Sindikasi: Subscribe to Blogger SUMUTBeritaSubscribe to Blogger SUMUTKomentar

Danau Siombak, Medan

March 19, 2013 oleh  
Tersimpan pada Potensi dan Pariwisata

Danau Siombak, ya begitulah danau ini diberi nama oleh warga sekitar. Danau yang memiliki ombak kecil sehingga diberi nama “Siombak”.

Danau siombak

Lokasi Danau Siombak. Foto by @retzah

Danau buatan yang sangat luas ini secara geologi masih dalam kawasan Kota Medan, walaupun letaknya berdekatan dengan Kabupaten Deli Serdang. Danau ini menjadi satu-satunya obbjek wisata danau yang ada di Kota Medan. Sampai sekarang masih banyak yang salah kaprah (terutama orang-orang yang berada di luar Sumatera Utara) yang menyebutkan Danau Toba itu ada di Kota Medan. Itu salah besar. Danau Toba bukan berada di Kota Medan, melainkan berada dibeberapa kabupaten antara lain Kab. Simalungun, Kab. Samosir, Kab. Tapanuli Utara, Kab. Humbang Hasundutan, Kab. Karo dan Kab. Dairi, Sumatera Utara.

Balik ke Danau Siombak, danau buatan ini pada awalnya terbentuk karena adanya pengerukan tanah yang dilakukan untuk pembangunan jalan tol yang dikenal dengan nama Tol Belmera. Sebelum menjadi sebuah danau, lokasi Danau Siombak dulunya adalah tanah milih warga sekitar yang dimanfaatkan untuk pembangunan jalan tol. Karena luasnya area yang dikeruk dan terus diisi oleh air hujan, hingga jadilah Danau Siombak.

Di kawasan Danau Siombak terdapat kolam berenang mini untuk anak-anak, area bermain untuk anak-anak, pondok untuk istirahat, dan untuk yang hobi memancing bisa memancing di Danau Siombak. Yang ingin mengelilingi danau juga bisa memanfaatkan speed board. Sesekali lokasi Danau Siombak juga digunakan untuk pelaksanaan festival olaharaga kano internasional.

Namun sayangnya, keberadaan Danau Siombak kurang menjadi perhatian. Minim perawatan dan sesekali waktu di pinggiran danau terdapat sampah. Bahkan Danau Siombak yang selama ini dimiliki oleh warga sekitar, sejak tahun 2008 Danau siombak resmi berpindah tangan ke pihak swasta dari negara tetangga Malaysia. Menurut kabar, pihak swasta Malaysia akan menjadikan kawasan Danau Siombak untuk resort dan dikembangkan lebih layak lagi.

Danau Siombak

Beritta Danau Siombak. Foto @DINNENO

Satu sisi miris karena Danau Siombak dibeli pihak asing, muncul pertanyaan apa pemerintah gak melirik potensi yang ada di Danau Siombak ini ?

Lokasi Danau Siombak

Danau Siombak berada di Jalan Pasar Nippon, Kelurahan Paya Pasir, Marelan, Medan. Untuk menuju lokasi ini sangat mudah, bisa ditempuh melalui Jalan Veteran dan juga Jalan KL. Yos Sudarso (Brayan) kalau dari arah pusat kota Medan. Disarankan melalui Jalan Veteran karena jalannya lurus aja. Dengan menempuh jarak waktu kurang lebih 30-45 menit perjalanan untuk mencapai lokasi.

danau siombak

Danau Siombak. Foto by @retzah

 Tapi gak ada salahnya berkunjung ke Danau Siombak ini untuk melepas kepenatan. Ajak keluarga dan teman-teman berlibur ke Danau Siombak.

Marian Shrine Of Annai Velangkanni Medan

February 25, 2013 oleh  
Tersimpan pada Potensi dan Pariwisata

Gereja Velangkanni

Gereja Velangkanni
(@boonchiet)

Setelah beberapa bulan melalak (baca: keluyuran) di Kota Solo, saatnya kembali ke kampung halaman menikmati waktu sejenak bersama keluarga dan teman-teman di Medan. Di kesempatan liburan kali ini saya menyempatkan diri untuk menyinggahkan diri ke salah satu gereja yang cukup unik yang terdapat di Kota Medan, Sumatera Utara.

Marian Shrine Of Annai Velangkanni Medan atau lebih banyak dikenal dengan Gereja Velangkanni adalah merupakan sebuah gereja katolik yang dibangun dengan arsitektur mirip kuil-kuil di India atau Indo-Mogul.

Gereja ini dibangun oleh Pastor James Bharataputra S.J. sejak tahun 2001. Keajaiban-keajaiban pun sering terjadi seiring pembangunan gereja ini, beberapa yang terjadi antara lain : uang pembangunan yang tidak terbakar saat kebakaran yang menimpa gereja dan mata air yang ditemukan dibawah Patung Bunda Maria.

Mata air tersebut beberapa saat setelah ditemukan, oleh pihak gereja diperiksakan ke PDAM setempat dan berdasarkan hasil pemeriksaan dinyatakan aman untuk dikonsumsi langsung. Dipercayai air yang keluar dari mata air ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Saya sendiri sudah mencoba meminum air tersebut dengan harapan penyakit jugul (red: bandel) ini ya klo ga bisa hilang minimal agak berkurang lah sedikit.

Untuk memasuki area gereja ini tidak dipungut biaya, bahkan parkir pun gratis dan terbuka untuk umum tidak terbatas agama dan kepercayaan. Yap, istilah SUMUT atau Semua Urusan Musti Uang Tunai ga berlaku di gereja ini. Gereja Velangkanni beralamat di Jl. Sakura III No. 10 Tanjung Selamat Medan. Tidak jauh dari Distro Pamelodik (red: Monja Pajak Melati).

Petunjuk Arah

Petunjuk Arah
(Google Maps)

Karena keindahan arsitektur dan keajaiban-keajaiban inilah Gereja Velangkanni sekarang ini menjadi tujuan wisata rohani sekaligus menjadi tempat ibadah yang menarik.

Demikian sedikit cerita mengenai Gereja Velangkanni, tentu saja Gereja Velangkanni bukan hanya sebatas kata-kata diatas, keindahan dan suasananya tidak dapat dirangkum melalui beberapa bait kalimat. Keindahan dan suasa yang hanya bisa dilihat dan dirasakan langsung.

Gereja Velangkanni
Jl. Bunga Sakura III no 7 Medan, 20134

http://velangkanni.blogspot.com

Penutupan Pesta Danau Toba 2012

January 2, 2013 oleh  
Tersimpan pada Berita, Potensi dan Pariwisata

Pesta Danau Toba (PDT) 2012 yang digelar di kota Parapat, kecamatan Girsang Sipangan Bolon, kabupaten Simalungun ditutup secara resmi oleh Bupati Simalungun DR. JR. Saragih SH, MM dan Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon. Acara penutupan ini juga dirangkai dengan penyerahan “Obor Pesta Danau Toba” dari Bupati Simalungun kepada Bupati Samosir. Obor ini diserahkan kepada Bupati Samosir menandakan bahwa Kabupaten Samosir akan menjadi tuan rumah untuk acara Pesta Danau Toba 2013 yang namanya akan dirubah menjadi “Festival Danau Toba 2013“.

penyerahan-obor-pesta-danau-toba-2012

Penyerahan obor Pesta Danau Toba dari Bupati Simalungun kepada Bupati Samosir

Festival Danau Toba

Bupati Samosir mengatakan bahwa jadwal kegiatan ini akan dikembalikan ke pertengahan tahun seperti dahulu kala. Festival Danau Toba 2013 direncanakan akan digelar di Pangururan Samosir pada tanggal 28 Juni s/d 11 Juli 2013. Mulai tahun 2013 event ini bukan lagi event daerah, tetapi akan menjadi event nasional yang akan digelar tiap tahun. Bupati juga mengatakan bahwa anggaran untuk acara ini sudah mendapat lampu hijau untuk ditampung di APBD SUMUT (Rp. 5 Miliar). Masih kata bupati Samosir, sumber dana lainnya yaitu dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang berjanji akan menyediakan dana Rp. 5 Miliar, dari Pemkab Samosir sebanyak Rp. 1,2 Miliar, ditambah dari sponsor-sponsor lainnya.

Dalam acara penutupan Pesta Danau Toba 2012 ini juga diumumkan seluruh juara-juara lomba sekaligus penyerahan piala dan uang pembinaan. Setelah acara penutupan ini selesai, maka seluruh kegiatan lomba juga selesai. Acara yang tersisa hanya malam hiburan rakyat yang dikemas dengan acara kembang api “Old & New”. Malam hiburan ini dimulai pukul 19.00 WIB s/d 24.00 WIB yang menghadirkan artis lokal dan ibukota. Namun sangat disayangkan, Judika yang diperkirakan akan mengisi malam hiburan penutupan PDT 2012 tidak jadi tampil. Masyarakat mengira Judika akan tampil di malam penutupan tersebut sebab nama Judika tertulis di spanduk-spanduk sebagai salah satu bintang tamu PDT 2012.

foto-bersama-putri-danau-toba-2012

Panitia, Pejabat, dan Tokoh Masyarakat Simalungun foto bersama dengan Putri Danau Toba

Banyak kekurangan-kekurangan yang harus dibenahi dalam event ini kedepan, salah satunya adalah masalah promosi. Penulis berharap semoga panitia Festival Danau Toba 2013 (kabupaten Samosir) mau menganggarkan sebahagian dana promosinya dengan menggandeng blogger, forum-forum dunia maya, komunitas dunia maya, dan yang sejenis dengan itu (khususnya Sumatera Utara)  untuk bekerjasama mempromosikan acara ini nantinya. Penulis yakin promosi melalui internet memiliki pengaruh yang luar biasa karena jangkauannya yang mendunia dan Festival Danau Toba 2013 bisa jadi menjadi salah satu “Trending Topic” dunia maya untuk tahun 2013 :)

Pesta Danau Toba 2012

December 29, 2012 oleh  
Tersimpan pada Berita, Potensi dan Pariwisata

Setelah tertunda beberapa kali, akhirnya Pesta Danau Toba 2012 terlaksana di penghujung tahun dan dibuka secara resmi oleh Plt Gubernur Sumatera Utara H. Gatot Pujo Nugroho di Pantai Bebas Parapat. Kabupaten Simalungun menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan Pesta Danau Toba (PDT) 2012 ini dan didukung oleh 7 Kabupaten/Kota yang ada disekitar Danau Toba. Acara pembukaan diawali dengan mengarak obor PDT dari ibukota Kabupaten Simalungun yaitu Pematang Raya menuju kota Parapat tempat acara ini dipusatkan. Arak-arakan ini terdiri dari 20 bikers, 20 becak BSA khas Siantar (buatan Inggris), dan 1 mobil jeep pembawa obor.

Rombongan arak-arakan tiba di Pantai Bebas Parapat pada pukul 08.30 WIB. Sedangkan rombongan panitia beserta jajaran pejabat teras SUMUT tiba di lokasi acara pada pukul 09.30 WIB. Beberapa tokoh yang hadir diacara pembukaan tersebut diantaranya adalah Plt Gubernur Sumatera Utara H. Gatot Pujo Nugroho, Bupati Simalungun Bpk DR. JR. Saragih SH, MM, Pangdam I/BB, Kapoldasu, anggota DPR, dan tokoh adat serta tokoh agama.

Acara dibuka dengan doa lintas agama yang dibawakan oleh tokoh-tokoh agama (Islam, Kristen Protestan, Katolik, dan Budha). Selesai pembacaan doa, seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya. Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan ketua umum Pesta Danau Toba 2012 yaitu oleh bapak Ir. Jan Wanner Saragih, M.Si. Dalam laporannya menyatakan bahwa maksud dan tujuan Pesta Danau Toba 2012 adalah untuk melestarikan Danau Toba dan budaya disekitarnya serta mempromosikan kembali Danau Toba menjadi salah satu ikon pariwisata SUMUT. Bupati Simalungun dan Plt Gubernur Sumatera utara juga menyampaikan kata sambutannya secara bergantian.

Pembukaan Pesta Danau Toba 2012

Pemukulan gendang menandai pembukaan acara PDT 2012

Pembukaan PDT 2012 ini direncanakan dibuka oleh MENKO Perekonomian RI, akan tetapi karena bapak menteri berhalangan hadir maka acara dibuka secara resmi oleh Plt Gubernur Sumatera Utara H. Gatot Pujo Nugroho. Pemukulan gendang menandai pembukaan acara PDT 2012 ini yang digelar mulai tanggal 28 – 31 Desember 2012. Di acara pembukaan ini juga disuguhkan tarian Tortor Somba Simalungun dan Tortor Sipitu Sawan yang memukau para undangan. Selain itu diadakan juga parade kapal hias yang dilepas oleh Plt Gubernur Sumatera Utara.

Penari di PDT 2012

Penari Tortor Sipitu Sawan di PDT 2012

Acara pembukaan ini diakhiri dengan makan bersama yang telah disediakan oleh panitia. Acara ini berakhir sebelum pukul 12.00 WIB, sehingga tidak mengganggu umat Muslim untuk melaksanakan sholat Jumat. Setiap malam acara hiburan rakyat akan disuguhkan di panggung Open Stage Parapat. Pengunjung juga bisa mengunjungi pameran yang ditempatkan di Convention Hall Harungguan Bolon yang berdekatan dengan panggung open stage. Artis lokal dan ibukota akan turut serta memeriahkan acara ini diantaranya adalah Dewi Marpaung, Dakka Hutagalung, Devi Idol, dan Judika Sitohang. Acara penutupan juga akan dikemas dengan acara kembang api “Old & New”. Ayo berkunjung ke Danau Toba Parapat.

Mengintip Bandar Baru Diantara Suguhan Penatapan

December 23, 2012 oleh  
Tersimpan pada Potensi dan Pariwisata

Jika kita berjalan menuju kota Berastagi, 10 menit sebelum tiba disana kita akan disuguhi sebuah tempat persinggahan di desa Douluh Pasar yang di warnai dengan ciri khas jagung bakar, Penatapan (secara kata penatapan berarti tempat yang bisa ditatap) itulah sebutan tempat yang kami bahas. Tempat ini berada di Jln. Jamin Ginting Km. 54 Berastagi. Sepanjang pinggiran penatapan terdapat deretan warung-warung yang memamerkan  jagung bakar sebagai ciri khas dan warna utama. Dahulu tempat tersebut hanya berupa gubuk -gubuk kecil yang sederhana, setelah revolusi waktu tempat ini sudah berubah menjadi bangunan permanen yang tertata dan  tersusun dengan pamplet nama masing-masing warung, biasa mereka tidak lupa menaruh marga mereka di sini, seperti Hosti Ginting dsb. Saya pribadi merasa sulit mengabaikan aroma jagung bakar ini setelah menempuh kelok-kelok, tanjakan panjang dari kota Bandar Baru, Sibolangit. Dengan mengeluarkan  kocek 4000 rupiah anda sudah dapat menikmati jagung bakar yang  nikmat atau juga memendam dinginnya aroma pegunungan dengan jagung manis yang  direbus disini.

Menikmati hijau sibolangit
Menikmati jagung bakar di penatapan

Scene di sini  sungguh membuat mata menjadi “comfortable”, Bandar Baru seperti anai -anai kecil diantara pegunungan Deli Serdang dan Tanah Karo. Tak jauh dari penatapan juga terdapat air terjun Sikulikap, yang menjadi bagian dari wisata Tanah Karo.

Scene indah di penatapan

Jika cuaca bersahabat anda bahkan dapat melihat kota Medan secara kontemprorer disini. Selain scene yang indah,satu hal lagi yang menjadi daya tarik adalah munculnya monyet-monyet dan gibbon menunggu jatah dari para pengunjung.

monyet -monyet liar penatapan

Pada hari libur para pelancong bisa membludak bahkan lebih dari ratusan orang perhari. Sungguh di sayangkan jika kita dari Medan ke Berastagi harus melewati begitu saja tanpa duduk sejenak di tempat ini. Inilah estafet pertama menuju tempat  pariwisata Tanah Karo.

Bakau-bakau Kecil Di Ufuk Putra Deli

November 24, 2012 oleh  
Tersimpan pada Potensi dan Pariwisata

Tuhan memang Pemurah, Potensi Wisata di Deli Serdang Menjadi saksi utama butiran –butiran nikmat yang tertuang dalam wisata bahari dan hutan yang asri. Salah satu wisata bahari yang sedang alam tahap multiplying adalah Pantai Putra Deli, sebuah pantai eksotis di bibir timur kabupaten Deli Serdang. Namanya mungkin tidak setenar pantai Cermin atau pantai Gudang Garam, namun pesona yang ditampilkan tidak kalah menarik. Berbagai kegiatan seperti swimming dan fishing menjadi aura tersendiri bagi para pengunjung.

Terletak di desa Bandar Kuala, Kecamatan Pantai Labu, pantai ini memberikan sambutan yang terkesan hangat bagi para pengunjung. Sebelum anda tiba di lokasi pantai, anda akan di sambut hutan bakau yang menyapa dari kiri dan kanan jalan. Sebagaimana yang kita ketahui Bakau (Rhizophora spp) merupakan tumbuhan khas tropis dan hidup di rawa-rawa yang berair payau di garis pantai, dan jika bakau-bakau tersebut sudah membentuk sebuah populasi. Nama yang lebih populer kita dengar adalah Hutan Mangrove, kayunya sering digunakan sebagai bahan kayu bakar dan arang. Hutan mangrove merupakan istilah yang dipakai untuk menggambarkan suatu varietas komunitas pantai tropik yang didominasi oleh beberapa spesies pohon-pohon yang khas atau semak-semak yang mempunyai kemampuan untuk tumbuh dalam perairan asin.

Manfaat Hutan Mangrove

Secara fisik hutan mangrove menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindungi pantai dan tebing sungai, mencegah terjadinya erosi laut serta sebagai penyerap limbah , melindungi daerah di belakang mangrove dari hempasan dan gelombang serta angin kencang, mencegah intrusi garam (salt intrution) ke arah darat dan sebagainya. Hutan mangrove mampu meredam energi arus gelombang laut, keberadaan hutan mangrove juga dapat memperkecil gelombang tsunami yang menyerang daerah pantai. Vegetasi mangrove juga dapat menyerap dan mengurangi pencemaran (polutan). Jaringan anatomi tumbuhan mangrove mampu menyerap bahan polutan, misalnya seperti jenis Rhizophora mucronata dapat menyerap 300 ppm Mn, 20 ppm Zn, 15 ppm Cu, dan pada daun Avicennia marina terdapat akumulasi Pb ³ 15 ppm, Cd ³ 0,5 ppm, Ni ³ 2,4 ppm. Secara biologi hutan mangrove mempunyai fungsi sebagai daerah berkembang biak dan mencari makanan untuk berbagai organisme yang bernilai ekonomis khususnya ikan dan udang. Habitat berbagai satwa liar antara lain, reptilia, mamalia, hurting dan lain-lain. Selain itu, hutan mangrove juga merupakan sumber plasma nutfah.

Setelah selesai melihat pemandangan hutan mangrove maka muncul gapura pantai, akan tampak pesisir indah dan pasir putih pantai yang sudah siap melayani dengan gubuk –gubuk kecil dan semi permanen menghadap kearah Selat Malaka. Pasir putih dan Cemara Laut akan banyak singgah pada pandangan pesisir sepanjang 4000 meter, rasa rindang dan asri terus menyelimuti pengunjung .

Jika anda beruntung anda akan tercengang dengan salah satu spesies burung belibis yang menyempurnakan view di pantai ini.

Setelah tiba di pantai ini akan ada pengutipan retribusi sebesar Rp5.000 per orang belum termasuk kamar mandi dan pondok, setelah berkeliaran mencari gazibo yang pas..anda akan di sapa oleh pemilik pondok untuk tarif sewa pondok, biasanya dimulai dari Rp20.000 – Rp60.000 rupiah, tergantung ukuran dan tipe pondok. Setelah saling melempar senyum tawar menawar untuk mencapai harga yang di sepakati kini tiba untuk kegiatan inti.

Kelelahan perjalanan terobati, kini tiba saatnya melampiaskan rasa kekesalan setelah penat melewati jalan –jalan perdesaan Denai Kuala. Para pengunjung biasanya lebih sering menikmati pantai pada moment weekend atau akhir pekan, untuk itu saya sarankan; jika anda ingin menikmati pantai leluasa anda dapat mendatangi pantai ini pada hari-hari office hours .

Untuk akomodasi, sampai saat ini belum tersedia penginapan tepat disekitar bibir pantai, namun untuk rumah makan dan warung sudah banyak memamerkan ciri khas masing masing. Pantai ini menjadi tanggung jawab moral bagi masyarakat Deli Serdang , karena saya yakin pengelolaan yang tepat menjadikan daya tarik dan pelekat bagi wisatawan .

Tak jauh dari pantai di pasang bambu –bambu yang dicanangkan sebagai penanda batas berenang, karena bagaimanapun keselamatan pengunjung menjadi hal utama yang harus di perhatikan. Pengerukan pasir pantai yang besar –besaran telah mengikikis kedalaman yang membuat banyak korban di sini.

Jika anda penggemar memancing tidak ada salahnya mencoba di sini , di sebelah barat pantai ada tempat yang tepat untuk menyepi dan melempar umpan. Merayu ikan –ikan laut untuk menempel bibir nya ke kail. Sungguh menjadi kesenangan tersendiri .

Untuk menuju kesana dibutuhkan waktu kurang lebih 2 jam dari kota Medan.

Ada 2 Alternatif menuju Pantai Putra Deli

Via Angkutan Umum:

Untuk Menuju Jalan ke Pantai anda dapat mengendarai angkot Nitra 03 ( Jurusan Tanjung Anom-Simpang Pos-Lubuk Pakam dan Pantai Labu ) anda akan sampai di Kota Pantai Labu dari sini anda dapat menaiki RBT ( Ojek ) menuju langsung ke Pantai Putra Deli ( Untuk Tarif RBT Variatif dan biasa Paling Mahal Rp15.000 )

Via Kendaraan Pribadi :

Anda langsung saja menuju simp. Besar Galang –Lubuk Pakam dan berbelok masuk ke kiri, ketika tiba di Lapangan Segitiga Lubuk Pakam anda dihalangi sebuah simpang lagi dan kali ini anda berbelok kekanan menuju rel kereta api Jl. Besar Pantai Labu Lubuk Pakam, disini kita masuk ke Kecamatan Beringin melewati Hutan Sawit yang berdiri masuk kedalam pinggiran jalan. Setelah itu anda melewati Polsek Beringin dan ketika tepat di sisi kiri anda ada lapangan sepak bola Sinar Harapan, saya sarankan anda berbelok kekanan menuju Jl. Kecil yang Mulus, (Sebenarnya Anda Bisa memakai Jalur Jl Pantai Labu Langsung , namun kondisi fisik jalan masih belum begitu mulus ) setelah mengikuti jalan yang panjang akan ada simpang empat di ujung jalan, silahkan belok kekiri menuju desa Ramunia, jalan yang mulus mempercepat sampai ketujuan dan ketika tiba di simpang besar kecamatan Pantai Labu silahkan berbelok kekanan, dan anda akan menemukan simp. Pematang Pasir Akses Jalan Menuju Pantai Putra Deli. Dari sini anda bisa mengikuti pamplet yang tersedia kurang lebih 4 km untuk menuju Pantai Putra Deli.

PONDOK UNTUK PARA  PENGUNJUNG

PONDOK UNTUK PARA PENGUNJUNG

SUNSET PUTRA DELI

SUNSET PUTRA DELI

HUTAN CEMARA DI DEKAT PANTAI

HUTAN CEMARA DI DEKAT PANTAI

PASIR PUTIH PANTAI

PASIR PUTIH PANTAI

BERPOSE DI DEKAT TAMBAK

BERPOSE DI DEKAT TAMBAK

HUTAN BAKAU SAAT MENUJU PANTAI

HUTAN BAKAU SAAT MENUJU PANTAI

SILUET KECIL PUTRA DELI

SILUET KECIL PUTRA DELI

KECERIAAN PARA PENGUNJUNG PANTAI

KECERIAAN PARA PENGUNJUNG PANTAI

Wisata Penangkaran Buaya Asam Kumbang Medan

November 10, 2012 oleh  
Tersimpan pada Potensi dan Pariwisata

Buaya Merupakan Reptil Sempurna

Selain Panjang Umur ( hingga 130 tahun), buaya merupakan hewan yang memiliki rahang terkuat. Jauh lebih kuat dari seekor anjing bahkan hiu putih sekalipun. Rahangnya yang memiliki kekuatan 5000 Ppi (Pound Per Inch) menjadikan binatang ini sebagai hewan berbahaya bagi komunitas manusia.

Buaya Yang Sedang Bermalas-malasan

Anda bisa saja di cincang seperti daging sapi di pasar jika sudah masuk ke rahangnya yang melebar dihiasi gigi-gigi setajam belati. Namun Di Kota Medan, Bapak Lho Than Muk  membuat terobosan setengah “gendeng” , Di atas tanah Seluas 2 hektar, sekitar  3000 ekor buaya hidup damai diantara keluarganya. Para buaya itu berkumpul  sebuah penangkaran yang termasuk unik dan langka. Lokasi penangkaran itu  disebut dengan “ASAM KUMBANG CROCODILE PARK”  (Penangkaran Buaya Asam Kumbang).

Reptil Sempurna

Penangkaran Buaya Asam Kumbang terletak kurang lebih 10 Km. dari jantung Kota Medan. Berada di Kelurahan Medan Sunggal, tepat di Jl. Bunga Raya, Medan. Sebelum masuk kedalam anda di sambut gapura bercorak buaya yang menandakan Anda telah memasuki Penangkaran Reptil Buaya Terbesar di Indonesia. Penangkaran ini telah menghasilkan ribuan ekor buaya, dengan 1200 Ekor yang siap reproduksi. Tak tanggung-tanggung, untuk makanan para reptil ini tidak kurang dari  satu ton daging di sediakan sebagai konsumsi harian para buaya ini.

Kolam Kecil Yang Berisi Belasan Buaya

Untuk masuk ke dalam Anda setidaknya harus merogoh kocek sebesar 5000 rupiah. Dan sesampainya anda di dalam seekor buaya Muara (Crocodilus porosus) berukuran 6 Meter yang telah berumur 42 Tahun menjadi Gapura Pertama di antara para buaya-buaya yang lain. Buaya tersebut bersikap lesu dan bertingkah malas dengan kolam sempit yang membuatnya susah untuk bergerak. Pada Sejarah awalnya, Lho Than Muk mendirikan penangkaran buaya kecil pada tahun 1959 dengan Jumlah Awal 12 ekor buaya, dan seiring berkembangya waktu buaya tersebut berkembang menjadi 3000 ekor pada tahun 2012. Pria berdarah Tionghoa ini menularkan hobinya yang tergolong langka kepada kedua anaknya Robert dan Robin.

Buaya Muara

Para Buaya dikelompokan seperti ornament diatas kavling kolam-kolam kecil yang dapat diintip oleh orang dewasa. Dari sekian banyak kwantitas buaya. Ada 2 Jenis buaya yang menjadi penghuni Taman Buaya Asam Kumbang, yaitu Buaya Muara (Crocodylus porosus) dan Buaya Sinyulung.

Huge Size

Di dominasi oleh Buaya Muara, 78 Kolam Eksebisi menjadi tontonan menarik bagi para pelancong lokal bahkan mancanegara yang masih di balut penasaran melihat reptil ini secara langsung.  Di dalam penangkaran terdapat kolam seluas ½ hektar di isi oleh ratusan buaya yang berenang kesana kemari. Tak ketinggalan pula view  burung2 bangau yang menarik perhatian para predator. Anda Bisa membeli itik seharga 30.000 rupiah untuk melihat atraksi buaya yang berebut memakan mangsa yang di lempar. Selain ribuan ekor buaya, beberapa hewan langka lainya juga menjadi penghuni tetap taman penangkaran Buaya Asam Kumbang, seperti Monyet, Ular Phyton dan Cobra, Kura-kura dan juga Penyu yang menambah semarak Penangkaran Tersebut.Ada 2 rute yang saya sarankan bagi anda , untuk menuju Taman Buaya Asam Kumbang Medan.

Kolam Di Penangkaran

Pertama  jika anda dari arah  Lubuk Pakam : Anda bisa menembus Jl. Sisingamangaraja -AH. Nasution kemudian Setelah tiba disimpang Pos melaju lurus dijalan Ngumban Surbakti lalu masuk ke Simp. Melati , dan berbelok kanan menuju JL. Bunga Raya  dan anda pun tiba dikelurahan asam kumbang , Sebelum Sampai di batu prasasti selamat datang di Medan Sunggal anda akan menemukan Sebuah gapura disebelah kanan Jalan , yang bercorak buaya dan lambang pemko medan ditengah tulisan  selamat datang. Kedua Jika anda melaju dari Arah Langkat Anda masuk dari terminal pinang baris atau Jl. TB Simatupang , tetap lurus hingga melewati simp. Jalan Sunggal sampai Anda menemukan Gedung PDAM Tirtanadi Sunggal  anda tetap fokus hingga 2 km kedepan,hingga menemukan gapura disebelah kiri anda.Tepatnya JL. Asam Kumbang Setelah anda membelok  kemudi kearah gapura , kita akan menempuh kurang lebih  1 Km Lagi Kedalam hingga diujung Jalan Bunga Raya II ada sebuah Spanduk sederhana disebelah kanan yang menyambut para pengunjung yang hendak  melirik para buaya.

Halaman Selanjutnya »