Menelusuri Jejak Sejarah Kota Medan
December 16, 2008 oleh realylife
Tersimpan pada Sejarah dan Budaya
Hari Sabtu kemarin, saya mencoba berjalan-jalan di seputar kota Medan. Tadinya mau sekalian mencari tempat yang ada wifi-nya dan buka sampai malam. Keliling-keliling naik angkot, saya tiba juga di kawasan Kampung Madras, dulunya lebih dikenal dengan “Kampung Keling”.
Banyak keunikan yang saya temukan di sana, mulai dari keragaman etnis yang ada, rumah ibadah dan juga kulinernya. Semua menunjukkan percampuran budaya. Barangkali tak salah kalau saya mengatakan ini adalah “truly asia”-nya Indonesia.
Salah satu yang tak bisa dilupakan atau dipisahkan adalah adanya warga keturunan India di Medan selain etnis keturunan Tionghoa. Hmm, rasanya menarik sekali untuk ditelusuri dan diteliti. Barangkali ini adalah bentuk kecintaan saya terhadap Sumatera Utara. Menelusuri jejak sejarah kota Medan, kembali ke masa lalu dan berkaca tentang indahnya kota ini dulu.
Salah satu yang akan saya bahas di sini adalah seorang keturunan India, namanya Pak Krisna Menon. Usianya sekitar 33 tahun. Sehari-harinya Pak Krisna, begitu ia biasa disapa, berjualan gorengan dan makanan seperti nasi goreng, mie goreng dan lain-lain. Warung kecilnya itu terletak di Jalan Zainul Arifin dekat Sun Plaza Medan. Menariknya, Pak Krisna menamakan gorengannya itu gorengan khas India, secara yang berdagang kan biasanya orang Indonesia. Tertarik untuk mencicipi silahkan saja datang ke warungnya itu. Setelah bercerita panjang lebar, akhirnya aku tahu aktifitas lain dari beliau ini, ternyata kegemaran lainnya adalah mengkoleksi uang Indonesia lama yang berbentuk kertas, serta beberapa koleksi barang antik lainnya. Hari minggu kemarin saya dibolehkan melihat, saat dia memamerkan di depan sebuah toko money changer masih di kawasan yang sama. Uniknya dia hanya memamerkan khusus hari minggu dan hari libur, jam 9 pagi sampai jam 7 malam. Alasannya karena belum punya tempat untuk bisa memajang setiap hari.
Ketika ditanya kenapa senang mengkoleksi uang lama ini, beliau ternyata punya cerita unik lainnya. Kala itu ada seorang laki-laki etnis keturunan yang butuh uang untuk makan, dia menjual uang lamanya itu pada pak Krisna, dikarenakan rasa iba akhirnya uang tersebut di beli. Kejadiannya sekitar tahun 2000-an. Nah sejak saat itu beliau mulai tertarik dan mengumpulkan uang kertas lama dari Indonesia. Sampai saat ini sudah ada sekitar 200 an lembar uang lama Indonesia plus beberapa barang antik lainnya; seperti guci, beberapa kerajinan kuningan. Mengenai koleksi, Pak Krisna menyenangi yang bergambar Mantan Presiden kita, Alm. Bapak Soekarno, katanya punya nilai seni yang tinggi. Seperti uang yang terbit sekitar tahun 1964 dengan bacaan kun fa yakun.
Nah buat yang tertarik melihat koleksi uangnya silahkan datang ke tempat ia memamerkan di depan money changer Jalan Zainul Arifin. Atau bisa menghubungi beliau di No: 081370666252.
O iya satu lagi beliau bilang ini wujud rasa cintanya pada Indonesia sebagai tanah kelahirannya. Wah, jadi kebanggaan pada negara bisa dalam bentuk apa saja ya. Lantas bagaimana dengan kita sendiri ya?
Nantikan juga di postingan mendatang mengenai penelusuran saya tentang sejarah dan keunikan kota Medan. Kalau ada yang mau sharing atau ikut hunting boleh menghubungi saya di BloggerSUMUT ya.
Dan di bawah ini adalah jejak kaki saya di tempat pak Krisna Menon.
( Terima kasih buat Pak Krisna Menon yang sudah bersedia berbagi di sini )










Muhammad Nurdin pada Tue, 30th Dec 2008 14:42
Salam bloger sumut…..
Tanda kecintaan kita kepada bangsa dan tanah air adalah dengan mengenal dan mengenang sejarah bangsa dan atanah air kita….
…….hendaknya kita sebagai komunitas blogger sumut merintis galerry yang sifatnya memuat foto-foto tentang keberadaan sumut dan INDONESIA supaya menjadi kenangan generasi penerus kita…..semoga masukan ini dapat menjadi bahan pemikiran kita…………………….
Rum Ahmad Yusuf pada Sat, 17th Jan 2009 15:16
Senang rasanya membaca tulisan jalan-jalan dari realy, Ya..Medan menyipan begitu banyak keberagaman suku dan budaya, salah satunya kebudayaan orang India yang sudah lama tumbuh dan berkembang di Tanah Deli ini.
Rasa kebersamaan tersebut hendaknya terus kita jaga dan bina untuk menjaga kedamaian di tanah air kita ini.dan tentunya Medan masih punya banyak lagi keberagaman serta penginggalan sejarahnya..Yup mari kita kesana kemudian menuliskannya sehingga kelestariannya tetap terjaga sampai anak cucu nanti..
Salam RAY..
Zulfahri pada Wed, 21st Jan 2009 10:09
Mengkoleksi uang kuno merupakan investasi yang berharga
Axiank wolf pada Thu, 5th Mar 2009 15:42
uang kuno indonesia keren banget!
firman pada Tue, 10th Mar 2009 10:35
Medan memang menyimpan berbagai keunikan etnik yang tidak kalah menarik dengan daerah lain di Asia. Pembauran berbagai etnik di Medan membuktikan bahwa warga Medan menjunjung tinggi keberagaman dan menjadi cerminan bagi masyarakat itu sendiri, wajar bila Medan khususnya dan SUMUT pada umumnya menjadi “mini” nya Indonesia.
Defrianto Chaniago pada Sat, 28th Mar 2009 10:28
salam..
senang membaca artikel..
jd pengen main ke medan, tp kapan ya..
april pada Mon, 6th Apr 2009 20:52
Wah jadi pengen juga nich ikutan ngoleksi uang kuno,tapi caranya gimana ya?? bagi temen2 yang tau tempat jual/beli uangkuno tolong hubungi saya di 087827984227
Trims Ya…
via pada Sun, 14th Jun 2009 13:20
waahh…. salut buat pak krisna !!!
ini harusnya bs jadi motivasi buat kt2 rakyat indonesia,,
agar lebih mghargai lgi pnggalan sejarah !!
buat penulis,, Lanjutkan ya crtnya,,, smga sukses….
Bodis pada Sat, 18th Jul 2009 8:43
Saya sudah sering lewat Zainul Arifin tapi kok gak pernah ngeliat tempat jualan Pak Krisna yah? mungkin kurang perhatiin.. Tp thanks udah share infonya.. jadi tertarik..
johan pada Fri, 31st Jul 2009 20:54
ne w ada uang kuno tahun 1898,uang jamam belanda seharga 2 1/2sen & uang lama tahun 1959,dll
yg minat kirim email ke johan_saktinet@yahoo.co.id
rozi pada Fri, 7th Aug 2009 15:22
saya ingin mencari sejarah tahun 1880 sampai 1945
Rizal pada Sat, 15th Aug 2009 17:37
Ternyata begitu panjang sejarah kota medan…. Trims…
Nida pada Tue, 29th Sep 2009 9:41
masing-masing daerah memang mempunyai sejarah dan keindahan sendiri-sendiri, mari kita selami sejarah daerah, dimana kita sekarang menginjakkan kaki. Ok
musik.um.ac.id pada Tue, 6th Oct 2009 14:44
saya baru tahu kalo sejarah kota medan seperti ini….
Lina pada Fri, 4th Dec 2009 20:56
jual koin kuno, Rp 5 dan Rp 10 tahun 1974 dan Rp 5 dan Rp 10 (logam dan kuningan) tahun 1979.berminat hub saya di 061 6877 3880 atau lewat ym sweetli85@yahoo.com
desasa pada Sun, 18th Apr 2010 19:45
kami dihubungi seseorang di Medan mengaku Danar no.telepon 061-69927216 yang mengabarkan bahwa keponakan kami Fitra Reza telah meninggalkan dunia Kamis 15 April 2010 dan telah dia makamkan secara adat. Namun yang bersangkutan tidak mau menyebut alamat dirinya dan tempat Reza dimakamkan.Mohon bantuan rekan-rekan bila me…ngetahui atau ada informasi tentang saudara Reza tersebut. Foto terlampir..
zainuddin pada Tue, 4th May 2010 11:34
mari kita jaga & melestarikanya, jangan sampai di miliki negara lain, bagi kolektor kalau bisa buat musium sendiri buat UMUM oke ,karena aq juga ingin mlhtnya mngkn orang lain juga
FAUZI RAMDANA pada Wed, 14th Jul 2010 15:38
Saya merasa bangga bisa tinggal d kota medan , karna begitu ramah nya penduduk kota medan ,dan suasana nya yg begitu nyaman serta begitu banyak nya sejarah kota medan .
sarah anngel pada Fri, 19th Nov 2010 0:04
kota medan memang luar biasa.
dinda pada Tue, 23rd Nov 2010 17:56
medan
iwan pada Sat, 25th Dec 2010 4:42
saya juga punya uang kuno Rp25 kertas tahun 59.
kira2 kalau saya jual laku berpa duitnya ???!!!
r.muhammad azwin pada Fri, 11th Feb 2011 12:49
assalaamu’alaikum. Thanx untuk saudara yg telah membuat blog untuk sejarah sumut. Disini saya cuma mau berbagi, jika ada yg ingin Sejarah (kerajaan2) Labuhanbatu (lengkap dan cuma ada pada saya), akan segera saya bentuk dalam kepingan cd/ ebook. Tidak gratis dan tidak akan ternilai harganya namun terlalu murah harganya bagi mereka yang paham.
r.muhammad azwin pada Fri, 11th Feb 2011 12:56
oh iya, satu lagi, saya adalah salah satu ahli waris penulis bukunya. Saat ini saya sedang menunggu klarifikasi pemerintah daerah dalah hal penerbitan. Mohon do’anya agar bisa terlaksana dengan baik.
fatma pada Sun, 27th Feb 2011 14:47
MEDAN IS TRULY ASIA.I LOVE MEDAN. IN MEDAN WE CAN FIND MULTIPLES ETHNIC AND RELIGION,ALTHOUGH IT,IN MEDAN WE HAVE BIG TOLERANCE EACH OTHER.PIECE FOR MEDAN.
sahat galoeng pada Mon, 18th Jul 2011 15:57
Saya mempunyai banyak model uang Indonesia mulai dari jaman kerajaan2 tua dulu……tapi saya juga mengoleksi uang dari negara2 lain….kalo ada yang berminat telepon z ato miscall z ke no ini 087868967436..
abiytia pada Sat, 8th Oct 2011 15:49
asyik ya jalan-jalan, keliatannya seru. teruskan jalan-jalannya n jangan lupa berbagi disini…