Blogger SUMUT http://bloggersumut.net Menduniakan Sumatera Utara Fri, 06 Dec 2013 12:54:10 +0000 en-US hourly 1 http://wordpress.org/?v=3.8 Wisata Kebun Teh dan Air Terjun Bah Biak di Sidamanikhttp://bloggersumut.net/2013/12/wisata-kebun-teh-dan-air-terjun-bah-biak-di-sidamanik/ http://bloggersumut.net/2013/12/wisata-kebun-teh-dan-air-terjun-bah-biak-di-sidamanik/#comments Fri, 06 Dec 2013 12:50:32 +0000 http://bloggersumut.net/?p=4382 Sebenarnya Perkebunan ini bukanlah tempat wisata resmi seperti prapat atau berastagi, Ini hanyalah kebun teh yang terhampar bagai permadani hijau, di iringi dengan garis-garis halus seperti labirin mengiris view kebun teh menuju lekukan hijau seperti lukisan bernilai artistik tinggi. Dan secara tidak langsung Inilah yang membuat orang-orang  terpesona , dan terbius untuk mengunjungi perkebunan teh […]

Artikel Wisata Kebun Teh dan Air Terjun Bah Biak di Sidamanik pertama sekali diterbitkan di Blogger SUMUT.

]]>
Sebenarnya Perkebunan ini bukanlah tempat wisata resmi seperti prapat atau berastagi, Ini hanyalah kebun teh yang terhampar bagai permadani hijau, di iringi dengan garis-garis halus seperti labirin mengiris view kebun teh menuju lekukan hijau seperti lukisan bernilai artistik tinggi. Dan secara tidak langsung Inilah yang membuat orang-orang  terpesona , dan terbius untuk mengunjungi perkebunan teh  Sidamanik. Terletak di Sebuah kecamatan yang berjarak 15 km dari jantung kota Pematang Siantar, melalui sebuah simpang Sidamanik  yang ditandai dengan SPBU disamping kanan jalan.Ini adalah satu-satunya akses jalan menuju Sidamanik.  Dengan kebun teh seluas 8373 ha, menjadikan Sidamanik sebagai tempat kedua penghasil teh hitam terbesar di Indonesia. Terletak pada ketinggian 900 mdpl , Sidamanik menghembuskan hawa sejuk bagi kami. Dahulunya ada 6 wilayah utama di Kecamatan ini yang terhampar sebagai penghasil teh hitam yaitu:  Bah Butong, Sidamanik, dan Toba Sari , Kebun Sibosar, Bah Birung Ulu, dan Marjandi.

Hanya saja ketiga kebun yang terakhir disebut telah disulap PTPN IV menjadi ladang kelapa sawit yang mungkin lebih menjanjikan bagi mereka. Padahal, kebun-kebun ini telah ada sejak zaman koloni Belanda. Sebelum proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, Sidamanik merupakan daerah kerajaan Siantar. Pematangsiantar yang berkedudukan di pulau Holing dan raja terakhir dari dinasti keturunan marga Damanik yaitu Tuan Sangnawaluh Damanik, yang memegang kekuasan sebagai raja tahun 1906. Termasuk dari Kecamatan Sidamanik menjadi kekuasaan raja siantar . Hingga belanda sempat mengambil alih wilayah sidamanik dan menanami  teh hitam dan sebuah pabrik dengan penghasilan  satu ton pucuk teh dalam sehari. Banyak orang –orang asal Jawa yang dibawa Belanda ke daerah ini , mereka umumnya  menjadi buruh kasar perkebunan teh. Sehingga tidak mengherankan, Sidamanik banyak di tempati oleh orang-orang bersuku Jawa yang keturunannya menjadi penduduk asli disini.

Dari simpang sidamanik, kami membutuhkan 20 menit untuk sampai di Desa Bahbutong. Jalan menuju kebun masih tidak terlalu mulus, berulang kami shock breaker sepeda motor kami harus dipaksa bergenjot keras melewati kampung sidamanik ini. Namun dalam sekejab semua kesan  buruk itu sedikit terobati, hamparan sawah terasiring menghampar begitu indah,padi-padi mulai menguning syahdu dengan desitan burung-burung yang hilir mudik di langit.sistem pengairan tera sering, menghasilkan sawah-sawah tingkat yang tersusun seperti anak tangga. Hijaunya pemandangan sekitar ini sedikit mencuci rasa letih ini , setelah kami tiba di pelataran hijau perkebunan teh PTPN IV Bahbutong , kami merasa begitu berbeda. Dari kejauhan perkebunan ini seperti bukit Teletubbies yang bergelombang bersama pohon-pohon Cemara asri. Dan inilah saatnya mengabadikan momen indah di Perkebunan ini.
Hamparan Hijau Perkebunan Teh
Dibawah kebun teh ini terlihat akar-akar besar  seperti bonsai . Kebun-kebun teh ini memang telah berdiri sebelum Masa Kemerdekaan RI, dan tidak semua mengalami regenerasi teh.
Menelusuri tengah Kebun Teh
Tempat yang kami disinggahi ini berada Di Desa bah butong , kecamatan Sidamanik. Desa ini memiliki pesona kebun teh yang indah bergelombang padu dengan kontras langit biru. Tanaman pohon teh perkebunan Bah Butong tersebar di 6 (enam) afdeling, yaitu afdeling 1, 2, 3, sampai 6. Masing-masing afdeling memiliki lahan paling tidak sekitar 600 ha ditambah perumahan perkebunan (emplasmen) yang dihuni oleh para karyawan perkebunan itu. Sekitar 150 – 200 kk karyawan yang menempati perumahan di tiap-tiap afdeling, sebahagian besar mereka terdiri dari pekerja kasar, pemetik teh, penyemprot hama, pemupuk tanaman, kepris/pemangkas tanaman, kerja embong/merumput pinggir-pinggir jalan, kamaruwak/merawat taman, kantor afdeling, balai pertemuan, centeng, dan beberapa pekerja halus seperti mandor, kerani, guru ngaji /petugas masjid, dan mandor besar.
Tiap afdeling dipimpin seorang Asisten yang bertempat tinggal di Emplasmen. Jadi yang dikatakan afdeling itu seperti sebuah desa. Sejarah mencatat Kebun Bah Butong adalah kebun paling tua yang dibuka oleh Nederland Handel Maatschappij pada 1917. Hanya saja pabrik tehnya bukanlah yang tertua. Pabrik tertua ada di Kebun Sidamanik yang dioperasikan pada 1926 atau lima tahun lebih dulu ketimbang pabrik di Kebun Bah Butong.
Adapun Kebun Sidamanik justru baru dibuka oleh Handles Vereniging Amsterdam pada 1924. Dari seluruh kebun teh itu, teh Bah Butong boleh jadi paling terkenal di antara seluruh produksi teh dari kebun yang ada. Salah satu jenis teh produksi kebun itu yang dibanggakan adalah ‘Dust I Bah Butong’. Teh ini punya konsumen fanatik sampai kenegara tetangga  Malaysia. Bahkan dahulu,Teh ini sempat dipasarkan di Eropa. Sama seperti Perkebunan Teh Kayu Aru Jambi , yang dilirik oleh Lipton Tea. Indonesia menjadi salah satu produsen teh terbesar no 5 di dunia, dengan cirinya  yang khas (selain India) karena punya dua karakter teh berbeda. Sama seperti teh India yang punya karakter teh India Selatan dan Utara. Menurut pembeli dari Eropa, teh Indonesia juga punya dua karakter berbeda, teh Jawa dan teh Sumatera.
Pamflet Informasi Air Terjun Bah Biak
Didesa bah butong ini juga terdapat wisata Alam berupa air terjun, dan dapat ditempuh selama 15 menit dari simpang bahbutong.  Air terjun ini bernama Bah biak. Di  simalungun “Bah” berarti sungai seperti bah bolon atau bah manik. Sama seperti “Lau” di tanah  Karo atau “Batang” di Mandailing. Kami menelusuri jalan menuju air terjun ini. Kerikil –kerikil cadas dan kondisi jalan yang tidak begitu  bersahabat membuat kami sedikit berguncang  berkendara ditengah-tengah kebun teh ini.
Setelah 15 menit  kami menemukan tugu bahbutong dengan tulisan air terjun di sebelah kanan. Kami membanting stir ke kanan dan menelusuri emplasmen-emplasmen yang berujung di tepi jalan. Dengan Pamflet air terjun bah biak. kami menuruni menelusuri 197 anak tangga. Setelah tiba dibawah , kami  berdecak kagum melihat bebatuan yang diukir alam bertengger indah bersama alunan air bah biak yang berasal dari sungai kecil dan pipa-pipa pengairan PTPN IV. Kami  sudah tidak sabar lagi untuk mandi bersama air terjun  bah biak ini.
Air Terjun Bah Biak Sidamanik
Ketika   perjalanan pulang, sunset di Bahbutong lagi –lagi menarik perhatian kami untuk mengabadikan moment ini,  foto-foto diabadikan antara sunset perkebunan teh Sidamanik.
Sore di Sidamanik
Berpose Bersama
Bagi kami, ini salah satu cara menikmati teh. Tidak selamanya teh dinikmati dengan cara  diminum diatas meja warung , atau menjadi lulur di spa2 highclass. Namun menikmati hijaunya perkebunan teh juga cara kami menikmati keindahan teh ini. Hijaunya menyejukkan mata, gelombang-gelombang bukitnya membuat kagum siapapun yang melihatnya. Diantara fajar meyingsing garis-garis vertikal teh berbanding lurus dengan cakrawala. Dan yang pasti kita tidak menyesal untuk datang kemari, Perkebunan Teh Sidamanik

Artikel Wisata Kebun Teh dan Air Terjun Bah Biak di Sidamanik pertama sekali diterbitkan di Blogger SUMUT.

]]>
http://bloggersumut.net/2013/12/wisata-kebun-teh-dan-air-terjun-bah-biak-di-sidamanik/feed/ 0
Pulau Siba, Pulau Kecil Tempat Rekreasihttp://bloggersumut.net/2013/12/pulau-siba-pulau-kecil-tempat-rekreasi/ http://bloggersumut.net/2013/12/pulau-siba-pulau-kecil-tempat-rekreasi/#comments Fri, 06 Dec 2013 12:25:09 +0000 http://bloggersumut.net/?p=4404 Haloo akhirnya badia bisa buat postingan lagi di sini, okay langsung saja ya, banyak orang Medan yang tidak tahu keberadaan Pulau Siba, well Badia akan ngasi tahu info tempat apa dan dimana sih lokasi Pulau Siba itu. Jadi ceritanya kemarin Badia dan teman-teman gereja sedang mengadakan acara Ceramah Pluralisme (Lintas Agama) di Pulau Siba, Pulau […]

Artikel Pulau Siba, Pulau Kecil Tempat Rekreasi pertama sekali diterbitkan di Blogger SUMUT.

]]>
Haloo akhirnya badia bisa buat postingan lagi di sini, okay langsung saja ya, banyak orang Medan yang tidak tahu keberadaan Pulau Siba, well Badia akan ngasi tahu info tempat apa dan dimana sih lokasi Pulau Siba itu.

Pulau Siba

Welcome to Siba Island

Jadi ceritanya kemarin Badia dan teman-teman gereja sedang mengadakan acara Ceramah Pluralisme (Lintas Agama) di Pulau Siba, Pulau Siba sebenarnya terletak di kabupaten Deli Serdang, namun untuk menuju kesana teman-teman harus menuju Dermaga Wisata Bahari Siba Island yang berlokasi di Belawan, Badia nggak perlu kasi tau lagi kan dari Medan menuju Belawan naik apa. Dari Dermaga itu kita tinggal membayar tiket untuk naik perahu (Nggak perahu juga sih sebenernya lebih ke kapal) menuju Pulau Siba yang memakan waktu sekitar 20 menit, harga tiket perahu menuju pulau siba berkisaran Rp.100rb keatas PP (badia kurang tau pasti karna Badia di biayai oleh gereja), sesampainya di pulau juga dikenakan tiket masuk berkisar Rp.35rb keatas / Org utk anak-anak harga lebih murah.

Pulau Siba

Badia di Pulau Siba

Pulau Siba

Pulau Siba

Apa saja yang bisa dilihat di Pulau Siba ?

Di pulau siba itu seperti tempat rekreasi untuk bersantai, barbeque-an, bahkan disediakan juga cottage untuk menginap, di Pulau Siba juga terdapat Kolam Renang, Kebun Binatang mini, Convention Center, rumah adat melayu, tempat khusus memancing. Intinya jika teman-teman ingin berlibur ataupun berekreasi di pulau ini kalian seperti kembali ke alam. Karena biaya menuju Pulau Siba yang menurut Badia sedikit Mahal, membuat tempat rekreasi ini sepi pengunjung, meskipun begitu banyak orang tiong hoa yang menghabiskan akhir pekannya dengan barbeque di pulau itu. Mungkin ini dulu yang bisa badia sampaikan mengenai Pulau Siba, buat teman-teman yang pengen tau kegiatan apa aja yang badia lakukan di Pulau Siba bisa klik disini . Okay Semoga Informasi ini bermanfaat ya sampai jumpa di postingan Badia berikutnya mmuuaaacchhhh.

Artikel Pulau Siba, Pulau Kecil Tempat Rekreasi pertama sekali diterbitkan di Blogger SUMUT.

]]>
http://bloggersumut.net/2013/12/pulau-siba-pulau-kecil-tempat-rekreasi/feed/ 2
Medan Heritage Tourhttp://bloggersumut.net/2013/08/medan-heritage-tour/ http://bloggersumut.net/2013/08/medan-heritage-tour/#comments Sat, 31 Aug 2013 02:00:41 +0000 http://bloggersumut.net/?p=4347 Medan Heritage Tour adalah satu kegiatan kolaborasi dari berbagai komunitas di Kota Medan yang memiliki tujuan utama yaitu “Selamatkan Warisan Bangunan Sejarah Kota Medan”. Medan memang terkenal dengan kota yang multietnis dan hal ini menjadikan kota ini unik dari lainnya. Beragam budaya, suku dan agama bisa kita lihat saling berbaur satu sama lain di kota […]

Artikel Medan Heritage Tour pertama sekali diterbitkan di Blogger SUMUT.

]]>
Medan Heritage Tour adalah satu kegiatan kolaborasi dari berbagai komunitas di Kota Medan yang memiliki tujuan utama yaitu “Selamatkan Warisan Bangunan Sejarah Kota Medan”.

Medan memang terkenal dengan kota yang multietnis dan hal ini menjadikan kota ini unik dari lainnya. Beragam budaya, suku dan agama bisa kita lihat saling berbaur satu sama lain di kota ini.

Kota Medan pada dulunya merupakan perkotaan yang memang sengaja dibangun untuk kepentingan perdagangan pada masa kolonial Belanda, sehingga pendatang dari berbagai berbagai negara berkumpul dan berdagang disini. inilah yang mendasari Kota Medan kaya akan warisan budayanya. Adapun Warisan Budaya Kota Medan diantaranya berupa bangunan tua, ruang publik, taman kota, dan seni budaya. Akan tetapi beberapa aset warisan tersebut perlahan mulai hilang ataupun dimusnahkan dengan sengaja. Jumlah bangunan tua di Medan yang memiliki muatan sejarah, perlahan menyurut, seiring dengan pembangunan fisik kota sampai akhirnya Medan kini telah menjadi kota yang metropolitan.

Penghancuran bangunan-bangunan tua selama ini cenderung untuk mengejar pendapatan asli daerah. Ironisnya, kebijakan yang mengatasnamakan pembangunan Medan menuju kota metropolitan sangat tergesa karena hanya meraup keuntungan jangka pendek, dengan mengabaikan aspek lingkungan dan berbagai aspek sosial budaya masyarakat.

Sebagian besar kota di Indonesia sangat tertinggal dalam sistem pengelolaan dan persepsi terhadap Heritage (warisan) peninggalan budaya masyarakat baik yang bersifat kasat mata (tangible) maupun tidak kasat mata (intangible), salah satunya kota Medan. Persepsi tentang apa itu Heritage masih belum singkron. Padahal ini penting supaya pemerintah dapat melakukan kebijakan dan menyusun program pelestarian yang bermanfaat untuk jangka panjang, yang mana ini akan berdampak positif bagi aspek pariwisata bagi Kota Medan.

Atas dasar pemikiran tersebut, maka Medan Heritage melakukan soft action demi melestarikan Heritage Kota Medan. Kegiatan ini nantinya akan dikenal dengan nama Medan Heritage Tour.

Medan Heritage

Medan Heritage Tour

Kegiatan ini akan menampilkan berbagai konten budaya yang dikemas sedemikian rupa dan disinergikan dengan berbagai aksi kreatif para pemuda dari berbagai komunits yang ada di Kota Medan.

Berbagai komunitas dari Kota Medan akan saling bersinergi untuk mengangkat citra Kota Medan di tingkat nasional, khususnya pada aspek pariwisatanya.

Medan Heritage

Kegiatan Medan Heritage Tour

Disisi lain, kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya guna mendapatkan perhatian dari berbagai pihak untuk mengurangi tingginya tingkat pemusnahan bangunan tua ataupun perubahan alih fungsi ruang terbuka hijau di Kota Medan.

Kegiatan ini juga akan menjadi kegiatan reguler yang akan diselenggarakan secara berkala per tiga bulan sekali.

Pelestarian warisan budaya juga penting bagi perkembangan sumberdaya manusia, sebab mereka adalah saksi-saksi bisu sejarah Kota Medan. Sejarah merupakan aspek penting bagi kemajuan suatu bangsa, aset bagi generasi  muda dan modal bagi pengembangan pariwisata.

Pembelajaran dini bagi generasi muda tentang sejarah sangat dibutuhkan, dengan mereka tahu kapan, dimana, siapa dan bagaimana Kota Medan ini terbentuk. Maka, dengan sendirinya rasa kecintaan terhadap kota akan tertanam sangat dalam di setiap diri generasi muda, sebab kecintaan timbul berawal dari ia tahu dan paham akan sejarah kota.

Faktanya, sudah banyak bangunan tua di Kota Medan yang telah diruntuhkan. Ini menjadi satu fenomena yang harus menjadi pertimbangan, sebab bangunan tua termasuk warisan budaya dan bagian dari sejarah.

Berikut foto-foto kegiatan pra Launching Medan Heritage Tour :

Medan Heritage

Meeting Panitia Medan Heritage Tour

Medan Heritage

Mencari Dana Untuk Medan Heritage Tour

Medan Heritage

Mengamen di salah satu lokasi makan terkenal di Medan. Jalan Pekantan, Pandu.

Tujuan utama dari Medan Heritage Tour ini adalah :

  • Membangun kesadaran dan kecintaan masyarakat tentang pentingnya pelestarian Heritage di Kota Medan sebagai peninggalan sejarah.
  • Menjadi sebuah media silaturahmi antar komunitas di Kota Medan
  • Memberikan pilihan hiburan baru yang memiliki nilai edukasi yang menarik dan tidak monoton bagi masyarakat Kota Medan
  • Soft Action bagi pemerintah dan pemilik modal untuk melestarikan Heritage Kota Medan, tanpa merubah ataupun mengalih fungsikan bangunan/tempat yang sudah ada sejak dahulu.

Sumber : Cerita Medan

Artikel Medan Heritage Tour pertama sekali diterbitkan di Blogger SUMUT.

]]>
http://bloggersumut.net/2013/08/medan-heritage-tour/feed/ 0
ASEAN Blogger 2013: ASEAN, Wisata & Temu Bloggerhttp://bloggersumut.net/2013/06/asean-blogger-2013-asean-wisata-temu-blogger/ http://bloggersumut.net/2013/06/asean-blogger-2013-asean-wisata-temu-blogger/#comments Wed, 26 Jun 2013 09:43:38 +0000 http://bloggersumut.net/?p=4318 ASEAN Blogger 2013 atau di Twitter ditandai dengan tagar #ABFI merupakan perhelatan yang kedua kalinya yang mempertemukan blogger “seluruh ASEAN”. Yap, satu pesan yang penulis tangkap dari acara ini adalah “we called us as ASEAN, not Indonesian, Malaysian, Singapura, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja”. Inti acara ini sendiri menyongsong komunitas ASEAN […]

Artikel ASEAN Blogger 2013: ASEAN, Wisata & Temu Blogger pertama sekali diterbitkan di Blogger SUMUT.

]]>
ASEAN Blogger 2013 atau di Twitter ditandai dengan tagar #ABFI merupakan perhelatan yang kedua kalinya yang mempertemukan blogger “seluruh ASEAN”. Yap, satu pesan yang penulis tangkap dari acara ini adalah “we called us as ASEAN, not Indonesian, Malaysian, Singapura, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja”. Inti acara ini sendiri menyongsong komunitas ASEAN 2015 dan menggali potensi kita untuk dapat bersaing dengan Uni Eropa. Oke, sebenarnya penulis tidak begitu ngeh dengan hal beginian.

:D

Di samping tujuan tersebut, wisata di Solo menjadi sesuatu yang sangat menarik. Sesuai dengan slogan ABFI 2013: “Re-inventing the Spirit of Cultural Heritage of Southeast Asia”, nah salah satu cara agar memperkenalkan potensi kita adalah melalui pariwisata. Penulis sendiri sangat sangat telat untuk berbagi cerita tapi mari flash-back sedikit mengenai catatan perjalanan penulis di Asean Blogger Festival chapter Indonesia 2013, Solo, 9-12 Mei 2013.

9 Mei 2013

Kalau saya bilang sih, bagian ini adalah bagian pertama dan salah satu yang paling menarik. Saya berangkat dari Bandara Polonia Medan pada tanggal 9 Mei 2013. Pertama berangkat sih sendiri. Okay, setelah saya sampai di Bandara Soekarno Hatta, ternyata ada banyak blogger di situ (yang banyak di antaranya ketahuan setelah sampai di Bandara Adi Soemarmo Solo dan di tempat pertama yang akan kita kunjungi malam itu). Beberapa blogger yang saya ‘temukan’ di Soetta ada Putra Nasution (yang mewakili Medan juga), Teuku Muda (Aceh), @udarian (Padang), Fia (Padang).

ABFI 2013 9 Mei 2013 ABFI 2013 9 Mei 2013 ABFI 2013 9 Mei 2013 ABFI 2013 9 Mei 2013 ABFI 2013 9 Mei 2013 ABFI 2013 9 Mei 2013

Sayang sekali kami harus terlambat sampai ke Loji Gandrung – rumah dinas Walikota Solo yang saat ini dijabat oleh Pak FX Hadi Rudyatmo. Itupun belum sempat untuk check-in ke hotel dan berganti pakaian. Jadilah, sesampainya di sana tampang kami (oke, mungkin saya saja) kucel banget dan tanpa dress-code Batik. Alasan keterlambatan ini adalah karena maskapai delay, lagi dan lagi..

Yang pasti, bicara Loji Gandrung dan pembukaan Event ASEAN Blogger 2013 di Solo – saya benar-benar terpana dengan berbagai kulinernya *salah fokus*. Tapi begitulah adanya. Akibat keterlambatan, kami melewatkan Solo Heritage Video dan penampilan tari tradisional sebagai pembukaan event ASEAN Blogger 2013.

10 Mei 2013

Peserta ABFI 2013 dibagi ke 2 hotel. Yang pertama adalah Kusuma Sahid Prince Hotel dan yang kedua adalah Sahid Jaya Hotel. Saya sendiri kebagian di Kusuma Sahid dan satu kamar dengan blogger dari Jakarta dan Yogyakarta. Mereka adalah Ria Sitinjak dan Elisabeth Murni. They were sooo… Kami seperti kakak-adik. Haha.

Jum’at, 10 Mei 2013 ini acara dimulai dengan kata sambutan dari Amril Taufik Gobel. Sementara itu, Pak Tifatul Sembiring berhalangan hadir, begitu juga dengan Presiden ASEAN Blogger ch. Indonesia, Iman Brotoseno.

Hari Jum’at tersebut sendiri diisi dengan seminar dari berbagai pembicara. Yang pertama adalah seminar “Re-inventing the Spirit of Cultural Heritage in Southeast Asia” oleh Pak Hazairin Pohan, Thomas Bills selaku perwakilan dari US Mission dan juga Muhammad Dian Nafi. Dilanjutkan lagi dengan seminar mengenai marketing oleh siapa lagi kalau bukan Prof. Hermawan Kertajaya dari Marketeers yang sukses membuat ruangan ‘cetar membahana’. Diskusi dilanjutkan lagi dengan pembahasan peran social media oleh Budi Putra dan Driana Handayani atau lebih dikenal dengan Mbok Venus. Kepala Dinas Pariwisata Kota Solo juga turut hadir bicara soal potensi pariwisata ASEAN. Yang mengejutkan adalah perwakilan blogger dari negara-negara ASEAN menutup seminar yang berlokasi di Kusuma Sahid Prince Hotel ini dengan bergaya bak model – mengenakan berbagai rancangan Batik.

Malam harinya, destinasi pertama yang kami tuju adalah Mangkunegaraan Art Festival, 10-11 Mei 2013. Pura Mangkunegaraan ini sendiri tidak berada jauh dari Kusuma Sahid sehingga bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Harap maklum karena saya baru pertama kali melihat pertunjukan tari tradisional khas Jawa dengan musik-musiknya yang begitu “merasuki” sanubari, saya begitu terpana dengan berbagai tarian yang dihadirkan di acara ini. Apalagi mereka yang menari tersebut sepertinya masih berusia di bawah 10 tahun dan belasan. Khususnya ketika pertunjukan “Timun Emas”, keren banget dan bikin merinding.

Asean Blogger 2013 Asean Blogger 2013 Asean Blogger 2013 Asean Blogger 2013

Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat pemerintah daerah kota Solo dan banyak sekali masyarakat setempat yang ikut melihat.

11 Mei 2013

Hari Sabtu ini bisa dibilang yang paling seru. Okay, ini mungkin karena “jalan-jalannya”. Namun sebelumnya terdapat sharing dari 10 perwakilan blogger ASEAN mengenai social media dan pariwisata dari masing-masing negara mereka. So excited mendengarkan langsung dari orangnya. Kemudian acara dilanjutkan dengan kelas paralel, saya sendiri memilih “Freedom of Expression” yang dibawakan oleh Indah Nuria Savitri (Indonesia) menjabat MC juga di ABFI. Saya harus akui Ibu satu ini paling paten dan “cantik” banget English-nya. Perlu diketahui, acara ASEAN Blogger 2013 ini tidak sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris lho. Yayaya, sebenarnya ini salah kita, kita bangsa Indonesia yang kebanyakan (termasuk saya) tidak fasih bicara dalam bahasa Internasional ini.

Setelah itu, saya kemudian mengikuti kelas paralel “Photoblogging” yang dibawakan oleh Jessica (thejessicat.com) dari Malaysia.

Nah, kegiatan yang paling ditunggu-tunggu adalah jalan-jalan! Ada 2 pilihan tempat yang harus dipilih yakni Museum Sangiran dan Sukuh Temple. Saya sendiri memilih Sukuh Temple dengan alasan tempat tersebut outdoor! Asyik! Sukuh Temple sering disebut sebagai candi erotis. Okay, memang iya. Tetapi tidak serta-merta semua bangunan di sini erotis, yang saya lihat ada beberapa patung yang memang sedikit vulgar. Perjalanan ke Sukuh Temple sendiri memberi kesan bagi saya karena bisa satu bus dengan blogger-blogger dari luar. Plus perjalanan yang diwarnai dengan hujan. Oke sip.

Malamnya blogger-blogger diajak untuk keliling Solo dengan bis bertingkat Werkudara. Namun karena saya tidak mendaftar karena ada kuota, ya tidak bisa ikut. Pilihan kami (bersama teman sekamar) jalan-jalan ke Pasar Ngarsopuro, melihat-lihat beragam souvenir dan menikmati jajanan khas Solo. Layaknya pasar biasa, jangan bayangkan kami duduk di kursi dengan pencahayaan yang terang benderang ya! Sepulangnya tak disangka-sangka ternyata ada Pak Jokowi yang sedang ada agenda lain di Solo dan kebetulan berada di Kusuma Sahid Prince Hotel.

Peserta Asean Blogger Peserta Asean Blogger

12 Mei 2013

Hari terakhir event ASEAN Blogger 2013 mengajak para blogger keliling kota Solo dengan kereta uap Jala Dara. Anda bisa bayangkan ya, “hari gini naik kereta uap dengan suara khasnya”. Serasa berada di zaman kapan gitu…

Bertepatan pula dengan Car Free Day dan berbagai pawai dari kota Solo. Beneran deh, di Solo itu warganya memang antusias dengan berbagai event yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah. Di tangan saya ada buku agenda untuk satu tahun ini di Solo. Tahu kenapa Solo antusias menyelenggarakan berbagai acara? Ini karena mereka “tidak punya” potensi wisata alam yang spektakuler seperti daerah-daerah lain. Tapi, satu yang saya dapatkan adalah mereka berhasil menunjukkan potensi pariwisata mereka! Anyway, sebagai kota wisata – sejauh yang saya lihat Solo itu bersih banget!

Tak terasa ASEAN BLOGGER 2013 yang bertajuk mengangkat potensi wisata ASEAN pada blogger-blogger (khususnya tahun ini Solo) harus ditutup. Penutupan dilaksanakan di Keraton Kasunanan. Nuansanya benar-benar ‘kental’ khas Jawa Solo dan agak sedikit mistik. Benar, ada satu tempat yang memang dikeramatkan hanya untuk acara ritual saja. Oya, penari-penari yang tampil di Kasunanan ini semuanya tidak boleh menikah lho selama masih menjadi penari keraton.

Kereta Api Jaladara Kereta Api Jaladara Kasunanan Palace

Saya merasakan sesuatu yang berbeda ketika berada di Solo. Masyarakatnya yang masih kental budaya dan okay kebanyakan dari mereka masih lebih sering menggunakan bahasa daerah. Saya saja masih kelimpungan bicara dengan Wong Solo apalagi kalau yang sudah tua. Hehe. Yang saya tangkep adalah: Sumatera Utara harusnya lebih aware lagi terhadap pariwisatanya agar dikenal oleh dunia. Apalagi kita yang punya beragam potensi wisata yang luar biasa, mengapa tidak begitu bergaung? Ya, dimulai dari kita – para blogger yang berbagi cerita.

:)

Seusai acara, saya masih melanjutkan perjalanan di Solo bersama orang Medan, Hendro Siahaan, yang sedang menetap di Solo. Kemudian lanjut ke Yogyakarta dan Depok. Hingga sekarang penulis belum pulang-pulang ke kampung halaman.

:D

Artikel ASEAN Blogger 2013: ASEAN, Wisata & Temu Blogger pertama sekali diterbitkan di Blogger SUMUT.

]]>
http://bloggersumut.net/2013/06/asean-blogger-2013-asean-wisata-temu-blogger/feed/ 5
Horas Parapat Fiesta (HPF) 2013http://bloggersumut.net/2013/06/horas-parapat-fiesta-hpf-2013/ http://bloggersumut.net/2013/06/horas-parapat-fiesta-hpf-2013/#comments Sun, 23 Jun 2013 13:45:13 +0000 http://bloggersumut.net/?p=4305 Pada bulan Juni ini, masyarakat kecamatan Girsang Sipangan Bolon (kota Parapat) akan mengadakan pesta rakyat yang diberi nama “HORAS PARAPAT FIESTA (HPF) 2013″. Pesta rakyat ini digagasi oleh para tokoh masyarakat Parapat yang peduli akan kemajuan kota Parapat. Horas Parapat Fiesta merupakan pesta perdana dan dapat dikatakan sebagai pengganti acara Pesta Danau Toba yang tahun […]

Artikel Horas Parapat Fiesta (HPF) 2013 pertama sekali diterbitkan di Blogger SUMUT.

]]>
Pada bulan Juni ini, masyarakat kecamatan Girsang Sipangan Bolon (kota Parapat) akan mengadakan pesta rakyat yang diberi nama “HORAS PARAPAT FIESTA (HPF) 2013″. Pesta rakyat ini digagasi oleh para tokoh masyarakat Parapat yang peduli akan kemajuan kota Parapat. Horas Parapat Fiesta merupakan pesta perdana dan dapat dikatakan sebagai pengganti acara Pesta Danau Toba yang tahun ini akan digelar di kabupaten Samosir. Dana untuk acara Horas Parapat Fiesta diperoleh dari swadaya masyarakat, pelaku bisnis di seputaran Parapat maupun dari brand yang mau menjadi sponsor.

HORAS-PARAPAT-FIESTA

Horas Parapat Fiesta dilaksanakan mulai tanggal 27 – 30 Juni 2013 dan akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan lomba olahraga (air dan darat), lomba kuliner, lomba seni, dan hiburan oleh artis lokal maupun artis ibukota. Peserta lomba untuk tahun ini dikhususkan bagi warga kecamatan Girsang Sipangan Bolon mulai tingkat pelajar sampai tingkat umum.

Beberapa lomba yang akan dipertandingkan adalah lomba dayung sampan, lomba solu bolon (perahu besar), lomba renang, lomba menyelam, lomba sepeda air, lomba sepak bola pakai jeruk bali, lomba masak memasak masakan nasional khas kota Parapat, lomba seruling pelajar, lomba vocal group pelajar, lomba vocal group antar kedai tuak (Lapo tuak), dan lain-lain. Pada malam harinya warga dan pengunjung akan dihibur oleh artis lokal maupun artis dari Jakarta.

Lomba vocal group antar kedai tuak disengaja dibuat untuk memberi kesempatan kepada para penyanyi kedai tuak untuk unjuk kebolehan. Kita tahu bahwa kwalitas penyanyi kedai tuak dapat diacungi jempol. Setiap kedai tuak di kecamatan Girsang Sipangan Bolon dianjurkan mengirimkan teamnya dan pemilik kedai berperan sebagai manajernya. Peserta diperbolehkan pakai baju bebas asalkan sopan (tidak harus formal). inilah salah satu lomba yang unik dan yang paling dinanti oleh warga Parapat.

Horas Parapat Fiesta ini dilaksanakan bertepatan libur anak sekolah. Jadi bagi anda yang ingin liburan, mungkin kota Parapat bisa menjadi alternatif tujuan anda :) Horas Parapat Fiesta diharapkan dapat menyatukan hati dan persepsi warga Parapat untuk berbenah dan mengembalikan citra pariwisata kota Parapat yang dulu pernah jaya akan keindahan Danau Tobanya.

Artikel Horas Parapat Fiesta (HPF) 2013 pertama sekali diterbitkan di Blogger SUMUT.

]]>
http://bloggersumut.net/2013/06/horas-parapat-fiesta-hpf-2013/feed/ 1
Selamatkan Taman Hutan Beringin Medanhttp://bloggersumut.net/2013/06/selamatkan-taman-hutan-beringin-medan/ http://bloggersumut.net/2013/06/selamatkan-taman-hutan-beringin-medan/#comments Sun, 23 Jun 2013 04:59:34 +0000 http://bloggersumut.net/?p=4294 Medan, beberapa waktu yang lalu terdengar adanya wacana akan mengalihfungsikan Taman Hutan Beringin untuk dijadikan lokasi Mesjid Raya Medan. Memang kota Medan sebelumnya sudah memiliki Mesjid Raya yang dibangun pada masa Kesultanan Deli. Hal ini mengundang banyak reaksi penolakan dari berbagai pihak, termasuk adanya penolakan dari teman-teman komunitas yang ada di Medan. Tunggu, aksi penolakan […]

Artikel Selamatkan Taman Hutan Beringin Medan pertama sekali diterbitkan di Blogger SUMUT.

]]>
Medan, beberapa waktu yang lalu terdengar adanya wacana akan mengalihfungsikan Taman Hutan Beringin untuk dijadikan lokasi Mesjid Raya Medan. Memang kota Medan sebelumnya sudah memiliki Mesjid Raya yang dibangun pada masa Kesultanan Deli. Hal ini mengundang banyak reaksi penolakan dari berbagai pihak, termasuk adanya penolakan dari teman-teman komunitas yang ada di Medan.

Tunggu, aksi penolakan dari beberapa komunitas bukan tidak setuju dengan pembangunan mesjid. Yang perlu ditekankan disini adalah penolakan terhadap alih fungsi taman. Mau dijadikan apapun Taman Hutan Beringin (THB) tetap akan ada penolakan. Mau itu dijadikan Mesjid, Gereja, Mall, atau apapun. Aksi ini lebih kepada kepedulian teman-teman komunitas di Medan terhadap ruang terbuka hijau. Ruang terbuka hijau hingga saat ini masih memiliki fungsi untuk tempat rekreasi, pendidikan dan olahraga untuk menjalin komunikasi antar warga kota. Sedangkan secara fisik ruang terbuka hijau menjadi paru-paru kota, melindungi sistem air, peredam bunyi, dan melindungi warga kota dari polusi udara.

Saat ini Kota Medan masih memiliki 2% area terbuka hijau dari yang seharisnya adalah 30% sesuai undang-undang.  Sedangkan THB yang berada dipusat kota merupakan kawasan ruang terbuka hijau yang secara langsung berfungsi untuk mengurangi polusi dari gas karbon yang dihasilkan oleh kendaraan. Oleh sebab itu beberapa komunitas di Medan merasa Taman Hutan Beringin harus tetap pada fungsinya sebagai taman kota.

Disini saya pribadi ikut ambil bagian dalam aksi penolakan terhadap wacana Pemko Medan yang akan mengalihfungsikan Taman Hutan Beringin untuk dijadikan area Mesjid Raya. Disini saya sebagai perwakilan dari Blogger Sumut dan teman-teman komunitas di Kota Medan mengajak warga Kota Medan untuk ikut serta dalam kegiatan yang akan dilakukan padatanggal 30 Juni 2013 atau H-1 HUT Kota Medan yang jatuh pada tanggal 1 Juli.

Beragam kegiatan yang akan dilakukan pada tanggal 30 Juni nanti, salah satunya adalah penancapan 423 payung di area Taman Hutan Beringin. angka ini sesuai dengan umur Kota Medan yang pada tanggal 1 Juli 2013 akan berulang tahun.

Bagi warga Kota Medan yang ingin ambil bagian dalam kegiatan ini, silahkan datang dengan menggunakan dresscode (baju) berwarna hijau.

Demikian informasi ini disampaikan untuk mengajak warga Kota Medan agar kita sama-sama melindungi dan turut serta menjaga ruang terbuka hijau yang ada di Kota Medan.

Taman Hutan Beringin berlokasi di Simp. Cik Ditiro (Depan Rumah Dinas Gubernur atau dekat SMA Negeri 1 Medan)


View Larger Map

Artikel terkait :

Komunitas Anak Medan Tolak Alihfungsi Taman Beringin

Taman Beringin Jadi Lokasi Masjid Raya Medan

IAI dan Komunitas Taman Hijau Tolak Alih Fungsi Taman Beringin Medan

Artikel Selamatkan Taman Hutan Beringin Medan pertama sekali diterbitkan di Blogger SUMUT.

]]>
http://bloggersumut.net/2013/06/selamatkan-taman-hutan-beringin-medan/feed/ 4
Bunkasai USU, Festival Jepang (?)http://bloggersumut.net/2013/04/bunkasai-usu-festival-jepang/ http://bloggersumut.net/2013/04/bunkasai-usu-festival-jepang/#comments Mon, 01 Apr 2013 22:57:31 +0000 http://bloggersumut.net/?p=4253 Bunkasai USU adalah sebuah event rutin tahunan yang diadakan oleh Departemen Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU. Bunkasai sendiri, memiliki arti festival budaya dalam bahasa Jepang. Untuk tahun 2013 ini, Bunkasai sudah berjalan untuk kelima kalinya setelah pada tahun lalu sempat vakum. Tahun ini, kegiatan Bunkasai USU ini telah berlangsung selama 3 hari, mulai dari […]

Artikel Bunkasai USU, Festival Jepang (?) pertama sekali diterbitkan di Blogger SUMUT.

]]>
Bunkasai USU adalah sebuah event rutin tahunan yang diadakan oleh Departemen Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU. Bunkasai sendiri, memiliki arti festival budaya dalam bahasa Jepang. Untuk tahun 2013 ini, Bunkasai sudah berjalan untuk kelima kalinya setelah pada tahun lalu sempat vakum. Tahun ini, kegiatan Bunkasai USU ini telah berlangsung selama 3 hari, mulai dari tanggal 21 sampai 23 Maret 2013.

bunkasai-usu-2013

Suasana Bunkasai USU

Beberapa alasan diadakannya kegiatan Bunkasai ini menurut Frans Sahala Sitorus (Ketua Panitia Bunkasai 2013) adalah sebagai sarana untuk menjalin hubungan kerja sama antara Indonesia-Jepang, sebagai sarana berkumpulnya beberapa warga Jepang yang berdomisili di Medan, sarana mengembangkan kreatifitas mahasiswa, dan sebagai sarana untuk masyarakat yang suka budaya Jepang seperti anime dan musik, dan berbagai alasan lainnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, banyak sekali acara serba Jepang yang ada di Bunkasai USU ini. Mulai dari pembukaan oleh parade Omikoshi, karaoke lagu berbahasa Jepang oleh dosen dan mahasiswa, Taikai (kuis bahasa jepang), Shoudo (kaligrafi Jepang), Origami (seni melipat kertas), Manga Competition, foto bersama Yukata, Obake Yashiki (rumah hantu), Cost-play, Maid Cafe, lomba J-style, atraksi dari beberapa beladiri Jepang seperti Kendo dan Aikido, juga terakhir Bon Odori (kembang api)  saat acara penutupan.

bunkasai-usu-akb-48

bunkasai-usu-obake-yashiki

bunkasai-usu-jual-pernak-pernik

Dan yang membuat suasana Jepang menjadi sangat kental pada Bunkasai USU kali ini adalah pembawa acara yang turut memakai kostum anime Jepang, datangnya beberapa warga Jepang yang mengikuti pertukaran pelajar atau bekerja di Medan, serta booth yang menjual serba Jepang seperti makanan, aksesoris, baju, mainan, sampai komunitas pencinta anime dan idol grup  Jepang. Semua booth terlihat sukses membawa Jepang ke Kota Medan ini dengan ramainya para mahasiswa sampai para pelajar yang menyempatkan untuk mampir ke festival budaya Bunkasai USU ini.

bunkasai-usu-mc

MC di Bunkasai USU

Namun, dibalik suksesnya acara ini, panitia sepertinya kurang memperhatikan beberapa budaya Jepang yang sangat penting, kedisiplinan dan kebersihan. Orang-orang Jepang pada umumnya memiliki kedisiplinan, kerapian dan kebersihan yang sangat berarti. Tetapi dilihat dari acara Bunkasai USU beberapa hari ini, beberapa booth produk dan fanbase tampak kurang rapih dan kacau. Halaman yang kosong yang juga digunakan untuk sekedar berfoto dengan Cost-player atau Yukata juga luput dari perhatian dilihat dari banyaknya sampah yang “menghiasi” halaman tersebut sehingga membuat pengunjung menjadi kurang nyaman.

bunkasai-usu-parkir

Bagi pecinta kuliner, sepertinya banyak yang berfikir ulang untuk menikmati masakan-masakan Jepang yang ada di festival Bunkasai USU ini. Seperti contoh, mie ramen yang porsinya sangat sedikit dan rasanya sangat tidak recommended di lidah, onigiri dan takoyaki yang rasanya recommended tetapi porsinya sangat sedikit dan terbilang sangat mahal. Entahlah, apakah biaya ini merupakan faktor dari mahalnya biaya sewa booth di festival ini atau memang kualitasnya yang seperti itu. Selain itu, tata letak parkir yang berantakan dan aksi pencurian helm masih saja menjadi persoalan. Sepertinya, panitia masih harus bekerja keras untuk benar-benar membawa “Negeri Sakura” ke Kota Medan ini. Ganbatte Kudasai! (ZF)

bunkasai-usu-cosplay

Artikel Bunkasai USU, Festival Jepang (?) pertama sekali diterbitkan di Blogger SUMUT.

]]>
http://bloggersumut.net/2013/04/bunkasai-usu-festival-jepang/feed/ 1