Sindikasi: Subscribe to Blogger SUMUTBeritaSubscribe to Blogger SUMUTKomentar

Malu dan Harap

January 8, 2009 oleh  
Tersimpan pada Warna Warni

“Jangan Kau tinggalkan malu jika kau tak punya harap”
(Evyta Ar)

Menapak tilasi episode kehidupan yang melintas di hadapan kita memang bukan hal yang sepenuhnya membahagiakan. Betapa tidak, di saat sebagian besar penduduk dunia merayakan tahun baru dengan gemerlap kembang api, ternyata ada sebuah bangsa di mana langitnya bertabur api roket dan peluru. Di saat anak-anak lain bergembira dengan aneka permainan di wahana hiburan, anak-anaknya tengah menangis meratapi nasib keberadaan orangtua. Tanah itu bersimbah luka dan darah. Tanah yang terluka, Palestina.

Malu tak pernah mau pergi dari hati. Sebab diri hanya bisa bergerak di saat momentum terjadi, meski pepatah selalu benar, tak ada kata terlambat untuk berbuat. Malu seharusnya singgah di hati manusia yang tak perduli. Betul memang, negeri kita pun sedang dilanda duka. Papua dengan gempanya, Sidoarjo dengan lumpur panasnya, dan tanah-tanah lain yang mengalami nasib menyedihkan. Bukan kita tak menutup mata akan hal itu, melainkan kita mencoba berbagi untuk semua. Seburuk-buruknya nasib di negeri ini, masih bisa tidur nyenyak walau hanya beralaskan tikar.

Tapi coba kita lihat ke negeri jauh di sana, dengan alasan apakah mereka tidur nyenyak? Setiap detik dicekam ketakutan akan meledaknya bom di sekitar rumah mereka, itu pun bagi yang masih memiliki rumah. Bayi-bayi mungil terampas hak hidupnya, wanita semakin hari semakin berkurang. Dari mana lagi generasi baru akan lahir jika wanitanya tak bisa lagi melahirkan anak?

Malu seharusnya singgah di hati kita, sebab kita hanya bisa mencemooh, menertawakan, melecehkan. Itu pun jika kita masih punya malu. Jika malu ditinggalkan, setidaknya harap masih membentang dalam jiwa. Harap agar malu segera kembali mengisi ruang hati yang kosong, agar ia purna menjadi sebentuk daging.

Enhanced by Zemanta

Tentang evytaar

Blog: http://evytaar.com/

Komentar

3 Komentar untuk tulisan "Malu dan Harap"

  1. Muhamma Nurdin pada Sat, 14th Mar 2009 16:00 

    Assalamu ‘alaikum wr,wb

    Salam Bloggersumut

    Malu Sebahagian Dari Iman ???????

    Wassalam Akr6675Center

  2. Togar Lubis pada Mon, 22nd Jun 2009 15:41 

    Malu…. manusia harus punya itu. Didunia ini Allah Swt selalu ciptakan dua hal atau berpasang-pasangan. Ada pria ada wanita, ada siang ada malam, dll. Tentang malu saya hanya teringat kata teman yang dulu kuliah di FK USU. Saat itu dia bilang ” Jika Mau jangan Malu dan jika Malu jangan Mau”. Salam

  3. yon ade pada Thu, 8th Oct 2009 9:07 

    percayalah, sifat malu itu dapat menyelamatkna kita

Sampaikan pikiran anda...
dan jika anda ingin menampilkan gambar diri anda, silahkan gunakan gravatar!





Spam protection by WP Captcha-Free