Jangan Gila Donk!
September 9, 2008 oleh Manik
Tersimpan pada Kontribusi
Seiring perkembangan jaman yang diimbangi dengan kemajuan teknologi dan informasi, biasanya seseorang yang sudah tidak mampu lagi menanggung beban hidupnya dengan alasan tidak mempunyai cukup keahlian apalagi jika memang pada dasarnya dia selalu berorientasi dalam benaknya untuk mendapatkan materi namun pada akhirnya tidak dapat dicapainya sehingga pikiran orang akan terganggu alias GILA.
Penyebab lain adalah mungkin [...]
Rei Fu, Life Is Like A Boat….
September 9, 2008 oleh Jagoan Medan
Tersimpan pada Kontribusi
Lama gak update blog, dan gak ngereply comment2 bukan karena gue sombong atau gak ada waktu. Tapi murni karena space untuk anak medan ini susah banget dibuka pake speedy... heheheh… anyhow, akhirnya kesampean juga deh update blog. Sekarang lagi mau ngasih tau lagu enak nich, lagu enak untuk di download. Yang nyanyi orang jepang. Sudah hampir 2 minggu sejak lagu ini dikenalin sama temen. Thanks Va.
Lagunya keren, its cool enough to bring and make me sleep hihihi…
benernya mau ngerequest supaya Audy yang maenin pianonya… tapi yah gitu deh, mahal!! Gak ada coupon codenya pulak!!
Silahkan kalau mau Download lagu Rei fu, life is like a boat langsung aja jangan pake nyeleneh di google ajah… atau langsung mengunjungi music portal indonesia kita.

Lagunya keren, enak dan nikmat… yang mau nyanyi bareng, atau sekedar pengen tau kenapa Saya bilang lagu ini enak silahkan diliat lyric Rei Fu, Life Is Like A Boatnya…
Nobody knows who I really am I never felt this empty before And if I ever need someone to come along, Who’s gonna comfort me, and keep me strong?
We are all rowing the boat of fate The waves keep on coming and we can’t escape But if we ever get lost on our way The waves would guide you through another day
dooku de iki o shiteru toomei ni natta mitai kudayami ni omoe dakedo mekaku shisarete tadake
inori o sasagete atarashii hi o matsu asayaka ni hikaru umi sono hate made
Far away, I’m breathing, as if I were transparent It would seem I was in the dark, but I was only blindfolded
I give a prayer as I wait for the new day Shining vividly up to the edge of that sea
Nobody knows who I really am Maybe they just don’t give a damn But if I ever need someone to come along I know you would follow me, and keep me strong
hito no kokoro wa utsuriyuku mukedashiteku naru tsuki wa mada atarashii shuuki de mune o tsureteku
And every time I see your face The ocean heaves up to my heart You make me wanna strain at the oars, and soon I can see the shore
Oh, I can see the shore When will I see the shore ?
I want you to know who I really am I never thought I’d feel this way towards you And if you ever need someone to come along, I will follow you, and keep you strong
tabi wa mada tsuzuiteku odayakana hi mo tsuki wa mata atarashii shuuki de ume o terashidasu
inori o sasagete atarashii hi o matsu asayaka ni hikaru umi sono hate made
And still the journey continues on quiet days as well The moon in its new cycle shines on the boats again
I give a prayer as I wait for the new day Shining vividly up to the edge of that sea
And every time I see your face The ocean heaves up to my heart You make me wanna strain at the oars, and soon I can see the shore
Unmei no huneoko gi nami wa tsugi kara tsuki e to watashi-tachi o sou kedo Sore mo suteki na tabi ne, dore mo suteki na tabi ne
We are rowing the boat of fate, but the waves keep attacking us But isn’t that still a wonderful journey? Aren’t any of them a wonderful journey ?
And this morning, when i have heard this song, i have remind someone that always fly as far as my mind was go. Tetep bersukur ajah Say, keep walk on. Secara ini lagu emang cocok kayaknya buat jomblo2 … heheheh… Hope you got the best part! And still… tinggal idupin Ym aja koq… ill be there.. ![]()
FrensZone .. nyemplung deh
September 9, 2008 oleh Nich
Tersimpan pada Kontribusi
Nah, kali ini masih dengan pembahasan social network site (semisal Friendster, Facebook) atau biar gampang diingat, situs pertemanan (jadi gak keren yah?). Kalau sebelumnya saya pernah cerita kalau saya gak bisa gabung ke situs pertemanan yang namanya tidak berawalan dengan hurup ‘f’ maka kali ini saya baru gabung ke yang benar-benar pas .. pakai hurup [...]
Jemaat HKBP Minggu Pagi Pondok Bambu Jakarta, Tuntut Hak
September 9, 2008 oleh Poltak Simanjuntak
Tersimpan pada Kontribusi
Ketika para utusan sinode HKBP sudah tiba di Seminarium Sipoholon tanggal 1 September 2008, mereka disambut unjuk rasa 70-an jemaat Gereja HKBP Pondok Bambu yang sejak lama merasa tidak mendapat perlakuan yang adil dari Ephorus HKBP. Mereka kesulitan menggunakan gerejanya sendiri untuk beribadah. Surat Keputusan Ephorus HKBP yang lebih memilih berpihak kepada kelompok lainnya di gereja yang sama, memicu protes warga jemaat hingga memilih penyelesaian lewat Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Tuntutannya apa? Supaya mereka mendapat pengakuan yang sama sebagai jemaat di Gereja HKBP Pondok Bambu. Diperlakukan sama oleh pekerja gereja yang konon mendapat penugasan dari Kantor Pusat HKBP – yang dipimpin Bonar Napitupulu itu.
Pengadilan Negeri Jakarta Timur lewat surat keputusannya No. 194/PDT-G/2007/PN-Jaktim, tanggal 21 Agustus 2008, memenangkan jemaat dengan keputusan :
- Menyatakan DR. Bonar Napitupulu, dkk telah melakukan tindakan melawan hukum.
- Menghukum membayar ganti rugi sebesar Rp. 26.100.000,-
Unjuk rasa ini ternyata tidak berpengaruh, sebab Bonar Napitupulu yang telah melakukan tindakan melawan hukum itu, terpilih juga menjadi Ephorus HKBP untuk periode berikutnya.
Seorang pendeta menuliskan di blognya, “Melihat para pimpinan yang terpilih kemarin, penilaian pribadi saya telah terjadi keseimbangan baru di HKBP. Itu jelas modal besar HKBP untuk melangkah ke masa depan”.
Kalau pernyataan si pendeta ini dipergunakan menjawab tuntutan jemaat HKBP Pondok Bambu, dan berbagai masalah di tubuh HKBP yang hingga saat ini tidak berhasil dijawab, maka yang terbaik dilakukan adalah menunggu sepak terjang pemimpin HKBP yang baru mendapat “kepercayaan” peserta Sinode Godang ke-59 ini.
Atau, justru menimbulkan pertanyaan apakah tuntutan jemaat yang jauh-jauh datang dari Jakarta ini hanya mengada-ada? Atau, semua peserta sinode tidak lagi memiliki nurani untuk mendengarkan jeritan umatnya?

Satu Diantara 100: Ayo Kita NgeBlog
September 9, 2008 oleh Adieska™
Tersimpan pada Kontribusi
Guys… Berdasarkan pengalaman yang telah aku dapatkan selama menjadi blogger, aku menyarankan kamu yang belum punya blog untuk mulailah ngeblog sekarang juga… Kita tidak harus punya motivasi awal untuk ngeblog… Biarkan semua mengalir apa adanya seiring berjalannya waktu. Manfaatkan layanan blogging gratisan sebagai tahap awal untuk ngeblog. Layanan blogging gratisan ini bisa kita gunakan sebagai media untuk mempelajari berbagai hal tentang blogging dan bahasa yang digunakan untuk ngeblog. Misalnya Blogger yang menggunakan bahasa XML dan WordPress, Blogsome, Blogdetik, dll yang menggunakan bahasa PHP.
Kenapa aku menyarankan kamu untuk ngeblog? Karena perkembangan dunia Blogger Indonesia semakin hari semakin menggembirakan. Aku masih ingat pada waktu awal mulai ngeblog dulu, masih sangat jarang orang yang menanyakan tentang alamat blog melainkan alamat friendster jika kita berkenalan di dunia online maupun offline. Tapi seiring berjalannya waktu, sekarang orang sudah mulai banyak yang menanyakan tentang alamat blog kita juga loh
Sangking menggembirakannya dunia blogger di Indonesia, sekarang sudah muncul berbagai komunitas blog dan kebanyakan mengatasnamakan suatu wilayah dimana para blogger-blogger tersebut berdomisili. Sebut saja seperti anginmamiri yang merupakan komunitas blogger yang ada di Makassar. Ada juga Batagor di Bandung, Loenpia di Semarang, Bali Blogger Community (BBC) di Bali, TuguPahlawan di Surabaya, BloggerSumut di Medan, Sumatera Utara dan Sekitarnya dan yang termuda setauku adalah Blogor di Bogor.
Apalagi sih yang bisa kita dapatkan dari ngeblog? Banyak banget guys… Sumpeh… Kita ambil contoh kecil saja jika kamu ikutan aktif di salah satu komunitas blogger seperti aku yang ikut di Blogger Sumut dan baru beberapa waktu yang lalu ditunjuk sebagai Sekretaris II tapi belum bias melakukan apa-apa
So far, sudah lebih dari 20 orang yang kukenal sejak bergabung dengan bloggersumut. Background mereka sangat beragam. Ada yang bekerja di Sekolah Penerbang, ada yang berprofesi sebagai pengusaha, ada yang bekerja sebagai Sekretaris, ada yang menjadi Supplier Pulsa, ada juga yang backgroundnya PNS, dsb. Networking kita semakin luas dan pergaulan kita pun semakin luas.
Manfaatnya??? Rasakan sendiri pada waktu-waktu yang akan datang karena aku nggak bias menggeneralkan manfaat ngeblog dan ikutan komunitas ngeblog secara general. So, buat kamu-kamu yang udah jadi blogger dan tau ada komunitas blogger di daerah kamu, usahakan ngikut deh… Nggak ada ruginya loh… Malahan banyak banget untungnya. Tambah kawan, tambah saudara…
Oiya… Dengan ngeblog juga membuat kamu bisa berkenalan dan berkomunikasi dengan siapa saja. So far, aku sudah punya banyak teman yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Satu lagi neh guys… Kita bisa berkenalan dengan artis melalui blog loh… Walaupun masih hanya sebatas berkenalan dengan artis batak, namun senang juga loh punya pengalaman seperti ini.
Blogger Indonesia sekarang juga banyak yang menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri seiring semakin berkembangnya Internet Marketing. Bahkan banyak juga yang berpenghasilan sangat besar dengan menjadi Blogger. Ini merupakan potensi yang sangat baik untuk dimaksimalkan. Karena aku sudah tau sistemnya, mungkin tidak terlalu berlebihan jika kedepannya aku akan mengusahakan untuk mendirikan sebuah sekolah atau tempat kursus yang mengajarkan tentang bagaimana menjadi blogger dan menghasilkan sejumlah income dari blog tersebut. Ya… Aku punya harapan besar seperti ini kedepannya. Aku akan mengajarkan kepada siapa saja yang mau untuk belajar tentang hal ini secara gratis
Pdt. Debora Purada Sinaga, Praeses Perempuan Pertama di HKBP
September 8, 2008 oleh Poltak Simanjuntak
Tersimpan pada Kontribusi

Sinode Godang HKBP ke-59 di Seminarium HKBP Sipoholon, yang berlangsung 1 – 7 September 2008, menetapkan Pdt. Debora Purada Sinaga, STh, MA, satu-satunya praeses perempuan dari 26 praeses baru yang akan memimpin di distrik-distrik HKBP se-Dunia. Sebanyak 52 orang pendeta HKBP, mencalonkan diri sebagai Praeses, Debora berhasil mengumpulkan suara sebanyak 596 suara. Sebuah terobosan baru, perempuan pertama sebagai praeses di HKBP.
Mengetahui khabar ini, ingatan saya kembali ke tahun 1992, ketika pertama sekali bertemu dengan Pdt. Debora Sinaga yang baru saja menyelesaikan kursusnya di Asian Rural Institute – Jepang. Berpenampilan bersahaja, sangat sederhana dan rendah hati. Tutur kata, yang runtun, jelas, walau jelas tampak bahwa bahasa kesehariannya sepertinya bukan Bahasa Batak. “Saya, besar di Jakarta. Bahasa Batak, saya tahu selama pendidikan di STT HKBP Pematang Siantar”, katanya.
Hasil pendidikannya di ARI-Japan, sepertinya sangat membantunya hadir sebagai pelayan di tengah-tengah umatnya yang mayoritas petani. Lewat Departemen Pengembangan Masyarakat HKBP, Pdt. Debora Sinaga bersama-sama dengan sarjana-sarjana non teologis lainnya, melakukan pelayanan terhadap jemaat di pedesaan. “Khotbah dimaknai tidak sebatas perkataan, tetapi perbuatan”, menjadi gambaran keseharian Debora. Memotivasi petani untuk bangkit dari kemiskinan, memperkenalkan teknologi tepat guna di bidang pertanian, peternakan dan perikanan, digelutinya tanpa henti.
Pernah suatu waktu, di sebuah gereja di perkampungan di Tapanuli Utara, Pdt. Debora Sinaga diminta untuk berkhotbah. Thema khotbahnya seingat saya dari Yeremia yang kira-kira isinya “Usahakanlah kesejahteraan kota, kemana engkau di buang”. Yang menarik, Debora menyampaikannya secara kontelstual. Jemaat, tidak ada yang ngantuk tampaknya. Debora, berhasil menghadirkan sosok pendeta yang “Act Locally, Think Globally”.
Kepergianya ke Jepang mengikuti kursus, selain mendapat ilmu dan keterampilan, juga menemukan “seorang” calon pasangan hidup. Laki-laki berkebangsaan Jepang yang diperkenalkannya bernama Uno Usan. Tahun 2000, mereka akhirnya mengikat pernikahan yang dilangsungkan di Kota Medan. Uno-san yang orang Jepang itu, akhirnya dimargakan sebagai Simanjuntak.
Selama puluhan tahun melayani, Debora lebih dikenal sebagai motivator masyarakat pedesaan. Jemaat menjadikannya sebagai “teman”. Teman yang selalu mendorong pengembangan masyarakat. Dan itulah, khotbahnya.
Lalu, sekarang dia dipercaya menjadi Praeses. Akankah, jabatan baru ini akan membuatnya berjarak dari jemaat? Atau, justru ini menjadi peluang baru baginya mengembangkan pemikiran theologi kontekstual yang selalu ditekuninnya?
Sebagai Praeses perempuan pertama di HKBP, tentu sangat besar harapan, Debora seharusnya bisa meyakinkan HKBP, bahwa Praeses bukan saja domainnya pendeta laki-laki.
Mengetahui Lebar WordPress Themes
September 8, 2008 oleh zalukhu
Tersimpan pada Kontribusi
Setelah lama terhenti, akhirnya saya memutuskan untuk kembali melanjutkan Tutorial Bagaimana Cara Membuat dan Memodifikasi WordPress Themes. Berbeda dengan sebelumnya dimana saya menggunakan sebuah wordpress themes untuk menjadi bahan percobaan modifikasi, kali ini saya justru tidak menggunakan salah satu themes yang ada, melainkan secara umum saja sehingga teman-teman yang membaca bisa langsung mencoba memodifikasi wordpress [...]






