Kesawan Riwayatmoe Doeloe
November 25, 2008 oleh realylife
Tersimpan pada Potensi dan Pariwisata, Sejarah dan Budaya
Hari Sabtu kemarin sempat jalan-jalan ke daerah Kesawan, suatu kawasan di jantung kota Medan yang dipenuhi oleh bangunan-bangunan bersejarah peninggalan Belanda. Salah satunya adalah bangunan di atas. Arsitektur yang kental dengan nuansa Eropa tempo dulu. Bangunan ini terletak di jalan A. Yani Kesawan Medan. Banyak bangunan tua yang sudah beralih fungsi, seharusnya sich kalau bisa dipertahankan dan dijaga sebagai salah satu aset sejarah kota Medan. Jadi mimpi dech kalau bisa dibuat seperti di luar negeri, jadi salah satu objek bersejarah, kendaraan dilarang lewat, kita pun bisa menikmatinya sambil jalan kaki.
Seperti contoh Mesjid ini yang juga berada di kawasan Kesawan dan masih dipakai sebagai tempat beribadah umat muslim sampai detik ini.
Seperti yang bisa dilihat di atas, mesjid ini namanya “mesjid lama gang bengkok“, arsitektur yang unik dan barangkali bisa disejajarkan dengan Mesjid Al Maksun Sultan Deli yang terletak di jalan SM Raja Medan. Alhamdulillah mesjid ini masih terawat dengan baik dan masih terus dipergunakan. Sejarahnya sendiri masih belum digali apalagi diberitahukan kepada kita, maklum waktu ke sana saya tidak bertemu dengan pemiliknya.
Perjalanan kemudian diteruskan ke jalan Hindu, masih di kawasan yang sama dan saya menemukan ini:
Bangunan Tua yang kondisinya sudah hancur dan ironisnya di depannya terpakir mobil mewah warga kota Medan. Miris dan rasanya saya ingin bertanya di mana ya kepedulian kita semua terhadap sejarah kota ini sendiri.
Dan lebih sedihnya lagi, bangunan itu berada persis di sebelah sebuah restaurant elite. Jadi sedih dech sebagai salah satu warganya.
Bangunan di atas masih di kawasan jalan yang sama, bahkan ada yang masih dipakai sebagai kantor tapi lihatlah kondisinya, hancur, kumuh dan berkesan kumal tak terurus. Sebagian lagi sudah berpindah ke tangan penduduk umum dan bangunan aslinya sudah dirombak total! Lagi-lagi saya cuma bisa terpana dan terpaku melihat kondisi yang sangat memprihatinkan ini.
Dan sekali lagi lihatlah dengan baik! Jadi bingung juga, apakah ini bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pendahulunya? Entahlah. Yang jelas saat ini kota Medanku sedang berbenah menjadi kota yang metropolis, namun sayangnya mengorbankan asset bersejarah terutama bangunan tuanya, seolah semua memang harus tergilas oleh modernisasi. Uang sudah banyak merubah sifat dan hati manusia, barangkali rasanya .
Jadi tertarik untuk mengetahui tentang sejarah kawasan Kesawan tempo dulu, atau juga sejarah kota Medan itu sendiri. Nah, bagaimana dengan para pembaca sekalian, apakah ada yang mempunyai informasinya?
Silahkan berbagi komentar di sini. Sumatera Utara akan maju kalau kita lebih peduli dengan apa yang kita punyai.
KESAWAN RIWATMOE DOELOE















