Waspada Hujan Deras, Petir dan Angin Kencang
Ini adalah perkiraan tentang cuaca di wilayah SUMUT dan sekitarnya yang dikutip dari bmg:
Waspada pada hujan deras, petir dan angin kencang. Antara tanggal : 24 – 26 Maret 2009, di Sumatera bagian utara, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah bagian utara, Kalimantan Timur bagian selatan, Maluku Tenggara, Papua Tengah dan Papua Timur bagian selatan, Jawa bagian Barat . Antara tanggal : 27 – 30 Maret 2009, di Sumatera bagian utara dan tengah, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah bagian utara, Kalimantan Timur bagian selatan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku Tenggara, Papua Barat bagian utara, Papua Tengah dan Papua Timur bagian selatan, Jawa bagian barat .
Itu peringatan dini dari Badan Meteorologi dan Geofisika terhadap masyarakat umum. media publik juga telah menyebarkan informasi ini dalam headline news-nya.
Berita ini tidak main-main, masih ingat tentang sekelompok anak dari binjai-SUMUT, yang bermain bola dikala waktu sedang hujan?
Menurut pihak BMG yang telah dikonfirmasi oleh salah satu media terkemuka di Sumatera Utara, “waspadailah petir pada sore hari maupun maghrib, kemungkinan petir mencari korban”.
Jadi “sediakan payung sebelum hujan”. Jaga dan beri informasi tentang ini ke sanak saudara, anak, keponakan, dan anggota keluarga anda lainnya.
Tebing Tinggi “ Esa Hilang Dua Terbilang “
March 26, 2009 oleh realylife
Tersimpan pada Potensi dan Pariwisata
Selanjutnya kita akan menyusuri Kabupaten/Kotamadya lain di Sumatera Utara. Kali ini kita akan singgah di Kotamadya Tebing Tinggi.
Saat ini Tebing Tinggi di pimpin olehh Bapak Ir.H.Abdul Hafiz Hasibuan selaku walikota dan Bapak H. Syahrir Hafzein selaku wakil walikota Tebing Tinggi.
Kita mulai perjalanan kita di kota Tebing Tinggi
Sejarah Kota Tebing Tinggi
Kira-kira seratus tiga puluh enam tahun yang lalu, kota Tebing Tinggi sudah didiami suku bangsa Indonesia. Hal ini dapat dibuktikan dari arsip lama, dimana dalam catatan tersebut dinyatakan Tebing Tinggi telah menjadi tempat pemukiman, tepatnya pada tahun 1984. Dari cerita-cerita rakyat yang dikisahkan oleh orang tua, dari sebuah bandar di Simalungun berangkatlah orang tua yang bergelar Datuk Bandar Kajum meninggalkan kampung halamannya yang diikuti para penggawa dan inang pengasuhnya melalui kerajaan Padang menuju Asahan dan tibalah beliau di sebuah desa yang pertama dikunjunginya bernama Tanjung Marulak. Karena kelihaian kolonialis Belanda dengan politik pecah belah sehingga menimbulkan perang saudara. Untuk mempertahankan serangan ini Datuk Bandar Kajum berhasil mencari tempat di sebuah dataran tinggi di tepi sungai Padang. Disinilah dia membangun Kampong yang dipagari dengan benteng-benteng pertahanan yang sekarang disebut ”Kampong Tebing Tinggi Lama” dan berkembang menjadi tempat pemukiman sebagai asal usul Kota Tebing Tinggi.
Kota Tebing Tinggi merupakan salah satu Kota di Propinsi Sumatera Utara yang secara historis administrasi Pemerintahannya telah ada sejak penjajahan Belanda, dimana pada Tahun 1887 oleh Pemerintah Hindia Belanda, Tebing Tinggi ditetapkam sebagai kota Pemerintahan dengan kepala pemerintahannya adalah seorang Kontreleur. Dalam perundang-undangan yang berlaku pada Desentralisasiewet yang ditetapkan pada tanggal 23 Juli 1903 ( untuk selanjutnya dapat disebut daerah Otonom kota kecil Tebing Tinggi ) oleh pemerintahan Hindia Belanda, pemerintah Kota Tebing Tinggi ditetapkan sebagai daerah otonom dengan sistem desentralisasi.
Keterangan yang menjelaskan kota Tebing Tinggi sebagai Kota Otonom dapat kita baca dari tulisan J.J. Mendelaar dalam ” Nota Bertrefende Degemente Tebing Tinggi ” yang dibuat sekitar bulan Juli 1930. Dalam salah satu Bab dari tulisan J.J. Mendelaar tersebut dinyatakan, setelah beberapa tahun dalam keadaan vakum mengenai perluasan pelaksanaan desentralisasi, maka pada tanggal 1 Juli 1971 berdasarkan Desentralisasiewet berdirilah Gemente Tebing Tinggi dengan Steling Ordanite Van Statblaad 1917 yang berlaku 1 Juli 1917. Berdasarkan hal inilah maka tanggal 1 Juli ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Tebing Tinggi.
Lokasi dan Keadaan Geografi
Kota Tebing Tinggi merupakan salah satu Pemerintah Kota dari 29 Kabupaten/Kota di Propinsi Sumatera Utara. Berjarak sekitar 80 Km dari kota Medan ( ibukota Propinsi Sumatera Utara ) serta terletak pada lintas Sumatera, yaitu yang mehubungkan Lintas Timur dan Lintas Tengah Sumatera melalui Lintas Diagonal pada ruas jalan Tebing Tinggi – Pematangsiantar – Parapat – Balige – Siborong-borong. Kota Tebing Tinggi terletak diantara 3 derajat 16’-3 derajat 22’ Lintang Utara dan 99derajat7’-99derajat11’ Bujur Timur dengan batas-batas :
Sebelah Utara dengan PTPN III Kebun Rambutan, Kabupaten Serdang Bedagai
Sebelah Selatan dengan PTPN IV Kebun Pabatu dan Perkebunan Raya Pinang, Kabupaten Serdang Bedagai
Sebelah Timur dengan PT Socfindo Tanah Besi dan PTPN III Kebun Rambutan, Kabupaten Serdang Bedagai
Sebelah Barat dengan PTPN III Kebun Gunung Pamela, Kabupaten Serdang Bedagai
Berdasarkan letak geografisnya Kota Tebing Tinggi beriklim tropis. Ketinggian 26-34 m di atas permukaan laut dengan topografi mendatar dan bergelombang. Temperatur udara di kota ini cukup panas yakni berkisar 25-27 derajat celcius.
Tebing Tinggi luasnya 38.438 km persegi terbagi atas 5 kecamatan dan 35 kelurahan. Sebagian besar wilayah digunakan untuk pertanian(51,19) pemukiman (35,71) dan selebihnya dipergunakan untuk sarana sosial budaya, industri, perhubungan dan lainnya. Kota Tebing Tinggi dilintasi 4 sungai besar dan kecil yaitu : Sungai Padang, sungai Bahilang, sungai Kelembah dan sungai Sibarou. Sebagaimana kota-kota lain di Sumatera Utara, Kota Tebing Tinggi mempunyai 2 musim, penghujan dan kemarau dengan jumlah curah hujan sepanjang tahun rata-rata 1.776 mm/tahun dengan kelembaban udara 80-90%
Administrasi pemerintahan
Struktur organisasi pemerintahan Kota Tebing Tinggi
Sekretariat Daerah Kota membawahi 2 Asisten dan 8 Bagian :
-Asisten I Tata Praja/Ekbang membawahi 4 bagian
-Asisten II Administrasi Umum membawahi 4 bagian
Sekretariat DPRD
Dinas : 7 Unit
-Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah
-Dinas Pendapatan
-Dinas Pertanian
-Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan PKM
-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
-Dinas Kesehatan
-Dinas Perhubungan
Badan : 4 Unit
-Badan Pengawasan
-Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah
-Badan Kesatuan dan Perlindungan Masyarakat
-Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota
Kantor : 7 Unit
-Kantor Satuan Polisi Pamong Praja
-Kantor Arsip Serta Pengolahan Data Elektronik ( PDE )
-Kantor Perpustakaan Daerah
-Kantor Kebersihan, Pertamanan dan Lingkungan Hidup
-Kantor Kesejahteraan Sosial Tenaga Kerja dan KB
-Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil
-Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu
BUMD: 1 Unit
-PDAM Tirta Bulian Kota Tebing Tinggi
Pemerintah Kota Tebing Tinggi telah membuka Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KP2T ) yang beralamat di Jalan G. Leuser No 5 Kel. Tanjung Marulak Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi untuk membantu masyarakat dalam hal perijinan.
Visi dan Misi Pemerintahan Kota Tebing Tinggi Tahun 2006-2010
Visi : “ Tebing Tinggi menjadi kota Jasa yang bertumpu pada Kualitas Pendidikan dan Kesehatan serta memiliki Daya Saing Ekonomi yang Berbasis Pada Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan “
Misi : - Melaksanakan Penyelenggaraan Tata Pemerintahan yang baik
- Meningkatkan kualitas prasarana dan sarana kota serta penataan ruang wilayah kota
- Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia yang memiliki Ilmu Pengetahuan, menguasai Teknologi, Sehat, Beriman dan Bertaqwa
- Meningkatkan Ekonomi Daerah yang bertumpu pada Ekonomi Kerakyatan
POTENSI KOTA TEBING TINGGI
Bidang Jasa dan Keuangan
Pendidikan
Sektor jasa merupakan sektor unggulan bagi Pemerintah Kota Tebing Tinggi, bidang jasa yang memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah bidang Pendidikan. Pembangunan pendidikan diarahkan untuk meningkatkan taraf pendidikan masyarakat pada jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi dengan orientasi terciptanya SDM yang memiliki kemandirian, berwawasan luas, mampu bersaing dalam pasar kerja, ataupun menciptakan lapangan kerja.
Untuk menciptakan SDM yang handal, pemerintah kota Tebing Tinggi telah mengembangkan jenjang pendidikan sedini mungkin. Adapun program yang telah dilaksanakan oleh Pemerintahan Kota Tebing Tinggi adalah melaksanakan program pendididikan anak usia dini, program wajib belajar 9 Tahun, mengembangkan pendidikan non formal, meningkatkan mutu tenaga pendidikan serta mengembangkan budaya baca dan pembinaan perpustakaan. Adapun jumlah sekolah Taman Kanak-kanak Negeri 1 Unit, Swasta 26 Unit, SD Negeri 77 Unit, Swasta 18 Unit, SMP Negeri 9 Unit, Swasta 11 Unit, SMU Negeri 4 Unit, Swasta 12 Unit, SMK Negeri 3 Unit dan Swasta 10 Unit.
Keuangan
Sektor Perbankan
Untuk menggerakkan kegiatan ekonomi dan perdagangan di Kota Tebing Tinggi, keberadaan lembaga keuangan, khususnya lembaga-lembaga perbankan, sangat diperlukan. Lembaga-lembaga ini berperan sebagai mediator dengan kreditur, mendukung ketersediaan modal kerja dan lain sebagainya. Saat ini Kota Tebing Tinggi sedikitnya ada 13 Bank yang beroperasi : Bank Sumut, Bank Sumut Syariah, Bank BNI, Bank Mandiri, Bank Lippo, Bank BRI, Bank BCA, Bank Danamon, Panin Bank, Bank Syariah Mandiri, Bank Mestika Darma, Bank Tabungan Negara dan Bank Muamalat.
Posisi dana simpanan pada perbankan di Kota Tebing Tinggi pada akhir tahun 2006 mencapai 1,44 Trilyun Rupiah. Jumlah ini naik sekitar 20,39% pada akhir tahun 2005 yang berada pada tingkat 1,24 trilyun rupiah. Peningkatan juga terjadi pada kredit yang disalurkan berada pada posisi 532 Milyar rupiah, atau naik sekitar 21,79% dari posisi akhir tahun 2005. Sementara itu, presentasi penyaluran kredit terhadap dana simpanan pada posisi akhir tahun 2006 sebesar 36,94% keadaan ini lebih baik dari posisi akhir pada tahun 2004 yang sebesar 37,9%. Dana simpanan pada perbankan di Kota Tebing Tinggi utamanya berupa simpanan berjangka ( 42,35% ) dan tabungan ( 39,37% ) sedangkan sisanya dalam bentuk giro. Pada sisi lain, kredit yang disalurkan oleh perbankan di Kota Tebing Tinggi umumnya untuk keperluan modal kerja ( 62,38% ) dan kosumsi ( 30,31%) sedangkan yang digunakan sebagai investasi hanya 7,31%.
Pegadaian
Jumlah Nasabah Perum Pegadaian di Kota Tebing Tinggi terus meningkat dalam empat tahun terakhir. Pada jumlah 2006 jumlah nasabah mencapai 22.601 unit, atau lebih banyak 3.724 unit dari tahun 2005. Meningkatnya jumlah nasabah juga meningkatkan nilai pemberian kreditnya. Pada Tahun 2006 nilai pemberian kredit Perum Pegadaian mencapai 20.08 milyar rupiah, naik sekitar 50.27% dari tahun 2005.
Koperasi
Pada Tahun 2006, jumlah koperasi di Kota Tebing Tinggi yang tercatat di dinas Perindustrian, perdagangan, koperasi, dan pengusaha kecil menengah kota Tebing Tinggi sebanyak 193 unit dengan jumlah anggota sebanyak 20.350 orang., jumlah anggota koperasi ini meningkat sebesar 14,67% dari tahun 2005. Selain itu jumlah peminjam juga mengalami peningkatan di tahun 2006, nilai pinjaman di tahun 2006 mencapai 62,04 milyar rupiah, atau naik sekitar 22,11% dari tahun 2005 yang sebesar 50,81 milyar rupiah.
Perdagangan
Pada tahun 2006 Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pengusaha Kecil dan Menengah Kota Tebing Tinggi mengeluarkan 260 surat izin usaha perdagangan ( SIUP ) baru, dengan 231 buah ( 88,85% ) untuk golongan usaha kecil, 29 buah untuk usaha sedang. Dengan adanya penambahan baru tersebut, maka SIUP yang dikeluarkan pemerintahan Tebing Tinggi sudah sebanyak 2.765 buah. Jumlah tersebut naik sebesar 10,38% dari tahun 2005, yang sebanyak 2.505 buah.
Sementara itu Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang baru dikeluarkan Kota Tebing Tinggi pada tahun 2006 sebanyak 419 buah, dimana 316 (75,42%) TDP merupakan usaha perorangan. Dengan penambahan ini maka sampai tahun 2006 sudah ada sebanyak 3.557 TDP yang dikeluarkan Dinas Perindagkop dan PKM Kota Tebing Tinggi.
Perkembangan ekspor di Kota Tebing Tinggi setelah mengalami penurunan pada periode 1997-2002, nilai ekspor Kota Tebing Tinggi pada empat tahun terakhir mengalami peningkatan. Pada tahun 2002 nilai ekspor Kota Tebing Tinggi sebesar 34,96 milyar rupiah, tahun 2003 menjadi 56,95 milyar rupiah, tahun 2004 menjadi 70,55 milyar rupiah, tahun 2005 menjadi 84,33 milyar rupiah dan tahun 2006 sebesar 134,21 nilyar rupiah.
Sedangkan fasilitas pertokoan dalam lima tahun terakhir, jumlah pertokoan di Kota Tebing Tinggi berkembang cukup pesat, tahun 2002, jumlah pertokoan sebanyak 564 unit, kemudian bertambah menjadi 592 unit pada tahun 2003, 629 unit pada tahun 2004, dan 691 unit pada tahun 2005. Terakhir jumlah toko di Kota Tebing Tinggi sudah sebanyak 720 unit dan yang terbanyak adalah Toko Jenis pangan.
KONDISI EKONOMI
Dalam periode tahun 2001-2006, kinerja ekonomi Kota Tebing Tinggi yang diukur dengan besaran PDRB atas dasar harga yang berlaku terus mengalami peningkatan. Pada Tahun 2001 yang lalu kinerja ekonomi Kota Tebing Tinggi hanya sebesar Rp.798,66 milyar, angka ini kemudian meningkat menjadi Rp 892,58 milyar tahun 2002, lalu meningkat lagi menjadi Rp. 981,12 milyar tahun 2003, Rp 1,09 trilyun tahun 2004 dan Rp. 1,26 trilyun pada tahun 2005. Pada tahun 2006 kinerja ekonomi Tebing Tinggi sebesar Rp. 1.417.741.000.000,56 . Secara riil dengan mengeluarkan faktor inflasi, kinerja ekonomi Tebing Tinggi yang diukur dengan besaran PRDB atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp 923,32 milyar pada tahun 2006, angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi pada tahun 2001 yang hanya sebesar Rp.718.147 milyar ataupun tahun 2005 yang sebesar Rp 876,47 milyar.
Pertumbuhan ekonomi
Pada periode tahun 2001-2006, rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota Tebing Tinggi mencapai 4,97 % per tahun, pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2002, yaitu 5,89%, sedangkan yang terendah pada tahun 2001 yang hanya 4,08%.Pada tahun 2006, ekonomi Kota Tebing Tinggi tumbuh sekitar 5,35%. Pertumbuhan ekonomi tahun 2006 tersebut lebih cepat dari tahun 2005 yang hanya 4,39%.
Datanya sebagai berikut:
Pertanian : rata-rata pertumbuhan per tahun 0,35%
Pertambangan dan penggalian : rata2 pertumbuhan per tahun 4,24%
Industri pengolahan : rata2 pertumbuhan per tahun 1,55 %
Listrik, gas dan air bersih : rata2 pertumbuhan per tahun 3,68%
Bangunan : rata2 pertumbuhan per tahun 5,81%
Perdagangan, Hotel dan Restaurant : rata2 pertumbuhan per tahun 4,35%
Pengangkutan dan Komunikasi : rata2 pertumbuhan per tahun 7,40%
Keuangan, persewaan dan jasa perusahaan : rata2 pertumbuhan per tahun 7,51%
Jasa-jasa : rata2 pertumbuhan per tahun 5,76%
Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Tebing Tinggi
Struktur Ekonomi
Seperti umumnya daerah perkotaan yang mengandalkan perdagangan dan jasa, ekonomi Kota Tebing Tinggi juga ditopang oleh kedua lapangan usaha tersebut. Pada tahun 2006, kontribusi lapangan usaha perdagangan, hotel dan restoran mencapai 21,89%, dan kontribusi lapangan usaha jasa-jasa mencapai 19,49%. Lapangan usaha lain yang kontribusinya cukup tinggi adalah industri pengolahan( 18,44%), pengangkutan dan komunikasi (17,14%),dan keuangan, persewaan,dan jasa perusahaan(11,80%).
Salah satu kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah kota Tebing Tinggi untuk mendorong pembangunan daerah adalah melalui program pemberdayaan ekonomi kerakyatan dengan kebijakan yang diarahkan untuk mengembangkan usaha kecil dan Menengah (UKM). Saat ini lebih dari 4000 UKM beroperasi diberbagai sektor usaha. Sejak Tahun 2001 Pemerintah Kota Tebing Tinggi telah menyalurkan bantuan modal bergulir tanpa bunga kepada 1.000 UKM sebesar Rp 6,7 Milyar.
SARANA DAN PRASARANA
Infrastruktur Jalan dan Angkutan Kota
Seluruh jalan di Kota Tebing Tinggi sudah dengan permukaan aspal, dan sekitar 28,53 km dalam keadaan rusak, selebihnya dalam kondisi baik dan sedang. Sistem jeringan jalan sudah terlayani ke seluruh kota Tebing Tinggi. Mudah dan lancarnya aksesibilitas penduduk akibat ketersediaan prasarana jalan akan memudahkan penduduk Tebing Tinggi melaksanakan kegiatan sosial ekonominya. Begitu juga ketersediaan prasarana jalan ini akan penting bagi dunia usaha dalam distribusi produk usaha.
Rute angkutan umum di Kota Tebing Tinggi sebanyak 23 rute dengan 553 armada. Umumnya angkutan umum melayani pergerakan menuju jalan-jalan utama Kota, yaitu dengan melayani pergerakan penduduk dari pusat-pusat pemukiman menuju pusat Kota dan kegiatan social ekonomi penduduk ( pendidikan, tempat kerja, belanja, dll )
Air Bersih
Pelanggan air bersih PDAM kota Tebing Tinggi sampai dengan saat ini mencapai 8,407 SR(Sambungan Rumah). Pelanggan air bersih PDAM Tirta Bulian selama kurun waktu tahun 2002-2005 mengalami peningkatan sekitar 19,86%. Peningkatan jumlah pelanggan ini umumnya dari kelompok rumah, toko, dan industri, dan badan sosial dan rumah sakit. Tahun 2005 air minum disalurkan lepada konsumen sebanyak 2.274.675 m kubik, naik sekitar 16,09% dari tahun 2003 yang sebanyak 1.959,4 ribu m kubik. Sebanyak 1.659,7 ribu m kubik(72,96%) disalurkan kepada konsumen rumah tangga. 13,04% dikonsumsi oleh preusan industri dan pertokoan, sementara instansi pemerintah menggunakan air bersih sebesar 144,008 ribu m kubik atau sekitar 7,24%. Sedangkan badan sosial dan rumah sakit hanya menggunakan air bersih sebesar 6,76%.
Energi Listrik
Daya yang tersambung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Tebing Tinggi hingga tahun 2005 mencapai 66.017 KVA naik sebesar 3,7% dari tahun 2003. Daya yang tersambung tersebut untuk menampung jumlah pelanggan PLN sebanyak 63.257. Pengguna listrik terbesar adalah golongan rumah tangga sebesar 59,44% diikuti oleh golongan Industri 26,80% ( Sumber : Tebing Tinggi Dalam Angka 2006 )
Pos dan Telekomunikasi
Di kota Tebing Tinggi terdapat 1 kantor pos pusat yang terletak di pusat Kota Jalan Dr. Sutomo. Kantor pos ini melayani jasa layanan berupa pengiriman barang dan uang serta jasa pos lainnya. Fasilitas jasa pos telah mencakup seluruh kelurahan di Tebing Tinggi dengan kantor pelayanan berpusat di kecamatan. Pengembangan pelayanan jasa pos telah memanfaatkan teknologi maju seperti pelayanan surat elektronik, wesel elektronik, surat kilat, pemasangan internet dan lainnya. Jasa Telekomunikasi di Kota Tebing Tinggi telah mencakup 3 kecamatan dan dikelola oleh PT Telkom Kandatel Tebing Tinggi.
Sumber : PEMERINTAH KOTA TEBING TINGGI TAHUN 2006
Nach itu dia sekilas tentang Kotamadya Tebing Tinggi. Kalau-kalau ada informasi lain silahkan sharing di sini ya…, barangkali ada tempat wisata yang belum diekspos di sini.
Sekali lagi mari bangun Sumatera Utara secara bersama-sama.
Menelusuri Jejak Sejarah Kota Medan
December 16, 2008 oleh realylife
Tersimpan pada Sejarah dan Budaya
Hari Sabtu kemarin, saya mencoba berjalan-jalan di seputar kota Medan. Tadinya mau sekalian mencari tempat yang ada wifi-nya dan buka sampai malam. Keliling-keliling naik angkot, saya tiba juga di kawasan Kampung Madras, dulunya lebih dikenal dengan “Kampung Keling”.
Banyak keunikan yang saya temukan di sana, mulai dari keragaman etnis yang ada, rumah ibadah dan juga kulinernya. Semua menunjukkan percampuran budaya. Barangkali tak salah kalau saya mengatakan ini adalah “truly asia”-nya Indonesia.
Salah satu yang tak bisa dilupakan atau dipisahkan adalah adanya warga keturunan India di Medan selain etnis keturunan Tionghoa. Hmm, rasanya menarik sekali untuk ditelusuri dan diteliti. Barangkali ini adalah bentuk kecintaan saya terhadap Sumatera Utara. Menelusuri jejak sejarah kota Medan, kembali ke masa lalu dan berkaca tentang indahnya kota ini dulu.
Salah satu yang akan saya bahas di sini adalah seorang keturunan India, namanya Pak Krisna Menon. Usianya sekitar 33 tahun. Sehari-harinya Pak Krisna, begitu ia biasa disapa, berjualan gorengan dan makanan seperti nasi goreng, mie goreng dan lain-lain. Warung kecilnya itu terletak di Jalan Zainul Arifin dekat Sun Plaza Medan. Menariknya, Pak Krisna menamakan gorengannya itu gorengan khas India, secara yang berdagang kan biasanya orang Indonesia. Tertarik untuk mencicipi silahkan saja datang ke warungnya itu. Setelah bercerita panjang lebar, akhirnya aku tahu aktifitas lain dari beliau ini, ternyata kegemaran lainnya adalah mengkoleksi uang Indonesia lama yang berbentuk kertas, serta beberapa koleksi barang antik lainnya. Hari minggu kemarin saya dibolehkan melihat, saat dia memamerkan di depan sebuah toko money changer masih di kawasan yang sama. Uniknya dia hanya memamerkan khusus hari minggu dan hari libur, jam 9 pagi sampai jam 7 malam. Alasannya karena belum punya tempat untuk bisa memajang setiap hari.
Ketika ditanya kenapa senang mengkoleksi uang lama ini, beliau ternyata punya cerita unik lainnya. Kala itu ada seorang laki-laki etnis keturunan yang butuh uang untuk makan, dia menjual uang lamanya itu pada pak Krisna, dikarenakan rasa iba akhirnya uang tersebut di beli. Kejadiannya sekitar tahun 2000-an. Nah sejak saat itu beliau mulai tertarik dan mengumpulkan uang kertas lama dari Indonesia. Sampai saat ini sudah ada sekitar 200 an lembar uang lama Indonesia plus beberapa barang antik lainnya; seperti guci, beberapa kerajinan kuningan. Mengenai koleksi, Pak Krisna menyenangi yang bergambar Mantan Presiden kita, Alm. Bapak Soekarno, katanya punya nilai seni yang tinggi. Seperti uang yang terbit sekitar tahun 1964 dengan bacaan kun fa yakun.
Nah buat yang tertarik melihat koleksi uangnya silahkan datang ke tempat ia memamerkan di depan money changer Jalan Zainul Arifin. Atau bisa menghubungi beliau di No: 081370666252.
O iya satu lagi beliau bilang ini wujud rasa cintanya pada Indonesia sebagai tanah kelahirannya. Wah, jadi kebanggaan pada negara bisa dalam bentuk apa saja ya. Lantas bagaimana dengan kita sendiri ya?
Nantikan juga di postingan mendatang mengenai penelusuran saya tentang sejarah dan keunikan kota Medan. Kalau ada yang mau sharing atau ikut hunting boleh menghubungi saya di BloggerSUMUT ya.
Dan di bawah ini adalah jejak kaki saya di tempat pak Krisna Menon.
( Terima kasih buat Pak Krisna Menon yang sudah bersedia berbagi di sini )
BloggerSUMUT Goes on Media
Masih inget khan dengan Kopdar BloggerSUMUT dengan Telkomsel tanggal 29 Nopember kemaren? Nach ternyata itu juga diliput oleh salah satu tabloid lokal kota Medan, namanya Medan Weekly edisi tanggal 12-18 Desember 2008.
Semoga ini menjadi jalan pembuka bagi BloggerSumut untuk bisa dikenal luas oleh masyarakat Sumatera Utara. Menjadi bukti eksistensi BloggerSUMUT sebagai salah satu komunitas yang bergerak dalam hal positif. Jadi buat teman-teman silahkan lihat hasil scanning berikut untuk tahu berita selengkapnya.
Mari duniakan ” Sumatera Utara ”
viva BloggerSumut
Kesawan Riwayatmoe Doeloe
November 25, 2008 oleh realylife
Tersimpan pada Potensi dan Pariwisata, Sejarah dan Budaya
Hari Sabtu kemarin sempat jalan-jalan ke daerah Kesawan, suatu kawasan di jantung kota Medan yang dipenuhi oleh bangunan-bangunan bersejarah peninggalan Belanda. Salah satunya adalah bangunan di atas. Arsitektur yang kental dengan nuansa Eropa tempo dulu. Bangunan ini terletak di jalan A. Yani Kesawan Medan. Banyak bangunan tua yang sudah beralih fungsi, seharusnya sich kalau bisa dipertahankan dan dijaga sebagai salah satu aset sejarah kota Medan. Jadi mimpi dech kalau bisa dibuat seperti di luar negeri, jadi salah satu objek bersejarah, kendaraan dilarang lewat, kita pun bisa menikmatinya sambil jalan kaki.
Seperti contoh Mesjid ini yang juga berada di kawasan Kesawan dan masih dipakai sebagai tempat beribadah umat muslim sampai detik ini.
Seperti yang bisa dilihat di atas, mesjid ini namanya “mesjid lama gang bengkok“, arsitektur yang unik dan barangkali bisa disejajarkan dengan Mesjid Al Maksun Sultan Deli yang terletak di jalan SM Raja Medan. Alhamdulillah mesjid ini masih terawat dengan baik dan masih terus dipergunakan. Sejarahnya sendiri masih belum digali apalagi diberitahukan kepada kita, maklum waktu ke sana saya tidak bertemu dengan pemiliknya.
Perjalanan kemudian diteruskan ke jalan Hindu, masih di kawasan yang sama dan saya menemukan ini:
Bangunan Tua yang kondisinya sudah hancur dan ironisnya di depannya terpakir mobil mewah warga kota Medan. Miris dan rasanya saya ingin bertanya di mana ya kepedulian kita semua terhadap sejarah kota ini sendiri.
Dan lebih sedihnya lagi, bangunan itu berada persis di sebelah sebuah restaurant elite. Jadi sedih dech sebagai salah satu warganya.
Bangunan di atas masih di kawasan jalan yang sama, bahkan ada yang masih dipakai sebagai kantor tapi lihatlah kondisinya, hancur, kumuh dan berkesan kumal tak terurus. Sebagian lagi sudah berpindah ke tangan penduduk umum dan bangunan aslinya sudah dirombak total! Lagi-lagi saya cuma bisa terpana dan terpaku melihat kondisi yang sangat memprihatinkan ini.
Dan sekali lagi lihatlah dengan baik! Jadi bingung juga, apakah ini bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pendahulunya? Entahlah. Yang jelas saat ini kota Medanku sedang berbenah menjadi kota yang metropolis, namun sayangnya mengorbankan asset bersejarah terutama bangunan tuanya, seolah semua memang harus tergilas oleh modernisasi. Uang sudah banyak merubah sifat dan hati manusia, barangkali rasanya .
Jadi tertarik untuk mengetahui tentang sejarah kawasan Kesawan tempo dulu, atau juga sejarah kota Medan itu sendiri. Nah, bagaimana dengan para pembaca sekalian, apakah ada yang mempunyai informasinya?
Silahkan berbagi komentar di sini. Sumatera Utara akan maju kalau kita lebih peduli dengan apa yang kita punyai.
KESAWAN RIWATMOE DOELOE



















