Kenapa Tidak Jadi Blogger?
September 29, 2008 oleh senjaungu
Tersimpan pada Gaya Hidup
Saya sejak lama yakin bahwa blogger merupakan pilihan tepat bagi anak-anak muda untuk berkarir. Bahkan suatu saat saya yakin akan muncul profesi baru bernama “blogger”. Blogger yang selama ini dipandang sebagai “pekerjaan” sebelah mata, menghabiskan waktu, uang dan tenaga, ternyata mempunyai prospek yang cukup bagus. Blogging (sebutan untuk pekerjaan yang dilakukan blogger) bukanlah sebuah kesia-siaan jika ditekuni secara serius. Banyak kisah sukses yang bisa di-goggling jika ingin tahu berbagai kisah sukses para blogger. Tapi, tentunya sukses itu tidak bisa terukir secara cepat. Ada proses dan waktu yang akan membuat sukses menghampiri para blogger.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika seseorang memutuskan untuk menjadi blogger:
1. Tabahlah…
2. Tabahlah…
3. Tabahlah…
Menjadi blogger memang membutuhkan ketabahan. Tak ada yang lain. Di dunia maya yang menyediakan semua hal, dibutuhkan lebih dari sekedar kecerdasan, kepintaran bahkan nasib baik. Saya mendapati banyak blog yang bermutu, tapi juga banyak menemukan banyak blog sampah. Saya berkenalan dengan orang-orang yang punya dedikasi besar dan keinginan untuk maju, tapi juga saya menemukan orang-orang iseng yang bermental kotor disini. Maka itu, tak berlebihan jika saya bilang diatas, bahwa ketabahan menjadi modal utama untuk menjadi blogger.
Menjadi blogger memang sebuah pilihan. Seperti juga ketika Anda memilih untuk menjadi dosen, PNS, atau polisi. Sebagai blogger yang baik, Anda harus memahami seluruh aspek yang bisa mendatangkan manfaat baik itu benefit maupun profit bagi Anda. Yang dimaksud dengan benefit adalah Anda harus memaksimalkan jaringan pertemanan sehingga sebagai blogger Anda dikenal banyak orang. Ini menjadi keuntungan moral bagi Anda. Sedangkan memanfaatkan keuntungan profit adalah dimana Anda akan bisa mendapatkan uang secara langsung dari pekerjaan Anda sebagai blogger. Manfaatkan berbagai macam fasilitas seperti Paypal, Google Adsense dan lain sebagainya yang banyak menawarkan program keuntungan finansial bagi Anda.
Jika mau kreatif sedikit, Anda juga bisa memanfaatkan program offline dengan melatih orang-orang yang ingin membuat blog secara langsung dengan membuat pelatihan reguler. Atau, bisa juga dengan membuka sharing akses internet di wilayah perumahan Anda, sehingga, Anda bisa puas nge-blog, akses internet Anda gratis, dan Anda dapat uang. Oke, selamat, nge-blog, semoga sukses.
Aulia Andri: pengajar; blogger; new media specialist







nina pada Tue, 7th Oct 2008 10:40
tabah si tabah, cuma malas…
surya pada Tue, 7th Oct 2008 14:28
betul. tabah dan tabah adalah jawaban seseorang publisher atau individual blogger. jd intinya. bloger itu iseng berhadiah.
jd blogger yang wahid perlu otak yang extra. scrip dan code2 template wajib 100 % dikuasi.itu kalo blog nya mau sekelas bill gates whahahhahaha.
biasa nya blog berfungsi semata mata hanya expresi diri. dikarenakan ada layanan blogger dan layanan publisher.jadilah blog sumber money.mulai sumber duit yang jualan buku THH ( tah hapa hapa ) sampai sumber duit MLM internet yang menjanjikan rupiah.selain hati2 dengan modus penipuan MLM internet. saya saran kan juga untuk berhati hati.
blogger sekarang udah kek CNI atau thien she aja. MLM. wahhhahhaa. menjanjikan ke untungan dari komentar yg sudah dibuat atau dibuat buat.
soo.buat para bloger sebaik nya blog ente tentukan judul nya dulu. mau cari duit atau mau jd expresi dan gayamu ? kalo gak mau duit tekor di warnet. keep enjoy your blog !
marshmallow pada Thu, 4th Dec 2008 7:46
yang disebutkan di atas memang keuntungan yang tangible sebagai bloger, termasuk “resiko” dapat tambahan penghasilan (hehe!). tapi yang jelas, menjadi bloger bisa “beresiko” nambah ilmu dan belajar berkomunikasi dengan baik.
jadi seperti kata bang napi, untuk menjadi bloger itu mesti “waspadalah, waspadalah, waspadalah!” karena akan banyak sekali “resiko” yang akan seorang bloger hadapi!
Zulfahri pada Thu, 4th Dec 2008 14:51
Menjadi blogger ada kenikmatan tersendiri. Semua bermula dari hobby yang selanjutnya menjadi kebutuhan.
elepoerba pada Thu, 11th Dec 2008 21:56
Saya sendiri mungkin terbilang blogger yang sudah menikmati hasil dari blogging. Tahun lalu, bos saya di perusahaan sebelumnya, memprioritaskan untuk merekrut saya setelah membaca dan melihat2 blog yang saya desain dan tulis sendiri. “You’ve got something different,” kata beliau. So, voila! Kompetitor saya kalah karena blog. Ringkasnya, ngeblog memberi nilai tambah dalam penilaian, meskipun dasar para pelamar sama2 kuat di bidang perikanan.
Sekarang inipun, saya sedang menjajal merintis karir baru di perusahaan asing lain. Lagi, saya ditanyai apakah saya punya blog atau tidak. So here it went like this… mereka akan segera ngasihtau keputusannya segera. Ngeblog itu memang nggak ada ruginya.
Bujur,
Ele – Blogger Lubuk Pakam yang jadi BTL di Jakarta
diaryeki pada Sun, 14th Dec 2008 9:03
hmm..
jadi blogger mempunyai kepuasan tersendiri ..
apalagi, ketika artikel kita mendapat respon dari pembaca ..
Agung Arifin pada Mon, 15th Dec 2008 2:19
Jadi blogger itu lebih baik daripada penganngguraan…
tp sebenarnya begini, untuk menjadi blogger perlu ada copy bloggernya juga… internet emang berkembang di indonesia, tp masih sedikit yang mengenal cara ngeblog… kalo blog mungkin banyak yang tau tp ntah kenapa ga semua orang punya ketertarikan untuk terjun langsung… mungkin keterangan diatas bisa dijadikan acuan bagi blogger baru.. hayooo blogger….
Shinichi pada Fri, 9th Jan 2009 5:24
buat saia sndiri, nama blogger terlalu besar untuk saia panggul.
hehehe…
tapi itulah, blogger memang lebih kok
inmyhand pada Sun, 11th Jan 2009 21:58
ha ha ha..
HIDUP BLOGGER
Dinneno pada Mon, 14th May 2012 5:33
Intinya, jangan jadikan niat ngeblog itu sebagai cari duit. Dapat duit dari blog itu cuma bonus dari apa yang udah kita lakukan di dunia blog.
Percayalah, blog yang baik akan merasakan uang hasil blog dgn manis.