Pekan Raya Sumatera Utara
Provinsi Sumatera Utara kembali menggelar perhelatan akbar yang masuk dalam kalender tahunan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Acara ”Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU)” yang setiap tahun telah dilaksanakan oleh pemprov SUMUT.
Acara Pekan Raya Sumatera Utara ini sendiri seperti biasa akan di langsungkan di Tapian Daya Jalan Gatot Subroto, mulai tanggal 20 Maret sampai 15 April 2009. Acara yang sekaligus ajang berbagai pameran kebudayaan dari 28 kabupaten ditambah pemko di seluruh Sumatera Utara, ajang promosi daerah Sumatera Utara yang sekaligus juga menghadirkan artis-artis ibu kota.

Acara ini juga sekaligus menjadi ajang bagi keluarga dan anak didik sekolah untuk tempat bermain dan berkreasi. Karena dalam acara ini juga akan dilaksanakan berbagai lomba dan kreatifitas.
Mari kita dukung dan saksikan acara yang menggelar pameran kebudayaan dari 28 Kabupaten yang ada di Sumatera Utara ini.
Kabupaten Asahan ” RAMBATE RATA RAYA “
March 15, 2009 oleh realylife
Tersimpan pada Potensi dan Pariwisata
RAMBATE RATA RAYA Kabupaten Asahan
Sumatera Utara dengan 29 Kabupaten di dalamnya, menyimpan begitu banyak potensi dalam segala bidang. Saat ini Sumatera Utara dipimpin oleh Bapak Syamsul Arifin SE selaku Gubernur dan Bapak Gatot Pujo selaku wakil Gubernur lewat pemilu damai tanggal 16 April 2008 silam.
Kali ini kita akan sekilas menuju Kabupaten Asahan.
1. Geografi
Secara geografis Kabupaten Asahan berada pada 2 derajat 30’00’’- 3 derajat 07’49’ Lintang Utara dan 99 derajat 00’00” – 100 derajat 00’00” Bujur Timur, dengan ketinggian 0 – 2.000 m di atas permukaan laut. Pasca pemekaran, luas Kabupaten Asahan menjadi 370.221 ha, terdiri dari 25 Kecamatan, 177 desa dan 27 kelurahan, dengan batas-batas:
Sebelah Utara : Kabupaten Batubara dan Selat Malaka
Sebelah Timur : Selat Malaka
Sebelah Selatan : Kabupaten Labuhan Batu dan Toba Samosir
Sebelah Barat : Kabupaten Simalungun
2. IKLIM
Seperti umumnya daerah-daerah lanilla yang berada di kawasan Sumatera Utara, Kabupaten Asahan termasuk daerah beriklim tropis dan memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Curah hujan ( 2006 ) sebanyak 2.164 mm. Rata-rata curah hujan mencapai 180,33 mm/bulan.
3. PENDUDUK
Jumlah Penduduk Kabupaten Asahan berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2007, penduduk Kabupaten Asahan berjumlah 676.605 jiwa dengan kepadatan penduduk 182 jiwa per kilometer persegí. Sedangkan laja pertumbuhan penduduk tahun 2001 sampai dengan 2007 diperkirakan sebesar 1.89%. Penduduk Kabupaten Asahan lebih banyak tingal di pedesaan daripada perkotaan. Di daerah pedesaan terdapat 478.958 jiwa atau 70.78% dari jumlah penduduk, sedangkan di daerah perkotaan hanya 197.647 jiwa atau 29.21%.
4. Perekonomian
Product Domestic Regional Bruto ( PDRB) atas dasar harga yang berlaku 2004 sebesar 7.71 trilyun rupiah, sedangkan PDRB per cápita sebesar 12.04 juta rupiah. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Asahan sebesar 6.62% atau di atas rata-rata Sumatera Utara sebesar 5.95%.
5. Visi dan Misi
Visi Pemerintahan Kabupaten Asahan 2006-2010: “Membangun Bersama Rakyat Mewujudkan Masyarakat Asahan yang Sejahtera”
Misi:
- Peningkatan dan pengembangan Sumberdaya Manusia ( Human Resources ) dibarengi keimanan dan ketaqwaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara;
- Pemberdayaan kehidupan social dan ekonomi yang berbasis kerakyatan yang memiliki daya saing dan wawasan lingkungan;
- Terwujudnya rasa aman dan tertib melalui upaya penegakan hukum dan HAM;
- Terwujudnya aparatur pemerintah yang bersih dan berwibawa
- Memberdayakan peran serta masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan;
6. Potensi Daerah
Pertanian Tanaman Pangan dan Horticultura
Pertanian tanaman pangan dan horticultura merupakan salah satu sub sector yang cukup prospektif untuk dikembangkan di Kab. Asahan. Hal ini didukung ketersediaan lahan budidaya, kesesuaian agroklimate, sarana dan prasarana yang memadai. Komoditas andalan ádala padi, kedelai, jagung, ubi kayu, cabe, pisang barangan, dan asam gelugur.
Perkebunan
Kabupaten Asahan merupakan salah satu sentra perkebunan di Provinsi Sumatera Utara, dan bahkan Provinsi Sumatera Utara menjadi penghasil kelapa sawit utama di Indonesia. Selain kelapa sawit dan karet, komoditi penting lainnya adalah kakao ( coklat ) dan kelapa. Hingga saat ini terdapat lebih dari 30 perusahaan perkebunan baik itu milik pemerintah, swasta nasional dan asing telah menguasai lahan lebih dari 140 ribu hektar dan menyerap sekitar 23 ribu tenaga kerja. Sementara perkebunan rakyat hanya menguasai kurang dari separuhnya, tetapi justru menyerap tenaga kerja lebih banyak yakni sekitar 50 ribu orang. Hasil perkebunan kelapa sawit dan kelapa tidak terbatas diambil buahnya, tetapi lidinya pun sudah mampu menembus pasar ekspor.
1. Perkebunan Negara : 6,137.39 Ha dengan hasil 6,818.93 Ton
2. Perkebunan Swasta Nasioanal : 17,873.97 Ha dengan hasil 17,667.19 Ton
3. Perkebunan Swasta Asing : 5,173.51 Ha dengan hasil 5,550.34 Ton
4. Perkebunan Rakyat : 6,882.50 Ha dengan hasil 11,786.05 Ton
Sehingga luas total perkebunan adalah 36,067.37 Ha dengan total hasil 41,822.51 Ton
Khusus untuk komoditi kakao ( Coklat ), dalam sistem pemasarannya ditangani oleh beberapa kelompok tani dan koperasi melalui pelelangan yang diselenggarakan dalam periode tertentu. Hal ini Sangay bermanfaat bagi peningkatan pendapatan petani kakao ( coklat ). Di sisi lain, ini juga memudahkan bagi para buyer untuk mendapatkan komoditi kakao ( Coklat ), tanpa harus melakukan pembelian secara sporadis ke sentra-sentra produksi.
Total luas areal tanaman coklat perkebunan rakyat di Kabupaten Asahan seluas 9.089,75 Ha dengan total produksi sebesar 10.672,69 ton
Perindustrian
Pasca pemekaran wilayah, sentra industri pengelolaan skala besar di Kwala Tanjung menjadi milik Kabupaten Batubara. Namun demikian, masih terbuka lebar potensi dan peluang-peluang untuk kembali menghadirkan investor bidang pengolahan skala besar, terutama industri pengolahan hasil-hasil pertanian dan perkebunan. Di samping itu, Kabupaten Asahan juga memiliki sejumlah produk unggulan yang dihasilkan dari industri kecil dan kerajinan rumah tangga. Beberapa bidang usaha yang berkembang antara lain adalah: pengolahan meubel kayu batang kelapa, pengolahan sabut kelapa, minuman ringan Nata de Coco, kerajinan kulit ( Sepatu ”Bunut” ), anyaman pandan, pembuatan dodol, dan lain-lain.
Perikanan
Kabupaten Asahan menyimpan potensi yang cukup besar bagi pengembangan agribisnis di bidang pengusahaan perikanan dan kelautan, diperkirakan Kabupaten Asahan memiliki garis pantai sepanjang lebih kurang 58 Km. Namun demikian, sampai saat ini potensi yang sangat besar tersebut belum termanfaatkan secara optimal. Sentra Nelayan terdapat di Kec. Air Joman, Tanjung Balai, dan Kec. Sei Kepayang. Sampai saat ini terdapat 735 unit budidaya perikanan.
Pariwisata
Potensi Sungai Asahan khususnya di sekitar Desa Tangga, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, merupakan sumber daya alam untuk obyek wisata alam yang ideal dan terus dikembangkan agar semakin dikenal oleh masyarakat luas khususnya para wisatawan mancanegara dan nusantara. Derasnya arus air sungai Asahan yang berkecepatan 120 Meter kubik per detiknya dengan grade IV-V+ sangat menantang jiwa petualangan para penggemar olah raga arus deras ini. Pada Tahun 2000, 2001, dan 2003, Pemerintah Kabupaten Asahan menyelenggarakan kejuaraan bertaraf internasional diikuti oleh atlet-atlet kayak kelas dunia. Tahun 2005, 2006 dan 2007 Kejuaraan bertaraf Nasional.
Tahun 2008 Pemkab Asahan telah menyelenggarakan Kejuaraan Arung Jeram Internasional dengan Tajuk ” Asahan White Water Festival 2008 ” tanggal 11-14 Desember 2008.
Kabupaten Asahan juga menawarkan kerjasama pengelolaan beberapa obyek wisata alam lainnya, antara lain: air terjun Aek Sisapa di Kec. Bandar Pasir Mandoge dan air terjun Simonang-monang di Kec. Bandar Pulau.
Energi Listrik Tenaga Air
Wilayah Kabupaten Asahan memiliki beberapa potensi air terjun yang dapat di manfaatkan sebagai penggerak motor sumber daya listrik. Air terjun Asahan III dan Asahan IV merupakan alternatif yang dapat memberikan kontribusi kelistrikan yang memadai dalam skala besar dan kini sedang dilakukan kelayakan Amdal sebelum dimulai pembangunannya. Diperkirakan potensi Asahan III dan Asahan IV dapat menghasilkan energi listrik masing-masing sebesar 200 MW sampai dengan 250 MW.
Sumber : DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN ASAHAN alamat : Jln. Prof. H.M.Yamin SH, No 44, Telp (0623 ) 41406 KISARAN
Kemaren juga sempat ni interview dengan yang menjaga stan waktu acara Medan Fair bulan Desember kemaren di tapian daya PRSU di jalan Gatot Subroto Medan.
Makanan khasnya hadala gulai melayu dan senang yang bersantan. Mayoritas sukunya adalah melayu dan otomatis bahasanya adalah melayu. Tarian daerahnya adala Gubang, Mainang dan Serampang 12.
O iya satu lagi obyek wisata arung jeram yang bertaraf internacional itu punya nama lain Arung Jeram “TOBASA”
Jadi buat kamu-kamu yang masih tinggal di kawasan Sumatera Utara kayaknya wajib dech sekali-sekali nyoba berlibur di sana, dijamin ngga kalah seru dari arung jeram yang ada di jawa dan bali, apalagi luar negeri, selain bukan buatan, setidaknya bisa menghemat uang saku berlibur khan???
Mohon masukannya ni, kalo memang ada lagi yang mau di tulis mengenai Kabupaten Asahan, barangkali masih belum terekspos di sini.
WE LOVE Sumatera Utara
Selamat Tahun baru 2009
BloggerSumut mengucapkan
Selamat Tahun Baru 2009
Semoga di tahun ini semua resolusi bisa tercapai, dan semua memperoleh kesempatan untuk menjadi lebih baik dari masa-masa yang lalu. Tidak lupa juga keinginan kita bersama agar BloggerSumut maju dan semakin solid dalam mencapai keberhasilan visi dan misi di tahun 2009!
Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1430 H
Bloggersumut Mengucapkan:
SELAMAT TAHUN BARU ISLAM
1 MUHARRAM 1430 H
SEMOGA SEMANGAT HIJRAHNYA NABI MENGINSPIRASI KITA SEMUA UNTUK BERHIJRAH KE ARAH YANG LEBIH BAIK LAGI
AMIN
Selamat Hari Natal 25 Desember 2008
BloggerSumut Mengucapkan
SELAMAT HARI NATAL 25 DESEMBER 2008
Semoga Kasih Kristus mendamaikan Hati kita semua
DAMAI DI BUMI, DAMAI DI SURGA DAN DAMAI DI HATI KITA SEMUA
Menelusuri Jejak Sejarah Kota Medan
December 16, 2008 oleh realylife
Tersimpan pada Sejarah dan Budaya
Hari Sabtu kemarin, saya mencoba berjalan-jalan di seputar kota Medan. Tadinya mau sekalian mencari tempat yang ada wifi-nya dan buka sampai malam. Keliling-keliling naik angkot, saya tiba juga di kawasan Kampung Madras, dulunya lebih dikenal dengan “Kampung Keling”.
Banyak keunikan yang saya temukan di sana, mulai dari keragaman etnis yang ada, rumah ibadah dan juga kulinernya. Semua menunjukkan percampuran budaya. Barangkali tak salah kalau saya mengatakan ini adalah “truly asia”-nya Indonesia.
Salah satu yang tak bisa dilupakan atau dipisahkan adalah adanya warga keturunan India di Medan selain etnis keturunan Tionghoa. Hmm, rasanya menarik sekali untuk ditelusuri dan diteliti. Barangkali ini adalah bentuk kecintaan saya terhadap Sumatera Utara. Menelusuri jejak sejarah kota Medan, kembali ke masa lalu dan berkaca tentang indahnya kota ini dulu.
Salah satu yang akan saya bahas di sini adalah seorang keturunan India, namanya Pak Krisna Menon. Usianya sekitar 33 tahun. Sehari-harinya Pak Krisna, begitu ia biasa disapa, berjualan gorengan dan makanan seperti nasi goreng, mie goreng dan lain-lain. Warung kecilnya itu terletak di Jalan Zainul Arifin dekat Sun Plaza Medan. Menariknya, Pak Krisna menamakan gorengannya itu gorengan khas India, secara yang berdagang kan biasanya orang Indonesia. Tertarik untuk mencicipi silahkan saja datang ke warungnya itu. Setelah bercerita panjang lebar, akhirnya aku tahu aktifitas lain dari beliau ini, ternyata kegemaran lainnya adalah mengkoleksi uang Indonesia lama yang berbentuk kertas, serta beberapa koleksi barang antik lainnya. Hari minggu kemarin saya dibolehkan melihat, saat dia memamerkan di depan sebuah toko money changer masih di kawasan yang sama. Uniknya dia hanya memamerkan khusus hari minggu dan hari libur, jam 9 pagi sampai jam 7 malam. Alasannya karena belum punya tempat untuk bisa memajang setiap hari.
Ketika ditanya kenapa senang mengkoleksi uang lama ini, beliau ternyata punya cerita unik lainnya. Kala itu ada seorang laki-laki etnis keturunan yang butuh uang untuk makan, dia menjual uang lamanya itu pada pak Krisna, dikarenakan rasa iba akhirnya uang tersebut di beli. Kejadiannya sekitar tahun 2000-an. Nah sejak saat itu beliau mulai tertarik dan mengumpulkan uang kertas lama dari Indonesia. Sampai saat ini sudah ada sekitar 200 an lembar uang lama Indonesia plus beberapa barang antik lainnya; seperti guci, beberapa kerajinan kuningan. Mengenai koleksi, Pak Krisna menyenangi yang bergambar Mantan Presiden kita, Alm. Bapak Soekarno, katanya punya nilai seni yang tinggi. Seperti uang yang terbit sekitar tahun 1964 dengan bacaan kun fa yakun.
Nah buat yang tertarik melihat koleksi uangnya silahkan datang ke tempat ia memamerkan di depan money changer Jalan Zainul Arifin. Atau bisa menghubungi beliau di No: 081370666252.
O iya satu lagi beliau bilang ini wujud rasa cintanya pada Indonesia sebagai tanah kelahirannya. Wah, jadi kebanggaan pada negara bisa dalam bentuk apa saja ya. Lantas bagaimana dengan kita sendiri ya?
Nantikan juga di postingan mendatang mengenai penelusuran saya tentang sejarah dan keunikan kota Medan. Kalau ada yang mau sharing atau ikut hunting boleh menghubungi saya di BloggerSUMUT ya.
Dan di bawah ini adalah jejak kaki saya di tempat pak Krisna Menon.
( Terima kasih buat Pak Krisna Menon yang sudah bersedia berbagi di sini )
BloggerSUMUT Goes on Media
Masih inget khan dengan Kopdar BloggerSUMUT dengan Telkomsel tanggal 29 Nopember kemaren? Nach ternyata itu juga diliput oleh salah satu tabloid lokal kota Medan, namanya Medan Weekly edisi tanggal 12-18 Desember 2008.
Semoga ini menjadi jalan pembuka bagi BloggerSumut untuk bisa dikenal luas oleh masyarakat Sumatera Utara. Menjadi bukti eksistensi BloggerSUMUT sebagai salah satu komunitas yang bergerak dalam hal positif. Jadi buat teman-teman silahkan lihat hasil scanning berikut untuk tahu berita selengkapnya.
Mari duniakan ” Sumatera Utara ”
viva BloggerSumut











