Ya? Atau tidak? ![]()
Bagaimana menurut anda, harus bagaimana blog itu..???
Tanya… kenapa?
July 28, 2008 oleh Manik
Tersimpan pada Kontribusi
Sori kalo kelamaan, sori sori… soalnya aku ga lewat jalan biasanya, aku lewat jalan yang sana…“
“Loh, kenapa? kan muter tuh… Lagian itu kan punya SIM… STNK juga dibawa kan…?”
“Iya sih…, cuman males aja urusan ama mereka, seringnya suka cari-cari sih..”
Sepertinya lebih banyak orang yang lebih suka cari alternatip jalan lain (biarpun itu lebih jaoh dan kudu muter muter) daripada harus berurusan dengan pulisi, padahal SIM dan STNK (plus KTP) lagi nangkring manis didalam dompet.
Ada apa ini? ![]()
Kalo dari pengalaman pribadi sih, rata-rata mereka itu emang suka cari-cari, semua persyaratan udah lengkap, tapi masih ada aja yang salah!. Percaya atau tidak… teman saya kena tilang cuman gara-gara pake sandal jepit!. Kata pak pulisi-nya “kalo naek motor ngga bole pake sandal jepit, berbahaya bla bla bla yadda yadda yadda…”. Duh, kalo masalah ga ada kaca spion atau lampu sein kayaknya masih masuk akal deh, lha ini… cuman gara-gara sandal jepit! bwe he he..
Bulan Agustus taon lalu, nggak cuman pengendara motor, becak ama segala jenis sepeda pancal pun kena “tarik” Rp. 20.000 hanya karena ga masang bendera merah putih. Nah, lo.. emangnya pasang bendera di kendaraan itu jadi keharusan? jadi kewajiban? Setahu saya… itu tergantung dari kesadaran dari semua pengendara, mau pasang bendera di kendaran atau tidak.
Mereka (pulisi) baru brenti narik “iuran” dari pengendara setelah ada laporan yang masuk ke kapolres plus banyaknya media massa yang mengulas fenomena indah tentang kehebatan mereka dalam hal mencari kesalahan.
Memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat (meliputi aspek security, surety, safety dan peace) sehingga masyarakat bebas dari gangguan fisik maupun psykis.
Kalo ngeliat point pertama dari visi pulisi adalah memberikan aspek PEACE (kedamaian / kenyamanan), lalu kenapa masih banyak orang berkecenderungan menghindari pulisi?
Tanya… kenapa ![]()
Halah! Mbuh… he he he
Mak Comblang di Dunia Maya
July 24, 2008 oleh Manik
Tersimpan pada Kontribusi
Cari jodoh secara konvensional terutama lewat keluarga hingga kini memang masih dominan di beberapa tempat, sehingga terkesan kedua pasangan tinggal ’terima jadi’. Ada kalanya memang kebetulan akhirnya sama-sama cinta, atau bahkan sebaliknya. Namun, karena sudah dijodohkan, maka biasanya kedua pasangan menerima pasrah.

Banyak yang percaya, jodoh di tangan Tuhan. Tetapi, ada juga yang meyakini bahwa mendapatkan jodoh ibarat sebuah kebetulan yang menyenangkan. Nah, pada zaman di mana teknologi makin modern, internet dengan segala kecanggihan memberi kemungkinan tak terbatas untuk menemukan kebetulan tersebut, belakangan ini mak comblang di dunia maya melahirkan jasa layanan dating service. Konsep yang ditawarkan umumnya adalah online dating, professional dating, dan single club. Dari mulai yang gratisan, sampai yang harus membayar mahal, dilakoni untuk mendapatkan jodoh.
Jasa online dating, umumnya lewat situs internet seperti match.com, shaadi.com, Ngedate.com, hingga jodohonline.com. Pencarian lewat internet ini dinilai wajar di tengah masyarakat yang semakin individualis.
Misal sebagai contoh seorang wanita/pria yang bekerja dari pukul delapan pagi hingga enam sore, dan baru tiba di rumah pukul delapan malam. Pasti akan terlalu lelah dan tidak punya banyak waktu bersosialisasi, karena besok sudah harus bekerja lagi. Sementara di akhir pekan, waktu mereka akan tersita untuk menemani ibu belanja, mendengarkan curhat teman, kursus bahasa untuk menambah kompetensi, dan sebagainya. Alternatif pilihan yang paling fleksibel adalah via internet. Di sana mereka lebih leluasa bersosialisasi sehingga kesempatan menemukan jodoh lebih besar.
Fenomena seperti itu ditangkap sebagai peluang oleh pengelola jasa perjodohan. Berhubung mereka lebih mementingkan karier. Saat usia 25 tahun ke atas, sukses telah di genggaman, mereka pun lebih selektif memilih pasangan. Dan pada fase ini, ruang lingkup sosial mereka juga telah menurun. Semakin sedikit teman yang masih single, waktu kebanyakan dihabiskan di tempat kerja, dan akhirnya saat mereka sadar harus berumah tangga, mencari pasangan yang ideal menjadi sulit. Inilah realitas yang terjadi saat ini, yang menjadikan saya tertarik membuka dating service exclusive seperti ini.
Umumnya, dating service menawarkan kencan buta. Bagi yang tertarik, cukup mendaftarkan diri, menyebut identitas lengkap, termasuk lokasi dan waktu luang untuk kencan buta. Selanjutnya, situs tersebut akan memprosesnya. Jika sudah menemukan pasangan yang nilainya pas, jadwal kencan buta pun akan diatur. Hanya saja, kencan lewat online ini juga punya “jebakan” seperti soal usia, berat badan, jenis rambut, dan status perkawinan. ![]()
Untuk memberi jaminan keamanan, biasanya para pengelola jasa perjodohan biasanya yang beroperasi di beberapa kota besar, akan membuka keanggotaan lewat situs mereka, juga mengecek ulang data personal yang diberikan kliennya. Dan Bila sudah bercerai, mereka juga meminta foto kopi akta cerainya… Ribet juga yah ![]()
Untuk menjamin kesuksesan, biasanya para penyedia layanan ini akan menyiapkan dating consultant bagi anggotanya, sehingga masing-masing dapat menunjukkan kriteria pasangan yang mereka harapkan. “Proses match maker tidak hanya berdasarkan data, tetapi menggunakan berbagai dimensi, dari mulai penampilan, personality, hingga background.
Maju Mundur
Pencarian jodoh lewat jasa layanan ini pada kenyataannya cukup berhasil mempertemukan banyak pasangan. Contohnya beberapa teman saya yang menikah Februari 2008 lalu. Saat usianya memasuki 30 tahun. Saat itu dapat forward SMS dari teman tentang layanan jasa ini. Lalu setelah mengkonfirmasi ulang, biasanya mereka akan bikin janji untuk ketemu dengan salah satu dating consultant-nya.
Pada kenyataannya, tidak semua yang mengikuti program layanan ini pasti menemukan jodohnya. Mengingat para penyedia layanan ini adalah dating service, bukan human factory yang mampu menciptakan pasangan-pasangan ideal untuk mereka. Dan Hal seperti ini merupakan salah satu hal yang harus dipahami sebelum join menjadi member.
Sesungguhnya, konsep perjodohan dengan menggunakan jasa orang lain sudah berlaku sejak zaman dahulu. Bahkan sampai sekarang, di kalangan masyarakat Betawi dikenal istilah ngedelengin, yaitu masa pendekatan dan penelaahan terhadap seorang gadis sebelum menikah. Tugas ngedelengin itu dipercayakan kepada orang ketiga yang disebut mak comblang.
“Memang, sebagian masyarakat masih menganggap jodoh itu pasti datang sendiri, tidak perlu mencari-cari sampai lewat biro iklan segala. Tetapi, yang terpenting sebenarnya bukan pada cara pencariannya, melainkan proses seleksi pasangan. Bagaimana menyikapi setelah perkenalan itu. ![]()
Kini, jasa mak comblang tetap diminati, meski telah berubah wujud. Di media massa, contohnya rubrik kontak jodoh di harian Kompas sudah ada sejak dulu dan tetap ramai peminat sampai sekarang. Televisi pun ikut menjadikan “pencarian jodoh” sebagai lahan. SCTV, misalnya, punya program reality show berjudul Kontak Jodoh (setiap Sabtu) dan Mak Comblang (setiap Kamis) sejak dua tahun lalu hingga kini.
Kata orang sudah jodoh, pasti tidak akan ke mana-mana. Masalahnya, jika jodoh tak kunjung datang, masihkah Anda hanya diam melanjutkan penantian sambil terus bermimpi ?
![]()







