Sindikasi: Subscribe to Blogger SUMUTBeritaSubscribe to Blogger SUMUTKomentar

Medan Heritage Tour

August 31, 2013 oleh  
Tersimpan pada Kontribusi, Sejarah dan Budaya

Medan Heritage Tour adalah satu kegiatan kolaborasi dari berbagai komunitas di Kota Medan yang memiliki tujuan utama yaitu “Selamatkan Warisan Bangunan Sejarah Kota Medan”.

Medan memang terkenal dengan kota yang multietnis dan hal ini menjadikan kota ini unik dari lainnya. Beragam budaya, suku dan agama bisa kita lihat saling berbaur satu sama lain di kota ini. Baca selengkapnya

Marian Shrine Of Annai Velangkanni Medan

February 25, 2013 oleh  
Tersimpan pada Potensi dan Pariwisata

Gereja Velangkanni

Gereja Velangkanni
(@boonchiet)

Setelah beberapa bulan melalak (baca: keluyuran) di Kota Solo, saatnya kembali ke kampung halaman menikmati waktu sejenak bersama keluarga dan teman-teman di Medan. Di kesempatan liburan kali ini saya menyempatkan diri untuk menyinggahkan diri ke salah satu gereja yang cukup unik yang terdapat di Kota Medan, Sumatera Utara.

Marian Shrine Of Annai Velangkanni Medan atau lebih banyak dikenal dengan Gereja Velangkanni adalah merupakan sebuah gereja katolik yang dibangun dengan arsitektur mirip kuil-kuil di India atau Indo-Mogul.

Gereja ini dibangun oleh Pastor James Bharataputra S.J. sejak tahun 2001. Keajaiban-keajaiban pun sering terjadi seiring pembangunan gereja ini, beberapa yang terjadi antara lain : uang pembangunan yang tidak terbakar saat kebakaran yang menimpa gereja dan mata air yang ditemukan dibawah Patung Bunda Maria.

Mata air tersebut beberapa saat setelah ditemukan, oleh pihak gereja diperiksakan ke PDAM setempat dan berdasarkan hasil pemeriksaan dinyatakan aman untuk dikonsumsi langsung. Dipercayai air yang keluar dari mata air ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Saya sendiri sudah mencoba meminum air tersebut dengan harapan penyakit jugul (red: bandel) ini ya klo ga bisa hilang minimal agak berkurang lah sedikit.

Untuk memasuki area gereja ini tidak dipungut biaya, bahkan parkir pun gratis dan terbuka untuk umum tidak terbatas agama dan kepercayaan. Yap, istilah SUMUT atau Semua Urusan Musti Uang Tunai ga berlaku di gereja ini. Gereja Velangkanni beralamat di Jl. Sakura III No. 10 Tanjung Selamat Medan. Tidak jauh dari Distro Pamelodik (red: Monja Pajak Melati).

Petunjuk Arah

Petunjuk Arah
(Google Maps)

Karena keindahan arsitektur dan keajaiban-keajaiban inilah Gereja Velangkanni sekarang ini menjadi tujuan wisata rohani sekaligus menjadi tempat ibadah yang menarik.

Demikian sedikit cerita mengenai Gereja Velangkanni, tentu saja Gereja Velangkanni bukan hanya sebatas kata-kata diatas, keindahan dan suasananya tidak dapat dirangkum melalui beberapa bait kalimat. Keindahan dan suasa yang hanya bisa dilihat dan dirasakan langsung.

Gereja Velangkanni
Jl. Bunga Sakura III no 7 Medan, 20134

http://velangkanni.blogspot.com

Social Media & Creativity Festival

February 21, 2012 oleh  
Tersimpan pada Agenda BloggerSUMUT

Social Media & Creativity Festival adalah festivalnya anak Medan pengguna social media, seperti Twitter, Facebook, Foursquare, Blog dan sebagainya. Social Media & Creativity adalah bagian dari Mega Bazaar Komputer Medan 2012 dan launching Santika Hotel, yang akan dilaksanakan:

Hari / Tanggal : Rabu-Minggu, 22-26 Februari 2012.

Waktu : Pukul 10:00 – 21:00.

Tempat : Medan International Convention Center @ Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention – Medan
Jl. Kapten Maulana Lubis No. 7,Medan20112. (Sebelum Grand Palladium Mall dan tepat di depan Wisma Benteng).

AGENDA

Social Media & Creativity Festival

Social Media & Creativity Festival

Festival ini akan diramaikan oleh komunitas-komunitas yang menggunakan social media sebagai sarana promosi atau memang bergerak di dunia social media. Setiap hari akan dihadirkan komunitas-komunitas yang akan sharing knowledge di booth yang telah disediakan. Adapun komunitas yang hadir adalah sebagai berikut:

  1. Akber Medan @akbermedan
  2. StandUp ComedyMedan @StandUp_MDN
  3. Kaskus Regional Profesional Medan (RPM)
  4. Hijabers Medan @HijabersMedan
  5. BackpackerMedan @backpackerMDN
  6. BigRed
  7. Medan Beatbox @gendangmulut
  8. Teknonesia
  9. MUGI
  10. Medan Berkebun @mdnberkebun
  11. Blogger SUMUT @bloggersumut
  12. AndroidMedan @AndroidMedan
  13. Mata Kamera @MataKamera
  14. IndonesiaSteam Community @IDNsteam
  15. Tangan di Atas (TDA)
  16. Nulis Buku Club @NBCmedan

Selain akan ada booth komunitas bagi pengunjung yang ingin mencari informasi dan sharing dengan komunitas-komunitas tersebut, Social Media & Creativity Festival juga akan mengadakan talkshow sebagai berikut:

  1. Kupas Tuntas Social Media (22 Feb, pukul 11:00-12:30)
  2. Youth & Digital. Remaja & Ekpresi Social Media (22 Feb, pukul 19:00-21:00)
  3. Internet Sehat – internet yang aman bagi anak dan keluarga (23 Feb, 11:00-13:00)
  4. Social Business – penggunaan social media oleh perusahaan-perusahaan. (23 & 24 Feb, 19:00-21:00)
  5. Bisnis Online – bagaimana mengembangkan bisnis biasa menjadi bisnis online. (25 Feb, pukul 11:00-13:00).
  6. Mengenal aplikasi tablet (Apple / Android) dan mengoperasikan dan memanfaatkan secara maksimal. (25 Feb, pukul 13:00-14:00)
  7. Fotografi (26 Feb, pukul 10:30-11:00)
  8. Mengelola Komunitas (26 Feb, 11:00-13:00)

Akan ada juga kuis-kuis berhadiah di Social Media & Creativity Festival / Social Media Medan, pantau terus timeline @SocmedMDN dan FB Social Media Medan.

Akun Social Media Medan

Twitter: @SocmedMDN

FB FanPage: www.facebook.com/socmedMDN

BloggerSUMUT di Aplaus

December 22, 2011 oleh  
Tersimpan pada Warna Warni

Sebuah kebanggaan tersendiri, ketika keberadaan kita diakui oleh orang lain. Apalagi kali ini yang mengakui adalah salah satu media ternama di kota Medan. Ya, BloggerSUMUT diulas di majalah Aplaus.

BloggerSUMUT di Aplaus

Fokus Urban: BloggerSUMUT

Pada edisi 16 Desember 2011, di rubrik Fokus: Urban, Aplaus menerbitkan hasil wawancara yang sudah dilakukan dengan anggota BloggerSUMUT (yang sebelumnya mengambil tempat di Broadband Learning Center, Jalan Mongonsidi – Medan). Dengan jelas dituliskan visi BloggerSUMUT, yaitu “menduniakan Sumatera Utara” dan turut disarankan juga langkah-langkah apa yang dapat masyarakat lakukan untuk menciptakan Sumatera Utara yang lebih baik, melalui porsinya masing-masing.

Potret Proses Pembuatan e-KTP

December 6, 2011 oleh  
Tersimpan pada Kontribusi

Tulisan ini telah disunting, untuk membaca secara lengkap silahkan kunjungi tautan di bawah:

from Google

Kemarin siang, saya, kakek dan nenek memenuhi panggilan undangan dari kantor camat untuk melaksanakan proses pembuatan e-KTP. Lingkungan rumah kami tergolong lambat menerima undangan ini karena teman-teman saya yang berdomisili di luar kecamatan Medan Kota telah lebih dulu membuat dan menerima e-KTP nya. Saya sendiri tidak tahu apa penyebabnya mengapa kami yang berdomisili di Medan Kota justru baru sekarang mendapat “jatah” e-KTP tersebut, dan tidak semua orang di lingkungan kami yang menerima surat undangan e-KTP ini, mungkin mereka menggunakan sistem bergilir.

Dalam surat undangan tersebut kami diharapkan hadir tepat jam 13.00 WIB di kantor camat terdekat. Kami sampai di kantor camat itu jam 13.05 WIB dan para peserta e-KTP sudah menuggu di dalam tenda yang disediakan oleh panitia. Petugas dan panitia pelaksana e-KTP pun telah stand by di meja mereka, kami menyerahkan surat undangan dan menerima nomor antrian 44, 45 dan 46.

Kami ikut bergabung dan duduk bersama para peserta lainnya. Saya bertanya kepada salah seorang ibu yang duduk di samping saya tentang perkembangan kondisi proses pembuatan e-KTP ini. Ternyata beliau telah menunggu dari jam 12.30 WIB dan mendapat nomor antrian 37. Beliau tidak mengetahui info apapun karena panitia tidak atau belum memberitahukan info-info penting yang berkaitan dengan e-KTP ini.

Kami pun menunggu, setengah jam berlalu, satu jam pun mulai berlalu. Orang-orang yang sedari tadi menunggu mulai merasa resah dan sangat jenuh menunggu tanpa ada pemberitahuan kapan mereka bisa melaksanakan proses pembuatan e-KTP ini. Seorang ibu lainnya mulai mengoceh sebal dan jengkel karena dia tela menunggu dari jam 11.00 WIB, beliau cepat datang karena masih banyak pekerjaan yang harus diurus. Bahkan ada seorang pria yang segera pergi begitu saja meninggalkan kantor camat karena dia sudah bosan menunggu dan harus kembali ke kantornya. Panitia tidak bergeming dan terkesan cuek menanggapi kejadian ini.

Baca selengkapnya

LG Helat Festival Game 3D Pertama dan Terbesar di Indonesia

November 10, 2011 oleh  
Tersimpan pada Berita

Medan, 9 November 2011PT. LG Electronics Indonesia mengumumkan dimulainya festival game 3D bertajuk Let’s Fight in 3D. Berlangsung di empat kota besar dengan hadiah lebih dari seratus juta rupiah, Lets Fight in 3D mencatatkan diri sebagai festival game 3D pertama dan terbesar yang pernah dihelat di Indonesia. “LG mengundang seluruh peserta dan pengunjung untuk menjadi bagian dan berbagi kesenangan dalam menikmati pengalaman bermain game dalam nuansa 3D,” ujar Tito, Branch Manager Medan – PT. LG Electronics Indonesia.

Surabaya, Medan, Bandung dan Jakarta ditunjuk sebagai empat kota tempat penyelenggaraan festival game 3D LG ini. Medan ditunjuk sebagai kota kedua yang menyelenggarakan festival game 3D ini. Kompetisi game 3D pertama di Indonesia ini akan berlangsung sepanjang 8-13 November 2011 di Sun Plaza, Medan, tepatnya di wing E dan F.

Seperti halnya di Medan, setiap peserta di masing-masing kota akan ditantang beradu lihai bermain game dalam nuansa 3D melalui permainan DOTA dan FIFA sebagai dua game yang dipertandingkan.

Info Festival Game 3D LG

Brosur Festival Game 3D LG

Bicara mengenai kedua game yang dipertandingkan, DOTA dan FIFA merupakan game yang tak asing bagi penikmat permainan konsol dan komputer. Kedua game tersebut sebenarnya hadir dalam format 2D dan biasa dimainkan dengan memanfaatkan monitor komputer sebagai media penampilnya.

Namun dipilihnya kedua game tersebut, bukannya tanpa alasan kuat. ”Justru melalui festival ini, LG ingin menunjukkan bagaimana teknologi 3D TV dapat membuka peluang lebih besar untuk dinikmati bersama keluarga. Tak lagi sekedar menyaksikan film, namun juga bermain pada layar lebih lebar dalam format 3D yang membuat pemain semakin terlibat dalam permainannya. Semakin seru dan nyaman, tanpa adanya gangguan kelelahan pada mata ataupun rasa pusing,” ujar Tito lagi.

Baca selengkapnya

Peradilan Anak yang Tidak Berbasis HAM

August 9, 2011 oleh  
Tersimpan pada Opini

Saat ini Indonesia termasuk salah satu negara yang masih memberlakukan sistem penjara bagi anak. Indonesia pun belum memiliki sistem peradilan anak berbasis HAM. Padahal memasukkan anak ke penjara bukanlah sebuah pilihan yang baik. Belum lagi isu pelanggaran Deklarasi HAM Universal dan Konvensi Hak-hak Anak PBB.

Namun anehnya, di sebuah penjara anak, atau Kementerian Hukum & HAM menyebutkan lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Kota Medan, di pintu masuknya jelas tertempel sebuah bingkai yang berisi Deklarasi HAM Universal. Entah sebagai sebuah peringatan, atau sekadar hiasan.

Kondisi penjara yang sangat tidak layak di penjara anak/Lapas anak Kota Medan, yang berlokasi di kawasan Tanjung Gusta. Terletak satu kompleks dengan penjara orang dewasa, dari segi kapasitas daya tampung hanya 250 orang, namun penjara anak di Kota Medan dihuni hampir 600 anak. Ruangan sel penjara berukuran 4 x 3 m2 yang diisi 8-10 orang anak dengan kamar mandi tanpa penutup di dalamnya, tentunya sangat tidak nyaman dan mengganggu kesehatan. Bayangkan, jika anda harus tidur di tempat tidur semen beralas tikar dengan bau busuk yang menyengat hidung.

Aspek kesehatan anak di penjara juga masih menjadi persoalan. Hasil pantauan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), terhadap kondisi penjara/lapas anak Kelas II Tanjung Gusta, Medan, sejumlah anak mengalami masalah kesehatan baik fisik maupun mental. Sementara layanan terhadap mereka sangat terbatas. Betapa tidak, biaya layanan kesehatan di penjara anak tersebut saat ini berasal dari pemerintah pusat karena penjara anak di bawah otoritas Kementerian Hukum dan HAM, yang kelembagaannya di daerah bersifat vertikal.

Baca selengkapnya

Halaman Selanjutnya »