Sindikasi: Subscribe to Blogger SUMUTBeritaSubscribe to Blogger SUMUTKomentar

Selamat Datang Koran Digital

September 29, 2008 oleh  
Tersimpan pada Berita

Beberapa bulan terakhir ini, saya disibukkan dengan kehadiran e-paper atau koran elektronik. Saya bersorak-sorak girang ketika menemukan terobosan ini. Adalah e-paper milik Koran Tempo yang pertama kali saya temukan. Setelah itu, saya juga menemukan e-paper milik Harian Kompas. Setelah itu saya juga menemukan e-paper milik Kontan yang mengklaim sebagai pelopor e-paper di Indonesia. Revolusi e-paper ini tentu merupakan “lompatan” baru.

Berbeda dengan media online semisal kompas dot com, Kompas e-paper ini memberikan visual sama seperti kita membaca koran Kompas edisi cetak lengkap dengan kolom dan iklannya. Kadang untuk koran kompas, bukan hanya artikelnya yang penting, tetapi juga iklan-iklannya sehingga e-paper sangat-sangat baik sekali.

Saya kemudian menelusuri beberapa kata terkait e-paper. Akhirnya, voila, saya menemukan FeedJournal yang menyediakan fasilitas gratis bagi siapapun untuk membuat e-paper. Menyenangkan sekali. Yang mengherankan saya, saat ini Harian Waspada (www.waspada.co.id) sedang galak-galaknya mengusung tren media online. Lucu juga, ketika orang-orang sudah bergerak ke e-paper Waspada Online masih sibuk dengan online journalism. Hehehe…..

Memang, Waspada Online juga membuat versi pdf untuk halaman satu. Tapi tidak keseluruhan. Kalau saja, Waspada Online bisa lebih arif melihat perkembangan jaman. Mereka tentu akan segera membuat e-paper. Ini saya kutipkan berita dari Koran Tempo.
Suplemen Koran Tempo
Jum’at, 18 Juli 2008

Era Koran Digital
Lima koran nasional sudah mendigitalisasi korannya.

Naskah koran diterbitkan di Internet adalah hal yang sudah biasa pada saat ini. Namun, menyaksikan koran dalam tampilan cetaknya di dunia maya secara utuh halaman per halaman adalah hal baru. Inilah yang
disebut koran digital. Paling tidak, empat koran nasional sudah mendigitalisasi koran cetak mereka, yakni Koran Tempo, Kompas, Republika, dan Kontan.

Koran Tempo digital, misalnya, sudah mulai online sejak pekan lalu. Ia bisa diakses di alamat http://epaper.korantempo.com. Penyalin-rupaan dari bentuk keras ke digital ini dikerjakan oleh Pressmart.

Manajer IT Kelompok Tempo Media Handy Darmawan mengatakan e-paper adalah koran digital yang sangat memanjakan pembaca dan pemasang iklan. Tampilannya sama persis dengan versi cetak, minus noise yang
dapat ditimbulkan oleh mesin cetak.

Pada edisi digital Koran Tempo, pembaca bisa menikmati halaman demi halaman koran itu. Dengan satu klik, artikel–dengan naskah yang terlalu kecil ukuran font-nya–bisa dibaca dengan mudah di jendela
pop-up, lengkap dengan foto ataupun infografis yang menjadi ciri utamanya.

Pada saat yang sama, pembaca, yang mesti mendaftar secara online, bisa menggunakan fitur Add Clipping untuk menyimpan. Artikel pun bisa dicetak semudah mengklik tombol Print tanpa perlu mencetak semua halaman.

E-paper Koran Tempo juga menyediakan fitur pengunduhan berkas PDF per halaman, navigasi untuk “meloncat” ke halaman yang diinginkan, galer foto, iklan, most view article, teks bergerak yang membuatnya
terhubung ke situs berita Tempo Interaktif, sampai fasilitas mesin pencari.

Pemasang iklan akan dimanjakan lantaran iklan bisa diklik dan ditampilkan pada halaman tersendiri. “Ini membuat pembaca iklan lebih berfokus,” kata Wawan, panggilan akrab Handy. “Pemasang iklan juga
dapat memasang iklan berbentuk video, audio, dan animasi.”

Koran Tempo juga menyediakan iklan ekstra di halaman tersendiri bagi pemasang iklan yang tak muncul di versi cetak. Selain itu, iklan banner terlepas dari versi cetak.

El Fajri Hanif, Media Director Mindshare, salah satu biro iklan papan atas, mengatakan perkembangan koran digital memang belum bisa diprediksi. Namun, ia mengakui di luar negeri iklan di Internet justru
mengalahkan iklan televisi.

Menurut Fajri, mereka akan mengikuti ke mana pergerakan pembaca. “Setelah pembaca koran digital bertambah banyak, ini akan lebih memudahkan kita,” ujarnya.

Sementara itu Kompas mulai tampil dalam bentuk digital pada 3 Juli lalu. Dua hari sebelumnya, “saudara” harian itu, Kontan, juga sudah online. Sejumlah penerbitan grup Kompas Gramedia juga akan hadir dalam
bentuk digital.

Kompas digital bisa diakses di http://epaper.kompas.com atau http://www.kompascetak.com. Dari segi fisik, isi kedua situs ini berbeda dengan Kompas.com. Digitalisasi harian itu ditangani oleh
Softpress. Kompas digital mengadopsi segala bentuk media baru, seperti berita-berita online, blog, podcast, streaming video, dan jejaring sosial. Content Kompas.com, seperti televisi (KompasTV dan SelebTV),
radio (K-Radio), dan video (VideokuTV), tampaknya juga akan diintegrasikan ke koran digital itu.

ERWIN PRIMA