Sindikasi: Subscribe to Blogger SUMUTBeritaSubscribe to Blogger SUMUTKomentar

Tebing Tinggi “ Esa Hilang Dua Terbilang “

March 26, 2009 oleh  
Tersimpan pada Potensi dan Pariwisata

Selanjutnya kita akan menyusuri Kabupaten/Kotamadya lain di Sumatera Utara. Kali ini kita akan singgah di Kotamadya Tebing Tinggi.
Saat ini Tebing Tinggi di pimpin olehh Bapak Ir.H.Abdul Hafiz Hasibuan selaku walikota dan Bapak H. Syahrir Hafzein selaku wakil walikota Tebing Tinggi.

Kita mulai perjalanan kita di kota Tebing Tinggi

Sejarah Kota Tebing Tinggi

Kira-kira seratus tiga puluh enam tahun yang lalu, kota Tebing Tinggi sudah didiami suku bangsa Indonesia. Hal ini dapat dibuktikan dari arsip lama, dimana dalam catatan tersebut dinyatakan Tebing Tinggi telah menjadi tempat pemukiman, tepatnya pada tahun 1984. Dari cerita-cerita rakyat yang dikisahkan oleh orang tua, dari sebuah bandar di Simalungun berangkatlah orang tua yang bergelar Datuk Bandar Kajum meninggalkan kampung halamannya yang diikuti para penggawa dan inang pengasuhnya melalui kerajaan Padang menuju Asahan dan tibalah beliau di sebuah desa yang pertama dikunjunginya bernama Tanjung Marulak. Karena kelihaian kolonialis Belanda dengan politik pecah belah sehingga menimbulkan perang saudara. Untuk mempertahankan serangan ini Datuk Bandar Kajum berhasil mencari tempat di sebuah dataran tinggi di tepi sungai Padang. Disinilah dia membangun Kampong yang dipagari dengan benteng-benteng pertahanan yang sekarang disebut ”Kampong Tebing Tinggi Lama” dan berkembang menjadi tempat pemukiman sebagai asal usul Kota Tebing Tinggi.

Kota Tebing Tinggi merupakan salah satu Kota di Propinsi Sumatera Utara yang secara historis administrasi Pemerintahannya telah ada sejak penjajahan Belanda, dimana pada Tahun 1887 oleh Pemerintah Hindia Belanda, Tebing Tinggi ditetapkam sebagai kota Pemerintahan dengan kepala pemerintahannya adalah seorang Kontreleur. Dalam perundang-undangan yang berlaku pada Desentralisasiewet yang ditetapkan pada tanggal 23 Juli 1903 ( untuk selanjutnya dapat disebut daerah Otonom kota kecil Tebing Tinggi ) oleh pemerintahan Hindia Belanda, pemerintah Kota Tebing Tinggi ditetapkan sebagai daerah otonom dengan sistem desentralisasi.

Keterangan yang menjelaskan kota Tebing Tinggi sebagai Kota Otonom dapat kita baca dari tulisan J.J. Mendelaar dalam ” Nota Bertrefende Degemente Tebing Tinggi ” yang dibuat sekitar bulan Juli 1930. Dalam salah satu Bab dari tulisan J.J. Mendelaar tersebut dinyatakan, setelah beberapa tahun dalam keadaan vakum mengenai perluasan pelaksanaan desentralisasi, maka pada tanggal 1 Juli 1971 berdasarkan Desentralisasiewet berdirilah Gemente Tebing Tinggi dengan Steling Ordanite Van Statblaad 1917 yang berlaku 1 Juli 1917. Berdasarkan hal inilah maka tanggal 1 Juli ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Tebing Tinggi.

Lokasi dan Keadaan Geografi

Kota Tebing Tinggi merupakan salah satu Pemerintah Kota dari 29 Kabupaten/Kota di Propinsi Sumatera Utara. Berjarak sekitar 80 Km dari kota Medan ( ibukota Propinsi Sumatera Utara ) serta terletak pada lintas Sumatera, yaitu yang mehubungkan Lintas Timur dan Lintas Tengah Sumatera melalui Lintas Diagonal pada ruas jalan Tebing Tinggi – Pematangsiantar – Parapat – Balige – Siborong-borong. Kota Tebing Tinggi terletak diantara 3 derajat 16’-3 derajat 22’ Lintang Utara dan 99derajat7’-99derajat11’ Bujur Timur dengan batas-batas :

Sebelah Utara dengan PTPN III Kebun Rambutan, Kabupaten Serdang Bedagai
Sebelah Selatan dengan PTPN IV Kebun Pabatu dan Perkebunan Raya Pinang, Kabupaten Serdang Bedagai
Sebelah Timur dengan PT Socfindo Tanah Besi dan PTPN III Kebun Rambutan, Kabupaten Serdang Bedagai
Sebelah Barat dengan PTPN III Kebun Gunung Pamela, Kabupaten Serdang Bedagai

Berdasarkan letak geografisnya Kota Tebing Tinggi beriklim tropis. Ketinggian 26-34 m di atas permukaan laut dengan topografi mendatar dan bergelombang. Temperatur udara di kota ini cukup panas yakni berkisar 25-27 derajat celcius.
Tebing Tinggi luasnya 38.438 km persegi terbagi atas 5 kecamatan dan 35 kelurahan. Sebagian besar wilayah digunakan untuk pertanian(51,19) pemukiman (35,71) dan selebihnya dipergunakan untuk sarana sosial budaya, industri, perhubungan dan lainnya. Kota Tebing Tinggi dilintasi 4 sungai besar dan kecil yaitu : Sungai Padang, sungai Bahilang, sungai Kelembah dan sungai Sibarou. Sebagaimana kota-kota lain di Sumatera Utara, Kota Tebing Tinggi mempunyai 2 musim, penghujan dan kemarau dengan jumlah curah hujan sepanjang tahun rata-rata 1.776 mm/tahun dengan kelembaban udara 80-90%

Administrasi pemerintahan

Struktur organisasi pemerintahan Kota Tebing Tinggi

Sekretariat Daerah Kota membawahi 2 Asisten dan 8 Bagian :
-Asisten I Tata Praja/Ekbang membawahi 4 bagian
-Asisten II Administrasi Umum membawahi 4 bagian

Sekretariat DPRD

Dinas : 7 Unit
-Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah
-Dinas Pendapatan
-Dinas Pertanian
-Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan PKM
-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
-Dinas Kesehatan
-Dinas Perhubungan

Badan : 4 Unit
-Badan Pengawasan
-Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah
-Badan Kesatuan dan Perlindungan Masyarakat
-Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota

Kantor : 7 Unit
-Kantor Satuan Polisi Pamong Praja
-Kantor Arsip Serta Pengolahan Data Elektronik ( PDE )
-Kantor Perpustakaan Daerah
-Kantor Kebersihan, Pertamanan dan Lingkungan Hidup
-Kantor Kesejahteraan Sosial Tenaga Kerja dan KB
-Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil
-Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu

BUMD: 1 Unit
-PDAM Tirta Bulian Kota Tebing Tinggi

Pemerintah Kota Tebing Tinggi telah membuka Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KP2T ) yang beralamat di Jalan G. Leuser No 5 Kel. Tanjung Marulak Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi untuk membantu masyarakat dalam hal perijinan.

Visi dan Misi Pemerintahan Kota Tebing Tinggi Tahun 2006-2010

Visi : “ Tebing Tinggi menjadi kota Jasa yang bertumpu pada Kualitas Pendidikan dan Kesehatan serta memiliki Daya Saing Ekonomi yang Berbasis Pada Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan “
Misi : - Melaksanakan Penyelenggaraan Tata Pemerintahan yang baik
- Meningkatkan kualitas prasarana dan sarana kota serta penataan ruang wilayah kota
- Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia yang memiliki Ilmu Pengetahuan, menguasai Teknologi, Sehat, Beriman dan Bertaqwa
- Meningkatkan Ekonomi Daerah yang bertumpu pada Ekonomi Kerakyatan

POTENSI KOTA TEBING TINGGI

Bidang Jasa dan Keuangan
Pendidikan

Sektor jasa merupakan sektor unggulan bagi Pemerintah Kota Tebing Tinggi, bidang jasa yang memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah bidang Pendidikan. Pembangunan pendidikan diarahkan untuk meningkatkan taraf pendidikan masyarakat pada jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi dengan orientasi terciptanya SDM yang memiliki kemandirian, berwawasan luas, mampu bersaing dalam pasar kerja, ataupun menciptakan lapangan kerja.

Untuk menciptakan SDM yang handal, pemerintah kota Tebing Tinggi telah mengembangkan jenjang pendidikan sedini mungkin. Adapun program yang telah dilaksanakan oleh Pemerintahan Kota Tebing Tinggi adalah melaksanakan program pendididikan anak usia dini, program wajib belajar 9 Tahun, mengembangkan pendidikan non formal, meningkatkan mutu tenaga pendidikan serta mengembangkan budaya baca dan pembinaan perpustakaan. Adapun jumlah sekolah Taman Kanak-kanak Negeri 1 Unit, Swasta 26 Unit, SD Negeri 77 Unit, Swasta 18 Unit, SMP Negeri 9 Unit, Swasta 11 Unit, SMU Negeri 4 Unit, Swasta 12 Unit, SMK Negeri 3 Unit dan Swasta 10 Unit.

Keuangan

Sektor Perbankan
Untuk menggerakkan kegiatan ekonomi dan perdagangan di Kota Tebing Tinggi, keberadaan lembaga keuangan, khususnya lembaga-lembaga perbankan, sangat diperlukan. Lembaga-lembaga ini berperan sebagai mediator dengan kreditur, mendukung ketersediaan modal kerja dan lain sebagainya. Saat ini Kota Tebing Tinggi sedikitnya ada 13 Bank yang beroperasi : Bank Sumut, Bank Sumut Syariah, Bank BNI, Bank Mandiri, Bank Lippo, Bank BRI, Bank BCA, Bank Danamon, Panin Bank, Bank Syariah Mandiri, Bank Mestika Darma, Bank Tabungan Negara dan Bank Muamalat.
Posisi dana simpanan pada perbankan di Kota Tebing Tinggi pada akhir tahun 2006 mencapai 1,44 Trilyun Rupiah. Jumlah ini naik sekitar 20,39% pada akhir tahun 2005 yang berada pada tingkat 1,24 trilyun rupiah. Peningkatan juga terjadi pada kredit yang disalurkan berada pada posisi 532 Milyar rupiah, atau naik sekitar 21,79% dari posisi akhir tahun 2005. Sementara itu, presentasi penyaluran kredit terhadap dana simpanan pada posisi akhir tahun 2006 sebesar 36,94% keadaan ini lebih baik dari posisi akhir pada tahun 2004 yang sebesar 37,9%. Dana simpanan pada perbankan di Kota Tebing Tinggi utamanya berupa simpanan berjangka ( 42,35% ) dan tabungan ( 39,37% ) sedangkan sisanya dalam bentuk giro. Pada sisi lain, kredit yang disalurkan oleh perbankan di Kota Tebing Tinggi umumnya untuk keperluan modal kerja ( 62,38% ) dan kosumsi ( 30,31%) sedangkan yang digunakan sebagai investasi hanya 7,31%.

Pegadaian

Jumlah Nasabah Perum Pegadaian di Kota Tebing Tinggi terus meningkat dalam empat tahun terakhir. Pada jumlah 2006 jumlah nasabah mencapai 22.601 unit, atau lebih banyak 3.724 unit dari tahun 2005. Meningkatnya jumlah nasabah juga meningkatkan nilai pemberian kreditnya. Pada Tahun 2006 nilai pemberian kredit Perum Pegadaian mencapai 20.08 milyar rupiah, naik sekitar 50.27% dari tahun 2005.

Koperasi

Pada Tahun 2006, jumlah koperasi di Kota Tebing Tinggi yang tercatat di dinas Perindustrian, perdagangan, koperasi, dan pengusaha kecil menengah kota Tebing Tinggi sebanyak 193 unit dengan jumlah anggota sebanyak 20.350 orang., jumlah anggota koperasi ini meningkat sebesar 14,67% dari tahun 2005. Selain itu jumlah peminjam juga mengalami peningkatan di tahun 2006, nilai pinjaman di tahun 2006 mencapai 62,04 milyar rupiah, atau naik sekitar 22,11% dari tahun 2005 yang sebesar 50,81 milyar rupiah.

Perdagangan

Pada tahun 2006 Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pengusaha Kecil dan Menengah Kota Tebing Tinggi mengeluarkan 260 surat izin usaha perdagangan ( SIUP ) baru, dengan 231 buah ( 88,85% ) untuk golongan usaha kecil, 29 buah untuk usaha sedang. Dengan adanya penambahan baru tersebut, maka SIUP yang dikeluarkan pemerintahan Tebing Tinggi sudah sebanyak 2.765 buah. Jumlah tersebut naik sebesar 10,38% dari tahun 2005, yang sebanyak 2.505 buah.
Sementara itu Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang baru dikeluarkan Kota Tebing Tinggi pada tahun 2006 sebanyak 419 buah, dimana 316 (75,42%) TDP merupakan usaha perorangan. Dengan penambahan ini maka sampai tahun 2006 sudah ada sebanyak 3.557 TDP yang dikeluarkan Dinas Perindagkop dan PKM Kota Tebing Tinggi.
Perkembangan ekspor di Kota Tebing Tinggi setelah mengalami penurunan pada periode 1997-2002, nilai ekspor Kota Tebing Tinggi pada empat tahun terakhir mengalami peningkatan. Pada tahun 2002 nilai ekspor Kota Tebing Tinggi sebesar 34,96 milyar rupiah, tahun 2003 menjadi 56,95 milyar rupiah, tahun 2004 menjadi 70,55 milyar rupiah, tahun 2005 menjadi 84,33 milyar rupiah dan tahun 2006 sebesar 134,21 nilyar rupiah.
Sedangkan fasilitas pertokoan dalam lima tahun terakhir, jumlah pertokoan di Kota Tebing Tinggi berkembang cukup pesat, tahun 2002, jumlah pertokoan sebanyak 564 unit, kemudian bertambah menjadi 592 unit pada tahun 2003, 629 unit pada tahun 2004, dan 691 unit pada tahun 2005. Terakhir jumlah toko di Kota Tebing Tinggi sudah sebanyak 720 unit dan yang terbanyak adalah Toko Jenis pangan.

KONDISI EKONOMI

Dalam periode tahun 2001-2006, kinerja ekonomi Kota Tebing Tinggi yang diukur dengan besaran PDRB atas dasar harga yang berlaku terus mengalami peningkatan. Pada Tahun 2001 yang lalu kinerja ekonomi Kota Tebing Tinggi hanya sebesar Rp.798,66 milyar, angka ini kemudian meningkat menjadi Rp 892,58 milyar tahun 2002, lalu meningkat lagi menjadi Rp. 981,12 milyar tahun 2003, Rp 1,09 trilyun tahun 2004 dan Rp. 1,26 trilyun pada tahun 2005. Pada tahun 2006 kinerja ekonomi Tebing Tinggi sebesar Rp. 1.417.741.000.000,56 . Secara riil dengan mengeluarkan faktor inflasi, kinerja ekonomi Tebing Tinggi yang diukur dengan besaran PRDB atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp 923,32 milyar pada tahun 2006, angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi pada tahun 2001 yang hanya sebesar Rp.718.147 milyar ataupun tahun 2005 yang sebesar Rp 876,47 milyar.
Pertumbuhan ekonomi

Pada periode tahun 2001-2006, rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota Tebing Tinggi mencapai 4,97 % per tahun, pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2002, yaitu 5,89%, sedangkan yang terendah pada tahun 2001 yang hanya 4,08%.Pada tahun 2006, ekonomi Kota Tebing Tinggi tumbuh sekitar 5,35%. Pertumbuhan ekonomi tahun 2006 tersebut lebih cepat dari tahun 2005 yang hanya 4,39%.
Datanya sebagai berikut:
Pertanian : rata-rata pertumbuhan per tahun 0,35%
Pertambangan dan penggalian : rata2 pertumbuhan per tahun 4,24%
Industri pengolahan : rata2 pertumbuhan per tahun 1,55 %
Listrik, gas dan air bersih : rata2 pertumbuhan per tahun 3,68%
Bangunan : rata2 pertumbuhan per tahun 5,81%
Perdagangan, Hotel dan Restaurant : rata2 pertumbuhan per tahun 4,35%
Pengangkutan dan Komunikasi : rata2 pertumbuhan per tahun 7,40%
Keuangan, persewaan dan jasa perusahaan : rata2 pertumbuhan per tahun 7,51%
Jasa-jasa : rata2 pertumbuhan per tahun 5,76%
Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Tebing Tinggi

Struktur Ekonomi

Seperti umumnya daerah perkotaan yang mengandalkan perdagangan dan jasa, ekonomi Kota Tebing Tinggi juga ditopang oleh kedua lapangan usaha tersebut. Pada tahun 2006, kontribusi lapangan usaha perdagangan, hotel dan restoran mencapai 21,89%, dan kontribusi lapangan usaha jasa-jasa mencapai 19,49%. Lapangan usaha lain yang kontribusinya cukup tinggi adalah industri pengolahan( 18,44%), pengangkutan dan komunikasi (17,14%),dan keuangan, persewaan,dan jasa perusahaan(11,80%).
Salah satu kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah kota Tebing Tinggi untuk mendorong pembangunan daerah adalah melalui program pemberdayaan ekonomi kerakyatan dengan kebijakan yang diarahkan untuk mengembangkan usaha kecil dan Menengah (UKM). Saat ini lebih dari 4000 UKM beroperasi diberbagai sektor usaha. Sejak Tahun 2001 Pemerintah Kota Tebing Tinggi telah menyalurkan bantuan modal bergulir tanpa bunga kepada 1.000 UKM sebesar Rp 6,7 Milyar.

SARANA DAN PRASARANA

Infrastruktur Jalan dan Angkutan Kota

Seluruh jalan di Kota Tebing Tinggi sudah dengan permukaan aspal, dan sekitar 28,53 km dalam keadaan rusak, selebihnya dalam kondisi baik dan sedang. Sistem jeringan jalan sudah terlayani ke seluruh kota Tebing Tinggi. Mudah dan lancarnya aksesibilitas penduduk akibat ketersediaan prasarana jalan akan memudahkan penduduk Tebing Tinggi melaksanakan kegiatan sosial ekonominya. Begitu juga ketersediaan prasarana jalan ini akan penting bagi dunia usaha dalam distribusi produk usaha.

Rute angkutan umum di Kota Tebing Tinggi sebanyak 23 rute dengan 553 armada. Umumnya angkutan umum melayani pergerakan menuju jalan-jalan utama Kota, yaitu dengan melayani pergerakan penduduk dari pusat-pusat pemukiman menuju pusat Kota dan kegiatan social ekonomi penduduk ( pendidikan, tempat kerja, belanja, dll )

Air Bersih

Pelanggan air bersih PDAM kota Tebing Tinggi sampai dengan saat ini mencapai 8,407 SR(Sambungan Rumah). Pelanggan air bersih PDAM Tirta Bulian selama kurun waktu tahun 2002-2005 mengalami peningkatan sekitar 19,86%. Peningkatan jumlah pelanggan ini umumnya dari kelompok rumah, toko, dan industri, dan badan sosial dan rumah sakit. Tahun 2005 air minum disalurkan lepada konsumen sebanyak 2.274.675 m kubik, naik sekitar 16,09% dari tahun 2003 yang sebanyak 1.959,4 ribu m kubik. Sebanyak 1.659,7 ribu m kubik(72,96%) disalurkan kepada konsumen rumah tangga. 13,04% dikonsumsi oleh preusan industri dan pertokoan, sementara instansi pemerintah menggunakan air bersih sebesar 144,008 ribu m kubik atau sekitar 7,24%. Sedangkan badan sosial dan rumah sakit hanya menggunakan air bersih sebesar 6,76%.

Energi Listrik

Daya yang tersambung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Tebing Tinggi hingga tahun 2005 mencapai 66.017 KVA naik sebesar 3,7% dari tahun 2003. Daya yang tersambung tersebut untuk menampung jumlah pelanggan PLN sebanyak 63.257. Pengguna listrik terbesar adalah golongan rumah tangga sebesar 59,44% diikuti oleh golongan Industri 26,80% ( Sumber : Tebing Tinggi Dalam Angka 2006 )

Pos dan Telekomunikasi

Di kota Tebing Tinggi terdapat 1 kantor pos pusat yang terletak di pusat Kota Jalan Dr. Sutomo. Kantor pos ini melayani jasa layanan berupa pengiriman barang dan uang serta jasa pos lainnya. Fasilitas jasa pos telah mencakup seluruh kelurahan di Tebing Tinggi dengan kantor pelayanan berpusat di kecamatan. Pengembangan pelayanan jasa pos telah memanfaatkan teknologi maju seperti pelayanan surat elektronik, wesel elektronik, surat kilat, pemasangan internet dan lainnya. Jasa Telekomunikasi di Kota Tebing Tinggi telah mencakup 3 kecamatan dan dikelola oleh PT Telkom Kandatel Tebing Tinggi.

Sumber : PEMERINTAH KOTA TEBING TINGGI TAHUN 2006

Nach itu dia sekilas tentang Kotamadya Tebing Tinggi. Kalau-kalau ada informasi lain silahkan sharing di sini ya…, barangkali ada tempat wisata yang belum diekspos di sini.
Sekali lagi mari bangun Sumatera Utara secara bersama-sama.