Sindikasi: Subscribe to Blogger SUMUTBeritaSubscribe to Blogger SUMUTKomentar

Peradilan Anak yang Tidak Berbasis HAM

August 9, 2011 oleh  
Tersimpan pada Opini

Saat ini Indonesia termasuk salah satu negara yang masih memberlakukan sistem penjara bagi anak. Indonesia pun belum memiliki sistem peradilan anak berbasis HAM. Padahal memasukkan anak ke penjara bukanlah sebuah pilihan yang baik. Belum lagi isu pelanggaran Deklarasi HAM Universal dan Konvensi Hak-hak Anak PBB.

Namun anehnya, di sebuah penjara anak, atau Kementerian Hukum & HAM menyebutkan lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Kota Medan, di pintu masuknya jelas tertempel sebuah bingkai yang berisi Deklarasi HAM Universal. Entah sebagai sebuah peringatan, atau sekadar hiasan.

Kondisi penjara yang sangat tidak layak di penjara anak/Lapas anak Kota Medan, yang berlokasi di kawasan Tanjung Gusta. Terletak satu kompleks dengan penjara orang dewasa, dari segi kapasitas daya tampung hanya 250 orang, namun penjara anak di Kota Medan dihuni hampir 600 anak. Ruangan sel penjara berukuran 4 x 3 m2 yang diisi 8-10 orang anak dengan kamar mandi tanpa penutup di dalamnya, tentunya sangat tidak nyaman dan mengganggu kesehatan. Bayangkan, jika anda harus tidur di tempat tidur semen beralas tikar dengan bau busuk yang menyengat hidung.

Aspek kesehatan anak di penjara juga masih menjadi persoalan. Hasil pantauan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), terhadap kondisi penjara/lapas anak Kelas II Tanjung Gusta, Medan, sejumlah anak mengalami masalah kesehatan baik fisik maupun mental. Sementara layanan terhadap mereka sangat terbatas. Betapa tidak, biaya layanan kesehatan di penjara anak tersebut saat ini berasal dari pemerintah pusat karena penjara anak di bawah otoritas Kementerian Hukum dan HAM, yang kelembagaannya di daerah bersifat vertikal.

Baca selengkapnya

Kesemrawutan Lalu Lintas Kota Medan

February 2, 2009 oleh  
Tersimpan pada Opini

Kembali ke Kota Medan setelah sekian lama tak menyinggahinya pikir saya tentulah sudah jauh berubah. Sesuai status metropolitan yang disandang, ibukota Provinsi Sumatera Utara ini barangkali luar biasa maju baik dari segi pembangunan maupun masyarakatnya.

Begitulah bayangan pada 22 Januari 2009 lalu dalam benak saya ketika menginjakkan kembali kaki di Kota Medan. Saya berangan menikmati hari-hari di kota ini dengan penuh kenyamanan, tentram serta berbagai kisah yang bisa saya bagi pada masyarakat Indonesia lainnya.

Namun, saya justru mendapat banyak kekecewaan selama beberapa hari tinggal di Medan. Mau tak mau, jika tetap ada yang bertanya pada saya apa hal yang menakjubkan di Medan, jawaban saya begini: ”Saya takjub melihat kesemrawutan lalu lintas di Medan. Saya juga heran kok bisa begitu”.

Baca selengkapnya