Sindikasi: Subscribe to Blogger SUMUTBeritaSubscribe to Blogger SUMUTKomentar

LG Helat Festival Game 3D Pertama dan Terbesar di Indonesia

November 10, 2011 oleh  
Tersimpan pada Berita

Medan, 9 November 2011PT. LG Electronics Indonesia mengumumkan dimulainya festival game 3D bertajuk Let’s Fight in 3D. Berlangsung di empat kota besar dengan hadiah lebih dari seratus juta rupiah, Lets Fight in 3D mencatatkan diri sebagai festival game 3D pertama dan terbesar yang pernah dihelat di Indonesia. “LG mengundang seluruh peserta dan pengunjung untuk menjadi bagian dan berbagi kesenangan dalam menikmati pengalaman bermain game dalam nuansa 3D,” ujar Tito, Branch Manager Medan – PT. LG Electronics Indonesia.

Surabaya, Medan, Bandung dan Jakarta ditunjuk sebagai empat kota tempat penyelenggaraan festival game 3D LG ini. Medan ditunjuk sebagai kota kedua yang menyelenggarakan festival game 3D ini. Kompetisi game 3D pertama di Indonesia ini akan berlangsung sepanjang 8-13 November 2011 di Sun Plaza, Medan, tepatnya di wing E dan F.

Seperti halnya di Medan, setiap peserta di masing-masing kota akan ditantang beradu lihai bermain game dalam nuansa 3D melalui permainan DOTA dan FIFA sebagai dua game yang dipertandingkan.

Info Festival Game 3D LG

Brosur Festival Game 3D LG

Bicara mengenai kedua game yang dipertandingkan, DOTA dan FIFA merupakan game yang tak asing bagi penikmat permainan konsol dan komputer. Kedua game tersebut sebenarnya hadir dalam format 2D dan biasa dimainkan dengan memanfaatkan monitor komputer sebagai media penampilnya.

Namun dipilihnya kedua game tersebut, bukannya tanpa alasan kuat. ”Justru melalui festival ini, LG ingin menunjukkan bagaimana teknologi 3D TV dapat membuka peluang lebih besar untuk dinikmati bersama keluarga. Tak lagi sekedar menyaksikan film, namun juga bermain pada layar lebih lebar dalam format 3D yang membuat pemain semakin terlibat dalam permainannya. Semakin seru dan nyaman, tanpa adanya gangguan kelelahan pada mata ataupun rasa pusing,” ujar Tito lagi.

LG Cinemad 3D TV

LG Cinemad 3D TV

Kenikmatan bermain game pada layar lebih lebar dalam format 3D ini tak lepas dari penggunaan LG Cinema 3D TV berdimensi 32inch sebagai media penampil dalam kompetisi Let’s Fight in 3D ini. Sengaja dipilih merujuk pada satu dari sekian kemampuan LG Cinema 3D TV untuk mengkonversi tayangan 2D menjadi 3D dengan tingkat kedalaman hingga (skala) 20. Kemampuan ini merupakan salah satu keunggulan LG Cinema 3D TV berbanding 3D TV lain di pasaran yang hanya menawarkan konversi format 2D ke 3D dengan tingkat kedalaman (skala) 10.

Memastikan gelaran Let’s Fight in 3D game festival benar-benar menghibur seluruh pesertanya, LG pun menggandeng Tzone sebagai mitra kerjanya. Tak hanya soal reputasi besarnya sebagai distributor game dan perangkat pendukung permainan berbasis konsol dan PC, keberadaan Tzone juga turut meramaikan festival game ini dengan hadirnya berbagai perangkat pendukung permainan dengan teknologi terbaru dari beberapa brand terkemuka. Kesemuanya sengaja diboyong untuk memeriahkan Let’s Fight in 3D game festival disamping juga memberikan kenyamanan lebih bagi para pesertanya.

Bicara mengenai latar belakang diselenggarakannya festival ini, lebih lanjut Tito mengatakan, ”Gelaran ini sekaligus sebagai sebuah perayaan akan era baru 3D di Indonesia, dimana LG mengukuhkan diri sebagai yang terdepan dalam industri ini.” Pernyataan Tito ini terkait dengan keberhasilan LG memuncaki dalam pemasaran 3D TV di Indonesia. Riset Growth from Knowledge (GfK) sebuah lembaga survey internasional bermarkas di Jerman menunjukkan dominasi LG atas 46% pangsa pasar 3D TV di Indonesia sepanjang tahun 2011.

Prestasi besar ini, kata Tito, tak lepas dari kesuksesan pemasaran jajaran 3D TV terbarunya di tahun 2011 yaitu LG Cinema 3D TV. ”Pencapaian besar ini sekaligus merupakan refleksi dari apa yang menjadi keinginan masyarakat atas teknologi 3D TV. Kenyamanan penggunaan dan harga yang terjangkau menjadi kunci kesuksesan pemasaran 3D TV LG di Indonesia,” ujar Tito.

Pernyataan Tito ini bukannya tanpa alasan kuat. Menurutnya, sejak mulai marak diperkenalkan di Indonesia pada tahun lalu, teknologi 3D TV telah mendapat animo besar dari masyarakat di Indonesia. Hanya saja, hal ini tak berbanding lurus dengan tingkat penjualan 3D TV saat itu yang cenderung lesu. Hal ini terlihat pada catatan permintaan 3D TV yang hanya mencapai kisaran 4,000 unit secara nasional sepanjang tahun 2010.

Terjadinya kelesuan ini dikarenakan banyak calon pengguna masih menunda keinginan memiliki 3D TV karena ganjalan kekhawatiran pada kenyamanan penggunaan dan harga. ”Ini tak lepas dari beberapa kelemahan pada teknologi active shutter glasses yang diterapkan pada 3D TV,” ujar Tito lagi.

Kerja teknologi active shutter glasses mengandalkan kacamata berlapisan Liquid Crystal yang mengandalkan dukungan daya listrik dari baterai. Proses memunculkan efek 3D terjadi melalui kerja kacamata menangkap pancaran sinyal dari layar secara bergantian oleh mata kiri dan kanan pada ritme tertentu. Sementara, layar menayangkan perspektif berbeda dari gambar yang sama.

Cara kerja mirip dengan kejapan mata bergantian dan tuntutan fokus pada satu bagian layar demi beroleh letak tepat jatuhnya sinyal pada mata, ditunjuk sebagai penyebab keletihan mata penggunanya. ”Disamping mempengaruhi harga menjadi mahal, penggunaan kacamata 3D shutter glasses terkadang menimbulkan rasa pusing akibat efek kedipan (flicker) dan gelombang elektromagnetik dari perangkat elektronik yang tertanam pada kacamatanya,” ujar Tito.

Tak hanya itu, menurut Tito, penggunaan kacamata Liquid Crystal pada teknologi shutter glasses juga berpengaruh terhadap tingginya biaya produksi kacamata. Inilah yang kemudian membuat produsen hanya memberikan satu hingga dua buah kacamata dalam setiap paket penjualan 3D TV berteknologi active shutter glasses.

Sementara untuk mendapatkan tambahan kacamata tersebut, tak pelak calon pengguna harus menebus dengan harga berkisar satu juta rupiah untuk setiap tambahan unit kacamatanya. ”Disamping mahal, sekaligus membuat 3D TV yang seharusnya sebagai media hiburan keluarga menjadi terbatas untuk dinikmati bersama,” ujar Tito kemudian.

Berpijak dari keadaan tersebutlah, kata Tito, LG mengembangkan LG Cinema 3D TV sebagai seri 3D TV terbarunya di tahun 2011. Mengusung teknologi Film Patterned Retarder (FPR) di dalamnya, LG Cinema 3D TV hanya membutuhkan kacamata dengan lensa terpolarisasi (polarized lens) yang ringan dan bebas dari gelombang elektromagnetik karena tak membutuhkan daya listrik dari baterai. Dengan teknologi FPR, kedua mata menangkap sinyal dari layar TV secara bersamaan.

Alhasil, keluhan akibat efek kedipan (flicker) ini tidak akan ditemui lagi pada penggunaan LG Cinema 3D TV. Bahkan untuk memperkuat klaim tersebut, LG Cinema 3D TV telah mengantongi sertifikat uji resmi dari tiga lembaga berskala internasional untuk jaminan bebas dari efek kedipan (flicker) dan kualitas gambar 3D dan 2D Full HD dari VDE, TÜV dan Intertek.

Selain itu kacamata 3D FPR pun terhitung jauh lebih terjangkau dengan kisaran harga seratus ribu rupiah atau setara dengan hanya 10% berbanding harga kacamata 3D shutter glasses. Apalagi, LG menyisipkan sejumlah sepuluh unit kacamata 3D FPR untuk setiap paket penjualan LG Cinema 3D TV. ”Bebas dari rasa pusing, aman dari gelombang elektromagnetik dan dapat dinikmati bersama seluruh anggota keluarga dalam harga terjangkau. Seluruh keunggulan inilah yang membuat LG Cinema 3D TV merajai pasar 3D TV di Indonesia,” ujar Tito.

Tercatat sejak debut perdananya di pasar Indonesia pada kisaran medio April lalu, LG Cinema 3D TV terus mengalami peningkatan dalam penjualan. Bahkan khusus sepanjang bulan Juli saja, penjualan LG Cinema 3D TV tercatat menguasai 57% pasar 3D TV secara nasional. Akumulasi penjualan yang akhirnya mengukuhkan dominasi LG pada pasar 3D TV di Indonesia dengan raihan 46% pangsa pasar sepanjang tahun ini.

Lebih jauh dari itu, menurut Tito pula, kesuksesan besar LG Cinema 3D TV di Indonesia ini juga berperan besar dalam membuka lebih lebar pasar 3D TV di Indonesia. Dari tingkat permintaan 3D TV secara nasional yang sebelumnya dalam kisaran 4,000 unit sepanjang tahun 2010, sepanjang tahun ini saja LG telah mampu memasarkan dalam kisaran 3,000 unit LG Cinema 3D TV untuk setiap bulannya.

Di tahun 2011 ini pula, LG memprediksikan total permintaan 3D TV secara nasional akan naik tujuh kali lipat dibanding tahun sebelumnya dan ada dalam kisaran angka 30,000 – 35,000 unit sepanjang tahun 2011 ini. Sementara tingkat permintaan akan LED TV yang merupakan basis teknologi 3D TV diperkirakan ada dalam kisaran 60,000 unit pada tiap bulannya. Dengan demikian, kategori 3D TV memberi kontribusi dalam kisaran 6-8% terhadap penjualan total LED TV secara nasional.

Peningkatan ini sendiri terutama didorong semakin banyaknya masyarakat yang teredukasi lebih baik tentang 3D TV dan di sisi lain tingkat harga jual yang semakin terjangkau. Ditambah lagi, LG memprediksikan pula akan semakin banyak pabrikan lain yang akan mencoba peruntungannya di segmen ini.

Menanggapi prediksi peningkatan permintaan ini, LG sendiri menargetkan penguasaan 80% pangsa pasar untuk kategori 3D TV di sepanjang 2011 ini. ”Kami sangat optimis akan keberhasilan rencana besar ini. Sambutan sangat baik dari masyarakat akan LG Cinema 3D TV dan komitmen perusahaan pada kualitas produk dengan ditunjang jaringan layanan purna jual yang luas menjadi modal besar kami untuk memenangkan kompetisi pasar 3D TV tahun ini,” ujar Tito lebih lanjut. (ATRIA DEA PRAWESTI)

Komentar

5 Komentar untuk tulisan "LG Helat Festival Game 3D Pertama dan Terbesar di Indonesia"

  1. Badia Coolsz pada Thu, 10th Nov 2011 20:56 

    Wow keren ya LG Cinema 3D nya, jadi pengen beli nih

  2. Gea pada Wed, 16th Nov 2011 15:43 

    Hebat dan keren banget, pengin beli.

  3. reno pada Thu, 17th Nov 2011 21:13 

    suka sama info kacamata 3D aktive yang SG dengan yang pasive FPR. LG memang kayanya terdepan untuk urusan TV 3Dnya. layarnya memakai IPS itu panel TV kuat, berfungsi melebarkan sudut pandang. walou menonton TV dari berbagai sudut pandang warna tidak akan memudar.

  4. universalis71 pada Mon, 21st Nov 2011 21:27 

    Enaknya kacamata 3D FPR ud bisa ngilangin flicker dan crosstalk, krn itu dipakai nonton film berlama2 jg gak masalah makanya dicoba utk main game berlama2 jg gak masalah. Gw nunggu ampe diadain di Jakarta, mau ikutan siapa tau menang dapet LG Cinema 3D TV 42″ kan gak ush beli lg n bisa enjoy main game di rumah pake Cinema 3D 42″…hahaha mantab.

  5. Edwin Firmansyah pada Tue, 22nd Nov 2011 16:19 

    mantap kayanya maen game 3D sayang awak terlewat yg di sun.. semoga yg di jakarta pas lg liburan kesana biar bisa coba..

Sampaikan pikiran anda...
dan jika anda ingin menampilkan gambar diri anda, silahkan gunakan gravatar!





Spam protection by WP Captcha-Free