Menyikapi Konflik Agama di Indonesia
July 28, 2008 oleh suraja
Tersimpan pada Kontribusi
Dulu waktu usia sekolahan SD SMP SMU, saya belum pernah mendengar adanya konflik antar agama di sekitar lingkungan, sejak masih berdomisili di Kalimantan sampai besar di Sumatra. Paling-paling yang terdengar hanya nasehat2 dari orang tua tentang agama ini dan itu, dan itu pun tentunya hanya bersifat intern, karena memang tujuannya untuk mendidik anak sendiri, bukan mendidik anak orang lain hehehe…
Kemudian ketika mulai masa-masa memasuki bangku kuliah, terdengar gesekan-gesekan tersebut. Masih teringat di tahun 1996, 5 gereja dibakar 10,000 massa di Situbondo, info nya gampang di search di Google. Sampai-sampai berulangkali kejadian tersebut diulas di TV nasional ketika itu karna mungkin ini kejadian yang pertama kali terjadi (atau mungkin pertama kali terekspose). Terkejut juga sebenarnya, koq bisa-bisanya orang Indonesia yang di buku-buku pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasla) dan IPS (Ilmu Pendidikan Sosial) selalu diidentikkan dengan masyarakat yang ramah tamah dan menjunjng tinggi keberagaman dengan simbol Bhineka Tunggal Ika nya. Pertama saya masih menganggap hal tersebut kemungkinan hanya karena konflik internal grass root dan bersifat lokal Situbondo saja.
Kemudian menginjak masa kuliah di Jawa, iklim perbedaan itu belum terlalu terasa, apalagi Yogyakarta tempat saya menuntut ilmu memang terkenal dengan keberagaman penduduk pendatangnya dan tetap masih menjunjung tinggi budaya Jawa yang saling menghormati, itu saya salut! (more…)







nurul pada Fri, 16th Oct 2009 8:26
i agree with uuuuuuuuuu