Sindikasi: Subscribe to Blogger SUMUTBeritaSubscribe to Blogger SUMUTKomentar

Poster Hilang, TS Unjuk Kekerasan di Dairi

September 17, 2008 oleh  
Tersimpan pada Berita

Pilkada Damai, yang sudah disepakati bersama 7 (tujuh) pasangan kandidat Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Dairi, tercemar sudah. Aksi kekerasan yang dipertontonkan oleh salah satu Tim Sukses (TS) kandidat pasangan Horas Bung (Hot Raja Sitanggang – Bungaran Sinaga), menunjukkan bahwa pernyataan Pilkada Damai yang sudah disepakati bersama oleh seluruh stake holder Pilkada Kabupaten Dairi tahun 2008, hanya sebatas slogan.

Jekson Malau (25) warga Desa Parbuluan V, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, menjadi korban penganiayaan dan hujatan dari JNS salah seorang TS dari HORAS BUNG. Selasa (9/9), sekira pukul 18.30 Wib, Jekson, bersama dengan saudaranya, pulang dari ladang. Setelah seharian bekerja di ladang, tentu rasa capek telah menderanya. Tiba di depan rumahnya, dia disambut oleh tamu tak diundang dengan wajah tak bersahabat, yang akhirnya dia kenal sebagai JNS.

“Dimana poster itu kau buang? Kenapa kau menghilangkannya?”, tanya sang TS dengan suara meninggi pertanda emosi yang tidak terkontrol.

“Poster apa?”

“Saya tidak tahu siapa yang mengambilnya. Dan bukan tugas saya untuk menjaga poster itu”, jawabnya.

Mendengar jawaban ini, sang TS semakin tidak terkendali. Potongan kayu yang memang sudah dibawa oleh si TS ini, mulai beraksi. Sambil memukulkan potongan kayu ke tangan Jekson, pertanyaan pun meluncur.

“Kau yang mengambil dan menyembunyikan poster itu”, diikuti dengan pukulan sekuat tenaga oleh JNS yang juga dikenal sebagai salah seorang Ketua OKP di Kecamatan Parbuluan itu.

Erangan kesakitan Jekson, menghentikan tindakan lanjutan JNS. Akibat pemukulan ini, tangan kiri Jekson mengalami abses dan memar. Tidak terima mendapat perlakuan keras seperti ini, akhirnya Jekson melaporkan kejadian ini ke Polsek Sumbul (10/9). Tanpa menunggu pergantian hari, pihak Polsek Sumbul, langsung melakukan penangkapan dan penahanan atas diri JNS, karena dianggap sebagai pelaku tindak kriminal dan yang potensial mengganggu situasi keamanan Kabupaten Dairi yang sedang bersiap memasuki masa Pilkada.

Ternyata, Jekson tidak sendirian yang menjadi korban. Ada warga lain yang disaksikan oleh warga lainnya mendapat ancaman serius dari JNS. Hilangnya poster pasangan Horas Bung, salah satu kandidat, menjadi awal terjadinya permasalahan yang sama.

Salah seorang praktisi hukum Rudi Panjaitan, SH yang juga mengetahui kejadian iniĀ  ketika saya tanya perihal kasus ini mengatakan “Tindakan kekerasan seperti ini bagaimanapun harus diusut tuntas. Tidak ada hak seseorang atau sekelompok orang, termasuk Tim Sukses untuk bertindak menjadi hakim sendiri. Jika, poster hilang, seharusnya mereka menggunakan mekanisme hukum yang ada. Laporkan ke polisi, saja. Bukan, menyelesaikannya dengan melakukan pelanggaran hukum baru”, katanya.

Tindakan kekerasan seperti ini, dikhawatirkan akan semakin marak, jika pelaku yang nyata-nyata menunjukkan arogansi ala preman dan ala militeristik, tidak dapat dikendalikan oleh aparatus hukum di Kabupaten Dairi. Apa yang terjadi di Desa Parbuluan V, merupakan warning bagi semua stake holder Pilkada Kabupaten Dairi untuk dapat menggunakan pakta integritas yang sudah dasepakati yaitu “Pilkada Damai”.

Tentang Poltak Simanjuntak

Blog: http://poltak.simanjuntak.or.id

Komentar

Sampaikan pikiran anda...
dan jika anda ingin menampilkan gambar diri anda, silahkan gunakan gravatar!





Spam protection by WP Captcha-Free