Laporan Kegiatan #MedanBerkebun
October 25, 2011 oleh Nich
Tersimpan pada Agenda BloggerSUMUT
Sanitasi Lahan & Persemaian
Pada hari Minggu (23 Oktober 2011) telah dilakukan gerakan perdana untuk #MedanBerkebun. Kegiatan yang mengusung misi Ekologi, Edukasi dan Ekonomi ini diinisiasi oleh @mdnberkebun dan diikuti oleh lebih dari 40 orang yang mewakili beberapa komunitas yang ada di kota Medan seperti BloggerSUMUT, AkberMedan, BackSpinClub – DJ Medan, Medan Slanker’s Club dan juga teman-teman dari dunia pendidikan seperti mahasiswa/i dari jurusan Arsitektur dan Pertanian USU.
Agenda #MedanBerkebun disusun untuk berjalan dalam siklus yang lengkap; mulai dari sanitasi lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga nantinya Panen Akbar.
Pada agenda pertama kemarin, kegiatan yang sudah dilakukan adalah pembersihan lahan dan persemaian benih sawi dan pakchoi melalui medium (untuk sistem vertikultur). Selain menggunakan cara-tanam vertikultur, sedang dirancang juga sistem bedeng dan tugal.
- Srikandi Medan Berkebun
- Peserta Medan Berkebun
- Para Penggiat Kebun
Dipimpin oleh Bapak Hajar Suwantoro (dosen Arsitektur USU), Kedepannya, lahan seluas 300m2 tersebut dirancang untuk 5 cluster (bagian lahan) yang akan ditanami beberapa jenis tanaman yang berbeda.
- Cluster 1 diperuntukkan bagi tanaman jagung manis, tumpang sari dengan kacang tanah, menggunakan sistem tugal
- Cluster 2 diperuntukkan bagi tanaman kangkung dengan sistem bedeng.
- Cluster 3 diperuntukkan bagi tanaman bayam dengan sistem bedeng
- Cluster 4 diperuntukkan bagi tanaman obat seperti jahe
- Cluster 5 diperuntukkan bagi tanaman sawi dengan sistem vertikultur
Agenda #MedanBerkebun dirancang untuk berlangsung setiap minggu, dengan keberadaan para Penggiat Kebun yang akan selalu memelihara kebun dan juga Sahabat Kebun yang nantinya adalah masyarakat umum yang boleh nimbrung dalam setiap acara berkebun.di Kompleks TASBI 2 Blok V, yang mempergunakan sebuah lahan kosong (kavling tidak terpakai) yang disediakan oleh Pak Cheta Subianto.
Jadi jika berkeinginan untuk ikut dan terlibat sebagai Sahabat Kebun, siapa saja dipersilahkan untuk hadir. Silahkan dibawa anggota keluarga yang ada, mengajarkan anak-anak untuk berkebun juga baik, lho.
#MedanBerkebun
Lokasi: Kompleks TASBI 2 BLOK V
Hari / Jam: Setiap hari Minggu / 16.00 WIB
Lebaran Bersama Blogger Sumut
October 6, 2009 oleh parlin sinaga
Tersimpan pada Agenda BloggerSUMUT
Dua minggu sudah perayaan hari raya Idul Fitri yang kita laksanakan bersama berlalu. Kita pasti sudah saling bermaaf-maafan dan saling ngucapin selamat buat semua orang yang ada didekat kita. Lebaran pasti memiliki makna penting dalam kepribadian kita masing-masing.
Jika sebelumnya kita sudah bermaaf-maafan dan saling mengucapkan selamat hari raya (secara ONLINE maupun tidak), dalam waktu dekat ini BLOGGERSUMUT akan mengadakan Acara Lebaran Bersama untuk seluruh anggota Bloggersumut dimanapun berada.
Postingan ini juga sekaligus sebagai undangan dan pemberitahuan buat teman-teman untuk hadir dalam acara itu nanti. Acara lebaran bersama bloggersumut ini akan diadakan pada:
Hari: Sabtu
Tanggal: 10 Oktober 2009
Tempat : Rumah Pak Gunawan – (Lihat Peta Disini)
Alamat: Jl. Nusa Indah Kompleks Kopertis
(Graha Insan Mulia) Blok F.6
Asam Kumbang
(Dekat SMP 30)
Waktu: 15.00 WIB – Selesai
Nah, buat teman-teman BS yang mau ikutan Lebaran Bareng nanti, silahkan konfirmasi melalui email ke: admin@bloggersumut.net
Kita berharap, teman-teman pada ikutan dalam acara lebaran bersama nanti. Hingga nantinya, dengan lebaran bersama BS, rasa persahabatan dan kekompakan kita semakin mantep.
Oh ya, sesuai koordinasi kemaren, kita nanti tektek-an (baca: ngumpul dana) Rp. 15.000/Orang. Dana ini nanti akan kita gunakan untuk konsumsi kita disana.
Salam buat semuanya;
Jangan Menyerah Madina ( Mandailing Natal )
Tak ada manusia yang diciptakan sempurna
Tak ada bumi yang tak bergejolak
Setelah kesusahan pasti ada kemudahan
Sedikit terhenyak melihat berita di TV, beberapa kecamatan di Kabupaten Madina terendam banjir bandang. Akibat luapan sungai Batang Gadis terlebih setelah adanya pembalakan liar di hutan sekitarnya.
Belum hilang rasanya kekagetan kita saat gempa melanda Jawa Barat, sekarang di bulan Ramadhan yang suci ini, kembali Tuhan menguji kesabaran dan ketabahan kita.
Kami segenap anggota dan pengurus BloggerSumut saat ini hanya mampu mengucapkan belasungkawa dan turut berduka atas peristiwa banjir bandang itu. Buat teman-teman sesama anggota BloggerSumut yang tergerak untuk membantu bisa mendapatkan informasi pada dinas sosial di kota Medan sebagai ibukota propinsi Sumatera Utara. Menurut berita terakhir di televisi bantuan belum bisa masuk ke daerah terparah karena terisolasi oleh banjir, sementara alat transportasi masuk ke dalam daerah tersebut belum memadai.
Adalah kewajiban kita untuk membantu saudara-saudara kita apalagi ini masih di daerah Sumatera Utara, propinsi yang kita cintai bersama.
Kami juga berharap agar kiranya teman-teman anggota komunitas bloggersumut yang berdomisili di Madina atau yang tahu lebih jauh tentang bencana ini kiranya bisa berbagi informasi di sini.
Jadi dapat dibayangkan kepedihan yang dirasakan saudara-saudara kita di sana, apalagi ini menjelang hari raya Idul Fitri, mari kita ketuk hati nurani untuk membantu sesama.
Jika ada yang mau menggalang dana di bloggerSumut ini pengurus siap mengakomodasikannya dan membantu, tentunya akan dilaporkan secara transparan. Mari kita galang kepedulian pada penderitaan sesama.
Silahkan ajukan saran di sini ya.
Buat saudara-saudara kami yang sedang terkena musibah ini, bersabarlah, semoga Allah SWT mengganti dengan yang lebih baik lagi nantinya.
Menyitir syair lagu dari band D`Massive sebagai spirit kita untuk tetap terus maju dan pantang menyerah.
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugrah
Tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik
Tuhan pastikan menunjukkan kebesaran dan kuasanya
bagi hamba-Nya yang sabar dan tak kenal putus asa
Jangan menyerah
Jangan menyerah
Jangan menyerah
Peringatan HUT ke-14, Telkomsel Mengadakan Lomba Nge-blog
May 26, 2009 oleh Nich
Tersimpan pada Agenda BloggerSUMUT
Ini bukan kali pertama Telkomsel mengakui eksistensi blogger Indonesia, setelah sebelumnya mengadakan serangkaian acara dengan Komunitas BloggerSUMUT seperti Workshop untuk Blogger dan juga acara Launching Komunitas Blogger Telkomsel. Kali ini Telkomsel ingin berbagi kegembiraan dalam peringatan Hari Ulang Tahun Telkomsel yang ke-14 melalui tarian jari para blogger di atas keyboard.
Telkomsel yang merupakan salah satu perusahaan operator seluler Indonesia, melalui komunitas blogger Telkomsel Blogger Community bekerjasama dengan BloggerSUMUT dan Aceh-Blogger mengusung lomba nge-blog yang pendaftarannya sudah dimulai pada tanggal 26 Mei 2009. Tentunya lomba ini juga memiliki berbagai hadiah menarik untuk dimenangkan.
Untuk detil lebih lanjut, silahkan klik banner di atas.
Ayo blogger-blogger Indonesia, tunjukkan eksistensi mu!
BloggerSumut Turut Berduka atas Tragedi Situ Gintung
Seluruh anggota dan pengurus BloggerSumut mengucapkan:
Turut berduka cita sedalam-dalamnya atas tragedi Situ Gintung
Semoga semua yang meninggal dalam peristiwa itu diberikan tempat yang paling layak di sisi Tuhan YME. Dan bagi keluarga yang ditinggalkan semoga diberi kesabaran.
Amin.
Acara Grand Launching Tblog Community
February 23, 2009 oleh parlin sinaga
Tersimpan pada Agenda BloggerSUMUT
Jumat malam kemarin sekitar pukul 19.30 Wib, acara launching TBlog Community akhirnya dilaksanakan di Center Piece Merdeka Walk, Medan. Kita bloggerSUMUT beserta blogger-blogger yang mayoritas berada di Medan, turut hadir dalam acara kemarin. Hal ini juga menandakan bahwa Tblog Community atau Telkomsel Blogger Community telah resmi berdiri.
Acara yang dihadiri oleh lebih dari 82 blogger ini cukup meriah dan seru. Acara ini juga dihadiri oleh Pihak Manajemen dari Telkomsel, diantaranya adalah Manager Grapari Medan, Pak Kurnia Hadhi, dan Manager PCM (Preferred Customer Management) Sumbagut Bu Elly Susilawaty serta Pak Gelora Viva Sinulingga dari Kabid Program Infokom Provsu.
Acara yang dimulai dengan Kata Sambutan dari mas Said yang mewakili bloggerSUMUT, Pak Hadhi dari Telkomsel, dan Pak Gelora dari bainfokomsumut akhirnya dilanjutkan hingga ke puncak acara yakni grand launching tblog community. Tblog community ini akhirnya diresmikan oleh bapak Gelora Viva Sinulingga dari Kabid Program Infokom Provsu.

Dalam acara puncak ini juga, telkomsel sebagai media partner bloggersumut menyerahkan sebuah modem kepada bloggersumut melalui ketua Ahmad Said. Setelah acara peluncuran tblog community, acara selanjutnya adalah sesi tanya jawab antara blogger dengan telkomsel dan pihak pemerintah.

Dalam sesi tanya jawab ini juga, Pak Gelora Viva Sinulingga (kiri) berpesan kepada kita blogger-blogger agar kiranya bisa menjadi seorang blogger sehat dalam artian tidak mempublikasikan content fornografi, menyebarkan software secar ilegal dan SARA.

Yang paling serunya adalah kita blogger yang ada diacara bisa melihat secara langsung teman-teman yang ada di Siantar melalui Video Call yang dibawakan oleh bapak Gelora Viva Sinulingga.
Akhirnya, sekitar pukul 22.00 Wib, acara ini berakhir dan semua blogger saling beramah tamah dan saling berbaur dengan blogger lainnya.
Telkomsel Blogger Community dan Citizen Journalism
Awal Tahun 2008. Saya tidak ingat persis tanggalnya tapi sekitar bulan Januari. Saya menghubungi Riza, mantan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera (UMSU) untuk membuat sebuah website yang mengusung prinsip citizen journalism. Setahun sebelumnya, saya memang sudah menggandrungi beberapa wesbite atau blog citizen journalism yang bertebaran.
Saya mengajak Riza karena saya tahu dia punya hobi yang sama dengan saya dalam hal mengutak-atik website. Awalnya, saya bersama Riza merancang nama untuk website citizen journalism yang akan kami buat. Saya mengusulkan sejumlah nama seperti Mentiko.com. Riza tidak setuju. Dia mengusulkan nama Tekongan.com.
Setelah bertemu beberapa kali, kami kemudian menyepakati untuk membuat sebuah website dengan alamat www.tekongan.com. Alasannya sederhana saja. Tekongan itu bahasa asli Medan.
“Cocok nama itu bang. Sudahlah itu saja,” kata Riza mendesak saya.
“Yakin kau itu bahasa Medan?” Saya.
“Ya iya lah. Sudah pas itu,” tegas Riza lagi.
Maka setelah itu saya membangun sebuah website berbasis content management system (CMS) Joomla. Saya membangun website ini sambil belajar. Istilahnya learning by doing saja. Kebetulan saya juga yang membuat website UMSU (www.umsu.ac.id), sehingga punya sedikit pengalaman mengelola website berbasis Joomla.
“Website ini akan kita persembahkan untuk kemajuan masyarakat Medan,” kata saya pada Riza.
Dia tampak bersemangat. Tekongan.com memang akan lebih menekankan informasi-informasi yang ditulis dan dirasakan oleh masyarakat. Saya sudah lama meyakini, media-media non mainstream seperti web yang mengusung konsep citizen journalism akan berkembang. Hingga kini website Tekongan.com masih bisa diakses. Perkembangannya pun semakin baik dengan ditunjukkan dengan semakin meningkatnya pengaksesnya.
20 Februari 2009, bertempat di Merdeka Walk Medan, saya menghadiri launcing Telkomsel Blogger Sumut. Saya sudah bergabung dengan komunitas Blogger Sumut sejak 5 bulan lalu. Komunitas ini saya nilai sangat positif untuk mengembangkan dunia information communication technology (ICT) di Sumut. Maka itu, saya sangat mendukung komunitas Blogger Sumut ini. Malam ini, saya bersama sekitar 80 anggota komunitas Blogger Sumut berkumpul untuk meresmikan di launchingnya komunitas Telkomsel Blogger Community.
Said, Ketua Blogger Sumut dalam sambutannya mengatakan bahwa komunitas ini bertujuan untuk mengembangkan citizen journalism. Dia juga meyakini, blog akan bisa membantu menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat. Saya gembira mendengar sambutan dari Said. Dia tampak bersemangat.
Malam ini, usai mendengarkan Said menyampaikan pidatonya mewakili Blogger Sumut yang bersemangat, saya langsung ingin menulis. Dari situs mesin pencari google saya kemudian menemukan beberapa tulisan tentang citizen journalism. Dari website rumahkiri.net saya menemukan sebuah tulisan menarik berjudul Citizen Journalism, Sebuah Fenomena. Disana disebutkan bahwa sebenarnya istilah citizen journalism sudah lama dikenal namun dengan beda-beda istilah. Namun spiritnya tetap sama dengan public journalism atau civic journalism yang terkenal pada tahun 80-an. Yaitu, perkara bagaimana menjadikan jurnalisme bukan lagi sebuah ranah yang semata-mata dikuasai oleh para jurnalis.
Lantas, apa bedanya fenomena public journalism dengan istilah citizen journalism sekarang ini? Menurut website ini, ada perbedaanya. Perbedaannya, itu terletak pada kemajuan teknologi media sehingga semangat partisipatoris yang melibatkan publik dalam mendefinisikan isu semakin terakomodasi.
Selain itu, kemajuan teknologi media membuat akses publik untuk memasuki ranah jurnalistik semakin terbuka. Semangatnya, sekali lagi, tetap sama. Yaitu, mendekatkan jurnalisme pada publiknya.
Maka itu saya berpendapat pada dasarnya, tidak ada yang berubah dari kegiatan jurnalisme yang didefinisikan seputar aktivitas mengumpulkan, mengolah, dan menyebarluaskan berita. Citizen journalism pada dasarnya melibatkan kegiatan seperti itu.
Hanya saja, kalau dalam pemaknaan jurnalisme konvensional yang melakukan aktivitas tersebut adalah wartawan, kini publik juga bisa ikut serta melakukan hal-hal yang biasa dilakukan wartawan di lembaga media. Karena itu, Shayne Bowman dan Chris Willis lantas mendefinisikan citizen journalism sebagai “…the act of citizens playing an active role in the process of collecting, reporting, analyzing, and disseminating news and information“.
Ada beberapa istilah yang dikaitkan dengan konsep citizen journalism. Public journalism, advocacy journalism, participatory journalism, participatory media, open source reporting, distributed journalism, citizens media, advocacy journalism, grassroot journalism, sampai we-media.
Civic journalism, menurut Wikipedia, bukan citizen journalism karena dilakukan oleh wartawan walau pun semangatnya tetap senada dengan public journalism, yaitu (lebih) mengabdi pada publik dengan mengangkat isu-isu publik. Citizen journalism adalah bentuk spesifik dari citizen media dengan content yang berasal dari publik. Di Indonesia, istilah yang dimunculkan untuk citizen journalism adalah jurnalisme partisipatoris atau jurnalisme warga.
J.D. Lasica, dalam Online Journalism Review (2003), mengategorikan media citizen journalism ke dalam 6 tipe:
- Audience participation (seperti komenter user yang diattach pada kisah-kisah berita, blog-blog pribadi, foto, atau video footage yang diambil dari handycam pribadi, atau berita lokal yang ditulis oleh anggota komunitas).
- Situs web berita atau informasi independen (Consumer Reports, Drudge Report).
- Situs berita partisipatoris murni (OhmyNews).
- Situs media kolaboratif (Slashdot, Kuro5hin).
- Bentuk lain dari media ‘tipis’ (mailing list, newsletter e-mail).
- Situs penyiaran pribadi (situs penyiaran video, seperti KenRadio).
Ada dua hal setidaknya yang memunculkan corak citizen journalism seperti sekarang ini. Pertama, komitmen pada suara-suara publik. Kedua, kemajuan teknologi yang mengubah lansekap modus komunikasi.
Public journalism acap dikaitkan dengan konsep advocacy journalism karena beberapa media bergerak lebih jauh tidak saja dengan mengangkat isu, tetapi juga mengadvokasikan isu hingga menjadi sebuah ‘produk’ atau ‘aksi’—mengegolkan undang-undang, menambah taman-taman kota, membuka kelas-kelas untuk kelompok minoritas, membentuk government watch, mendirikan komisi pengawas kampanye calon walikota, dan lain-lain.
Public atau citizen journalism juga dikaitkan dengan hyperlocalism karena komitmennya yang sangat luarbiasa pada isu-isu lokal, yang ‘kecil-kecil’ (untuk ukuran media mainstream), sehingga luput dari liputan media mainstream.
Public journalism dengan model seperti ini mendasarkan sebagian besar inisiatif dari lembaga media. Kemajuan teknologi dan ketidakterbatasan yang ditawarkan oleh Internet membuat inisiatif semacam itu dapat dimunculkan dari konsumen atau khalayak. Implikasinya cukup banyak, tidak sekadar mempertajam aspek partisipatoris dan isu yang diangkat.
Kembali ke soal Telkomsel Blogger Community, saya kemudian berpikir-pikir, rupanya Telkomsel menginginkan adanya sinergi dengan publik, khususnya blogger Sumut. Sinergi ini bisa saja dengan banyaknya blog yang nantinya akan menulis tentang Telkomsel. Repotnya dan ini tentunya yang harus diantisipasi jika kenyataanya, para blogger menulis hal-hal buruk. Saya mahfum jika nanti pihak Telkomsel akan sibuk merespon berbagai tulisan “miring” tentang Telkomsel. Atau mungkin Telkomsel bisa saja mengabaikan apapun yang ditulis para blogger dan menganggapnya sebagai kritik membangun. Tapi, ya itu, kini memang zamannya citizen journalism. Siapa saja bisa menulis tentang apa saja. Selama itu bisa dipertanggungjawabkan. Ya, kan!
Aulia Andri, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Medan










