Percikan Air Sipiso-Piso
February 9, 2010 oleh riyanthi
Tersimpan pada Potensi dan Pariwisata
Takjub adalah kalimat pertama yang terlintas, ketika tiba di lokasi air terjun Sipiso-piso, sungguh indah. Bayangkan, sebuah air terjun yang mengalir deras, terdapat dataran yang subur ditanami tumbuh-tumbuhan dan deretan pegunungan di atasnya.
Saat memandang ke kiri air terjun, kita akan menemukan panorama Danau Toba yang menawan. Air danau yang tenang, yang sangat kontras dengan kucuran deras air terjun.
Air terjun Sipiso-piso merupakan kawasan wisata yang terletak tidak jauh dari pemukiman masyarakat Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Air terjun ini berada di ketinggian kurang lebih 800 meter dari permukaan laut (dpl) dan memiliki ketinggian sekitar 360 kaki.
Rasa penasaran mengajakku untuk turun, melewati jalan dan tangga yang berliku dan terjal. Dari kejauhan saja air terjun ini sudah menawan. Berjalan dan berjalan terus, meski terik matahari sudah membakar sebagian energiku.
Akhirnya, kaki yang sudah gemetaran dan peluh yang sudah berjatuhan memang sebanding dengan keindahan yang didapatkan sesampainya di bawah, di lokasi jatuhnya air terjun.
Pesta Danau Toba 2009
October 8, 2009 oleh ndro
Tersimpan pada Potensi dan Pariwisata
Pesta Danau Toba 2009, pesta yang digelar setiap tahunnya di Kota Parapat ini telah dimulai. Serangkaian acara pameran, lomba, dan kejuaraan telah dipersiapkan oleh panitia untuk kembali mensukseskan Pesta Danau Toba tahun ini. Pesta Danau Toba diutamakan untuk menonjolkan Kesenian, Budaya dan Tradisi Sumatera Utara.

Pesta Danau Toba 2009
Rangkaian Pesta Danau Toba 2009 akan berlangsung meriah pada tanggal 7-11 oktober 2009. Acara yang bertujuan untuk memajukan potensi parawisata Danau Toba secara khusus dan Sumatera Utara secara umum mengambil tempat di kota wisata Parapat. Rangkaian acara Pesta Danau Toba 2009 meliputi acara pembukaan di hari pertama disusul dengan beragam pameran dan festival budaya dan pada hari kelima akan ditutup dengan sebuah acara penutupan.
Upacara Pembukaan akan digelar pada tanggal 7 Oktober 2009 yang bertempat di Panggung Utama Parapat. Pada akhir perayaan, akan diadakan sebuah acara penutupan pada tanggal 11 Oktober 2009 di tempat yang sama.
Pemilihan Ucok dan Butet 2009
October 3, 2009 oleh Adieska™
Tersimpan pada Potensi dan Pariwisata

Pemilihan Ucok dan Butet 2009 oleh TB Silalahi Center
Kabar gembira buat kamu-kamu yang mempunyai talenta dan cinta akan seni budaya Batak Toba. TB.Silalahi Center akan menggelar Lomba pemilihan Ucok dan Butet pada bulan Oktober 2009 dan Grand Final direncanakan pada tanggal 31 Oktober 2009.
Nah…Buat pemuda-pemudi batak yang mempunyai bakat Fashion dan memiliki wawasan Seni budaya dan Keparawisataan serta bisa bahasa Inggris minimal: Pasif, mari tampil lebih percaya diri dengan mengikuti Lomba Pemilihan Ucok dan Butet yang pertama di Toba Samosir dengan jadwal sebagai berikut:
- Pendaftaran dimulai tanggal 8 Oktober s/d 17 Oktober 2009
- Technical Meeting 20 Oktober 2009 pukul 14.00WIB s/d selesai
- Babak Audisi dilaksanakan pada tanggal 28 dan 29 Oktober 2009 pukul 09.00 WIB4.
- Babak Pembekalan bagi yang masuk Grand Final tanggal 30 Oktober 2009
- Babak Grand Final dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober 2009
Adapun persyaratannya adalah sebagai berikut :
- Pria dan Wanita dengan usia antara 16 s/d 23 tahun
- Mengisi Formulir pendaftaran sebagai bio data bagi panitia
- Membayar uang pendaftaran sebesar Rp 40.000
- Membawa foto warna bentuk close-up ukuran post card dan foto seluruh badan
- Membuat surat pernyataan diketahui oleh orang tua
- Pendaftaran diantar langsung oleh peserta lomba ke TB. Silalahi Center
Pastikan anda mengikuti Lomba pemilihan Ucok dan Butet yang digelar di Convention Hall TB Silalahi Center, jangan sampai ketinggalan karena kesempatan datang hanya sekali. Bagi pemenang akan mendapatkan uang Tunai, Piala tetap dan Piagam Penghargaan sekaligus dipromosikan menjadi Duta Pariwisata di TB Silalahi Center dan Toba Samosir, bagi pemenang Butet direncanakan akan dibekali mengikuti Ajang Pemilihan Putri Indonesia.
Ayo bergegas… Jangan sampai ketinggalan daftarkan diri anda sekarang juga.
Adapun tempat pendaftarannya adalah sebagai berikut :
- Kantor TB Silalahi Center Jln Pagar Batu no. 88 Balige Tobasa
No. Telp 0632-21588 atau Bapak Marbun HP. 081376380788 - Radio Bonapit FM Tarutung Tapanuli Utara Telp. 0633-322111
- Radio Pusuk Buhit FM Pangururan samosir Telp. 0626-20019
Untuk Informasi lebih lanjut hubungi TB. Silalahi Center di no. telp. 0632-21588 atau dengan Bapak Alan Marbun di No. HP. 081376380788 atau di website www.tbsilalahicenter.com, email panitia: info [at] tbsilalahicenter.com
Acara ini di dukung oleh Pemkab Tobasa,Pemkab. Taput, Pemkab. Humbang Hasundutan,Pemkab Samosir, BNI Cab. Balige FM dan Bekerja sama dengan Radio Kharisma FM Balige, Radio Bonapit FM Tarutung, Radio Pusuk Buhit Pangururan dan Radio Tobasa FM Balige.
Tebing Tinggi “ Esa Hilang Dua Terbilang “
March 26, 2009 oleh realylife
Tersimpan pada Potensi dan Pariwisata
Selanjutnya kita akan menyusuri Kabupaten/Kotamadya lain di Sumatera Utara. Kali ini kita akan singgah di Kotamadya Tebing Tinggi.
Saat ini Tebing Tinggi di pimpin olehh Bapak Ir.H.Abdul Hafiz Hasibuan selaku walikota dan Bapak H. Syahrir Hafzein selaku wakil walikota Tebing Tinggi.
Kita mulai perjalanan kita di kota Tebing Tinggi
Sejarah Kota Tebing Tinggi
Kira-kira seratus tiga puluh enam tahun yang lalu, kota Tebing Tinggi sudah didiami suku bangsa Indonesia. Hal ini dapat dibuktikan dari arsip lama, dimana dalam catatan tersebut dinyatakan Tebing Tinggi telah menjadi tempat pemukiman, tepatnya pada tahun 1984. Dari cerita-cerita rakyat yang dikisahkan oleh orang tua, dari sebuah bandar di Simalungun berangkatlah orang tua yang bergelar Datuk Bandar Kajum meninggalkan kampung halamannya yang diikuti para penggawa dan inang pengasuhnya melalui kerajaan Padang menuju Asahan dan tibalah beliau di sebuah desa yang pertama dikunjunginya bernama Tanjung Marulak. Karena kelihaian kolonialis Belanda dengan politik pecah belah sehingga menimbulkan perang saudara. Untuk mempertahankan serangan ini Datuk Bandar Kajum berhasil mencari tempat di sebuah dataran tinggi di tepi sungai Padang. Disinilah dia membangun Kampong yang dipagari dengan benteng-benteng pertahanan yang sekarang disebut ”Kampong Tebing Tinggi Lama” dan berkembang menjadi tempat pemukiman sebagai asal usul Kota Tebing Tinggi.
Kota Tebing Tinggi merupakan salah satu Kota di Propinsi Sumatera Utara yang secara historis administrasi Pemerintahannya telah ada sejak penjajahan Belanda, dimana pada Tahun 1887 oleh Pemerintah Hindia Belanda, Tebing Tinggi ditetapkam sebagai kota Pemerintahan dengan kepala pemerintahannya adalah seorang Kontreleur. Dalam perundang-undangan yang berlaku pada Desentralisasiewet yang ditetapkan pada tanggal 23 Juli 1903 ( untuk selanjutnya dapat disebut daerah Otonom kota kecil Tebing Tinggi ) oleh pemerintahan Hindia Belanda, pemerintah Kota Tebing Tinggi ditetapkan sebagai daerah otonom dengan sistem desentralisasi.
Keterangan yang menjelaskan kota Tebing Tinggi sebagai Kota Otonom dapat kita baca dari tulisan J.J. Mendelaar dalam ” Nota Bertrefende Degemente Tebing Tinggi ” yang dibuat sekitar bulan Juli 1930. Dalam salah satu Bab dari tulisan J.J. Mendelaar tersebut dinyatakan, setelah beberapa tahun dalam keadaan vakum mengenai perluasan pelaksanaan desentralisasi, maka pada tanggal 1 Juli 1971 berdasarkan Desentralisasiewet berdirilah Gemente Tebing Tinggi dengan Steling Ordanite Van Statblaad 1917 yang berlaku 1 Juli 1917. Berdasarkan hal inilah maka tanggal 1 Juli ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Tebing Tinggi.
Lokasi dan Keadaan Geografi
Kota Tebing Tinggi merupakan salah satu Pemerintah Kota dari 29 Kabupaten/Kota di Propinsi Sumatera Utara. Berjarak sekitar 80 Km dari kota Medan ( ibukota Propinsi Sumatera Utara ) serta terletak pada lintas Sumatera, yaitu yang mehubungkan Lintas Timur dan Lintas Tengah Sumatera melalui Lintas Diagonal pada ruas jalan Tebing Tinggi – Pematangsiantar – Parapat – Balige – Siborong-borong. Kota Tebing Tinggi terletak diantara 3 derajat 16’-3 derajat 22’ Lintang Utara dan 99derajat7’-99derajat11’ Bujur Timur dengan batas-batas :
Sebelah Utara dengan PTPN III Kebun Rambutan, Kabupaten Serdang Bedagai
Sebelah Selatan dengan PTPN IV Kebun Pabatu dan Perkebunan Raya Pinang, Kabupaten Serdang Bedagai
Sebelah Timur dengan PT Socfindo Tanah Besi dan PTPN III Kebun Rambutan, Kabupaten Serdang Bedagai
Sebelah Barat dengan PTPN III Kebun Gunung Pamela, Kabupaten Serdang Bedagai
Berdasarkan letak geografisnya Kota Tebing Tinggi beriklim tropis. Ketinggian 26-34 m di atas permukaan laut dengan topografi mendatar dan bergelombang. Temperatur udara di kota ini cukup panas yakni berkisar 25-27 derajat celcius.
Tebing Tinggi luasnya 38.438 km persegi terbagi atas 5 kecamatan dan 35 kelurahan. Sebagian besar wilayah digunakan untuk pertanian(51,19) pemukiman (35,71) dan selebihnya dipergunakan untuk sarana sosial budaya, industri, perhubungan dan lainnya. Kota Tebing Tinggi dilintasi 4 sungai besar dan kecil yaitu : Sungai Padang, sungai Bahilang, sungai Kelembah dan sungai Sibarou. Sebagaimana kota-kota lain di Sumatera Utara, Kota Tebing Tinggi mempunyai 2 musim, penghujan dan kemarau dengan jumlah curah hujan sepanjang tahun rata-rata 1.776 mm/tahun dengan kelembaban udara 80-90%
Administrasi pemerintahan
Struktur organisasi pemerintahan Kota Tebing Tinggi
Sekretariat Daerah Kota membawahi 2 Asisten dan 8 Bagian :
-Asisten I Tata Praja/Ekbang membawahi 4 bagian
-Asisten II Administrasi Umum membawahi 4 bagian
Sekretariat DPRD
Dinas : 7 Unit
-Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah
-Dinas Pendapatan
-Dinas Pertanian
-Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan PKM
-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
-Dinas Kesehatan
-Dinas Perhubungan
Badan : 4 Unit
-Badan Pengawasan
-Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah
-Badan Kesatuan dan Perlindungan Masyarakat
-Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota
Kantor : 7 Unit
-Kantor Satuan Polisi Pamong Praja
-Kantor Arsip Serta Pengolahan Data Elektronik ( PDE )
-Kantor Perpustakaan Daerah
-Kantor Kebersihan, Pertamanan dan Lingkungan Hidup
-Kantor Kesejahteraan Sosial Tenaga Kerja dan KB
-Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil
-Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu
BUMD: 1 Unit
-PDAM Tirta Bulian Kota Tebing Tinggi
Pemerintah Kota Tebing Tinggi telah membuka Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KP2T ) yang beralamat di Jalan G. Leuser No 5 Kel. Tanjung Marulak Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi untuk membantu masyarakat dalam hal perijinan.
Visi dan Misi Pemerintahan Kota Tebing Tinggi Tahun 2006-2010
Visi : “ Tebing Tinggi menjadi kota Jasa yang bertumpu pada Kualitas Pendidikan dan Kesehatan serta memiliki Daya Saing Ekonomi yang Berbasis Pada Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan “
Misi : - Melaksanakan Penyelenggaraan Tata Pemerintahan yang baik
- Meningkatkan kualitas prasarana dan sarana kota serta penataan ruang wilayah kota
- Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia yang memiliki Ilmu Pengetahuan, menguasai Teknologi, Sehat, Beriman dan Bertaqwa
- Meningkatkan Ekonomi Daerah yang bertumpu pada Ekonomi Kerakyatan
POTENSI KOTA TEBING TINGGI
Bidang Jasa dan Keuangan
Pendidikan
Sektor jasa merupakan sektor unggulan bagi Pemerintah Kota Tebing Tinggi, bidang jasa yang memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah bidang Pendidikan. Pembangunan pendidikan diarahkan untuk meningkatkan taraf pendidikan masyarakat pada jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi dengan orientasi terciptanya SDM yang memiliki kemandirian, berwawasan luas, mampu bersaing dalam pasar kerja, ataupun menciptakan lapangan kerja.
Untuk menciptakan SDM yang handal, pemerintah kota Tebing Tinggi telah mengembangkan jenjang pendidikan sedini mungkin. Adapun program yang telah dilaksanakan oleh Pemerintahan Kota Tebing Tinggi adalah melaksanakan program pendididikan anak usia dini, program wajib belajar 9 Tahun, mengembangkan pendidikan non formal, meningkatkan mutu tenaga pendidikan serta mengembangkan budaya baca dan pembinaan perpustakaan. Adapun jumlah sekolah Taman Kanak-kanak Negeri 1 Unit, Swasta 26 Unit, SD Negeri 77 Unit, Swasta 18 Unit, SMP Negeri 9 Unit, Swasta 11 Unit, SMU Negeri 4 Unit, Swasta 12 Unit, SMK Negeri 3 Unit dan Swasta 10 Unit.
Keuangan
Sektor Perbankan
Untuk menggerakkan kegiatan ekonomi dan perdagangan di Kota Tebing Tinggi, keberadaan lembaga keuangan, khususnya lembaga-lembaga perbankan, sangat diperlukan. Lembaga-lembaga ini berperan sebagai mediator dengan kreditur, mendukung ketersediaan modal kerja dan lain sebagainya. Saat ini Kota Tebing Tinggi sedikitnya ada 13 Bank yang beroperasi : Bank Sumut, Bank Sumut Syariah, Bank BNI, Bank Mandiri, Bank Lippo, Bank BRI, Bank BCA, Bank Danamon, Panin Bank, Bank Syariah Mandiri, Bank Mestika Darma, Bank Tabungan Negara dan Bank Muamalat.
Posisi dana simpanan pada perbankan di Kota Tebing Tinggi pada akhir tahun 2006 mencapai 1,44 Trilyun Rupiah. Jumlah ini naik sekitar 20,39% pada akhir tahun 2005 yang berada pada tingkat 1,24 trilyun rupiah. Peningkatan juga terjadi pada kredit yang disalurkan berada pada posisi 532 Milyar rupiah, atau naik sekitar 21,79% dari posisi akhir tahun 2005. Sementara itu, presentasi penyaluran kredit terhadap dana simpanan pada posisi akhir tahun 2006 sebesar 36,94% keadaan ini lebih baik dari posisi akhir pada tahun 2004 yang sebesar 37,9%. Dana simpanan pada perbankan di Kota Tebing Tinggi utamanya berupa simpanan berjangka ( 42,35% ) dan tabungan ( 39,37% ) sedangkan sisanya dalam bentuk giro. Pada sisi lain, kredit yang disalurkan oleh perbankan di Kota Tebing Tinggi umumnya untuk keperluan modal kerja ( 62,38% ) dan kosumsi ( 30,31%) sedangkan yang digunakan sebagai investasi hanya 7,31%.
Pegadaian
Jumlah Nasabah Perum Pegadaian di Kota Tebing Tinggi terus meningkat dalam empat tahun terakhir. Pada jumlah 2006 jumlah nasabah mencapai 22.601 unit, atau lebih banyak 3.724 unit dari tahun 2005. Meningkatnya jumlah nasabah juga meningkatkan nilai pemberian kreditnya. Pada Tahun 2006 nilai pemberian kredit Perum Pegadaian mencapai 20.08 milyar rupiah, naik sekitar 50.27% dari tahun 2005.
Koperasi
Pada Tahun 2006, jumlah koperasi di Kota Tebing Tinggi yang tercatat di dinas Perindustrian, perdagangan, koperasi, dan pengusaha kecil menengah kota Tebing Tinggi sebanyak 193 unit dengan jumlah anggota sebanyak 20.350 orang., jumlah anggota koperasi ini meningkat sebesar 14,67% dari tahun 2005. Selain itu jumlah peminjam juga mengalami peningkatan di tahun 2006, nilai pinjaman di tahun 2006 mencapai 62,04 milyar rupiah, atau naik sekitar 22,11% dari tahun 2005 yang sebesar 50,81 milyar rupiah.
Perdagangan
Pada tahun 2006 Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pengusaha Kecil dan Menengah Kota Tebing Tinggi mengeluarkan 260 surat izin usaha perdagangan ( SIUP ) baru, dengan 231 buah ( 88,85% ) untuk golongan usaha kecil, 29 buah untuk usaha sedang. Dengan adanya penambahan baru tersebut, maka SIUP yang dikeluarkan pemerintahan Tebing Tinggi sudah sebanyak 2.765 buah. Jumlah tersebut naik sebesar 10,38% dari tahun 2005, yang sebanyak 2.505 buah.
Sementara itu Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang baru dikeluarkan Kota Tebing Tinggi pada tahun 2006 sebanyak 419 buah, dimana 316 (75,42%) TDP merupakan usaha perorangan. Dengan penambahan ini maka sampai tahun 2006 sudah ada sebanyak 3.557 TDP yang dikeluarkan Dinas Perindagkop dan PKM Kota Tebing Tinggi.
Perkembangan ekspor di Kota Tebing Tinggi setelah mengalami penurunan pada periode 1997-2002, nilai ekspor Kota Tebing Tinggi pada empat tahun terakhir mengalami peningkatan. Pada tahun 2002 nilai ekspor Kota Tebing Tinggi sebesar 34,96 milyar rupiah, tahun 2003 menjadi 56,95 milyar rupiah, tahun 2004 menjadi 70,55 milyar rupiah, tahun 2005 menjadi 84,33 milyar rupiah dan tahun 2006 sebesar 134,21 nilyar rupiah.
Sedangkan fasilitas pertokoan dalam lima tahun terakhir, jumlah pertokoan di Kota Tebing Tinggi berkembang cukup pesat, tahun 2002, jumlah pertokoan sebanyak 564 unit, kemudian bertambah menjadi 592 unit pada tahun 2003, 629 unit pada tahun 2004, dan 691 unit pada tahun 2005. Terakhir jumlah toko di Kota Tebing Tinggi sudah sebanyak 720 unit dan yang terbanyak adalah Toko Jenis pangan.
KONDISI EKONOMI
Dalam periode tahun 2001-2006, kinerja ekonomi Kota Tebing Tinggi yang diukur dengan besaran PDRB atas dasar harga yang berlaku terus mengalami peningkatan. Pada Tahun 2001 yang lalu kinerja ekonomi Kota Tebing Tinggi hanya sebesar Rp.798,66 milyar, angka ini kemudian meningkat menjadi Rp 892,58 milyar tahun 2002, lalu meningkat lagi menjadi Rp. 981,12 milyar tahun 2003, Rp 1,09 trilyun tahun 2004 dan Rp. 1,26 trilyun pada tahun 2005. Pada tahun 2006 kinerja ekonomi Tebing Tinggi sebesar Rp. 1.417.741.000.000,56 . Secara riil dengan mengeluarkan faktor inflasi, kinerja ekonomi Tebing Tinggi yang diukur dengan besaran PRDB atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp 923,32 milyar pada tahun 2006, angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi pada tahun 2001 yang hanya sebesar Rp.718.147 milyar ataupun tahun 2005 yang sebesar Rp 876,47 milyar.
Pertumbuhan ekonomi
Pada periode tahun 2001-2006, rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota Tebing Tinggi mencapai 4,97 % per tahun, pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2002, yaitu 5,89%, sedangkan yang terendah pada tahun 2001 yang hanya 4,08%.Pada tahun 2006, ekonomi Kota Tebing Tinggi tumbuh sekitar 5,35%. Pertumbuhan ekonomi tahun 2006 tersebut lebih cepat dari tahun 2005 yang hanya 4,39%.
Datanya sebagai berikut:
Pertanian : rata-rata pertumbuhan per tahun 0,35%
Pertambangan dan penggalian : rata2 pertumbuhan per tahun 4,24%
Industri pengolahan : rata2 pertumbuhan per tahun 1,55 %
Listrik, gas dan air bersih : rata2 pertumbuhan per tahun 3,68%
Bangunan : rata2 pertumbuhan per tahun 5,81%
Perdagangan, Hotel dan Restaurant : rata2 pertumbuhan per tahun 4,35%
Pengangkutan dan Komunikasi : rata2 pertumbuhan per tahun 7,40%
Keuangan, persewaan dan jasa perusahaan : rata2 pertumbuhan per tahun 7,51%
Jasa-jasa : rata2 pertumbuhan per tahun 5,76%
Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Tebing Tinggi
Struktur Ekonomi
Seperti umumnya daerah perkotaan yang mengandalkan perdagangan dan jasa, ekonomi Kota Tebing Tinggi juga ditopang oleh kedua lapangan usaha tersebut. Pada tahun 2006, kontribusi lapangan usaha perdagangan, hotel dan restoran mencapai 21,89%, dan kontribusi lapangan usaha jasa-jasa mencapai 19,49%. Lapangan usaha lain yang kontribusinya cukup tinggi adalah industri pengolahan( 18,44%), pengangkutan dan komunikasi (17,14%),dan keuangan, persewaan,dan jasa perusahaan(11,80%).
Salah satu kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah kota Tebing Tinggi untuk mendorong pembangunan daerah adalah melalui program pemberdayaan ekonomi kerakyatan dengan kebijakan yang diarahkan untuk mengembangkan usaha kecil dan Menengah (UKM). Saat ini lebih dari 4000 UKM beroperasi diberbagai sektor usaha. Sejak Tahun 2001 Pemerintah Kota Tebing Tinggi telah menyalurkan bantuan modal bergulir tanpa bunga kepada 1.000 UKM sebesar Rp 6,7 Milyar.
SARANA DAN PRASARANA
Infrastruktur Jalan dan Angkutan Kota
Seluruh jalan di Kota Tebing Tinggi sudah dengan permukaan aspal, dan sekitar 28,53 km dalam keadaan rusak, selebihnya dalam kondisi baik dan sedang. Sistem jeringan jalan sudah terlayani ke seluruh kota Tebing Tinggi. Mudah dan lancarnya aksesibilitas penduduk akibat ketersediaan prasarana jalan akan memudahkan penduduk Tebing Tinggi melaksanakan kegiatan sosial ekonominya. Begitu juga ketersediaan prasarana jalan ini akan penting bagi dunia usaha dalam distribusi produk usaha.
Rute angkutan umum di Kota Tebing Tinggi sebanyak 23 rute dengan 553 armada. Umumnya angkutan umum melayani pergerakan menuju jalan-jalan utama Kota, yaitu dengan melayani pergerakan penduduk dari pusat-pusat pemukiman menuju pusat Kota dan kegiatan social ekonomi penduduk ( pendidikan, tempat kerja, belanja, dll )
Air Bersih
Pelanggan air bersih PDAM kota Tebing Tinggi sampai dengan saat ini mencapai 8,407 SR(Sambungan Rumah). Pelanggan air bersih PDAM Tirta Bulian selama kurun waktu tahun 2002-2005 mengalami peningkatan sekitar 19,86%. Peningkatan jumlah pelanggan ini umumnya dari kelompok rumah, toko, dan industri, dan badan sosial dan rumah sakit. Tahun 2005 air minum disalurkan lepada konsumen sebanyak 2.274.675 m kubik, naik sekitar 16,09% dari tahun 2003 yang sebanyak 1.959,4 ribu m kubik. Sebanyak 1.659,7 ribu m kubik(72,96%) disalurkan kepada konsumen rumah tangga. 13,04% dikonsumsi oleh preusan industri dan pertokoan, sementara instansi pemerintah menggunakan air bersih sebesar 144,008 ribu m kubik atau sekitar 7,24%. Sedangkan badan sosial dan rumah sakit hanya menggunakan air bersih sebesar 6,76%.
Energi Listrik
Daya yang tersambung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Tebing Tinggi hingga tahun 2005 mencapai 66.017 KVA naik sebesar 3,7% dari tahun 2003. Daya yang tersambung tersebut untuk menampung jumlah pelanggan PLN sebanyak 63.257. Pengguna listrik terbesar adalah golongan rumah tangga sebesar 59,44% diikuti oleh golongan Industri 26,80% ( Sumber : Tebing Tinggi Dalam Angka 2006 )
Pos dan Telekomunikasi
Di kota Tebing Tinggi terdapat 1 kantor pos pusat yang terletak di pusat Kota Jalan Dr. Sutomo. Kantor pos ini melayani jasa layanan berupa pengiriman barang dan uang serta jasa pos lainnya. Fasilitas jasa pos telah mencakup seluruh kelurahan di Tebing Tinggi dengan kantor pelayanan berpusat di kecamatan. Pengembangan pelayanan jasa pos telah memanfaatkan teknologi maju seperti pelayanan surat elektronik, wesel elektronik, surat kilat, pemasangan internet dan lainnya. Jasa Telekomunikasi di Kota Tebing Tinggi telah mencakup 3 kecamatan dan dikelola oleh PT Telkom Kandatel Tebing Tinggi.
Sumber : PEMERINTAH KOTA TEBING TINGGI TAHUN 2006
Nach itu dia sekilas tentang Kotamadya Tebing Tinggi. Kalau-kalau ada informasi lain silahkan sharing di sini ya…, barangkali ada tempat wisata yang belum diekspos di sini.
Sekali lagi mari bangun Sumatera Utara secara bersama-sama.
Kabupaten Asahan ” RAMBATE RATA RAYA “
March 15, 2009 oleh realylife
Tersimpan pada Potensi dan Pariwisata
RAMBATE RATA RAYA Kabupaten Asahan
Sumatera Utara dengan 29 Kabupaten di dalamnya, menyimpan begitu banyak potensi dalam segala bidang. Saat ini Sumatera Utara dipimpin oleh Bapak Syamsul Arifin SE selaku Gubernur dan Bapak Gatot Pujo selaku wakil Gubernur lewat pemilu damai tanggal 16 April 2008 silam.
Kali ini kita akan sekilas menuju Kabupaten Asahan.
1. Geografi
Secara geografis Kabupaten Asahan berada pada 2 derajat 30’00’’- 3 derajat 07’49’ Lintang Utara dan 99 derajat 00’00” – 100 derajat 00’00” Bujur Timur, dengan ketinggian 0 – 2.000 m di atas permukaan laut. Pasca pemekaran, luas Kabupaten Asahan menjadi 370.221 ha, terdiri dari 25 Kecamatan, 177 desa dan 27 kelurahan, dengan batas-batas:
Sebelah Utara : Kabupaten Batubara dan Selat Malaka
Sebelah Timur : Selat Malaka
Sebelah Selatan : Kabupaten Labuhan Batu dan Toba Samosir
Sebelah Barat : Kabupaten Simalungun
2. IKLIM
Seperti umumnya daerah-daerah lanilla yang berada di kawasan Sumatera Utara, Kabupaten Asahan termasuk daerah beriklim tropis dan memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Curah hujan ( 2006 ) sebanyak 2.164 mm. Rata-rata curah hujan mencapai 180,33 mm/bulan.
3. PENDUDUK
Jumlah Penduduk Kabupaten Asahan berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2007, penduduk Kabupaten Asahan berjumlah 676.605 jiwa dengan kepadatan penduduk 182 jiwa per kilometer persegí. Sedangkan laja pertumbuhan penduduk tahun 2001 sampai dengan 2007 diperkirakan sebesar 1.89%. Penduduk Kabupaten Asahan lebih banyak tingal di pedesaan daripada perkotaan. Di daerah pedesaan terdapat 478.958 jiwa atau 70.78% dari jumlah penduduk, sedangkan di daerah perkotaan hanya 197.647 jiwa atau 29.21%.
4. Perekonomian
Product Domestic Regional Bruto ( PDRB) atas dasar harga yang berlaku 2004 sebesar 7.71 trilyun rupiah, sedangkan PDRB per cápita sebesar 12.04 juta rupiah. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Asahan sebesar 6.62% atau di atas rata-rata Sumatera Utara sebesar 5.95%.
5. Visi dan Misi
Visi Pemerintahan Kabupaten Asahan 2006-2010: “Membangun Bersama Rakyat Mewujudkan Masyarakat Asahan yang Sejahtera”
Misi:
- Peningkatan dan pengembangan Sumberdaya Manusia ( Human Resources ) dibarengi keimanan dan ketaqwaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara;
- Pemberdayaan kehidupan social dan ekonomi yang berbasis kerakyatan yang memiliki daya saing dan wawasan lingkungan;
- Terwujudnya rasa aman dan tertib melalui upaya penegakan hukum dan HAM;
- Terwujudnya aparatur pemerintah yang bersih dan berwibawa
- Memberdayakan peran serta masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan;
6. Potensi Daerah
Pertanian Tanaman Pangan dan Horticultura
Pertanian tanaman pangan dan horticultura merupakan salah satu sub sector yang cukup prospektif untuk dikembangkan di Kab. Asahan. Hal ini didukung ketersediaan lahan budidaya, kesesuaian agroklimate, sarana dan prasarana yang memadai. Komoditas andalan ádala padi, kedelai, jagung, ubi kayu, cabe, pisang barangan, dan asam gelugur.
Perkebunan
Kabupaten Asahan merupakan salah satu sentra perkebunan di Provinsi Sumatera Utara, dan bahkan Provinsi Sumatera Utara menjadi penghasil kelapa sawit utama di Indonesia. Selain kelapa sawit dan karet, komoditi penting lainnya adalah kakao ( coklat ) dan kelapa. Hingga saat ini terdapat lebih dari 30 perusahaan perkebunan baik itu milik pemerintah, swasta nasional dan asing telah menguasai lahan lebih dari 140 ribu hektar dan menyerap sekitar 23 ribu tenaga kerja. Sementara perkebunan rakyat hanya menguasai kurang dari separuhnya, tetapi justru menyerap tenaga kerja lebih banyak yakni sekitar 50 ribu orang. Hasil perkebunan kelapa sawit dan kelapa tidak terbatas diambil buahnya, tetapi lidinya pun sudah mampu menembus pasar ekspor.
1. Perkebunan Negara : 6,137.39 Ha dengan hasil 6,818.93 Ton
2. Perkebunan Swasta Nasioanal : 17,873.97 Ha dengan hasil 17,667.19 Ton
3. Perkebunan Swasta Asing : 5,173.51 Ha dengan hasil 5,550.34 Ton
4. Perkebunan Rakyat : 6,882.50 Ha dengan hasil 11,786.05 Ton
Sehingga luas total perkebunan adalah 36,067.37 Ha dengan total hasil 41,822.51 Ton
Khusus untuk komoditi kakao ( Coklat ), dalam sistem pemasarannya ditangani oleh beberapa kelompok tani dan koperasi melalui pelelangan yang diselenggarakan dalam periode tertentu. Hal ini Sangay bermanfaat bagi peningkatan pendapatan petani kakao ( coklat ). Di sisi lain, ini juga memudahkan bagi para buyer untuk mendapatkan komoditi kakao ( Coklat ), tanpa harus melakukan pembelian secara sporadis ke sentra-sentra produksi.
Total luas areal tanaman coklat perkebunan rakyat di Kabupaten Asahan seluas 9.089,75 Ha dengan total produksi sebesar 10.672,69 ton
Perindustrian
Pasca pemekaran wilayah, sentra industri pengelolaan skala besar di Kwala Tanjung menjadi milik Kabupaten Batubara. Namun demikian, masih terbuka lebar potensi dan peluang-peluang untuk kembali menghadirkan investor bidang pengolahan skala besar, terutama industri pengolahan hasil-hasil pertanian dan perkebunan. Di samping itu, Kabupaten Asahan juga memiliki sejumlah produk unggulan yang dihasilkan dari industri kecil dan kerajinan rumah tangga. Beberapa bidang usaha yang berkembang antara lain adalah: pengolahan meubel kayu batang kelapa, pengolahan sabut kelapa, minuman ringan Nata de Coco, kerajinan kulit ( Sepatu ”Bunut” ), anyaman pandan, pembuatan dodol, dan lain-lain.
Perikanan
Kabupaten Asahan menyimpan potensi yang cukup besar bagi pengembangan agribisnis di bidang pengusahaan perikanan dan kelautan, diperkirakan Kabupaten Asahan memiliki garis pantai sepanjang lebih kurang 58 Km. Namun demikian, sampai saat ini potensi yang sangat besar tersebut belum termanfaatkan secara optimal. Sentra Nelayan terdapat di Kec. Air Joman, Tanjung Balai, dan Kec. Sei Kepayang. Sampai saat ini terdapat 735 unit budidaya perikanan.
Pariwisata
Potensi Sungai Asahan khususnya di sekitar Desa Tangga, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, merupakan sumber daya alam untuk obyek wisata alam yang ideal dan terus dikembangkan agar semakin dikenal oleh masyarakat luas khususnya para wisatawan mancanegara dan nusantara. Derasnya arus air sungai Asahan yang berkecepatan 120 Meter kubik per detiknya dengan grade IV-V+ sangat menantang jiwa petualangan para penggemar olah raga arus deras ini. Pada Tahun 2000, 2001, dan 2003, Pemerintah Kabupaten Asahan menyelenggarakan kejuaraan bertaraf internasional diikuti oleh atlet-atlet kayak kelas dunia. Tahun 2005, 2006 dan 2007 Kejuaraan bertaraf Nasional.
Tahun 2008 Pemkab Asahan telah menyelenggarakan Kejuaraan Arung Jeram Internasional dengan Tajuk ” Asahan White Water Festival 2008 ” tanggal 11-14 Desember 2008.
Kabupaten Asahan juga menawarkan kerjasama pengelolaan beberapa obyek wisata alam lainnya, antara lain: air terjun Aek Sisapa di Kec. Bandar Pasir Mandoge dan air terjun Simonang-monang di Kec. Bandar Pulau.
Energi Listrik Tenaga Air
Wilayah Kabupaten Asahan memiliki beberapa potensi air terjun yang dapat di manfaatkan sebagai penggerak motor sumber daya listrik. Air terjun Asahan III dan Asahan IV merupakan alternatif yang dapat memberikan kontribusi kelistrikan yang memadai dalam skala besar dan kini sedang dilakukan kelayakan Amdal sebelum dimulai pembangunannya. Diperkirakan potensi Asahan III dan Asahan IV dapat menghasilkan energi listrik masing-masing sebesar 200 MW sampai dengan 250 MW.
Sumber : DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN ASAHAN alamat : Jln. Prof. H.M.Yamin SH, No 44, Telp (0623 ) 41406 KISARAN
Kemaren juga sempat ni interview dengan yang menjaga stan waktu acara Medan Fair bulan Desember kemaren di tapian daya PRSU di jalan Gatot Subroto Medan.
Makanan khasnya hadala gulai melayu dan senang yang bersantan. Mayoritas sukunya adalah melayu dan otomatis bahasanya adalah melayu. Tarian daerahnya adala Gubang, Mainang dan Serampang 12.
O iya satu lagi obyek wisata arung jeram yang bertaraf internacional itu punya nama lain Arung Jeram “TOBASA”
Jadi buat kamu-kamu yang masih tinggal di kawasan Sumatera Utara kayaknya wajib dech sekali-sekali nyoba berlibur di sana, dijamin ngga kalah seru dari arung jeram yang ada di jawa dan bali, apalagi luar negeri, selain bukan buatan, setidaknya bisa menghemat uang saku berlibur khan???
Mohon masukannya ni, kalo memang ada lagi yang mau di tulis mengenai Kabupaten Asahan, barangkali masih belum terekspos di sini.
WE LOVE Sumatera Utara
Hutan Wisata Deleng Lancuk
December 1, 2008 oleh Adieska™
Tersimpan pada Potensi dan Pariwisata

Hutan Wisata Deleng Lancuk
Hutan Wisata Deleng Lancuk adalah nama sebuah bukit yang berada didalam kawasan Hutan Sibayak II (Sinabung) dengan luas 435 Ha. Termasuk Danau Lau Kawar telah ditunjuk menjadi TWA sesuai dengan SK Menteri Kehutanan No.08/Kpts/II/1989 tanggal 6 Pebruari 1989. secara administratif pemerintahan kawasan hutan wisata ini terletak di Desa Lau Kawar Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Daerah Tingkat II Tanah Karo. Untuk menuju lokasi ini dapat ditempuh dari Medan melalui Kabanjahe ± 1 1/2 jam, selain itu dapat juga ditempuh dari Kota Pematang Siantar melewati pinggiran Danau Toba yang sudah tentu membuat perjalanan ini mengasyikkan.
Potensi TWA Deleng Lancuk:
Flora Fauna
Potensi flora/tumbuhan yang terdapat dikawasan TWA Deleng Lancuk didominasi oleh jenis keliung (Quercus sp), Castanopsis sp dan jenis ficus. Pada pingggiraan danau (tebing) banyak dijumpai berbagai jenis anggrek pohon dengan bunga-bungaan yang indah. Sedangkan fauna yang dapat kita jumpai antara lain: Rusa rawa (Cervus unicolor), Owa (Hylobates moloch), Musang (Paradoxumus hermaprodicus), Kambing hutan (Naemorhaedus sumatrensis) dan Burung Enggang (Buceros sp).
Wisata
Hutan Wisata Deleng Lancuk dan Danau Kawar memiliki potensi kepariwisataan yang sangat tinggi berupa kombinasi antara pepohonan berbuah dengan danau yang berair jernih. Disamping itu keadaan cuaca sejuk yang dipengaruhi oleh hembusan angin pegunungan segar membuat perasaan kita bila berada di lokasi ini semakin nyaman. Selain itu dilokasi ini juga terdapat sarana dan prasarana yang memadai sehingga lokasi ini sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun asing untuk berbagai kegiatan pariwisata alam.
Taman Wisata Alam Sibolangit
December 1, 2008 oleh Adieska™
Tersimpan pada Potensi dan Pariwisata
Kelompok Hutan Sibolangit terletak diantara jalan raya Medan Berastagi, sekitar 40 km dari kota Medan dengan waktu tempuh lebih kurang 1jam. Sebagai jalur wisata, kondisi jalan sangat mulus sehingga dapat dilalui oleh berbagai jenis kendaraan bermotor roda dua dan empat.
Selain dari kendaraan pribadi, hutan Sibolangit ini juga dapat ditempuh melalui pengangkutan umum, baik jurusan (trayek) Medan – Berastagi maupun Medan – Sidikalang.
Sebelum memasuki Sibolangit, terlebih dahulu melewati kawasan wisata Pemandian Sembahe. Dilokasi ini mengalir air sungai yang mengalir jernih dan sejuk. Pada hari-hari libur tempat ini ramai dikunjungi khususnya oleh wisatawan lokal untuk sekedar mandi-mandi dan bersantai ria.
Melanjutkan perjalanan, pada tanjakan yang terjal, disebelah kanan ruas jalan akan dijumpai sumber air yang telah diusahakan sejak tahun 1959 dan sekarang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi. Sumber air ini juga sebagai pemasok kebutuhan air bagi kota Medan dan sekitarya. Hal ini menunjukan bahwa pengelolaan hutan Sibolangit yang baik akan memberikan manfaat yang cukup besar khususnya dalam hal pengaturan tata air.
Tidak jauh dari lokasi PDAM Tirtanadi dimaksud, disebelah kiri jalan akan ditemukan papan informasi yang memberikan petunjuk bahwa kita sudah memasuki gerbang kawasan Hutan Sibolangit.
SEJARAH
Bermula pada tahun 1914 atas prakarsa DR. J.C Koningsberger Direktur Kebun Raya Bogor ketika itu didirikan Kebun Raya (Botanical Garden) Sibolangit oleh Tuan J.A Lorzing sebagai cabang dari Kebun Raya Bogor. Selanjutnya pada tanggal 10 Maret 1938 dengan Surat Keputusan Z.B No.37/PK, Kebun Raya diubah statusnya menjadi Cagar Alam.
Mengingat Cagar Alam ini kaya akan berbagai jenis tumbuh-tumbuhan (flora) yang bukan hanya sekedar untuk koleksi, melainkan juga memberikan juga memberikan kontribusi yang sangat penting bagi keperluan ilmu pengetahuan dan pendidikan (sebagai laboratorium alam) serta pengembangan pariwisata (rekreasi), maka pada tahun 1980 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 636/Kpts/Um/9/1980 sebagai Cagar Alam Sibolangit (seluas ± 24,85 Ha) dialih fungsikan menjadi kawasan Taman Wisata Alam Sibolangit.
Secara administratif pemerintahan, kawasan Taman Sibolangit ini terletak di Desa Sibolangit Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang Propinsi Sumatera Utara.










